
Cemas akan keadaan Kaniya diluar sana, Radit pun mengebut.Untung saja malam ini jalanan lengang,karena masyarakat London lebih suka bersepeda dan jalan kaki ketimbang memakai mobil.
Radit memarkirkan mobilnya setibanya ia di taman kota,dia mencari kesana kemari.Terlihat Pak Charly yang sedang berdiri di dekat mobil,sambil memperhatikan seseorang dari jarak yang agak jauh.
Radit menghampirinya dan menepuk punggung Pak Charly.
"Heyyy,where is my wife?"tanya Radit.
Pak Charly yang terkejut hampir saja memasang kuda-kuda untuk melawan Radit,untung saja dia segera sadar kalau itu Radit.
"I'am sorry sir,i didn't mean."Pak Cahrly pun meminta maaf karena dia tidak bermaksud untuk memukul Radit.Dia hanya refleks saja karena dikejutkan dengan kedatangan Radit yang tiba-tiba saja menepuk punggungnya.
"Does not matter,where is she??"Radit tak mempermasalahkan hal itu,dia hanya ingin tahu di mana Kaniya sekarang.
Lalu pak Charly pun menunjuk ke sebuah arah,di mana Kaniya terlihat sedang duduk bersama seseorang,seseorang yang nampaknya tidak asing.
Ya,orang itu adalah Stefan,pria yang ditemui oleh Radit dan Kaniya tadi siang.Radit menghela nafas berat,Kaniya terlihat sangat nyaman ngobrol santai dengan pria asing itu.
Gemuruh amarah dan cemburu di hati Radit kembali bangkit.Radit pun langsung menghampiri keduanya dan melayangkan tinjunya ke wajah Stefan sampai Stefan tersungkur ke tanah.
Stefan yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari Radit pun ingin membalas pukulan Radit,tapi Kaniya segera berdiri di depan suaminya itu dan menghentikan Stefan dengan merentangkan kedua tangannya.
"Stoppppppp!"teriak Kaniya.
"Stefan,please...coolling down,"kata Kaniya.
"He started it first!"Stefan masih tidak mau terima.
"But he's sick,he is patient."Kaniya mencoba menjelaskan kepada Stefan,agar Stefan bisa memaklumi dan memaafkan Radit.
Stefan mengelap darah yang mengalir disudut bibirnya,dan dia pun menatap mata Radit dengan tatapan yang tajam seakan membunuh.Sedangkan Radit pun tak mau kalah,dia juga mengeluarkan tatapan elangnya.
__ADS_1
"Sudah Mas,cukup!Apa kamu masih belum puas sudah menyakitiku hari ini?"Kaniya mencoba menghentikan Radit yang masih terbawa emosi.
Tanpa diminta,Stefan pun pergi meninggalkan suami istri itu yang sedang bertengkar hebat.Baru kali ini Radit melihat Kaniya marah dengan tatapan mata yang menyayat hatinya.
"Apa kau menyesal memberikan semuanya padaku?apa kau merasa hal itu tak sepantasnya menjadi milikku,Kaniya?"tanya Radit pilu.
"Bukan seperti itu Mas,bukan seperti itu yang aku harapkan.Aku saja masih belum tau sebesar apa perasaan yang kamu miliki untukku,apakah kamu benar-benar mencintai aku,atau kamu hanya terobsesi sesaat saja padaku,"terang Kaniya.
"Kamu benar,aku memang sangat terobsesi padamu.Kamu benar,aku akui memang aku mulai mencintaimu,bahkan saat ini aku sangat mencintaimu.Aku berjuang untuk sembuh,agar aku bisa membahagiakanmu.Kamu,kamu adalah satu-satunya alasanku untuk berani menghadapi semua ini,kamulah alasan kenapa aku berani menjalani operasi berkali-kali,karena aku ingin menjadi laki-laki sempurna yang bisa kamu banggakan,laki-laki yang bisa menjaga dan melindungi kamu dari segala hal yang mengahadang ke depannya nanti.Apa kamu masih meragukan aku?atau jangan-jangan kamu memang tidak tulus kepadaku selama ini?!"Radit meluapkan segala isi hatinya.
Kaniya yang mendengarnya menjadi terpaku,tapi kata-kata pada kalimat terakhir yang di bilang oleh Radit barusan membuatnya ingin bertanya.
"Tidak tulus?apa maksud kamu Mas.Selama ini aku selalu menjaga dan merawat kamu dengan sepenuh hatiku,aku mengabdikan diriku sebagai seorang istri dengan tulus,malah kamu anggap aku seperti seolah-olah punya motif tersembunyi?.Kamu bicara seperti ini sangat menyakitkan hatiku Mas,lebih sakit lagi kamu sudah merenggut semuanya dariku tanpa izinku,kamu memaksaku Mas!"kata Kaniya dengan nada tinggi dan deraian air mata.
Banyak sekali orang di taman itu yang menyaksikan pertengkaran mereka,bahkan ada yang mau mem videokan nya,tapi Pak Charly dengan sigap menghalau mereka dan meminta mereka membubarkan diri.
"Lalu kenapa kamu bersikap seperti ini?kenapa kamu jadi cuek padaku?.Apa kamu menyukai laki-laki itu,iya kan?benar itu alasannya??itulah sebabnya kamu menyesalinya!"Radit mengambil kesimpulan sendiri.
Melihat itu,Radit jadi tidak tega.
"Apakah sikapku padanya sudah sangat keterlaluan..?." tanya Radit di dalam hatinya.
Kaniya hendak beranjak pergi,tapi dengan sigap Radit menghentikannya dan membawa Kaniya ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku jika aku terlalu kasar padamu,aku janji tidak akan mengulanginya lagi selagi kau tidak mau.Maafkan aku,aku hanya terbawa cemburu.Kamu mengertikan?aku cemburu karena aku sangat mencintai kamu,aku sangat ingin kita selalu bersama dan tidak ada orang lain diantara kita,"jelas Radit lagi kepada istrinya itu.
Kaniya hanya terdiam dalam dekapan Radit,tubuh kecilnya tenggelam dalam tubuh besar suaminya.
"Kamu mau kan memaafkan aku?"tanya Radit memastikan.
Kaniya sedikit berfikir,dan akhirnya menganggukkan kepalanya.Radit merasa sangat bahagia sekali,kini istrinya sudah bisa menerimanya.Kemungkinan besar si Otong bisa mendapatkan jatahnya secara rutin mulai sekarang🤣🤣🤣.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari,disudut taman itu di balik rimbunnya pepohonan.Pria yang wajahnya tadi kena bogem mentah dari Radit terus memperhatikan mereka dalam hening malam, sambil mengelus sudut bibirnya yang memar karena tonjokkan Radit.
"Just watch out for you,i will definitely repay you,"ujar Stefan lirih.
Kini Radit mengajak Kaniya untuk pulang kerumah,dia beralasan karena Oma mengkhawatirkan Kaniya.
"Oh,jadi hanya Oma yang mengkhawatirkan aku?"tanya Kaniya dengan nada kesal.
"Tentu saja tidak Honey,si Otong juga sangat khawatir."jawab Radit keceplosan.
"What????Otong??"Kaniya jadi manyun dan ngambek.
"Ayolah istriku sayang,maksudku tadi aku lah yang khawatir,suamimu ini sangat takut kehilanganmu,"bujuk Radit sambil mengelus-elus kepala istrinya itu.
"Tapi kenapa tadi kamu bilang aku tidak tulus sama kamu,jangan-jangan sebenarnya kamu yang meragukan aku?"tanya Kaniya.
"Bukan begitu,aku,aku...."Radit ragu-ragu mengatakannya.
"Aku apa??"tanya Kaniya lagi.
"Aku hanya baru tahu kalau Mama memberikan Tokonya kepadamu,Mama bilang ke aku hanya menyuruhmu mengurusnya saja," kata Radit lirih.
"Oh,jadi itu yang membuat sikap kamu berubah waktu di butik.Kamu curiga kalau aku ini matre dan ingin memoroti harta kalian, gitu?!"Kaniya jadi naik lagi emosinya.
"Nggak gitu Honey,bukan begitu juga.Aku hanya sedikit ragu saja.Tapi ke depannya aku gak akan pernah ragu lagi,aku akan percaya sama kamu seratus persen.
Akhirnya keduanya pun pulang kerumah Oma kembali,tentu saja kali ini Kaniya satu mobil dengan suaminya itu dan Pak Charly menyetir sendiri dengan mobil yang tadi dibawanya untuk mengantarkan Kaniya.
Radit tak henti-hentinya memegangi tangan Kaniya,dia tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada,siapa tahu malam ini si Otong bisa diijinkan untuk mencetak goal lagi 'fikirnya.
"Yess😁."Radit tanpa sadar mengatakan Yess dan mengenggam tangan kanannya💪💪,seolah-olah dia baru saja menonton pertandingan sepak bola dan terjadi goal.😂😂
__ADS_1
😍😍😍😍😍😍😍