Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kena Deh


__ADS_3

Setelah semalam menginap dirumah Bella,kini Kaniya juga ikut nebeng sama Bella ke kampus.Bella hari ini menyetir sendiri tanpa supir yang biasanya mengantarkan dirinya.


"Jadi apa rencana elo hari ini?. " tanya Bella.


"Aku kepikiran pengen cari kerjaan, aku gak mungkin balik kerja dan mengurus Toko pemberian Ibu mertuaku untuk saat ini, biarlah aku kontrol dari jauh saja dulu.Takutnya nanti Mama Sherly benar-benar ingin aku hengkang dari hidup anaknya. " kesah Kaniya, raut wajahnya seperti kurang tidur saja.Terlihat pucat dan juga lesu.


"Iya, bagus juga sih.Gimana kalau gue minta sama Papa buat cariin elo kerjaan?. Siapa tau di perusahaan Papa ada lowongan." ujar Bella.


"Tapi sebenarnya aku pengen banget bikin usaha sendiri Bell,usaha dibidang kuliner gitu. Aku udah nyisihin uang dari penghasilan aku selama ini di toko buat bikin rumah makan kecil-kecilan. " ujar Kaniya.


"Rumah makan?, elo serius??. Memangnya kamu udah tau mau jualan makanan apa aja?." Bella sepertinya meragukan sahabatnya itu.Dia belum tau aja kalau Kaniya jago masak.


"Aku pengen bikin rumah makan yang menyediakan masakan khas Indonesia,seperti soto,rendang,gulai,sambel,pindang, pokoknya yang disukai semua orang deh. "jelas Kaniya.


"Wah,boleh juga tuh. Tapi kokinya siapa?."tanya Bella.'Gak mungkin 'kan Kaniya sendiri yang jadi Kokinya'pikir Bella.


" Ya... untuk diawal-awal aku turun tangan sendiri lah, nanti kalau sudah berkembang baru aku seleksi orang untuk jadi Koki sesuai standart yang aku mau. "jawab Kaniya santai.


"Emangnya elo bisa masak??."Bella ragu.


" Iya bisa sih dikit-dikit. "


"Pantesan elo gak tidur semalaman ternyata mikirin hal ini. " Bella mencoba menebak isi otak sahabatnya.


"Gak juga, aku lagi kepikiran sama Mas Radit. Apa dia nyariin aku gak ya semalam?."ujar Kaniya.


" Kalau elo kangen, ya ajak ketemuan aja. Lagian elo sih main kabur-kaburan,siapa tau suamimu itu masih sayang dan gak bermaksud nyuekin elo. 'Kan suasananya masih kalut kemaren, menurut aku wajar aja sih kalau suami lo agak kesal gitu. Mungkin dia cemburu elo dekat-dekat sama Marcel."ujar Bella.


"Mungkin." ujar Kaniya sambil menggedikan bahunya.


*****


Hari ini Radit memutuskan tidak pergi ke perkebunannya, karena hatinya masih resah dan gelisah.Semalaman ia mencari istrinya kemana-mana, tapi tak membuahkan hasil sama sekali.


Radit juga tidak tidur semalaman,matanya berkantung dan memerah karena kantuk.


"Bik,tolong bikinin kopi item ya!?."pinta Radit pada Bik Sumi yang lagi mencuci piring di dapur.

__ADS_1


" Siap Den, tunggu sebentar ya. "ujar Bik Sumi sambil mencuci tangannya dan mengeringkanya dengan serbet.


Lalu Bik Sumi segera membuatkan kopi pesanan Radit.Saat Bik Sumi mau menambahkan gula, Radit melarang nya." Gak usah pake gula Bik, biarkan kopi pahit aja. "


"Oooo, gitu ya Den,baiklah." ujar Bik Sumi setelah menuangkan air panas ke dalam cangkir yang berisi kopi☕️ tadi.Lalu Bik Sumi menyuguhkan secangkir kopi pahit ke hadapan tuan mudanya.


Tangan Radit meraih cangkir kopinya, tapi otaknya sibuk berfikir tentang istrinya yang belum ada kabar sama sekali.


Sambil menyeruput kopinya,Radit mencoba menggulirkan layar ponselnya dan kembali menelpon nomor sang istri.Kali aja sekarang sudah diaktifkan.


Akan tetapi kelihatannya Kaniya masih kekeh dan belum juga menyalakan ponselnya saat ini.Radit hanya bisa mendengkus kesal."Hufftt!."


Radit mencoba mencari kali aja dia menyimpan nomor Bella atau Dino, biasanya kan mereka berdualah yang selalu bersama dengan istrinya itu kalau dikampus.Tapi sayang sekali Radit tak menyimpan nomor kedua sahabat Kaniya itu.


"Kenapa Den Radit gak cari Non Kaniya di kampusnya saja?,siapa tau dia masuk kuliah."Bik Sumi memberi saran.


" Iya juga ya Bik, kalau gitu Radit mau ke kampusnya dulu.Radit pergi dulu ya Bik. "pamitnya pada Bik Sumi.


" Hati-hati di jalan Den, jangan ngebut. "pesan Pembantunya itu.


" Iya Bik. "jawab Radit sambil berlari ke arah garasi untuk mengambil mobilnya.


Radit tiba di kampus dan langsung mencari ruang kontrol.Ia tidak membuang-buang waktu.


Dari pengeras suara, Radit meminta petugasnya untuk mengumumkan bahwa Mahasiswi yang bernama Kaniya dari jurusan manajemen Ekonomi diharapkan keruang khusus rapat.


Kaniya yang mendengar pengeras suara jadi terkejut karena namanya tiba-tiba dipanggil.


" Elo dipanggil. "kata Bella pada Kaniya.


Saat ini mereka sedang berada di kelas dan sedang mengikuti mata kuliah Pak Beno, si dosen ganteng tapi killer.


" KANIYA. "panggil dosen itu.


"Iya Pak, ada apa?. " tanya Kaniya.


"Apa kamu gak dengar kalau nama kamu dipanggil barusan?. " Pak Beno mengira kalau Kaniya memang dipanggil oleh pihak kampus.

__ADS_1


"Apa saya boleh minta izin Pak?. " tanya Kaniya.


"Silahkan saja,setelah selesai urusannya, kamu langsung balik lagi kesini!."ujar Pak Beno.


"Baik Pak."jawab Kaniya.


Setengah berlari,Kaniya menuju ruang rapat khusus itu ,dan jangan ditanya soal jantungnya yang deg-degan karena merasa gugup. Entah apa yang menyebabkan ia dipanggil kesana? Kaniya juga tidak tau.


Setelah tiba di depan ruangan itu, Kaniya berusaha menetralisir kegugupannya. Berulang kali dia menarik nafas dan membuangnya perlahan agar gemuruh didadanya bisa mereda.


" Bismillahirrahmanirrahim. "ucapnya pelan sebelum mengetuk pintu kayu yang ada kacanya itu.


" Tok.... tok... tok... "


"Masuk!."Perintah suara seseorang yang ada dibalik kursi utama diruang rapat itu.


Hanya ada satu orang disana dan orang itu juga sedang berada dibalik kursi putar itu.Kaniya belum tau siapa orang itu.


" Per-misi Pak, an-da memang-gil saya?.A-pa ada yang ingin dibi-cara-kan dengan sa-ya?. "tanya Kaniya gugup.


" Mendekat!. "ujar suara itu lagi.


Dengan langkah takut-takut Kaniya berjalan menuju ke arah kursi yang posisinya membelakangi dirinya itu.Kaniya mengira ini pasti pihak pimpinan kampus yang ingin bertemu dengannya.Tapi kenapa harus diruangan rapat khusus, kenapa tidak diruangan rektor atau dosen dan sebagainya.


Setelah Kaniya tepat berada di samping kursi itu, ia pun bersuara. " Maaf Pak, ada perlu apa ya?, apa saya sudah melakukan kesalahan?. "tanya Kaniya.


Radit yang berada dibalik kursi tersenyum smirk karena sang istri sudah berhasil ia temukan.Dengan perlahan ia memutar kursi yang ia duduki,seraya berkata" Tentu saja anda sudah banyak melakukan kesalahan,HONEY."ujar nya.


Mata Kaniya membola, bagaimana bisa sang suami lah yang ada dibalik kursi kebesaran itu?, bagaimana Radit bisa meyakinkan pihak kampus untuk mengizinkan dia memakai ruangan rapat dewan kampus untuk bertemu dirinya.


"Mas Radit, sedang apa kamu disini??. " tanya Kaniya.


"Mencari istriku yang kabur dari rumah dan susah dihubungi. " jawab Radit sambil menarik tangan Kaniya sampai Kaniya limbung dan terduduk di pahanya.


"Lepas Mas, ini di kampus. Apa kamu lupa Mas.Aku gak mau gara-gara ulah kamu ini aku akan dikeluarkan gara-gara di cap gak punya etika dan sopan santun.Walaupun kita masih suami istri yang Sah, tapi aku gak mau rekan-rekan dan Dosen-Dosen serta pihak kampus menjudge aku tidak tau tempat! ."ucap Kaniya Marah.


" Honey, tenang honey 🤫🤫. "ujar Radit sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Kaniya.

__ADS_1


" Jawab pertanyaanku honey,kenapa kamu pergi dari rumah, dan kemana saja kamu semalam?, kenapa ponsel kamu gak aktif?aku sampai frustasi karena mencari kamu tak tentu arah kesana kemari tapi gak ketemu juga. "tanya Radit sambil menatap mata istrinya itu sambil menelisik apakah ada kebohongan didalam sana.


" Aku.. aku.. hanya... ".Kaniya masih belum siap untuk berhadapan dengan suaminya itu, entah apa yang akan ia jawab.


__ADS_2