Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kejutan


__ADS_3

Ternyata Radit salah paham, Kaniya sama sekali tak mau menanggapi sentuh*annya.


"Maaf ya Mas,aku masih capek.Besok masih ada urusan, sebaiknya kita tidur dulu agar besok bangun badan segar.Kamu kan juga harus bekerja." ujar Kaniya.


"Ya sudah honey, kalau begitu sebaiknya kita tidur aja. "Radit tidak mau kalau karena rasa inginnya itu nanti istrinya malah menghindarinya lagi.


Radit membantu Kaniya naik ke tempat tidur yang tidak terlalu besar itu,lalu ia pun turut naik disebelahnya dan kemudian ia menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua.


Kaniya memandangi wajah suaminya itu,ada senyum yang melukiskan kekaguman didalam hatinya.Radit yang menyadari kalau ada yang sedang memandangi wajahnya sedari tadi juga akhirnya menatap wajah istrinya," Kenapa honey?? apa kamu berubah pikiran?. "tanya Radit.


" Gak Mas, aku hanya mau melihat wajah kamu lebih dekat aja.Aku lagi membayangkan kalau anak kita nanti akan mirip sama kamu atau miripnya sama aku?. "ujar Kaniya.


" Heyy, kamu ini lucu ya.Tentu saja dia akan mirip dengan salah satu dari kita berdua.Mau mirip kamu atau mirip sama aku sama saja, Papa dan Mamanya aja sekeren ini,apalagi anaknya. "ujar Radit sambil menaik turunkan alisnya.


" Bisa aja kamu Mas,aku jadi gak sabar pengen lihat dia tumbuh didalam sana, lalu melahirkan, dan kita akan dipanggil seseorang dengan sebutan Mama, Papa. "Khayalan Kaniya melambung tinggi ke atas plafon.


" Tentu saja honey, kita harus bersiap diri untuk menjadi orang tua.Mulai sekarang kita tidak boleh berpisah lagi,pikirkan anak kita.Kita tidak boleh egois lagi ya?. "


Kata-kata Radit itu mampu membuat Kaniya berpikir, benar apa kata suaminya itu. Dia harus bisa mawas diri, apalagi kalau menyangkut rumah tangganya ini.Sekarang sudah ada anak yang harus ia pikirkan kalau ia ingin marah dan merasa tidak puas dengan keadaan.Bukan saatnya lagi untuk mementingkan keinginan diri sendiri sekarang.


Akhirnya keduanya pun tidur dengan saling berpelukan, karena kasurnya sempit.Kaniya menjadikan lengan suaminya sebagai bantal dan tubuh suaminya sebagai guling. Sungguh sangat romantis sekali šŸ˜šŸ¤—.


******


Sementara itu, dirumah Prawira. Nyonya Sherly belum juga bisa terpejam.Pikirannya melambung ke anak lelakinya yang sampai jam segini belum juga pulang. Hatinya gusar dan tidak tenang dari tadi.


"Pa,Papa!."Nyonya Sherly Menggoyang-goyangkan lengan suaminya.


Namun suaminya itu hanya pura-pura tidur nyenyak dan mendengkur.


"Papa!!!, bangun??!. " panggilnya lagi.


"Ckk, ada apa sih Ma.Papa mau tidur,Papa capek Ma." ujar Tuan Marco.


"Kok Radit belum pulang-pulang juga ya Pa?, kemana dia?Mama khawatir. " Nyonya Sherly malah bangun dan mondar-mandir di kamarnya sambil melihat-lihat dari jendela ke arah gerbang rumahnya.


"Sudahlah Ma, Radit itu sudah dewasa.Gak mungkin dia tidur dijalanan. Kalau gak pulang mungkin dia di rumah perkebunan, atau bisa jadi dia juga menginap di hotel. " sahut suaminya.

__ADS_1


"Pokoknya Mama gak bisa tenang kalau belum melihat Radit pulang Pa. "


"Ya terserah Mama lah kalau begitu, Papa mau tidur. Jangan ganggu Papa, kalau Mama mau tungguin Radit ya terserah,tapi jangan berisik ya Ma. " pinta Tuan Marco.


Nyonya Sherly mendengkus kesal sambil menghentakkan kakinya.


******


Keesokan harinya,saat Radit bangun dari tidur, ia tidak menemukan Kaniya disamping nya.Namun terdengar suara seseorang sedang muntah dari arah kamar mandi.


"Huekkk, huwekkk. "


Bergegas Radit menyusul istrinya ke kamar mandi,sepertinya Kaniya sedang mengalami morning sickness.


"Kamu tidak apa-apa honey?. "tanyanya.


" Aku mual Mas, rasanya perutku diaduk-aduk."jawab istrinya itu.


"Kita kerumah sakit ya?. " Radit panik.


"Ini cuma gejala kehamilan biasa Mas, kamu ingat 'kan kata dokter kemaren?. "


"Aku mau bubur yang kayak semalam Mas." rengek Kaniya.


"Ha??!. " Radit sungguh tak percaya kalau istrinya itu menginginkan bubur buatannya yang tidak enak itu.


"Ayo lah Mas, cepat bikinin.Aku juga mau bikin air jeruk hangat dan manis. " ujar Kaniya.


"Tapi, kamu lebih baik minum susu ibu hamil aja honey. "


"Tapi anak kita maunya Air jeruk anget Mas. " rengek Kaniya lagi.


"Oke, oke. Aku perasin jeruknya dulu. "


Mau tak mau Radit menuruti keinginan Ibu hamil itu, takut nanti bayinya encesan kalau sampai tidak dituruti.


******

__ADS_1


Setelah selesai semua urusan sarapan bubur dan juga air jeruk hangat yang dibabat habis oleh Kaniya, pasangan itu segera berangkat bekerja.


Hari ini adalah waktunya Kaniya mewawancarai calon pelamar yang akan bertugas sebagai pelayan dirumah makannya nanti.


"Didalam mobil suaminya, Kaniya mengabari tukang ojek langganannya kalau hari ini ia akan berangkat diantar oleh suaminya.


Tadinya Abang tukang ojek agak sedikit terkejut mendengarnya.Tumben-tumbenan Kaniya menyebutkan suaminya.Tadinya Abang tukang ojek mengira kalau Kaniya itu masih gadis.


" Dimana tempatnya honey?. "tanya Radit.


" Kearah sana Mas. "tunjuk Kaniya.


" Kenapa harus berbeda dari arah ke perkebunan kita dan juga kerumah Prawira?. "


Ucap Radit lirih.Namun masih bisa didengar oleh Kaniya.


"Kamu pasti tau alasannya Mas. " jawab Kaniya.


"Pantas saja selama beberapa hari ini aku cari kamu mau tapi gak pernah ketemu. " ujar Radit.


"Maafkan aku Mas, aku belum siap ketemu sama kalian semua. Terutama ,Mama. "Kaniya menundukkan kepalanya, rasanya tidak enak hati berkata seperti itu di hadapan suaminya. Nanti apa yang akan dipikirkan oleh Radit, coba.


" Tidak apa-apa honey, aku bisa ngerti kok gimana perasaan kamu.Untuk saat ini, biar kita hidup mandiri dulu, lagian Mama lama-lama akan sayang lagi sama kamu, apalagi kalau dia tahu kalau sekarang kamu sedang mengandung cucu pertamanya. "jawab Radit.


" Aamiin, semoga ya Mas. Aku juga sayang sayang banget sama Mama Sherly,hanya saja ucapan Mama waktu itu lumayan menyakitkan. Tapi setelah aku pikir-pikir mungkin saat itu Mama lagi emosi dan terluka, sampai-sampai ia tidak bisa mengendalikannya. Seorang ibu mana sih yang tidak akan terluka kalau melihat anaknya mengalami kekerasan seperti yang dialami oleh Rani, Mas?. "


"Syukurlah kalau sekarang kamu juga mau mengerti kondisi Mama,aku senang sekali. Semoga Mama juga bisa memahami kalau sikapnya sama kamu itu salah. Semoga keluarga kita akan kembali bersama seperti dulu lagi."


Kaniya sedikit berpikir "Mmm, Aamiin. " ucapnya.


"Yang itu Mas tempatnya. " tunjuk Kaniya.


Disana ternyata sudah menunggu si Dino dan si Bella, keduanya datang bersama berboncengan dengan motor Dino.


"Loh kok mereka ada disini?. " tanya Radit.


"Tadi aku yang kasih tau Mas, Bella mau ikutan bantuin ngerapiin dan ngedekor tempat ini. " ujar Kaniya.

__ADS_1


"Ooh begitu?. " Radit pun turun terlebih dahulu,lalu dengan romantisnya ia membukakan pintu untuk istrinya.


Selang beberapa menit kemudian setelah Kaniya turun, mereka semua dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tidak diundang,orang itu membawa sebuket bunga dan juga sekeranjang buah-buahan yang akan ia berikan kepada owner rumah makan ini.


__ADS_2