Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Aku Bisa Mandi Sendiri


__ADS_3

Karena pernikahan ini hanya akad saja,jadi tidak ada resepsi.Berhubung sang pengantin prianya sedang tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk diadakannya acara resepsi.


Setelah acara selesai,semua tamu yang hanya tak lebih dari dua puluh orang sudah pergi meninggalkan rumah sang empunya hajat,begitu juga dengan pihak keluarga Kaniya.


Kaniya memasuki kamar tamu yang tadi ia pakai untuk berhias,dilihatnya riasan diwajahnya yang masih terlihat sempurna dan tidak luntur.Lalu timbul dihatinya hasrat ingin berfoto selfie.


Kaniya mengambil handphonenya di meja nakas dan mulai bergaya didepan kamera.


cekrak....cekrek......


Tiba-tiba Bik Sumi masuk karena pintunya sedikit terbuka.


"Non,Bibik disuruh Nyonya memindahkan koper dan barang-barang Den Radit kesini."Kata Bik Sumi.


"Apa Bik?,pria itu akan tidur disini juga?."Kaniya kaget bukan main.


"Memangnya kenapa,gak boleh kalau aku tidur dikamar ini juga?!."tanya Radit yang ternyata sudah ada didepan pintu dengan kursi rodanya.


"Ya gak masalah,cuma aku kaget aja.Kok kamu mau gitu tidur sekamar sama aku."Jawab Kaniya santai.


"Apa kamu lupa kalau aku ini sudah jadi suami kamu?."kata Radit lagi.


"Mana mungkin aku lupa kalau aku baru saja menikah.Apalagi baju pengantin ini saja belum kulepaskan."Kaniya menjawab agak ketus.


"Kamu jangan GR dulu,aku pindah kesini karena kondisiku yang tak mungkin naik turun tangga."jelas Radit.


"Ooo begitu."Kaniya mengangguk.


Bik Sumi yang sedang menata koper didekat lemari kamar pun merasa gak enak karena sudah mendengar keributan antara dua pengantin baru itu.


" Ini kok aneh,baru kali ini saya lihat pasangan pengantin baru yang ribut setelah pernikahan baru beberapa jam kayak mereka."gumam Bik Sumi.


"Kalau begitu,saya permisi dulu Non,Den."Bik Sumi pamit keluar dari kamar itu.

__ADS_1


"Pantas saja aku dari tadi merasa aneh,kenapa kamar ini yang dihias seperti kamar pengantin bukan kamarnya si Radit ini."ujar Kaniya dalam hati.


Radit dengan susah payah mendorong kursi rodanya memasuki kamar itu,sementara Kaniya hanya membiarkannya saja.Bukan karena tidak peduli pada suaminya,tapi ia hanya ingin melihat sejauh apa Radit gengsi untuk meminta bantuannya.


Kaniya melepas satu persatu riasan dikepalanya,juga perhiasan yang ia kenakan.Lalu ia mengambil handuk dan kimono mandi dan dibawanya masuk kekamar mandi.Dia merasa sangat gerah dan ingin segera membersihkan bekas make-up dan juga tubuhnya.


Sementara Radit yang tak bisa apa-apa selain duduk dikursi roda itu,hanya tertegun melihat istri yang baru ia nikahi dari belakang melangkah kekamar mandi.


"Sial,kenapa juga aku harus mengalami semua ini.Kenapa juga aku harus menikahi gadis itu,kenapa semua ini terjadi padaku?!."gumam Radit sambil memukul-mukul kaki kirinya.


Kaniya yang baru selesai mandi keluar dengan menggunakan kimono dan rambutnya yang digelung dengan handuk.Tentu saja dia keramas karena tadi rambutnya terkena pengeras rambut saat disanggul.Dia mengambil baju ganti dan kembali masuk kekamar mandi.Sekilas dilihatnya dari pantulan cermin saat ia mengambil baju ganti dilemari,suaminya itu melihat kearah dirinya.Namun ia ga mau ambil pusing apalagi menyapanya.


"Ah nanti saja lah. "gumamnya.


Radit bingung harus ngapain,mau mandi tapi ia belum bisa kekamar mandi sendiri.Mau rebahan,ia juga belum bisa pindah ketempat tidur sendiri.Jadi mau tak mau ia tetap diposisinya.


Setelah Kaniya keluar dari kamar mandi,ia pun menghampiri Radit.


"Tentu saja aku mau mandi,badanku lengket sekali."jawab Radit.


"Baiklah,akan kubantu.Lagi pula lukamu sudah mulai kering.Kita tinggal membungkusnya saja dengan plastik wrape biar gak kena air."usul Kaniya.


Kaniya mengambil plastik wrape didapur,dan kembali kekamar.Dia membalutkan plastik wrape itu kebagian wajah Radit sebelah kanan dan juga membantu Radit melepaskan pakaiannya hingga tersisa celana kolornya saja😂.


Ini untuk pertama kalinya Radit akan mandi setelah kecelakaan itu.Biasanya tubuhnya hanya dilap dengan kain basah saja.Tak lupa Kaniya juga membalutkan plastik wrape dibagian tungkai Radit sebelah kiri yang digips agar tak kena air.


Kaniya mulai membiasakan diri untuk jadi perawat pribadi suaminya itu sejak dirumah sakit kemarin.Dia memang sudah melihat tubuh Radit yang memiliki dada bidang,perut sixpack,dan otot-otot yang kuat.Tapi apalah artinya semua itu sekarang,Keadaan suaminya itu masih belum bisa dikatakan sembuh.Ditambah lagi belum adanya rasa cinta diantara keduanya,sudah barang tentu akan membuat jarak diantara mereka akan tetap ada.


Setelah menyetel suhu air di bathtub dan menambahkan cairan sabun aroma maskulin kepunyaan Radit,Kaniya membantu Radit untuk memasuki Bathtub itu.Sebelah kaki Radit yang digips diangkatnya kepinggiran bathtub.


"Kau keluarlah dulu,aku bisa sendiri".Radit gak mau dimandiin kayak bayi.


"Okeeeee ,Tuan muda."jawab Kaniya jengah.

__ADS_1


"Hey!,tapi kamu jangan keluar dari kamar ini,tunggu aku selesai mandi.Jadi kamu duduk saja disofa itu."perintah Radit lagi.


"Iya,bawel banget sih jadi cowok!."jawab Kaniya ketus.


Kaniya pun keluar dan menunggu disofa yang ada dikamar itu.


"Huuu,dasar cowok aneh gak tahu terima kasih."rutuk Kaniya sebel.


Lumayan lama juga Radit dikamar mandi,mungkin dia berendam dan keenakan.Kaniya yang khawatir karena Radit belum juga memanggilnya mencoba mengetuk pintu kamar mandi itu.


"Hey,apa kau baik-baik saja didalam?."tanya Kaniya khawatir,karena belum ada jawaban ia pun mencoba beberapa kali.


Setelah tiga kali belum dijawab juga,Kaniya menerobos masuk dan pas banget saat itu Radit sedang melepaskan celana kolornya dan akan berganti handuk dipinggir bathtub.Sehingga keduanya terkejut dan saling menjerit.


"Awwwwwwwwww".


"Aku gak lihat,aku gak lihat!."kata Kaniya bohong sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.Padahal jelas-jelas dia melihat semuanya dengan jelas dan terpampang nyata.😂😂😂


"Hey,kamu kenapa masuk sih!.Aku kan belum manggil kamu."Radit menutupi pusakanya dengan handuk.


"Habisnya kamu kupanggil-panggil gak nyahut,aku kira kamu pingsan atau tenggelam didalam bathtub."jawab Kaniya kikuk.


"Ya sudah,cepat bantu aku berdiri dan duduk dikursi terkutuk itu!."perintah Radit ke Kaniya yang masih shock dengan kejadian barusan.


Kaniya pun membantu Radit berdiri,tapi ternyata handuk yang dipakai Radit tadi belumlah kuat ikatannya,sehingga Kaniya harus melihat benda itu untuk kedua kalinya.


"Awwwwww"Kaniya berteriak lagi sambil memalingkan wajahnya.


"Kali ini Radit jadi punya ide untuk menjahili Kaniya,dia pun meraih tangan Kaniya dan ditariknya kearahnya.


"Cepat,ikatkan handukku!. "


"Tidak mau,tanganmu kan tidak sakit.Ikat saja sendiri."jawab kaniya sambil tetap memalingkan wajahnya.😂😂

__ADS_1


__ADS_2