Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Cermin


__ADS_3

TENGG TENGG TENGGG


Suara jam di lemari kaya jati itu membuat mata anak-anak itu terbelalak. Itu tandanya jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.


"Ya Allaah lindungi gue dari kejahatan para hantu ya Allaah" ucap Ratih dalam hati saat mendengar bunyi lonceng jam itu.


Beberapa dari mereka pun ingat akan sebuah cermin. Jadi mereka segera menyembunyika semua yang berkaitan dengan cermin.


"Ok ! Aman. Sekarang ngumpet lagi di selimut"


TOK TOK TOKK !!


Suara itu sontak saja membuat pendengarnya nyengir ketakutan. Gemetar dan terpaku. Bola matanya mulai nanar ke segala arah. Memastikan bahwa para hantu tak ikut bersembunyi dalam kamar itu.


Alunan nafas dan detak jantung sudah tak lagi bisa di kontrol. Pandangan mereka fokus ke arah pintu kamar masing-masing sambil terus memegang erat sebuah bantal atau bahkan selimut.


Bayang-bayang kuntilanak itu terus saja menghantui anak-anak di sana. Padahal mereka belum melihat seperti apa wajahnya.


KLEKK KLEEKK KLEEKKK


Seseorang mencoba membuka salah satu pintu kamar itu dengan paksa.


"Ya Tuhaaan, jangan gue, yang lain aja dulu, gue belum lulus sekolah, kasihan emak gue..." uca Dewi di tengah ketakutannya mendengar suara itu.


***


"Hiks... Hiks..."


Samar-samar Zizi mendengar suara tangisan. Ia mencoba menegakkan posisi duduknya dan kaget mendapati dirinya hanya seorang diri di sana.


"Hah ?? Kemana yang lain ??"


Ia mencoba mencari seseorang di ruang tunggu itu, namun benar-benar sepi.


"Apa tadi gue tertidur ??"


"Hiks... Hiks..."


Suara tangisan itu muncul kembali. Zizi mencoba mencari tau keberadaan suara itu. Ia melangkah perlahan dan mulai tertuju ke koridor.


"Hiks... Hiks..."


Suara itu makin nyata. Zizi terus saja mengikutinya.


"Ko kaki gue berasa berat banget ya buat melangkah ??" tanya Zizi dalam hati saat melewati koridor itu.


Ia terhenti di depan pintu kamar mandi. Ada 4 pintu di sana. Dua saling berhadapan. Satu pintu ada tulisan "RUSAK". Tapi di dalamnyalah terdapat seseorang yang tengah menangis.


"Kenapa dia ya ?"


Niat hati mau mencoba mengetuk pintu tapi tiba-tiba lampu padam.

__ADS_1


"Oi !! Ko mati lampu ??"


Zizi pun segera bergegas pergi dari sana. Ia tau ini bukanlah tangisan manusia. Tanda-tandanya itu pun sudah sangat jelas.


GERIIIITTT


Suara pintu kamar mandi itu terbuka. Zizi menghentikan langkahnya, namun ia tak berbalik melihat ke belakang. Ia justru mempercepat laju jalannya.


Kemudian ia melihat ada sebuah bayangan dengan kaki yang sangat panjang sedang berjalan berada di depannya.


Zizi memperhatikan betul-betul bayangan itu. Namun, semakin berjalan bayangan itu justru semakin berbentuk manusia normal dan menuju ruang ICU.


"Hah ???"


Zizi segera mempercepat jalannya, bahkan ia setengah berlari agar tak ketinggalan darinya. Terlihat ia memasuki ruang ICU.


Zizi pun segera masuk dan mencoba mencarinya. Namun ia tak dapat menemukannya. Ada banyak orang di sana.


"Siapa dia ?? Dan kemana arahnya ??"


***


KRICIK KRICIK KRICIIKK


Suara air dari dalam kamar mandi itu membuat ciut nyali Dewi. Ia memejamkan mata dan pura-pura tak mendengarnya.


Detak jantungnya makin menggema di telinganya. Ia menutup tubuhnya rapat-rapat dengan selimut.


GERIITTT


Tak ada siapa pun di sana. Bahkan lantainya pun masih kering. Ia berdiri di depan wastafel dan ia pun menghadap ke arah cermin.


"Tasya"


Di dalam cermin itu ia melihat Tasya tengah berbaring di kamarnya sambil memakan beberapa cemilan. Kemudian ia terlihat pergi ke kamar mandi dan berganti pembalut.


"Dia sedang menstruasi ??" tanya Dewi lirih.


Kemudian ia melihat Tasya membuang begitu saja pembalut itu tanpa di bilas terlebih dahulu.


"OMG syaa..."


Kemudian ia terlihat menuruni tangga menuju lantai 3. Di sana Dewi melihat ada bayangan hitam berada di belakang Tasya.


"Bayangan apa itu ??"


Terlihat Tasya berhenti dan memperhatikan bayangan itu, namun rupanya ia tak menghiraukannya. Ia pun mulai bergabung dengan yang lain.


Lalu semua anak terlihat sibuk membereskan rumah itu, tak terkecuali dengan Tasya. Ia pun mulai memasuki kamar yang ga boleh di huni oleh anak-anak.


CKLEKK !! DER

__ADS_1


Ya, kamar dari ibu dan bapaknya Aludra serta Kiandra. Tasya membukanya dengan kasar dan terlihat penghuni kamar itu pun kaget dengan kedatangan Tasya.


Tasya tak melihat sosok penghuni kamar itu. Ia bersiul di sana dan membuat geram penghuninya yang tengah berbaring di kasur.


Tiba-tiba Tasya melihat rambut yang begitu panjang di sana. Hanya 1 helai rambut. Ia mengambilnya dan memperhatikannya.


"Rambut siapa ini ?? Ko panjang banget ??" ucap Tasya.


Tasya pun mulai mengukur panjang rambut itu di kasur. Ia kaget karena rambut itu sangat panjang. Ia mulai merinding.


"Kasur ini panjangnya 200 x 200. Dan rambut ini masih melebihi kasurnya ?? Hiii serem banget sih"


Kemudian ia terlihat hanya menyapu saja di ruangan itu dan tak mengelap atau bahkan di pel lantainya. Ia buru-buru keluar dari kamar itu.


"Lah ?? Ko Tasya gitu ?? Cuma di sapu doang ruangannya ??"


Malam pun datang.


Semua anak terlihat mulai memasuki kamar masing-masing. Tasya pun terlihat mulai mengunci pintu.


"Astaghfirullah kamarnya ko berantakan banget ??" ucap Dewi sambil menutup mulutnya karena suaranya sedikit keras.


Tasya langsung saja berbaring. Padahal kamarnya sangat berantakan. Sampah plastik cemilan pun banyak berserakan di lantai. Dan.... Di kamar mandinya gelap. Bukan karena lampunya tak menyala, tapi....


"OMG !! Apa itu yang keluar dari tong sampah ?? Sosok hitam besar ???" tanya Dewi dalam hati.


Sosok itu terlihat keluar dari kamar mandi dan mulai menghampiri Tasya.


TOK TOK TOOKK !!


Tasya terbangun dari tidurnya dan sosok itu segera pergi. Tasya membuka pintu dan ternyata itu Zizi.


"Gue yakin di sini Zizi tau sesuatu, makanya ia buru-buru mengetok kamar Tasya" ucap Dewi.


Lalu Zizi pun pergi ke kamarnya kembali. Tasya menutup pintu dan tidur kembali. Di sana ia bermimpi bertemu dengan makhluk hitam yang sangat menyeramkan.


Itu pun masih tergambar di dalam cermin kamar mandi Dewi. Ia bisa menyaksikan mimpinya Tasya di sana.


Sosok itu berusaha menarik Tasya membawanya ke suatu tempat. Tapi Tasya merusaha melepaskan diri.


"AAAAAAA.... Lepasiiiin... Lepaaaas !! Tolooong..."


Tapi sosok itu terus saja menariknya. Tasya mencoba berpegangan pada sebuah pohon. Namun sosok itu menariknya lebih kuat lagi. Alhasil tangan Tasya pun tergores pohon itu.


Namun, tiba-tiba tempat itu berubah menjadi kamar Tasya. Ia yang tadinya berpegangan pohon, ternyata berpegangan pada pintu kamar mandi.


Seketika itu Tasya pun terbangun. Dan heran mendapati dirinya ada di sana. Ia pun melihat ke arah tangannya yang terasa perih.


"OMG !! Gue ngelindur ya ?? Ko bisa sampai sini sih ?? Aahh !! Mana tangan gue sakit lagi ! Mimpi apa tadi gue ??" tanya Tasya yang sepertinya ga ingat tentang mimpinya.


Ia pun mulai berdiri dan kembali ke kasurnya.

__ADS_1


"Gue paham sekarang, kenapa Tasya bisa kesurupan, dan selalu mengeluh sakit pada perutnya, itu karena penghuni di sini ga suka sama sikapnya. Dan soal makan makanan sebanyak itu, gue yakin itu bukan dia yang makan, tapi sosok itu"


__ADS_2