
***
Suara motor berhenti tepat di depan sebuah rumah. Rumah itu tak asing bagi mereka.
"Jam segini ? Di rumah ga ya ??" tanya Zizi.
"Coba aja" jawab Rifki.
Mereka mulai melangkah ke arah sebuah daun pintu.
TOK TOK TOOK !
"Permisi"
TOK TOK TOOK
"Asaalamu'alaikum"
Mereka berdiri di sana berharap akan segera ada yang datang membuka pintu. Namun, setelah di tunggu beberapa menit, pintunya tak kunjung di buka.
"Coba sekali lagi deh"
Zizi pun mencobanya lagi.
TOK TOK TOOKK
Rifki mencoba memegang gagang pintunya dan ternyata ga di kunci.
"Ga di kunci Zi"
Rifki pun membuka sedikit pintu itu.
"Permisiii... Apa ada orang"
"Masuk ga ??"
"Nanti Zi, kita harus hati-hati"
Tapi Zizi tetap melangkah masuk.
"Hati-hati Zi !"
Kemudian Zizi mencium aroma wewangian.
"Wangi ini ????" ucap Zizi lalu kemudian terdiam.
"Kenapa ? Ada apa dengan wangi ini ?" tanya Rifki.
"Ga apa-apa Ki"
Mereka mengamati sekeliling. Rumah itu nampak bersih. Kemudian Zizi melihat ada kelopak mawar yang jatuh di sana. Ia pun mendekatinya. Rifki hanya memperhatikannya saja sambil melihat-lihat sekeliling.
"Ada lagi" ucap Zizi sambil terus memunguti kelopak mawar itu satu persatu.
Sampailah ia di sebuah ruangan. Ia heran kenapa bisa ada di sana.
"Selamat datang sayang, hahahaa"
Zizi kaget saat melihat seseorang sedang berbaring di ranjang yang penuh dengan taburan bunga mawar laksana kamar pengantin baru.
"Ngapain kamu di sini ?" tanya Zizi.
"Bukankah ini rumahku ? Harusnya aku yang nanya, ngapain kamu ke sini ? Rindukah ? Hahahaaa"
Zizi terdiam. Ia menjatuhkan semua kelopak bunga mawar itu dan mengelapkan tangannya menggunakan roknya.
"Mohon maaf telah lancang, kedatanganku kemari hanya ingin meminta kain merah milik Tasya"
"Oh. Kain merah itu, baik, baik, santai saja. Sini duduk, temani aku ngobrol. Kau kan tau kalau aku sangat kesepian"
"Tidak. Terima kasih saja"
__ADS_1
"Kalau kau menolak, aku tidak akan menyerahkan kain itu"
DEGG !!
"Sudah aku duga" ucap Zizi dalam hati.
"Aku sudah lama ingin sekali mencicipimu" ucapnya sambil mendekati Zizi.
Zizi diam di tempat sambil terus wapada. Tiba-tiba datanglah Rifki.
"Zizi !!" teriak Rifki.
Zizi menoleh. Rifki pun kaget saat melihat di sana sudah ada Darmaji.
"Mau apa kamu sama Zizi ?" tanya Rifki.
"Kenapa ?? Bukan urusanmu !!" jawab Darmaji.
"Jelas itu urusanku !!"
"Karna kau menyukainya ??" tanya Darmaji.
Zizi dan Rifki saling menoleh.
"Kenapa kalian tak berpacaran saja ? Bukankah kalian sama-sama saling menyukai ?"
Lagi-lagi Zizi dan Rifki saling menoleh. Ini di luar dugaan. Bagaimana bisa Darmaji mengetahui isi hati mereka.
"Kami tak ingin mengotori persahabatan kami hanya karena nafsu sesaat pak, apa lagi mengatas namankan cinta. Pacaran hanya membuang waktu saja dan ga ada gunanya" jawab Rifki.
"Oh, tapi kalau hanya suka boleh ya ?" tanya Darmaji.
Suasana hening sesaat. Kemudian ia mendekat lagi ke arah Zizi.
"Bagaimana kalau kau temani aku bermain di atas ranjang ? Sudah ku persiapkan untukmu, aku tau kau akan kemari, maka dari itu aku buru-buru mendekornya. Cantik bukan ?"
Zizi menatap tajam ke arah Darmaji.
"Ayolah, jangan menatapku seperti itu" ucap Darmaji.
"Hahahaaaaa ! Lucu sekali ucapannya blatung nangka !"
"Apa lu bilang ? Blatung nangka !!?"
"Hahahahaa, iya, yang bisa cuma lompat sana sini aja, hahahaa"
"Tahan emosi Ki !" ucap Zizi.
"Huuh !! Udah pengin gua pites Zi ! gua jadiin rempeyek !!"
"Kamu yang akan ku jadikan rempeyek duluan belatung nangka !!" ucap Darmaji.
"Pak ! Aku minta secara baik-baik sekali lagi. Tolong kembalikan kain merah itu" kata Zizi.
"Oh, tidak bisa. Itu sudah ada perjanjian dengan Tasya, kan sudah di tukar dengan gelang. Kalau mau kain itu balik, ya kembalikan dulu gelangnya"
"Siapa yang membuat perjanjian ?? Elu sendirikan ? Ga mungkin Tasya kan ??" tanya Rifki.
Sedari tadi Zizi sebenarnya tidak bisa fokus akibat aroma yang selalu ia cium. Begitu wangi.
"Halah halah Rifki Rifki ! Ga usah ngegas, santai aja. Iya kan Zilvana Ziya ?" ucap Darmaji sambil menjawil dagu Zizi.
PLAAKK !!
"Beraninya kau sentuh dia ?!!" pekik Rifki setelah menapar Darmaji dengan keras.
Darmaji nampak mulai marah sambil memegangi pipinya.
"Kalau cemburu ngomong !!" teriak Darmaji.
"Cemburu ?? Bukan itu maksud gue !! Gue ga mau lu jadiin Zizi korban bej*d lu selanjutnya !!" jawab Rifki.
__ADS_1
DUUAAKKKK
Rifki terpental ke belakang setelah mendapat tendangan dari kaki kanannya Darmaji.
"Ki !! Lu baik-baik aja ?" tanya Zizi sambil melangkah mendekat ke arah Rifki.
Namun tangannya di tarik Darmaji.
"Ga usah nolongin dia ! Dia baik-baik aja ko" ucap Darmaji.
"Lepas !!" ronta Zizi.
Darmaji tak bergeming. Ia terus menatap Rifki sambil memegang erat tangan Zizi.
"Ayo maju kalau berani !! Jangan ucapannya doang yang nerocos kayak kenalpot bocor !! Maju sini !!" ujar Darmaji.
Rifki pun berdiri dan segera mendekat ke arah Darmaji.
"Lepasin tangan Zizi !!" ucap Rifki.
DUUUAAKKK
Lagi-lagi Rifki terpental ke belakang saat di dorong oleh Darmaji.
"Ughh !! Sial" rintih Rifki.
"Mana kekuatanmu ! Ayo tunjukkan sini" tantang Darmaji.
Saat itu juga Zizi lenyap dari pandangan. Rifki pun tak tau kemana hilangnya Zizi. Namun, tiba-tiba Darmaji berhasil menarik rambut Zizi.
"Hahahaa, Zizi, Zizi ! Aroma tubuhmu itu tercium jelas oleh hidungku" ucap Darmaji.
"Aw !! Sakiiit !! Lepasiin !" pekik Zizi.
Darmaji pun melepaskan tarikannya namun ia segera menarik tangannya kembali.
"Kalian sendiri yang berani-beraninya memasuki kandang macan."
Kali ini Darmaji benar-benar terlihat kuat. Apa karena Rifki sudah lama tak berkalahi ? Atau karena Darmaji punya ilmu baru ?
Rifki pun segera berdiri kembali dan mulai menyerang Darmaji. Darmaji hanya menanggapinya dengan satu tangan saja. Bahkan ia belum melepaskan tangannya dari Zizi.
"Huuufh !!"
Rifki membuang nafas. Ia sudah merasa lelah namun itu terlihat biasa saja oleh Darmaji.
"Gila !! Dari tadi nyerang ga ada yang kena" ucap Rifki dalam hati.
Kini giliran Zizi yang berusaha menyerangnya. Ia pun merusaha melepaskan diri dari Darmaji. Kemudian Rifki segera membantunya.
"Ayo Zi ! Bismillahirrohmanirrohim..."
Akhirnya Zizi bisa lepas juga dari Darmaji. Mereka pun kembali menyerang Darmaji bersamaan.
"HIIIAAAAKKKKK !!"
Kemudian Darmaji terlihat mengambil sesuatu dari saku celananya. Ia menyemprotkannya ke arah Zizi. Seketika itu Zizi pun diam mematung kemudian tergeletak tak sadarkan diri.
"Zi !!"
Rifki hendak mendekat namun Darmaji segera menyerang Rifki. Rifki pun sambil sesekali menoleh ke arah Zizi saat sedang menghadapi Darmaji.
Alhasil Rifki pun terjatuh berulang kali karena ia sama sekali tak konsentrasi. Darmaji mulai berjalan mendekat ke arah Zizi. Ia membawanya.
Rifki segera mengejarnya namun Darmaji melemparkan sebuah serbuk ke mata Rifki.
"Aarghh !! Apa ini ! Perih" ucap Rifki sambil mengucek matanya.
Ia pun memaksakan diri untuk tetap membuka mata agar bisa melihat kemana Darmaji membawa Zizi pergi. Namun ia hanya melihat kabut saja di sana.
"Zi !! Elu dimana ??"
__ADS_1
Rifki benar-benar kehilangan harapan. Ia pun tak mampu lagi berdiri karena saat terjatuh di serang Darmaji kakinya tertusuk paku.
"Ya Allah, bantu gue Ya Allaaah" ucap Rifki sambil terus mengucek matanya yang masih terasa perih