Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Ide kepala sekolah


__ADS_3

Aludra mulai putus asa saat ia tau bahwa Kanaya tidak menemuinya. Kemudian terdengar suara yang memanggil pak Agung.


"Paaaaak !!! Zizi pingsan di dalam kelas" teriak anak itu sambil berlari menuju Agung.


"Zizi ??"


"Iya pak, tiba-tiba dia ada di dalam kelas dalam keadaan pingsan"


Mereka pun segera berlari menuju ruang kelas 11 IPA 2, Lulu juga mengikutinya.


"Ziziii !!" panggil Lulu sambil membangunkannya.


Tapi Zizi tak bergerak sedikitpun. Kemudian Lulu melihat ada tanda merah kebiru-biruan seperti memar di leher Zizi. Seperti tanda bekas di cengkeram atau di cekik.


"Gung ! Lihat ini" ujar Lulu.


"Di apakan dia ? Kenapa sampai sememar itu ?" tanya Agung.


"Di cekik mungkin, tapi badannya panas" ucap Lulu.


"Panas ??"


"Iya, sepertinya demam"


"Berapa hari dia hilang ?" tanya Agung.


"Hampir 3 hari"


Agung pun tepuk jidat.


"Sekuat itu dia ? Bukankah manusia biasa ga boleh berada di dalam alam ghoib selama 24 jam ? Kalau berada di sana selama 24 jam itu tandanya ia sudah menjadi pengikutnya" ujar Agung.


"Apa ?? Pengikutnya ? Maksudmu Zizi jadi pengikut Kanaya ?"


Agung terdiam.


"Ya, mungkin saja kan" celetuk Agung.


Tiba-tiba ada anak yang berlari lagi ke arah Agung.


"Pak !! Rifki sama Zidan berkelahi di lapangan pak !!" pekik anak itu.


"Apa ? Berkelahi ???"


"Iya pak !"


"Ya udah, bawa Zizi ke UKS dulu, biar kita ke lapangan, Lulu tolong jaga Zizi dulu"


"Iya" jawab Lulu singkat.


Lulu membawa Zizi ke UKS. Kemudian Agung pun menuju lapangan. Dan ternyata benar, itu adalah Rifki dan Zidan.


"Kenapa mereka berkelahi ??" tanya Agung pada salah satu murid yang sedang menyaksikannya.


"Ga tau pak, pas kita lihat mereka udah berkelahi gitu"


Agung pun mendekati mereka sembari sedikit menjaga jarak agar tidak kena pukulan mereka.


" Stop ! Stop ! Stoopp !!"


Rifki dan Zidan menoleh ke arah Agung bersamaan.


"Ini kepala sekolah asli atau bukan Zidan ??" tanya Rifki.


Zidan menatap ke arah Agung. Ia memperhatikannya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Uhh !! Di sini panas banget Ki ! Kita berteduh dulu yuk di sana" ucap Zidan.


Rifki menaikan alisnya.

__ADS_1


"Kita udah kembali ke alam manusia Zidan !!" teriak Rifki kegirangan.


Sementara Agung malah jadi bingung melihat tingkah mereka.


"Kalian ngapain sih ?" tanya Agung.


Rifki dan Zidan pun saling memandang lagi.


"Ga ngapa-ngapain ko pak" jawab Rifki.


"Lagi latihan teater ya ?" tanya Agung.


Zidan tak menjawab dan memilih pergi meninggalkan mereka.


"Uhh panas" keluh Zidan.


"Kalian 3 hari kemana aja ?" tanya Agung.


"3 hari ??" kata Rifki kaget.


"Iya 3 hari ! Kamu, Doni, Zizi dan Zidan"


"Di sini aja ko pak, aku kirain malah belum ada 3 hari, hehe, soalnya di alam sebelah belum malam, masih siang pak"


Tiba-tiba ada yang memanggil Agung lagi.


"Paaak !! Doni pak ! Tolongin pak !!" teriak salah satu anak pada Agung.


"Apa lagi ini ???" keluh Agung.


"Doni pak !"


"Iya, Doni kenapa ?"


"Di gantung di pohon dekat kantin pak"


"Iyaaa, makanya ayo lihaaat ! Biar bapak tau" ucapnya sambil menarik tangan Agung.


"Loh loh loh ! Ko main tarik aja ! Kepala sekolah loh ini !! Bukan kawan mainmu !"


"Hehehe, sorry pak. Kilap"


"Khilaf !! Bukan kilap"


"Ya itu lah pokoknya pak, ahh ribet bapak ini"


Mereka pun sampai pada pohon di dekat kantin.


"Itu Doni lagi ngapain ?"


"Yang bapak lihat ngapain ?"


"Maksud saya ko bisa dia berada di pohon dengan akar yang mengikat ke badannya gitu loh Tarjoooo !"


"Saya Samuel pak ! Bukan Tarjo"


"Hahaha, gayamu ini loh, biasanya juga namanya Samsudin ! Sok sok-an Samuel"


"Dih, bapak ini sirik aja, namaku beneran Samuel pak ! Bukan Samsudin ataupun Tarjo !"


"Halah ! Sama aja !! Udah udah ! Cepat turunkan Doni"


"Pakai apa pak ?"


"Ya kamu manjat to !"


"Maksudnya cara ngelepasin akar itu dari tubuhnya Doni paaakkkkk !!!"


"Digigit !!"

__ADS_1


"Hehe, gigiku aja udah ompong dua ini loh pak di depan"


Arrgghh !! Nyebelin banget kamu ini ya !!"


***


"Kanaya ga menemuiku, tapi dia mengembalikan anak muridmu" ucap Lulu.


"Firasatku dia punya rencana lain" ujar Agung.


"Huufh !!"


"Dunia ghoib itu berdampingan dengan dunia nyata kan ? Buktinya saja, Zizi pingsan di kelas, itu tandanya sebenarnya dia memang berada di sana sejak 3 hari yang lalu, tapi hanya masuk ke dunia ghoib saja, jadi ya ga kelihatan. Yang lain juga gitu. Terutama Mega dan kawan-kawannya, mereka keluar dari dunia itu lewat ruang kelas 12 IPA 1, bahkan kata Nia sepatunya tertinggal 1 di sana."


"Dan itu artinya, Kanaya ada di sini, sedang bersama kita, tapi hanya saja kita tak mampu melihatnya"


Agung celingukan saat Lulu berkata demikian. Ia mempunyai rasa bersalah juga terhadap Kanaya, karena ia lebih mengutamakan Lulu pada waktu itu.


Harusnya Agung yang masih mempunyai status pacar dengan Kanaya lebih memilih untuk menyelamatkan nyawa Kanaya daripada nyawanya Aludra alias Lulu.


Dari sini lah, timbulnya rasa penyesalan yang selalu menghantui Agung.


"Gimana kalau kita panggil dukun saja untuk mengusir Kanaya dan teman-temannya itu" ucap Agung.


"Kamu gila ?? Ga ! aku ga setuju" jawab Lulu.


"Daripada kita terus-terusan di hantui olehnya ? Lebih baik kita usir saja dia"


"Dia bisa marah nanti !"


"Biarin marah, yang penting sekolahan ini kembali aman"


"Egois kamu ya ?"


"Aku egois ?? Ini demi kepentingan banyak orang loh ! Egois darimana coba ??"


"Kanaya nanti jadi makin dendam sama kamu !"


"Aku juga mau manggil orang untuk menyegelnya kembali ! Agar dia ga bisa menggangguku lagi !"


"Tidak akan pernah bisa ! Kanaya akan selalu hadir saat ada yang menyanyikan lagu Jawa. Apalagi dengan suara yang merdu ! Ia sangat benci jika ada yang menandingi suaranya"


"Ya... Ya akan ku buat peraturan supaya ga boleh ada yang nyanyi jawa lah. Gampangkan ?"


"Dia juga ga suka kalau ada anak perempuan yang lebih pandai darinya"


Agung menoleh ke arah Lulu.


"Yang ini sulit sih, masa iya harus ku buat peraturan biar jadi bodoh semua"


"Dan satu lagi"


"Satu lagi ?"


"Dia sangat menyukai dengan seseorang yang mempunyai dendam"


Agung garuk-garuk kepala.


"Tapi keputusanku sudah bulat ! Aku akan memanggil dukun untuk mengusir roh-roh jahat di sini ! Semuanya !! Termasuk Kanaya !"


"Nggak ! Aku ga setuju !"


"Terserah kamu ! Aku adalah kepala sekolah di sini ! Jadi terserah aku dong mau ngapain ?"


"Oh gitu ! Ok. Fine. Kalau terjadi apa-apa dengan kamu !! Aku ga ikut campur. Terutama berhati-hatilah dengan nyawa para muridmu !!" ancam Lulu sambil pergi meninggalkannya.


Agung kicep (tak bisa berkata apa-apa). Tapi hanya itu cara satu-satunya agar terbebas dari Kanaya. Sekolahan akan aman tanpa adanya gangguan. Ia pun punya rencana akan merenovasi ruang kelas 12 IPA 1 itu suatu hari nanti.


"Ga peduli ! Pokoknya aku akan panggil dukun buat mengusir Kanaya dan antek-anteknya"

__ADS_1


__ADS_2