
DUUAAAKKK
"Omong kosong !! Ikut campur saja kau !! Ini bukan urusanmu !! Hiiiiaaaakkkk !!"
Pria itu di hajar oleh Heru. Kemudian terjadilah perkelahian.
"Jika kau menyakiti seorang wanita, itu adalah tugasku untuk membelanya !"
"Dia pacarku !!" ucap Heru.
Pria itu terdiam lalu menoleh ke arah Zizi.
"Jika dia pacarmu, dia tidak akan melukaimu !!"
"Aaah !! Persetan kau ini ! Hiiaaakk !!"
"Siapa sebenarnya pria itu, dia berulang kali menolongku" ucap Zizi dalam hati sambil memperhatikan mereka berkelahi.
Lalu mata Zizi terbelalak saat Heru mengambil pisau dari saku celananya.
"Awaaaasss !!!" teriak Zizi.
Tapi sayang, pria itu tertusuk dan bersimbah darah. Zizi berlari mendekatinya namun ada seseorang yang segera menarik tangannya. Zizi menoleh ke arahnya dan...
"Kamu ????"
"Apa kabar Zi ?"
"Lepasin !! Tolooong !!!"
***
Di sisi lain Sofia baru saja kembali dari toilet dan mendapati bahwa Zizi dan Heru tiada. Tapi ia melihat kalau tas Zizi tertinggal di sana. Sofia segera berlari dan mencari mereka sambil menahan perutnya.
"Harusnya gue ga percaya gitu aja sama Heru !! Dia memang berbeda dengan Bima !"
Ketika ia tak menemukan mobil Heru di parkiran, ia buru-buru menelfon Rifki dan menceritakan semua kejadiannya. Rifki pun bergegas mencari Doni.
"Tunggu di situ, gue cari Doni dulu"
"Jangan lama ya Ki ! Gue udah ga tahan"
"Ok ok !"
***
Di teras rumah Mayang, Doni dan Mayang sedang santai berduaan sambil sesekali mengerjakan tugas mereka.
"Uhuyy enaknya... Sambil menyelam minum air itu Don namanya, hehehe"
"Authornya sirik aja ! Dasar jomblo... Makanya cari pacar thoor !! Biar bisa merasakan apa yang gue rasain, haha"
SKIIPPP
Sesekali suara jangkrik menghibur mereka berdua. Terkadang nyanyian nyamuk pun ikut turut serta meramaikan suasana. Haha
"Boleh bertanya ?" ucap Mayang pada Doni.
"Tentu saja"
"Kenapa Kanaya begitu membencimu ?"
__ADS_1
Doni menarik nafas.
"Sebenarnya hanya salah faham, waktu itu...."
_______________*______________*___________
"Haduuh ! Sudah maghrib kerjaan belum kelar" keluh Doni.
"Sabar Don" ucap Randy.
"Ran, lanjut besok aja gimana ?"
"Ini masih banyak loh Don ?"
"Mau lembur sampai tengah malam ?"
"Haduuh Don, bentar lagi deh. Sampai jam 7 ga apa-apalah. Anak-anak juga masih pada di luar kan ? Mereka juga lembur ko"
"Huuuh !! Jadi anggota OSIS itu cape ternyata. Mau ada acara aja sampai di bela-belain lembur kayak gini. Enakan jadi siswa biasa aja" keluh Doni.
"Udah ! Ga usah ngedumel terus, gue pesankan makanan ya ? Sekalian anak-anak yang lain juga ?"
"Nah gitu dong"
"Ya udah, gue tanya ke anak-anak yang lain dulu"
"Poster, banner, dan spanduk yang lain udah siap kan Ran ?"
"Makanya, sekalian mau gue tanyain. Acaranya kan besok, biar ga keteteran"
"Ahh ! Gimana sih ? Harusnya hari ini tuh tinggal dekorsi aja. Ini malah masih banyak kerjaan !"
"Ko cepet Ran ?" tanya Doni sambil mengerjakan tugasnya.
"Maaf"
Doni menghentikan kerjanya saat ia mendengar ada suara perempuan di sana. Doni menoleh ke arahnya.
"Siapa yang ngizinin lu masuk ke sini ?"
"Maaf, saya juga anggota OSIS, jadi saya berhak keluar masuk sini"
"Oooh, anggota OSIS juga"
Doni memandang ke arah kalung kepanitiaannya.
"Oh jadi elu ketua acara ini ?"
Ia hanya diam.
"Elu tau ga ! Gue yang harusnya udah pulang dari jam 4 sore tadi masih harus stay di sini gara-gara elu ga bisa ngatur schedule !"
"Saya udah berusaha mengaturnya dengan baik, bahkan kami juga sering pulang jam 8 malam. Itu hampir tiap hari. Anggota OSIS banyak yang sakit gara-gara itu"
"Ya itu salah lu !! Kenapa juga bikin acara tapi waktunya mepet banget !"
"Bukankah itu usulan dari pak Agung ? Kami di sini hanya menjalankan tugasnya saja. Bahkan saya pun merasa keberatan ketika di tunjuk sebagai ketua panitia"
"Halah !! Alesan lu !"
"(Menarik nafas) itu terserah kamu aja. Percaya atau tidak dengan saya. Yang penting saya udah berusaha memberikan yang terbaik buat acara ini"
__ADS_1
"Lagian pak Agung ngapain sih nunjuk ketua ko perempuan !"
"Maksudmu apa ya ? Apakah perempuan tidak boleh untuk menjadi ketua panitia ??"
"Yaaaa.... Gimana ya ?? Perempuan itu kurang tegas ! Makanya tugas-tugasnya numpuk, alhasil ya gini, acara tinggal hitungan jam, tapi PR masih banyak"
Terlihat raut kecewa di wajah anak itu ketika Doni merehkan kepemimpinannya.
"Sehebat apa kamu dalam memimpin ? Mengapa dengan mudahnya kau meremehkan kepemimpinanku selama ini ?? Hanya karna satu hal kecil kesalahan. Bahkan menurutku itu bukan sebuah kesalahanku, tapi kamu merendahkan semua kepemimpinan seorang perempuan" ucapnya dengan nada yang makin berat.
Doni tersadar atas apa yang telah ia perbuat. Tapi anak perempuan itu sudah terlanjur marah. Ia mendekati Doni. Seketika pintu ruangan itu pun terkunci dengan sendirinya.
KLEEKK !!
DEGGG !!
Doni ambil langkah mundur.
"Sorry sorry ! Bukan begitu maksud gue...."
"Kamu tau siapa saya ?? Saya ketua OSIS di sini !! Beraninya kau menganggapku lemah !! Kau hanya seorang sekertaris Don !! Kau masih berani merendahkanku !!??" teriak anak itu.
Seketika lampu di sana pun berkedip-kedip. Jantung Doni berdegup kencang.
PLAAKKK !!!
Suara tamparan itu menggema di ruang OSIS. Doni menarik nafas panjang. Ia sadar, yang ia hadapi bukanlah anggota OSIS yang sekarang, melainkan anggota OSIS terdahulu yang sudah meninggal.
Ya. Dialah KANAYA. Ini adalah pertama kalinya mereka bertemu. Kanaya sengaja menyamar menjadi orang lain, karena Doni selalu bersikap sombong terhadap perempuan dan selalu memaki saat ada yang berbuat salah.
Bau anyir mulai tercium di hidung Doni. Terlihat pula Kanaya mulai berubah menjadi sosok yang menyeramkan.
"Sehebat apa kamu ?? Mengapa begitu berani kau memaki dan merendahkan orang lain ?? Apa hanya karna kau punya ilmu yang orang lain tak punya ? Apa karna kau indigo dan orang lain tidak ?? Anak indigo harusnya bersikap lemah lembut ! Tidak kasar dalam bicara dan tidak pandang sebelah mata dengan siapa ia berhadapan !"
Doni masih terdiam di sana. Ketika itu ilmu yang Doni pelajari belumlah seperti sekarang. Kala itu ia baru bisa menggunakan beberapa ajian saja.
"Mengapa terdiam ? Lawan jika kau berani !! Biar ku nilai seberapa besar ilmu yang kau punya !!"
Doni benar-benar tak kuat untuk melawan Kanaya. Sampai-sampai Kanaya-lah yang menghajar Doni habis-habisan. Untung saja Randy segera datang dan mengetuk pintu.
Melihat Doni tak berdaya di dalam ruangan itu ia pun mendobrak pintunya dan di bantu teman-teman yang lain.
Doni terbaring lemah di lantai. Ia seakan-akan tak kuasa lagi untuk berdiri.
"Don ! Lu kenapa ??"
"Bawa ke UKS !!"
Setelah sampai di UKS ia segera di buatkan teh manis anget oleh temannya di sana. Kemudian ia menyuruh Doni untuk meminumnya. Tapi Doni malah tersedak dan batuk mengeluarkan darah.
UKHUUKK !!
CRAAATTTTT.....
Darah itu menyembur ke arah tembok dan membuat panik yang ada di sana.
AAAAAAAAAA
Doni hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia tak terluka di luar, tapi Kanaya melukainya di bagian dalam.
"Tunggu gue lu Nay !! Gue sempurnain dulu ilmu gue ! Akan gue tundukkan elu !! Ukhhuukkk ukkhuuukkk !!"
__ADS_1