
***
Di sekolah.
Terlihat seorang siswa sedang menanti kedatangan seseorang. Ia nampak membawa bunga di tangannya. Kemudian datanglah rombongan dari Bima.
"Wuiiih ada anak IPS mampir ke IPA nih"
"Lu ngapain di sini ? Lu anak 11 IPS kan ?" tanya Bima.
"Iya" jawabnya dengan singkat.
"Lagi nunggu pujaan hati ya ?" tanya Bima lagi.
"Iya"
"jawaban lu singkat amat ! Siapa nama lu ?"
"Zidan"
"Oh Zidan namanya gaeesss"
Kemudian mata Bima tertuju pada bunga yang sedang di pegang Zidan.
"Wuidiiih bunganya bagus nih" ucap Bima sambil menarik bunga itu dari tangannya.
"Kembalikan" ucapnya dengan santai.
Tapi bunga itu malah buat mainan oleh Bima dan teman-temannya. Lempar sana lempar sini. Tangkap sana tangkap sini. Dia mencoba mengambil tapi personil Bima jauh lebih banyak.
Tak pantang menyerah dia terus mencoba mengambil walaupun berkali-kali di dorong dan di jatuhkan.
Sampai pada saat ada yang ga sengaja menabrak dia dan kacamatanya pun jatuh. Dia mulai mengambil kacamata itu. Namun, Bima malah nendang kacamata itu.
"Ups !! Sorry ga sengaja ketendang, ha ha haa" ucap Bima.
"Sengaja juga ga apa-apa kali Bim" tambah kawannya.
Raut marah mulai terpancar dari wajahnya. Tatapannya mulai berbeda. Ia mulai berdiri dan mendekati Bima.
"Mau main-main ya ?" ucapnya.
Bima mendorong badannya.
"Kenapa ? Lu berani ama gua ?" tanya Bima.
"Ha ha haa ! Harusnya gua yang nanya ! Lu berani sama gua ?"
"Lu cuma adik kelas mah keciill, gua sentil aja nangis, ya gaes ya ? Ha ha haa"
"Ambil kacamata gua dan balikan bunganya !!"
"Ambil aja sendiri ! Kalau bisa ha ha haaa"
Kemudian ia mencengkeram kaki temannya Bima dari jarak yang lumayan jauh, alias tanpa menyentuh. Tapi cengkraman itu sangat berasa sakit.
"Awww, aduuuh !!! Sakiiit !"
Bima dan yang lain sontak langsung melihat ke arah kawannya yang sedang menjerit kesakitan. Mereka pun sadar bahwa tangan Zidan melakukan pergerakan.
"Lu kenapa ??" tanya Bima.
"Sakit Bim sakiiit !!"
"Kamu mau merasakannya juga ?" tanya Zidan.
Semua nampak melongo ke arah Zidan. Antara percaya ga percaya. Zidanpun menarik kaki salah satu temannya Bima yang lain. Lagi-lagi tanpa menyentuhnya.
Bima kaget bukan main. Teman-teman yang lain pun mundur semuanya. Bima ketar-ketir. Ia mulai was-was.
__ADS_1
"Waah, ini mah bahaya" ucap Bima dalam hati.
"Kenapa kak Bima ? Ko diam saja ? Lawan dong, katanya ga takut. Cuma adik kelas kan ??" tanya Zidan.
Bima memberi kode ke yang lain supaya mengambil kacamata dan bungannya. Suruh di berikan kepada Zidan. Namun, ketika hendak mengambil kacamata itu, kacamatanya hilang dan tiba-tiba sudah di pakai oleh Zidan.
"Lah ?? Ko bisa ?"
Semua heran serta bingung.
"Kembalikan bunganya" ucap Zidan.
Salah satu temannya Bima maju untuk memberikan bunga itu dengan rasa takut yang luar biasa.
"Gua maunya Bima yang memberikan bunga itu !!" ucap Zidan.
"Kurang ajar !! Apa sih maunya dia ?" ucap Bima dalam hati.
Bima memberikan bunga itu sambil gemeteran.
"i i in iniii bunganya, maafin kami, kami janji ga akan ulangi lagi" ucap Bima.
Zidan menginjak paha Bima sehingga membuatnya berlutut dengan satu kaki di hadapan Zidan.
"Aww"
Semua anak yang lewat dan melihatnya pun tertawa dengan keanehan Bima.
"Bim, cewek cantik masih banyak, ha ha haaa"
"Ayo Zidan ! Trima aja bunganya"
"Ha ha haaa"
"Pantas saja suka mempermainkan perempuan, ehh ternyata suka sama cowok, ha ha haa"
Pada saat itu Doni dan Rifki pun lewat.
"Ealah Bim, semar mesemmu udah ga ngaruh ke cewek-cewek kah ? Ha ha haa" ledek Doni.
"Kurang ajar !! Harga diri gue di permalukan kayak gini !!" ucap Bima dalam hati.
Doni dan Rifki pun pergi meninggalkan mereka. Zidan mulai berbisik ke Bima.
"Ganti bunganya ! Itu udah rusak !! Gue mau yang baru ! Dan nanti tolong berikan bunga itu buat Zizi" ucap Zidan sambil menginjak paha yang satunya lagi sehingga kini Bima berlutut dengan dua kaki di hadapan Zidan.
"Aduuh !!" ucapnya dalam hati.
Bima masih diam saja dengan memendam bara api yang kini mulai menyala. Zidan pun pergi meninggalkan Bima dan rombongannya.
"Ahhh !!! Sial ! Apa-apaan dia ? Sok berkuasa !!" ucap Bima sesaat setelah Zidan pergi.
"Tapi dia memang hebat Bim"
"Hebat pala lu ! Gue di permalukan beg* !! Ngerti ga sih lu !"
"Bima omongannya aja yang selangit, ehh giliran berhadapan langsung sama dia udah kayak krupuk ketiup angin !!"
"Ngomong apa lu barusan !!?? Kurang ajar lu ya ?" ucap Bima sambil menggampar pipi kawannya itu.
"Ampun Bim ampun !"
"Awas aja lu ya kalau belain dia lagi"
"Iya Bim maaf Bim"
"Dia juga ngincar gebetan gua lagi !! Ahh sial"
"Bunganya gimana Bim ?"
__ADS_1
"Lu cari yang baru ! Gua tunggu di sini sambil liatin Zizi datang"
"ok Bim"
"Ga pake lama ya !"
"Siap"
"Gila tuh Zidan ! Kenceng banget tadi narik kaki gua"
"Gua kira cupu ternyata suhu"
"Ko bisa ya ? Dia punya ajian apa sih ??" tanya Bima.
"Ga tau Bim. Setahuku dia anaknya pendiam. Ga banyak omong. Dan ga punya teman banyak, hobbynya suka baca buku di perpus"
"Ya buat apa punya teman banyak tapi ga ada gunanya kayak kalian ini !!"
Tak lama bunganya pun datang, dan Zizi mulai terlihat sedang berjalan menuju mereka.
"Zizi Bim !"
"Gua tau"
"Ehh kak Bima, selamat pagi kak ?" ucap Zizi dengan ramah.
"Pagi juga Zizi, ehh ini ada bunga buat kamu" ucap Bima sambil memberikan bunga yang ada di tangannya.
"Makasih kak, bunganya cantik banget" ucap Zizi.
"Iya, hehe, sebenarnya. Itu. Bukan dari kak Bima, tapi dari... Siapa tadi namanya ?"
"Zidan"
"Oh iya. Dari Zidan" ucap Bima.
"Zidan ??" tanya Zizi.
"Iya, dia anak IPS. Jadi ga berani kesini, jadinya nitip ke kakak, hehe"
"Oalaah, gitu to ?"
"Iya"
"Ya udah nanti sampaikan makasih aku ke Zidan ya kak, saya ke kelas dulu kak, permisi"
"Eh, tunggu Zi ! Nanti sore bisa jalan ga ?" tanya Bima.
"(tersenyum) Bisa ko kak"
"Yeesss !!" teriak Bima.
Lalu Zizi pun pergi ke kelasnya.
"Heemmmm... Wangi banget sih tuh anak Bim. Pake parfum apa dia ?" tanya Luky.
"Ehh !! Lu ngendus-endus gebetan gue lu !!" kata Bima.
"kagak ngendus !! Cuma kan aromanya emang dari jauh juga udah kecium !" jawab Luky.
"aromanya wangi bangeeett" kevin menambahkan.
"Ehh !! Lu ngapa ikut-ikutan !!" kata Bima.
"Emang beneran wangi banget ko aromanya, sampai terngiang-ngiang" jawab kevin.
"Tapi ga bisa ngalahin aroma indomie goreng, ha ha haa" celetuk Ridwan.
Kemudian mereka pun pergi dari sana dan menuju ke kelas mereka. Ternyata dari tadi Safira memperhatikan Bima dari jauh.
__ADS_1
Safira adalah mantan Bima yang terakhir. Baru putus 9 jam yang lalu. Ia masih belum terima dengan keputusan ini yang ia anggap ga masuk akal.
"Oh, ternyata dia cewek incaran Bima berikutnya. Dasar cewek gatel ! Gua di putusin dia cuma gara-gara telat bales chat dia 1 menit setengah !! Alasan yang sangat ****** !! Ternyata dia sudah ada mangsa baru ya ? Kalau di pikir-pikir dia cantik, tapi body lebih menang aku lah. Tunggu gue nanti sepulang sekolah ya anak manis" ucap Safira.