Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Aludra marah


__ADS_3

Setelah beberapa menit terdiam, Mega baru ingat kalau dia pernah berkata ingin melihat kanda pat.


"Apakah ini yang namanya kanda pat ? Empat saudara yang menjaga dari lahir sampai mati ? Yang selalu gue impikan, ingin berjumpa ? Yang selalu gue beri ruangan khusus ? yang tiap gue makan selalu gue panggil ? Yang tiap gue makan selalu gue beri sisa makanan gue ? yang tiap hari lahir atau weton gue peringati sendirian ? Bahkan Nia dan Rita sering mengaggap gue ga waras karena lebih memilih mereka ? Kenapa wujud mereka sama persis seperti gue ?? Apa mereka berbahaya ?" tanya Mega dalam hati.


Kemudian terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar Mega dan membuyarkan srmua pertanyaan-pertanyaan itu.


Tok tok tok


"Kamu Kenapa nak ? ada apa ?" tanya ibunya.


Kemudian Mega pun membuka pintu itu.


"Hehehe nggak apa-apa kok Ma" ucap Mega.


"Tapi tadi kamu baru saja berteriak" ucap Mamanya.


"Aku nggak teriak kok Ma."


"Jelas-jelas Mama denger suara teriakan dari kamar kamu kok"


Mamanya sedikit melihat ke dalam kamar Mega. Tapi dia tak menemukan satupun yang ganjal.


"Terus kamu ngapain ada di belakang pintu?" tanya mamanya.


"Emm... itu ma tadi ada kecoa."


"Oh gara-gara kecoa jadi kamu teriak"


"Hehehe iya tapi udah pergi kok ma"


"Ya sudah kamu belajar lagi ya ?"


"Hehehe iya mama"


Mega heran saat mamanya melihat ke kamar, ia tak melihat ada empat hantu atau lebih tepatnya kanda pat yang berada di kamarnya itu. Padahal Mega melihat mereka sangat jelas.


"Apa mungkin cuma aku yang bisa melihatnya ?"


Tiba-tiba saja pintu kamar itu terkunci dengan sendirinya. Mega pun kaget, salah satu diantara mereka mulai mendekati Mega. Tapi tidak dengan berjalan seperti orang normal. Ada yang mendekatinya dengan cara kayang, ada juga yang memutar-mutarkan kepalanya. ada pula yang berjalan sambil mematah-matahkan kaki atau tangan mereka.


Itu benar-benar menyeramkan. Memutar kepala seperti burung hantu. Jalan kayang seperti hantu kayang, padahal wajahnya mirip sekali dengan Mega. Mega benar-benar dibuat terpaku oleh mereka. Ia tak bisa lari. Bagaimana bisa lari bicara saja ia tak mampu.


Gemetar lah seluruh tubuhnya. seakan-akan ini adalah hari terakhirnya di dunia.


"Apa kau senang melihat kedatangan kami ?" tanya salah satu dari mereka.


Mega hanya bisa terdiam, ia tak mampu menjawab pertanyaan itu. kaku seluruh badannya. Lidahnya pun kelu.


***


"Badan gue sakit semua gara-gara Zidan."


" Lah elu enak cuma bertarung sama dia, gua lo dililit sama ular."


"Dililit sama ular apaan ? Orang lu digantung di pohon kayak gitu."


"Ya itu versi nyata, kalau di dunia gaib itu ular."


"Kenapa nggak lu sabet aja pakai sapu lidi gagang Palem."


"Mana sempet lah."


"Oh iya kenapa nggak lu sabet aja tuh si Kanaya pakai sapu lidi gagang Palem."

__ADS_1


" Gak mempan lah sapu lidi Palem itu di Kanaya."


"Loh kenapa nggak mempan bukannya itu untuk semua makhluk halus ya ?"


"Nggak juga sih, ada beberapa dari mereka yang kebal dengan sapu lidi gagang Palem."


"Oh gitu ? kirain semua makhluk halus bisa loh disabet tuh pakai sapu lidi itu."


"Nggak, Kayaknya Kanaya itu cuma takut sama satu kalimat yang katanya ampuh mengusir makhluk halus."


"Yang lagi lu pelajari kan ?"


"Iya, udah gue cari tapi nggak pernah ketemu, nggak pernah dapat."


"Mungkin kalimat itu Nggak ditulis dalam buku, tapi lu perlu nyari ke orang-orang pintar."


"Yang gue tahu orang-orang pinter itu kebanyakan kan orang tua, terus enggak ada waktu gitu buat bergabung atau buat kumpul-kumpul sama mereka."


"Halah, nggak ada waktu apanya ? banyak waktu, kamunya aja yang males."


"Emangnya kamu tahu kalimat itu ?"


"Belum pernah denger malah kalimatnya kayak apa."


"Aku juga belum pernah denger, yang gue denger cuma kata-katanya semua makhluk halus akan takut dan tunduk apabila mendengar kalimat ini kayak gitu."


"Oalah, gimana lu bisa nemu kalimat itu, sedangkan lu sendiri belum pernah denger kalimatnya."


Donipun terdiam.


"Kira-kira Zizi tahu nggak ya kalimat itu ?"


"Gue rasa ilmu lu sama ilmunya Zizi masih tinggian ilmu lu."


"Oh gitu ya ? Susah juga sih kalau nyari orang yang kayak gitu. Orang pendiam itu menyimpan banyak misteri ya ?"


"Begitulah."


***


Tok tok tok


"Silakan masuk"


"Selamat malam Zizi."


"Eh bu Lulu. Selamat malam bu."


"Ini ibu buatin susu hangat buat kamu.Terus tadi anak-anak juga masakin buat kamu, ada nasi goreng, tempe goreng dan ayam goreng, nanti di makan ya ?"


"Ngerepotin Bu."


"Nggak apa-apa. Gimana keadaanmu ?"


"Sudah mendingan bu"


"Masih sakit lehernya ?"


"Enggak kok bu."


"Syukurlah. Ibu mau nanya, apa kamu pernah melanggar aturan di kost ini ?"


DEGGG !!

__ADS_1


"Aturan yang mana bu, maaf"


"Dilarang nyanyi jawa !!"


Zizi terdiam.


"Jujur ibu kecewa sama kamu. Kamu tau kan akibatnya jika melanggar aturan itu ??"


"Iya bu, maaf sebelumnya, jujur saya ga pernah baca peraturan itu, bahkan sekarang pun kertas hilang ga tau kemana" ucap Zizi sambil menundukkan kepala.


"Dari awal kamu ke sini, bukankah sudah ibu jelaskan ?" ucap Lulu sedikit meninggikan suaranya.


"Maaf bu"


"Apa permintaan maafmu bisa mengembalikan nyawa anak yang jatuh dari rooftop itu ??" ujarnya makin marah.


Zizi terdiam.


"Ibu tau kamu anak berprestasi ! Tapi melanggar aturan itu sangatlah tidak baik !!"


"Iya bu"


"Tadinya ibu mau mengusirmu dari sini !"


DEGGG !!


"Tapi karena sudah malam, ibu ga tega"


"Bu, saya mohon jangan usir saya ya bu ? Saya ga tau nanti harus kemana ??" pinta Zizi.


"Bukan urusan saya kan ? Apa kamu melanggar aturan itu mikirin gimana perasaan saya ??!!"


Zizi terdiam.


"Maaf bu, saya benar-benar ga tau kalau ada aturan seperti itu"


"Lain kali, harus cermat ! Ambil sebagai pembelajaran !!" ucap Lulu dengan raut yang kesal.


"Apakah jika aku pergi dari sini semuanya akan kembali normal ? Jika iya, aku akan pergi sekarang bu"


"Nasi sudah menjadi bubur ! Sudah terlambat Zi !! Kamu pergi pun Kanaya akan tetap membuat onar !!"


"Maaf bu"


"Harusnya saya tau itu, karena ga mungkin foto itu kamu temukan di tangga ! Sedangkan foto itu tersimpan rapi di dalam album"


Zizi terdiam.


"Harusnya saya juga curiga saat semua jendela membuka dengan tiba-tiba dan ada tulisan di kaca kamar mandi !! Lalu dia datang kembali di hari ulang tahunku ! Aargh !! Hidupku sudah cukup tenang selama ini sebelum kamu datang kemari Zi !!" teriak Lulu.


"Saya akan bertanggung jawab atas tindakan saya bu ! Walaupun nyawa taruhannya ! Saya siap berkorban, yang penting semuanya selamat, termasuk ibu, maaf bu, saya....." ucap Zizi sambil meneteskan air mata.


Kemudian Lulu pergi meninggalkan Zizi yang masih termenung. Ia tak mendengarkan lagi perkataan Zizi. Ia terlalu kecewa.


JEDEERR !!


Suara pintu kamar Zizi di banting oleh Lulu. Zizi masih diam di sana.


"Bukankah ini semua idenya Mega ? Kenapa aku yang harus di salahkan ? Ga sepenuhnya salah aku ko, tapi... Gimana cara menjelaskannya pada bu Lulu"


Zizi duduk di tempat tidurnya sambil terus memikirkan sesuatu.


"Apa yang harus ku lakukan sekarang ? Apa yang bisa membuat ini semua kembali damai ? Sama siapa aku harus meminta pertolongan ???"

__ADS_1


__ADS_2