
Di dalam kelas.
"Mega lu dari mana aja sih ??" tanya Nia khawatir.
"Kanda pat ?" ucap Mega berulang-ulang.
"Kamu tuh, sejak kenal sama Zidan jadi aneh tau ga ! Masuk kelas pas mau bell, sering ilang-ilangan" ucap Rita.
"Kanda pat"
"Lu kenapa sih ??" tanya Rita.
"Kanda pat kanda pat terus dari tadi" kata Nia.
"Mega !!!" bentak Rita.
Mega pun kaget.
"Apaan sih kalian ini ? Ganggu aja" ucap Mega.
"Ganggu apa ? Kita dari tadi nanya ga lu jawab !! Dan sekarang malah nyalahin kita, lu kenapa sih ?" tanya Nia.
"Ga apa-apa ko" jawab Mega.
"Udah deh ! Mulai sekarang lu ga boleh deketin Zidan lagi ! Jadi gila lu karna dia" ucap Nia.
"Nah, betul itu" Rita menambahkan.
Mega hanya diam saja mengabaikan omongan Rita dan Nia.
"Mega !" panggil Nia.
"Apa lagi ??" jawab Mega.
"Lu aneh tau ga semenjak kenal Zidan"
Mega lagi-lagi ga peduliin ucapan mereka. Ia hanya terus menerus melafalkan kata "Kanda pat"
Kemudian Mega menghampiri Zizi.
"Zi, kamu tau ga apa itu kanda pat ?" tanya Mega.
"Kanda pat ??" tanya Zizi.
"Iya, empat saudara yang menjaga dari lahir sampai mati" ucap Mega.
"Kamu tau dari mana soal itu ?" tanya Zizi.
"Seseorang memberitahuku, dan aku ga paham tentang itu, makanya aku nanya ke kamu, siapa tau kamu ngerti"
"Empat saudara yang menjaga dari lahir sampai mati itu, saudara tak terlihat yang konon terlahir bersamaan dengan manusia" ucap Zizi.
"Saudara tak terlihat ??" tanya Mega.
"Serem amat Zi" ucap Sofia.
"Iya ih, serem. Mega ngapain sih nanya-nanya gituan" ucap Rita.
"Saudara yang tak terlihat itu disebut juga nyama papat alias kanda pat" ucap Zizi.
"Papat itu artinya empat kan Zi ?" tanya Mega.
"Iya, kanda pat ya artinya empat saudara" kata Zizi.
"Eih !! Empat saudara yang tak terlihat ??" tanya Nia.
"Ah udah ah ! Ga seru Mega nih !" ucap Rita.
"Berarti gini, kanda pat artinya itu empat saudara yang berwujud makhluk halus alias tak kasat mata yang selalu mengiringi roh atau sukma kita sejak lahir hingga meninggal dunia. Bener zi ??" tanya Mega.
Zizi tersenyum.
__ADS_1
"Betul betul betul" ucap Zizi.
Rita dan Nia hanya saling pandang saja. Tak tau apa yang sedang di kerjakan oleh Mega di luar sana. Mengapa ia sampai harus bertanya tentang kanda pat, yang artinya saja sudah sangat menyeramkan.
"Bisa di gambar kan ga Zi ? Empat saudara yang tak terlihat itu" tanya Mega.
"Mega lu serem banget sih !" ucap Nia.
"Ga serem ko, gini loh konsepnya, kanda pat itu sebenarnya terdiri dari darah, ari-ari, ketuban dan lemak" ucap Zizi.
"Darah, ari-ari, ketuban dan lemak ??" ucap Sofia, Mega, Nia dan Rita bersamaan.
"Iya, mereka terlahir bersamaan kan dengan seorang bayi ? Nah itu yang di sebut dengan kanda pat. Kalau di jabarkan satu persatu akan panjang lebar" kata Zizi.
"Oh, jadi kanda pat itu darah, ari-ari, ketuban dan lemak ya ?" tanya Mega.
"Iya, mereka juga punya namanya yang berbeda-beda juga"
"Maksudnya ??"
"Ya seperti darah juga di sebut dengan Prajapati, ketuban itu Anggapati, ia menguasai tubuh manusia saat lemah atau pada saat sedang di kuasai hawa nafsu"
"Wow"
"Lalu kalau ari-ari dan lemak ??"
"Lemak di gambarkan juga sebagai Banaspati"
"Loh ?? Banaspati bukannya hantu yang berbentuk api ??"
"Kurang tau juga kalau soal itu, tapi ya setahu aku gitu namanya"
"Banaspati ??"
"Lalu kalau ari-ari ??"
"Ari-ari di gambarkan sebagai Banaspatiraja"
"Maka dari itu, setelah ada bayi yang lahir, empat saudara ini harus segera di kuburkan atau di tanam. Supaya tidak di manfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab"
"Kalau ga di kubur ??"
"Keempat saudaranya ga bisa menjaga si bayi tadilah"
"Bahaya juga ternyata"
"Itu hanya sebuah gambaran kecil saja, supaya kita percaya bahwa makhluk halus itu ada" kata Zizi.
***
Bell istirahat pun berbunyi. Zizi mulai bersiap menuju ke perpus.
"Lu yakin ga butuh teman ?" tanya Sofia.
Zizi tersenyum.
"Insya Allah yakin"
Di tengah perjalanannya ia bertemu dengan rombongan Bima.
"Ehh Zizi mau kemana ?" tanya Bima.
"Mau ke perpus kak"
"Ah ! Ngapain sih ke perpus, mending kita ke kantin saja yuk" ajak Bima sambil menarik tangan Zizi.
"Tapi kak"
"Ke perpusnya nanti saja, ini kan jam istirahat, saatnya makan dulu" ucap Bima.
"Aku..."
__ADS_1
"Nanti kakak yang traktir deh, Zizi tinggal duduk manis saja"
"Kak, aku...."
"Ga apa-apa, ga usah sungkan-sungkan"
"Aku udah jadi sama dia" ucap Zizi.
"Telat sebentar juga ga apa-apa ko" kata Bima sambil terus menarik Zizi menuju kantin.
"Janjian sama siapa sih emangnya ? Nanti biar kakak yang bilang kalau dia marah, nanti kakak yang hadapin dia"
"Sama Zidan"
DEGGG !!
Bima dan rombongannya langsung berhenti dan terdiam.
"Kenapa kak ? Ko tiba-tiba diam ?" tanya Zizi.
"Oh nggak. Nggak apa-apa ko. Udah janjian sama Zidan ya ? Emm... anu... Kakak ga jadi ntraktir kamu, lain kali aja ya ? Emm... Kakak baru inget, kalau kakak harus latihan band... Emm... Zizi duluan ke perpus aja... (garuk kepala padahal ga gatel) kakak sama yang lain pergi dulu"
"Tadi, katanya mau...."
"Emmm.... Ga jadi. Maaf ya ? Maaf" ucap Bima sambil mengajak yang lain pergi.
"Ko aneh ?? Tadi narik-narik, sekarang di tinggalin"
Kemudian Zizi kembali jalan lagi ke arah perpus. Tak lama ia pun sampai di sana. Ia mulai memasuki ruangan itu. Sambil terus mencari sosok Zidan.
"Di sini banyak anak, sedangkan gua saja ga tau ciri-cirinya kayak apa ? Gua cari sampe mampus juga ga bakalan ketemu kalau bukan dia yang nyamperin gua" ucap Zizi dalam hati sambil terus berjalan di antara rak buku.
"Zilvana Ziya" panggil seseorang dari sela-sela rak buku itu.
Zizi mencari-cari sumber suara itu. Tengok kanan ga ada, tengok kiri adanya cewek, belakang sepi, depan adanya tembok.
Kemudian ada buku jatuh tepat di hadapan Zizi dari sela-sela rak itu. Zizi mengambilnya dan ketika akan menaruhnya kembali ia melihat ada sosok lelaki di sana.
Zizi mengintipnya. Memastikan bahwa ia bukan hantu atau hanya sekedar halu. Dia tersenyum kepada Zizi sambil membaca sebuah buku.
"Kamu Zidan ?" tanya Zizi.
Lagi-lagi dia hanya tersenyum. Senyumannya maniiiiissss banget kayak madu kecemplung gula, ehh kebalik, ehh gimana sih ? Gula kecemplung madu ? Aahhh malah baper. Anaknya cool banget. Pake kacamata bulat dan mirip Lavicky Nicholas.
"Ini untukmu ?" ucapnya sambil memberikan bunga lagi kepada Zizi.
Zizi menerima bunga itu lewat lubang buku yang belum ia taruh kembali. Buku itu masih berada di tangannya. Mungkin saking terpesonanya, jadi lupa deh dia, hehe.
"Terima kasih" ucap Zizi.
"Harusnya aku yang ngucapin makasih sama kamu, makasih udah mau berteman sama aku"
Zizi tersenyum. Ia salting. Ga tau harus ngomong apa dan harus gimana.
"Kenapa ngobrolnya harus di sini ? Kenapa ga duduk aja di sana ? Supaya lebih dekat ?" tanya Zizi.
"Nggak ah"
"Kenapa ?"
"Aku takut"
"Takut apa ??"
"Takut jatuh cinta sama kamu" ucapnya sambil tersenyum.
Zizi bener-bener di buat baper dan salting sama Zidan. Rasanya baru kali ini Zizi nyaman dengan orang yang baru ia kenal. Beda aja gitu sama yang lain.
Cara ia memperkenalkan diri juga romantis. Apa ini tandanya Zizi udah jatuh cinta duluan sama Zidan ??
__ADS_1