Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Lapeerr


__ADS_3

Zizi segera berlari ke bawah dan mencari Tasya.


"Baru saja pergi di antar bu Kiandra, soalnya badannya menggigil banget"


Zizi berlari ke garasi untuk mengambil motor dan berusaha mengejar mereka.


"Zi, ada apa sih ?? Ko buru-buru banget" tana Diana.


"Nanti gue jelasin" jawab Zizi sambil mengegas motornya.


Ketika di persimpangan jalan Zizi bingung harus ke arah mana. Karena sebelumnya ia juga ga tau jalan arah ke rumah Tasya.


"Haduuh, gimana ini ? Ke kanan atau ke kiri ya ??"


Saat sedang dilema ia melihat mobil Kiandra tak jauh dari sana. Terhalang beberapa kendaraan, namun terlihat jelas.


"Itu dia"


Zizi segera menyalakan kembali motornya dan berusaha buat ngejar mereka. Tapi kendaraan lain beberapa kali membuat Zizi tertinggal jauh dari mobil itu.


"Aarrggghhh !! Yang lain minggir dooong"


Tiba-tiba saja hujan turun dengan lebatnya dan itu membuat Zizi terbangun dari tidurnya.


"Tasya ????"


Ia pun heran kenapa bisa ia tertidur di kamar mandi dengan air kran yang menyala. Ia segera mengambil handuk dan berganti pakaian.


"Mimpi yang aneh, semoga Tasya masih di kamarnya" ucap Zizi sambil buru-buru saat memakai baju.


KLEKKK


Ia keluar dari kamar dan mendapati beberapa anak di kamar Tasya.


"Ehh Zizi, sini Zi, bantuin Tasya beres-beres baju, kan nanti malam mau pulang"


Zizi memasuki kamar itu dan melihat keadaan Tasya. Tasya tersenyum melihat raut wajah Zizi yang namapak heran.


"Lu kenapa Zi ??"


"Kakak jangan pulang ya ? Gue punya firasat ga baik"


Teman-temannya pun sontak menoleh ke arah Zizi.


"Ada apa Zi ?"


Zizi tersenyum.


"Ga ada apa-apa sih, cuma... Emmm... Apa ya ? Intinya kakak ga usah pulang deh, kiya semua bisa ko ngerawat kakak dan ngejagain kakak, ya kan man teman ??"


"Iya sih, tapi ga enak aja sama bu Kiandra" ucap Tasya.


"Mungkin dia takut ketularan kali ya ??" celetuk Diana.


"Ya udah, ga usah di tata lagi baju-bajunya. Sekarang kita happy-happy aja, kak Tasya amu makan apa ? Nanti biar kita yang traktir deh"


Tasya tersenyum mendengarnya. Tapi tiba-tiba Tasya batuk lagi. Dan kali ini ia tak sengaja muntah darah di hadapan mereka.


Semuanya kaget bukan main saat melihat darah segar keluar dari mulut Tasya.


"Ya Allaaaah Syaaa...."


Mereka segera memberikan tisu untuk Tasya dan memberinya air minum. Tubuh Tasya menggigil kedinginan padahal ruangan itu terbilang panas.


"Dingin banget Ziii...."


"Jakeet mana jaket"

__ADS_1


"Selimut.. Selimut..."


Suara kepanikan mereka pun terdengar hingga luar ruangan. Tasya pun masih saja batuk dan muntah darah terus menerus.


"Panggil bu Kiandra deh"


Salah satu dari mereka pun turum ke bawah memanggil Kiandra. Terlihat wajah Tasya semakin pucat. Ia tak hanya menggigil, tapi seperti setengah kejang.


Tak lama Kiandra pun datang dan melihat kondisi Tasya. Mata Tasya melotot dan kejangnya semakin parah.


Anak-anak yang ada di kamar itu pun berhamburan keluar karena takut. Tangannya menarik tangan Zizi dan mencengkeram dengan keras.


AAAAAAAA


Zizi berteriak kesakitan karena kuku-kuku Tasya melukai tangannya. Zizi berusaha melepaskannya. Ia pun di bantu Kiandra melepaskan cengkraman itu.


"Cepat cuci lukamu !! Lalu obati !!" seru Kiandra.


Zizi pun segera keluar dan mengucurkan air dari kran wastafel. Sedangkan anak-anak yang lain di suruh mengikat tangan dan kaki Tasya agar ia tak meronta-ronta.


"Biar ku panggilkan dokter" ucap Kiandra.


Kali ini Tasya tak terlihat seperti sakit, melainkan seperti kesurupan. Ia berteriak-teriak dan mengerang-erang.


"Sakiiiiitttttt" teriak Tasya sambil mencoba meloloskan diri dari ikatan tali-tali yang membelunggunya.


Tak lama dokterpun datang dan memberikan suntikan pada Tasya. Kemudian Tasya terlihat diam. Kiandra memeriksanya perlahan. Tasya hanya tersenyum tipis sambil menahan matanya yang hampir saja tertutup oleh rangsangan obat bius.


Zizi pun mendekati Tasya. Ia mengelus pelan rambut Tasya yang kini sudah berantakan.


"Dia baik-baik saja kan bu ?" tanya Zizi.


Kiandra hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau sampai terjadi apa-apa, awas saja" ancam Zizi dengan nada sedikit berbisik ke telinga Kiandra.


"Mbah ?? Apa yang terjadi pada Tasya ??" tanya Zizi pada khodamnya.


"Ada sesuatu di perutnya yang membuat mual dan muntah, ia benda yang hidup, ia bisa bergerak-gerak dan berjalan sesuai dengan yang di inginkan majikannya"


DEGG


"Maksudnya mbah ???"


KLEEKK


Kiandra memasuki kamar Tasya.


"Dia hanya demam, makanya kejang" ucap Kiandra sambil melepaskan ikatan tali di tangan dan di kaki Tasya.


Zizi pun mulai membantu melepaskan ikatan itu.


"Gimana lukamu ??"


"Udah di obatin ko bu"


"Ya sudah. Tolong jagain dia, saya ga jadi mengantarnya pulang, takut terjadi sesuatu di jalan, nanti malah saya yang di salahkan"


Zizi mengangguk-anggukkan kepala.


"Kalau ada apa-apa panggil saja, nanti saya panggil anak yang lain buat teman kamu di sini"


Setelah itu Kiandra pun pergi. Zizi masih bingung dengan keadaan ini. Apa lagi melihat sikap Kiandra yang sangat manis tapi mengandung unsur mistis.


"Ziiii.... Air"


Zizi segera memberikan air minum pada Tasya.

__ADS_1


"Ada lagi ga airnya ?? Masih haus ??"


"Gue ambilin dulu ya di meja makan ?"


Tasya mengangguk. Tak lama Dewi menghampiri Zizi sambil membawa obat dan makanan untuk Tasya.


"Zi, ini obatnya, dan ini bubur juga buat Tasya katanya"


"Oh, iya kak, taruh saja di kamar, saya lagi ambil minum buat Tasya"


Dewi pun membuka pintu kamar Tasya.


"Astaghfirullahal adzim" ucapnya sambil menutup kembali pintu itu.


"Kenapa Wi ??"


Dewi terdiam bebarapa saat. Zizi pun menghampirinya.


"Ayo masuk"


Dewi pun mengikuti Zizi.


"Pacarnya Tasya ga di kabarin Zi ?" ucap Dewi mengalihkan pembicaraan.


"Kak Tasya punya pacar ??"


"Ada, namanya Devano"


"Anak IPS ??"


"Yuaps ! Bener banget"


Zizi menoleh ke arah Dewi yang sepertinya ga nyaman berada di kamar itu.


"Coba nanti tanyakan dulu sama Tasya, boleh ga kalau Devano kesini, lagian ini sudah menjelang sore juga, pasti ga di izinkan sama bu Kiandra"


Tasya membuka matanya. Ia segera meminta minum lagi kepada Zizi. Bahkan kali ini minta lebih banyak lagi.


Zizi pikir mungkin karena tadi mengeluarkan banyak energi, jadi butuh asupan air minum yang banyak. Tapi, harusnya ga sebanyak itu kan ?


"Zi, air galon di luar habis. Atau mau di ambilkan dari lantai bawah ??"


"Hah ?? Habis kak ???"


"Iya, saya ambil dari lantai bawah ya Zi"


Zizi pikir, ini mulai aneh. Sakit lambung masa minum sebanyak itu, air galon sampai habis.


"Zi, gue lapeer. Ada makanan apa ??" tanya Tasya.


"Tadi di bawakan bubur sama Dewi. Mau ??"


"Iya mau"


Terlihat ia begitu lahap memakan bubur itu sampai habis tak tersisa dan Tasya bilang "masih ada lagi ?? Gue masih laper"


Zizi sedikit menarik nafas, ini pasti ada sesuatu. Ini bukan Tasya yang Zizi kenal. Lalu Zizi mencoba memesan makanan online.


"Tunggu bentar ya kak ? gue pesen dulu"


"Jangan lama, gue udah laper banget" ucap Tasya sambil memegangi perutnya.


Zizi hanya bisa diam. Kemudian Tasya berjalan menuju ruang dapur lantai 4 itu, ia mencari sesuatu yang bisa ia makan. Zizi memperhatikan dari jauh dan...


DEGGG


"Bayangam hitam apa yang ada di badan Tasya ??"

__ADS_1


__ADS_2