
***
Di ruang kelas 11 IPA 2 sedang di perbaiki semua lampunya, namun baru saja tukangnya turun dari tangga dan menyalakan lampunya tiba-tiba saja lampu itu mati lagi.
"Loh ?? Padahal kan lampu baru ??"
"Kenapa pak ?? Ko mati lagi ??"
"Ga tau ini neng, padahal lampu baru, nanti deh saya belikan yang baru lagi"
"Jangan lama-lama ya pak ?"
"Tenang aja neng"
"Siip kalau gitu, takut pak kalau gelap-gelapan"
"Ah masa takut neng ? Biasanya juga mainnya di tempat yang gelap, hahaha"
"ih si bapak tau aja, hahahaha"
Kemudian di luar mulai terdengar suara keributan. Terdengar jeritan dan tangisan.
"Ada apa ??" tanya Doni kepada salah satu temannya.
"Ada yang kesurupan"
"Kesurupan ??"
"Iya, ada lebih dari 5 anak"
"Lebih dari 5 ??"
"Iya, pak kepala sekolah lagi mencoba menghubungi pak ustad"
Doni segera berlari keluar. Ia pun tak sengaja menabrak Mega yang hendak masuk ke ruang kelas.
"Jalannya yang bener dong !!"
"Sorry. Gue buru-buru"
Kemudian Rifki pun datang.
"Don !! Lu mau kemana" teriak Rifki.
Tapi Doni sudah berlari jauh.
"Kenapa sih tuh anak ?" tanya Mega kepada Rifki.
"Ga tau"
"iuh ! Ko kelasnya gelap gini sih ??" tanya Mega sambil memasuki ruangan itu.
"Lampunya mati" jawab Nia.
"OMG !! Ini pasti gara-gara Mayang berangkat ke sekolah lagi, lampunya ga ridho !" celetuk Mega.
Mayang menatap sinis ke arah Mega. Mega langsung diam dan segera duduk di tempat duduknya sambil sesekali menoleh ke Mayang.
"Serem banget sih dia sekarang" ucap Mega lirih.
***
Di rumah Bima.
"Bim lu ga sekolah ?" tanya Heru.
"Oeeekkk !!"
"Lu kenapa ? sakit ??"
"Ga ko kak, cuma mual aja"
"Ke dokter yuk, gue antar ya ?"
"Ga usah ! Lu kuliah aja sana"
"Muka lu pucet banget loh Bim"
"Ga apa-apa ko kak"
__ADS_1
"Ga apa-apa gimana ?? Ayo ke dokter !"
"Lebay banget sih, hahaha gua ga apa-apa !!"
"Gua telpon mama ya ? Biar ke sini jagain lu ?"
"Oeekkk !! Oeekk !"
"Tuh kan, lu tuh sakit !!"
"Gua baik-baik aja kak, cuma mual doang"
"Salah makan kali lu"
"Pagi ini belum makan gua kak"
"Tadi malem ??"
"Semalem gua makan apa ya ?? Oh iya, makan mie ayam"
"Mie ayam ?? Sejak kapan lu doyan mie ayam ?"
"Sejak ada warung makan baru di pertigaan depan sana. Enak, murah lagi, hehe"
"Lu semalem kesana ??"
"oeekk ! Iya kak"
"Lu tuh ga pernah suka sama mie ayam ? Ko tiba-tiba jadi suka mie ayam ?? Mual kan jadinya ??"
"Mie ayamnya tuh enak banget kak, nanti kesana ya bareng gue"
"Ngadi-ngadi aja lu"
"Gue mual bukan karena makan mie ayam, tapi tuh gue selalu mencium bau amis di deket gue"
"Bau amis ??"
"Iya, tapi tiap gua cari tuh ga ada sumbernya"
Heru terdiam.
"Ni anak sebenarnya kenapa ya ? Mana mukanya mucet banget gitu lagi, kayak anak kurang darah, kayaknya ada yang janggal deh"
***
Doni berlari ke arah IPS. Ia mencari Zidan. Saat ia melintasi mading ia terpana dengan banyaknya lukisan Zizi di sana.
"Kenapa lukisan Zizi banyak banget ya di IPS ? Pada nge-fans semua kali ya sama Zizi ?"
Ia mencoba mendekati mading itu. Di lihatnya karya-karya anak IPS. Kemudian ia teringat dengan niat kedatangannya ke IPS. Mencari Zidan.
"Zidan !! Dimana lu !!" teriak Doni.
"Ada apa nyariin aku ??"
Doni langsung memojokannya di tembok.
"Gue tau ini ulah lu !!" ucap Doni sambil mendorong tubuhnya Zidan.
"Ngomong apa sih kamu ??" jawab Zidan sambil membetulkan kacamatanya yang agak miring.
"Ga usah pura-pura !! Cuma lu yang bisa melakukan ini ! Mana tangan lu ??"
Zidan memperlihatkan tangannya. Namun tak ada apapun. Karena gambar itu ada di tangan Mega. Jadi, tangan Zidan bersih dong.
Zidan tau kalau Doni pasti bakalan menghampirinya. Jadi dia sengaja memanfaatkan Mega sebagai media perantaranya.
"Lu sembunyiin di mana simbol itu ?!!" ucap Doni sambil memelintir tangan Zidan ke belakang.
"Simbol apa ? Aku ga tau" jawab Zidan dengan santainya.
"Arrggh !!! Tanggung jawab lu dengan semua ini !! Sembuhin mereka semua yang kerasukan !!" kata Doni sambil mendorong Zidan ke lantai.
"Bukan ulah aku ko aku yang tanggung jawab ??" ucap Zidan sambil berdiri dan membersihkan debu yang menempel di bajunya saat ia jatuh ke lantai tadi.
"Sok manis banget lu ya ?? Kalau yang lain ok lah masih bisa di bohongi ! Tapi kalau gue ga bisa ! Ngerti lu !"
"Siapa yang sok manis ??"
__ADS_1
"Ya elu lah !!"
"Aku sok manis ?? Ya ga apa-apalah. Dari pada kamu, belagu ! Beraninya buka segel tanpa sepengetahuan aku"
"Buka segel ??"
"Ga usah pura-pura nanya !! Kemarin aku lihat ke ruangan itu dan Kanaya ga ada ! Kamu mau tanggung jawab kalau dia mencelakai orang ??"
"Tunggu tunggu tunggu !! Bukannya yang ngebuka segel itu elu ???"
"Aku ?? Ga mungkinlah ! Mana berani aku"
"Kalau bukan lu terus siapa ?? Yang bisa pegang kendali segel itu cuma orang-orang tertentu ! Gue aja baru mempelajari. Ga mungkin kalau gue yang melakukan itu"
"Terus siapa ?? Rifki ?"
"Rifki ??"
"Kalau yang di buka cuma segel dia ga akan pergi dari ruangan itu, kalaupun pergi dia hanya akan ada di sekitar sekolahan ini saja, ini lebih dari sekedar segel ! Dia tau apa yang di butuhkan Kanaya"
"Kanaya butuh apa ?"
"Kekuatan"
"Kekuatan ?? Kekuatannya Kanaya kan sebuah dendam ?"
"Berarti ada yang membangkitkan dendamnya"
"Dendamnya bisa di bangkitkan ?"
"Anak kapan sih lu ga tau sejarahnya Kanaya ?? Dia punya perjanjian saat mau di segel"
"Perjanjian apa ?"
"Ia akan bangkit kembali dan menyerang beberapa orang yang pernah ada di memory hatinya, orang yang membuat ia meninggal dan tak segan-segan membunuh orang yang menghalanginya"
"Apa itu ?"
"Apabila ada yang membangkitkan memory dendamnya"
"Apa memory dendamnya ?"
"Kanaya ga pernah bilang"
"Lu yakin bukan lu yang membuka segel ? karena lu tau kalau Kanaya punya dendam yang bisa di bangkitkan kapan saja ? Itu mencurigakan"
"Maksud kamu apa ? Nuduh aku terus kamu ya ? Mau bikin aku emosi ?"
"Emosilah coba ? Biar yang lain juga tau, lu itu bengis !"
"Ga perlu di umbar ! Kekuatan kayak gitu harus di gunakan dengan tepat dan jangan asal !"
"Oh ya ?? bukankah lu sudah memperlihatkannya kepada Bima dan kawan-kawannya ?"
"Dia perlu di kasih pelajaran ! Muak aku sama sikapnya yang sombong kayak gitu"
"Setidaknya dia tidak munafik kayak lu !"
DUAKKK
Pipi Doni di hantam oleh Zidan. Nampaknya sudut mulutnya mulai berdarah. Doni tersenyum.
"Kasih aba-aba dulu dong, biar gua siap. Main hajar aja lu, mau duel ?? Hayoo !!" tantang Doni.
Tiba-tiba Rifki datang dan melerai perkelahian mereka.
"Kayak anak kecil tau ga !! Gue kira mereka yang ada di sana yang kerasukan !! Ternyata kalian lebih parah dari mereka !! Kalian setannya ternyata !!" ucap Rifki marah.
***
"May, kamu bawa bekel makanan ga ?" tanya Zizi.
Mayang diam saja. Ia hanya menoleh ke arah Zizi lalu kembali ke posisinya.
"Kalau nggak bawa, nanti aku belikan di kantin. Kita makan bareng di sini. Gimana ?"
Mayang masih terdiam.
"Makanan kesukaan Mayang apa ?? Nanti biar aku cari di kantin ? Mau bakso ? Mie ayam ? Nasi goreng ? Emm......."
__ADS_1
"Tempe goreng"
"Hah ???? Tempe goreng ??"