
Sedangkan Pak Slamet masih melawan Kanaya dengan tangan kosong. Hanya mengandalkan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an saja.
"Kau mau mengambil anakku ? Langkahi dulu mayatku !"
Mata Kanaya memerah menahan lantunan ayat-ayat itu dan ucapan dari pak Slamet. Sesekali ia terpental jauh akibat tak tahan mendengar lantunan itu.
"Zizi anak yang istimewa, jadi ga semudah itu bisa kau dapatkan"
"Diam kau !! Aku sudah tau semuanya ! Maka dari itu, aku bersekongkol dengan Agung agar merekrut Zizi ke sekolah ini, supaya aku bisa dengan mudah menghabisinya !! Karena ramalan itu harusnya satu tahun yang lalu tapi kau menghalanginya, mau tidak mau aku putar otak supaya dia bisa secepatnya ke sini"
"Oh, ide olimpiade dengan hadiah sekolah gratis itu ternyata muncul dari otakmu ?!"
"Hahahaaa !!"
"Lantas mengapa kau membunuh Agung ?"
"Karena dia ga nurut ! Ia pernah bilang kalau dia menyesal telah mendengarkan ucapanku ! Dia tidak tega bila harus menjadi Zizi sebagai tumbal sekolahan tahun ini dan sebagai tumbal terakhir ! Karena Agung tau, Zizi anak yang baik, pandai dan suka menolong, apa lagi saat ia bisa mengungkapkan permasalahan yang dihadapi Mayang, Agung makin ketat ketir saat ku ancam nyawa Aludra. Akhirnya dia berkata bahwa lebih baik dia yang di jadikan tumbal sekolahan tahun ini, hahahaaa, ya sudah, mampuslah dia, tapi bukan sebagai tumbal, hanya pelampiasan kekecewaanku, hahahaaaa"
"Kau bahagia ?? Menghilangkan nyawa banyak orang ? kau bahagia ??"
"Tentu saja bahagia !! Hahahaa"
"Demi apapun itu, tidak akan pernah aku relakan anakku kau bawa !"
"Ya, kita lihat saja. Khodamnya pun sudah aku kembalikan satu"
"Memang kau kurang ajar !"
"Dia yang tak tau diri ! Harusnya dia tak melawanku ! Dia adalah tumbal agar aku menghentikan kegilaanku di dunia ini ! Agar tidak ada lagi korban selanjutnya ! Aku hanya minta dia !!"
"Bahkan dari garis keturunan kami, sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan darah tumbal, mengapa kau sangat menginginkannya ?"
"Tapi dalam perjanjian dia adalah tumbal terakhir, aku tidak peduli dia ada sangkut pautnya atau tidak ! Yang pasti dia harus menjadi milikku, selain itu dia juga sudah berani melawanku, mengalahkanku, dan dia juga pernah meremukkan tulang-tulangku ! oh gadis yang sadis bukan ?"
"Kau salah paham, bahkan Zizi sendiri tak mengerti dengan hal ini, aku yakin dia melakukan hal itu hanya untuk melindungi dirinya sendiri"
"Aku ga peduli ! Dia juga terlalu banyak mengikut campuri urusanku ! Dendamku dengan Aludra pun ia masih ikut campur !"
"Karena Aludra adalah ibu kostnya, ga mungkin dia diam saja ketika melihat semuanya, apa lagi posisinya kamu yang salah, bukan Aludra !!"
"(Menatap ke arah pak Slamet) berani kau menyalahkanku ?!! Berani ?? Hiiiaakkkkkkk !!!"
Pisau itu mulai melayang-layang mencari sasaran. Tangan Kanaya begitu lihai mempermainkannya.
"Kau tidak akan bisa menghentikanku !!"
"Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah"
"Tidak usah kau bawa-bawa nama Allah !"
"Itu tidak mungkin ! Karena Allah adalah sebaik-baiknya pelindung"
HIIIAAKKKKKKK !!
SREETTTTTTT
__ADS_1
"Arggg !!!"
Pisau itu mengenai paha kanan pak Slamet. Kanaya pun terlihat tersenyum manis.
"Apa kau tau apa yang tak pernah Zizi makan ? Dan itu menjadi pantangan bagi Zizi ?" tanya Kanaya.
"Ketan hitam" jawab pak Slamet ragu.
"Hahahaaaa... Hahaha..."
"Bukankah beberapa Minggu ini dia memakannya ?"
DEGGG
"Itu tidak mungkin"
"Kau tidak percaya ?"
"Dia akan muntah darah kalau dia memakannya"
"Hahahahaaa... Nyatanya dia baik-baik saja"
Pak Slamet menoleh ke arah Zizi.
"Khodamnya melindunginya, tapi kita lihat, seberapa lama khodam itu akan bertahan, hahahahaaa..."
"Kau apakan anakku kenapa bisa dia memakan ketan hitam ?"
Kanaya terdiam.
"Dari tadi aku curiga ! Yang ada di hadapanku bukanlah Kanaya" ucap pak Slamet dalam hati.
"BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM"
DEGG
Ternyata bener, bukan Kanaya yang ia hadapi, melainkan Kiandra. Dan ia menoleh ke arah kawan-kawannya, mereka pun ternyata bukan melawan Kanaya. Bahkan pedang kawannya itu tak mengikat Kanaya melainkan seorang anak lelaki.
"Dimana dia ?!" ucap pak Slamet panik.
Lalu ia segera menoleh ke arah Zizi yang sedang melawan Kanaya yang asli.
"Anakku dalam bahaya"
Pak Slamet segera berlari menuju ke arah Zizi.
"Ziziiiiii"
Menyadari hal itu Kiandra langsung menarik kakinya dan menyerangnya kembali.
"Tidak akan ku biarkan !!" teriak Kiandra.
"Kau pun sama ! Buta hati !!" ucap pak Slamet geram.
"Diaaaaaam !!!" teriak Kiandra.
__ADS_1
"Eh, tunggu, kau.... Ternyata sudah meninggal ?????" ucap pak Slamet saat mendapati kaki Kiandra tak menyentuh tanah.
Kiandra hanya menatap ke arah pak Slamet dan melepaskan tangannya dari kaki pak Slamet.
"Apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya pak Slamet menatap Kiandra penuh iba.
"Jika aku masih hidup, bagaimana bisa aku keluar masuk dunia ini (ghoib) dengan mudahnya walaupun tanpa ilmu apapun".
"Jadi......"
"Aku bunuh diri dan setelahnya aku baru bertemu dengan Kanaya".
Pak Slamet terdiam.
"Waktu itu, aku baru saja lulus SMA dengan nilai tertinggi, aku bahagia, karena itu adalah kerja kerasku selama 3 tahun. Tadinya, aku mau memberitahukan kabar gembira ini kepada kedua orang tuaku, namun sesampainya di rumah, mereka justru tidak ada. Aku tunggu sampai larut malam, sampai aku ketiduran dan terbangun di esok harinya, mereka belum juga kembali. Setidaknya jika ingin pergi, beritahu terlebih dahulu, agar penantianku tak sia-sia. Tulisanlah di selembar kertas atau bisa kan menelpon atau bilang ke tetangga agar mereka memberitahu saat aku pulang."
"Kemana mereka ?"
Kiandra menoleh.
"Kau pasti tau jawabannya"
"Berkunjung ke tempat Aludra ??"
"Hahahaaa.... Hahahaa.... (tiba-tiba terdiam dan menundukkan kepala) Aludra... (matanya mulai berkaca-kaca) dia sangat pandai, pandai mengambil hati orang yang ku sayang, pandai mengambil hati orang yang ku cinta, dulu aku punya rasa sayang juga terhadap Aludra, tapi rasa itu berubah seiring berjalannya waktu. Kenapa hanya Aludra, Aludra dan Aludra..."
Pak Slamet mulai memahami permasalahannya.
"Aku benci Aludra, aku benci dia, aku benci, hahahaaaa"
"Apa kamu sudah minta penjelasan dari orang tuamu soal masalah ini ?? siapa tau kau hanya salah paham"
Tatapan Kiandra mulai berubah. Matanya memerah dan melotot penuh ke arah pak Slamet. Lalu tiba-tiba ia menghilang.
"Hah !! Kemana ??"
Pak Slamet mencoba mencarinya, ia menoleh ke setiap arah namun ia tak menemukannya.
PUKKK
Ada yang tiba-tiba menepuk pundak pak Slamet. Pak Slamet segera menoleh namun tak ada siapa-siapa, ketika pak Slamet berbalik arah ternyata Kiandra sudah berada tepat di hadapannya dengan wajah yang mengerikan dan siap menyerang.
AAAAAAAAAA
Pak Slamet berusaha menghindar dan berlari. Namun suasana kembali sunyi. Pak Slamet bingung, ia pun terdiam.
"Papaaaaa"
Pak Slamet celingukan mencari suara itu.
"Zi, kamu dimana nak ?? Zi.... ! kamu baik-baik aja anak !!"
"Hahahaha...."
Pak Slamet kaget, suaranya berganti dengan tawa.
__ADS_1
"Dimana anakku ??!"
"Hahahaha..."