Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Susah membedakan


__ADS_3

"Jangan-jangan semalam kak Dewi bercermin ??"


Zizi segera mengejar Dewi keluar. Tapi ia malah tak menemukannya.


"Secepat itu ngilangnya ?"


Zizi pun kembali ke kantin. Di sana ternyata ada Rifki.


"Hay Ki !!" sapa Zizi.


"Lama amat ke toiletnya ?" tanya Rifki.


"Huufh ! Ngantuk gue Ki, makanya cuci muka dulu"


"Nanti gue temenin deh besuk Tasya"


"Serius ??"


Rifki tersenyum.


"Ada masalah lain ??" tanya Rifki saat melihat raut wajah Zizi kurang bersemangat.


"Ga ada ko Ki"


"Kalau ada masalah, jangan di pendem sendiri, iya ga Sof ??"


"Iya, kalau kita bisa bantu pasti di bantu ko, asal jangan ada kaitannya sama makhluk ghoib aja kalau gua mah, hehe"


Zizi tersenyum.


"Kenapa ?? Cerita aja ??" ucap Rifki.


"Sebenarnya... (menoleh ke kanan kiri)"


"Cerita aja, ga ada yang denger ko, kan ini jam pelajaran. Anak-anak yang lain pasti di kelas lah"


DEGG !!


"Iya juga ya ? Terus tadi yang nemuin gue di toilet itu asli kak Dewi bukan ya ?? Ini kan masih jam pelajaran. Mana mungkin dia nemuin gue ? Apa ini sebuah pertanda kalauuuu...??" tanya Zizi dalam hati.


"Zi !!"


"Yeee... Ini anak malah bengong"


***


Sepulang sekolah Zizi dan Rifki langsung menuju Rumah sakit. Mereka segera ke ruang informasi untuk menanyakan kamar baru Tasya.


"Maaf, atas nama Tasya hari ini sudah pulang Dek"


"Pulang ???" tanya Zizi kaget.


"Bukannya masih kritis ya ?"


"Tadi pagi Dokter sudah mengecek dan memeriksanya, ia benar-benar sudah sangat sehat. Makanya sudah di perbolehkan pulang"


"Ko bisa ??" tanya Zizi heran.


Mereka pun pergi keluar.


"Sebenarnya Tasya sakit apa Zi ??" tanya Rifki.


Zizi menoleh ke Rifki dan membawanya ke kantin Rumah sakit, kemudian menceritakan keanehan yang terjadi pada Tasya.


"Bahkan, kata khodam gue, anak-anak di kost juga ga boleh lihat cermin saat jam 2 malam"


"Kalau soal lihat cermin di jam 2 malam itu memang harusnya di lakukan hampir semua orang Zi, ga cuma yang di kost lu aja. Karena pantulan dari cermin saat jam 2 malam itu mistis. Bisa jadi itu bukan pantulan dari bayangan kita sendiri"


"Oh gitu ya Ki, tapi kayaknya kak Dewi melanggar aturan itu. Tadi pas gue ke toilet gue di datengin dia dengan wajah yang pucat"

__ADS_1


"Itu bukan dia"


"Hah ??? Maksud lu ??"


"Lu itu punya khodam. Kenapa sih ga bisa bedain mana manusia dan yang bukan manusia ??"


"Gue sendiri heran. Mata batin gue juga ga terlalu peka"


"Gini aja deh. Coba tanyakan dulu ke orang tuanya Tasya, gimana keadaan dia sekarang. Abis itu lu cek anak-anak kost di sana. Baik-baik aja atau nggak. Seperti yang bu Kiandra bilang, mereka itu anak yang bandel. Apa lagi cuma ucapan lu, aturan di kost itu pun mereka langgar kan ??"


Zizi terdiam.


"Masalahnya tuh gua ga punya nomor telponnya orang tuanya Tasya"


***


Di rumah Tasya.


"Gimana keadaan Tasya ma ??" tanya papa Tasya.


"Dia baik-baik aja pa, aneh kan ? Semalam dia kejang dan muntah darah begitu hebat. Lalu paginya sehat betul dia. Di cek sama dokterpun ga ada masalah katanya"


"Coba kita tunggu nanti malam. Apa dia akan baik-baik saja ?"


"Tapi perutnya sudah mengecil pa"


"Ini pasti guna-guna"


"Maksud papa ??"


"Dia ga hamil tapi perutnya membesar itu artinya dia kena guna-guna atau sihir ma"


"Gimana kalau kita tanyakan saja ke dukun ??"


"Kenapa harus ke dukun ?? Sirik ma. Mending ke pak ustad saja"


"Memangnya ustad tau soal guna-guna ?? Yang tau itu cuma dukun !!"


"Ga ! Mama mau panggil dukun saja"


Tiba-tiba mereka mendengar teriakan Tasya.


AAAAAAAA


Mereka pun segera menghampirinya.


"Pergiiii !! Pergiiii !!" teriak Tasya sambil melempar bantal ke arah pojok tembok kamarnya.


Ibunya segera mendekatinya sambil mengelus kepala anak itu.


"Ada apa sayang ??"


"Pergiii !! Jangan ganggu gueee !! Pergiii !! Aaaaaa !!"


Ibu dan bapaknya pun bingung. Pasalnya mereka tak melihat apa yang di lihat Tasya.


"Maaa... !! Tasya takuuut !! Suruh dia pergi ma !!"


"Siapa ??" tanya ibunya heran.


"Itu maa !! Ituu !!" ucap Tasya sambil menunjuk- nujuk ke arah pojok tembok kamarnya.


"Pa !! Cepat cari dukun !!"


"Kenapa harus dukun sih ma !! kenapa ga pak ustad saja !!"


"Mama maunya dukun pa !!"


Saat suasana memanas tiba-tiba kakinya Tasya di tarik oleh sesosok makhluk.

__ADS_1


AAAAAAA


Kedua orang tuanya langsung memegangi tangan Tasya.


"Ma !! Tolongin Tasya maa !!"


Gemetarlah seluruh tubuh ibunya saat menyaksikan kaki anaknya ada yang menarik-narik.


Untung saja itu tak berlanjut. Sosok itu kemudian menghilang dan belum sempat menampakkan diri di hadapan kedua orang tuanya Tasya.


Tasya pun memeluk ibunya erat-erat. Ia benar-benar takut. Baru kali ini ia di perlihatkan sosok yang selalu mengganggunya saat di kost.


"Apa yang tadi menarikmu nak ??" tanya ibunya.


"Ga tau ma. Dia sosok yang Tasya lihat di kamar ibu dan bapaknya bu Aludra."


"Seperti apa wujudnya ??"


"Hitam dan menyeramkan"


"Panggil dukun pa !! Panggil dukun sekarang !!"


Dengan berat hati papanya pun pergi mencari dukun. Tasya pun tak mau di tinggal sendirian. Mamanya selalu menemaninya di kamar.


"Ma Tasya takut maa... Tasya ga mau lagi balik ke kost itu ma..."


"Iya sayang, besok-besok kita cari kost yang baru saja ya ??" ucap ibunya sambil memeluk erat anaknya.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya papanya Tasya pulang juga, ia membawa seorang dukun yang katanya paling sakti.


"Ini ma, namanya mbah Darmaji, terkenal sangat sakti dalam urusan ghoib"


"Salam kenal mbah Darmaji"


"Mana anakmu ??"


Tiba-tiba Tasya melempar sebuah vas bunga ke kepalanya Darmaji.


CETUUKKK, PRAAANGG


"Apa-apaan papa ini ?? Mengapa memanggil seorang buron polisi kemari ?? Papa mau anaknya di lecehkan olehnya !!" teriak Tasya.


"Maksudmu apa nak ??" tanya papa


"Oh rupanya dia mengigau" ucap Darmaji.


"Mengigau ???" tanya mama


"Diam di situ kau bangs*t !!!" ucap Tasya.


"Auranya sangat kuat, ada sesosok yang selalu mengikutinya" kata Darmaji.


"Gue ga mau liet muka lu ada di sini !! Usir dia pa !! Gue ga mau lihat wajah dia !!" teriak Tasya sambil melempar beberapa barang yang ada di dekatnya.


PRAANGG !!


"Sabar nak."


Darmaji pun mulai membacakan mantra.


"Aaaaa !!! Kurang ajar kau !! Panaaaasss !! Hentikaaaan !!"


Tasya pun mulai mendekati Darmaji dan mencakar serta menendangnya.


"Hentikaaaan !!"


"Tasya !! Lepasin nak. Dia sedang berusaha mengusir jin yang ada di tubuhmu !!"


"Tasya ga mau dia ma !! Ga mau !! Dia pembohong !!! Aaaaaa !! panaaassss !! bangs*t lu !!! Aaaaa"

__ADS_1


Darmaji pun menempelkan jempolnya ke dahinya Tasya sambil terus berkomat kamit. Alhasil Tasya pun lemas dan tak berdaya.


"Mbah mbah mbah !! Tasya kenapa ???"


__ADS_2