Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Saranjana


__ADS_3

***


Setelah Kanaya menghilang, langit pun kembali cerah. Ruangan itu pun terang kembali. Anak-anak yang kesurupan mulai kembali normal. Tak lama para polisi dan ambulans pun datang.


Para petugas itu segera mengangkat para mayat dan sementara waktu ruang aula di tutup. Tatapan-tatapan orang-orang di sana kosong menyaksikan semua ini.


Semuanya di amankan. Sekolah di liburkan sementara waktu, hal ini kembali seperti dulu saat kejadian pembunuhan Kanaya.


"Rasanya tabu melihat pemandangan ini di sini saat ini"


Zizi pun kembali ke kost itu. Ia langsung rebahan di kamar, rasa lelahnya membuatnya mengantuk, dan tak lama ia pun tertidur.


***


Zizi terbangun dalam keadaan yang membingungkan di sana ada banyak sekali anak-anak yang terkurung dalam jeruji. Mereka menjerit dan minta tolong. Kemudian jeruji itu di gotong oleh dua sosok besar tinggi dan kuat.


Kemudian datanglah mbok Tasma. Ia tersenyum. Lalu datanglah seseorang di belakang mbok Tasma.


"Mbok Tasma ???"


"Lungguh rene nduk !"


Zizi pun duduk di sebelah mbok Tasma.


"Tugasku njogo koe wis pungkasan. Iki mbah lanangmu, sing arep ngganteni aku. Jenengane Mbah Singadita."


"Assalamu'alaikum Zizi" sapa mbah Singadita.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Zizi.


"Aku arep pamitan" ucap mbok Tasma.


DEGGG !!


"Mbok mau kemana ??"


Mbok Tasma hanya tersenyum.


"Mbok jangan pergi !!"


Kemudian Mbok Tasma berdiri. Zizi pun turut berdiri.


"Jogo Zizi apik-apik" ucap Mbok Tasma pada Mbah singadita.


Singadita pun menganggukan kepalanya sembari tersenyum.


"Mbok yakin, kamu akan lebih aman di jaga mbah Singadita"


"Tapi mbok !!"


Mbok Tasma tersenyum. Lalu ia pun melangkah pergi meninggalkan mereka dan mengikuti dua sosok tadi.


"Jangan pergi mboook !! Mboooooookkkk !!"


Zizi terbangun dari tidurnya.


HUUUFHH !!


"Cuma mimpi"


***


Satu bulan berlalu setelah kejadian itu. Kini semuanya mulai kembali normal seperti sedia kala. Proses belajar mengajar pun kembali efisien.


"Huuufh !!! Segar sekali udara hari ini" ucap Rita.


"Iya ya, langitnya juga sangat ceraaaaah" sambung Nia.


"Apaan, panas tau !!" ujar Mega.


PRIIIIIIT !!


Bunyi pluit panjang punya guru olahraga terdengar nyaring di lapangan.


"Ayo ayo ayo semuanya berkumpul !! Baris yang rapi !! Kita pemanasan dulu sebentar"


"Ini udah panas paaaak !! Nanti kulitku gosong" rengek Mega.


"Cantik itu ga harus putih Mega"


"iuuuh !! Bapak ini, ga tau apa kalau perawatan kulit gue ini mehong paaak"


"Sudah sudah sudah !! Rentangkan kedua tangan !!"

__ADS_1


Semuanya pun mengikuti instruksi pak guru.


"Oi Doni !! Kenapa malah gandengan tangan ?? Ga dengar instruksi bapak ya ??"


EKHEMM EKHEEEMMM


SUIIT SUIIT SUUIIITTTT


Sorakan kecil mengiringi Doni dan Mayang yang malah bergandengan tangan saat di suruh merentangkan tangan.


Terlihat pipi Mayang sedikit memerah karena malu. Mereka yang berbaris berdekatan malah di manfaatkan untuk PDKT.


"Doni pindah ! Jangan di situ" perintah guru itu.


"Ah bapak ! Ga seru ah !! Iya deh iya ga gandengan tangan lagi, tapi jangan di suruh pindah ya pak ?? Soalnya ga mau jauh dari Mayang"


EKHHHEMMM EKHHEMMM


"Haduuh !! Bucin" ucap guru itu sambil tepuk jidat.


Doni pun hanya tersenyum. Kini ia sudah tak malu lagi mengumbar kedekatannya dengan Mayang. Malah membuat anak-anak yang lain ikut mendukung dan banyak juga yang merasa iri karena Doni terlihat sangat bersikap manis terhadap Mayang.


"Bungkus Don ! Bawa pulang, hahahaa"


"Sekarang namanya bukan Mayang lagi ya Don ?? Tapi......"


"Yayang"


HAHAH HAHAA


"Yayang-nya pake K jangan pakai G"


"Yayank, hahaha"


"Yayank udah makan belum yaaank ?? Hahaha"


Doni menoleh ke arah Mayang. Mayang pun terlihat tersipu malu.


***


Selesai olah raga Zizi dan kawan-kawan pergi ke toilet. Mereka pun melewati ruang kelas 12 IPA 1. Di sana sedang ada pembongkaran ruang itu dan akan di renovasi kembali.


"Uuuhh ! Seneng deh rasanya, sekarang udah ga perlu diam dan menunduk lagi kalau lewat sini" ucap Nia.


"Salto juga bisa" kata Mega.


"Oh iya Kanaya pindah kemana waktu itu ya ??" tanya Sofia.


"Saranjana kalau ga salah ya Zi ??" ucap Nia.


"Iya"


"Saranjana tuh mana ?" tanya Mega.


"Kalimantan selatan"


"Waduh jauh juga ya ?"


"Mau manen sawit dia, hehe" ledek Rita.


"Saranjana, kayak pernah denger Zi" ucap Mayang.


"Pasti dikit-dikit tau lah tentang Saranjana"


"Kalau di jadikan nama anak keren juga" ucap Mega.


"Hahahaa, Saranjana itu nama kota ghoib" jawab Zizi.


"Hah ??? Serius ??" ucap semua anak kompak


"Ya iyalah. Tanya saja sama orang kalimantan. Mereka percaya akan adanya kota itu. Walaupun nih ya... Walaupun. Di peta tuh ga ada, ga sembarangan orang bisa melihat kota itu"


"Jangan nakut-nakutin dong Zi !" kata Nia.


"Ga nakut-nakutin ko, tapi serius. Orang kalimantan percaya akan adanya kota itu walaupun ga kelihatan oleh mata normal kayak kita ini"


"Lebih tepatnya tuh dimana sih Zi ? Kota Saranjana itu ?" tanya Mayang.


"Kurang lebih di Desa Oka-oka, Kecamatan Pulau Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan"


"Kesana yuk ??" ajak Sofia.


"Apaan sih lu Sof !! Nyari apa ke sana ??" tanya Mega.

__ADS_1


"Nyari jin yang tampan ya Sof ??" ledek Zizi.


"Adakah Zi ??"


"Katanya semua penduduk di Saranjana itu cantik-cantik dan gagah-gagah" jawab Zizi.


"Wow, bikin aku tergoda"


"Ga cuma cantik dan gagah, mereka pun sopan santun dan baik hati, tutur katanya lembut"


"Wuidiiih... Makin penasaran gua, tapi di sana ada makanan kan Zi ?"


"Ya ada lah, bahkan katanya buah-buahan di sana berukuran lebih besar dari buah di dunia nyata."


"Wah boleh di borong tuh"


"Kalau di bawa ke alam nyata buah itu akan berubah kembali ke ukuran yang sama seperti yang ada di sekitar kita ini"


"Ko bisa ??" tanya Rita.


"Itulah ajaibnya"


"Bikin penasaraaan" kata Nia.


"Ya elu meng-ghoib dulu biar bisa ke Saranjana" ucap Rita.


"Gua belum lulus sekolah Taaaa !"


"Si Kanaya beneran ke sana ??"


"Iya. Jangan-jangan bohong dia."


"Kayaknya sih beneran. Tapi yang pasti dia udah pergi jauh dari sini ko"


"Huuufh !! Syukurlah"


"Kira-kira Kanaya naik apa ya ke sananya ??"


"Naik pesawat kali, tapi nempel di badan pesawat bagian luarnya, haha... Kan dia ga punya paspor, hahaha"


"Ga perlu paspor lah Ta !! Tinggal nongol di depan pramugarinya aja udah di izinin masuk ko, kan punya wajah yang menyeramkan, hehe"


"Iya ya, tinggal di ancam aja. Gratis naik atau pesawatnya gua ilangin ! Hahahaha"


"Bukan gitu ! Tapi di ancam, di bolehin naik atau semuanya ku bunuh ??"


"Wuiih serem Ta"


"Ternyata Nia sama Rita tuh kalau ngehalu aneh gitu ya Zi ??" ledek Sofia.


"Hahahaa"


"Makanya gua males banget temanan sama mereka, iuhh" jawab Mega.


"Woi Mega ! Lu kalau ga berteman sama kita lu ga punya teman, ga ada yang mau sama lu"


"Kan masih ada Zizi, Mayang, Sofia juga weee"


"Udah udah, yuk keluar. Jangan kelamaan di toilet"


"Gua mules nih, bentar ya ? Kalian ke kantin dulu aja" kata Mega.


"Beneran kita tinggal ??"


"Iya ga apa-apa ko"


"Ya udah, daddah Megaaa..."


"Daaaaghh"


Setelah itu Mega pun menutup pintu. Sekilas tiba-tiba seperti ada bayangan yang lewat.


"Ritaaa ! Nia ! Itu elu kan ?? Ga usah nakut-nakutin deh" ucap Mega.


Ruang toilet itu benar-benar hening. Tak ada seorangpun selain Mega di sana. Lalu Mega bersikap acuh terhadap hal ganjal tadi.


Setelah selesai ia pun mencuci tangannya. Tapi air kran itu kecil. Mega mencoba mengoreksi.


"Apaan ini yang nyangkut di dalam kran ?? Pantesan airnya mampet, rambut siapa lagi ini ?? Jorok banget sih"


Mega mencoba menariknya. Tapi semakin di tarik malah semakin panjang. Ia heran tapi tetap ia lanjutkan. Tapi tak kunjung ia temukan ujungnya. Saat di rasa sudah terlalu lama ia menarik, ia pun menoleh ke ke arah rambut-rambut tadi.


Mega kaget karena rambut itu sudah memenuhi lantai kamar mandi dan mulai bergerak. Jantung Mega berdegup kencang dan ia pun berteriak.

__ADS_1


AAAAAAAAAAA


__ADS_2