
"Ziziii !!!" teriak Rifki.
Zizi menoleh dan matanya berbinar saat melihat kedatangan teman-temannya.
"Rifki !!"
Ketika hendak mendekati Zizi mereka semua terpental oleh sebuah mantra yang di buat Darmaji.
AAAAAGH !!
"Hahahahahahaaaaa"
Darmaji segera melemparkan sebuah tali dan segera saja ke 4 anak itu pun terikat. Sedangkan Zizi masih bersiap siaga dengan kayu yang ada di tangnnya.
"Lepasiiiiin !!" teriak Mayang.
Tapi semakin mereka bergerak tali itu semakin mengikat kencang. Melihat hal itu Heru pun tertawa lepas dan puas karena telah membayar orang yang tepat untuk masalah yang sedang ia hadapi.
"Hahahaaa... Memang hebat kau Darmaji !!" ucap Heru.
"Hahahahaaa"
Mereka pun berusaha untuk bisa melepaskan diri dari tali itu.
"Jangan ada yang bergerak !! Tali ini akan semakin kencang apabila ada yang bergerak !" ucap Doni.
"Hahahaaaaa !! Rasakan kalian bocah-bocah tengik !!" ucap Darmaji.
Mayang menatap tajam ke arah Darmaji. Dendamnya terhadap Darmaji belumlah padam. Rasa sakitnya belumlah sembuh. Tapi Darmaji tak mempedulikannya lagi. Kini ia mencoba fokus untuk bisa menakhlukan Zizi.
Heru dan Darmaji pun bersama-sama mendekat ke arah Zizi. Jantung Zizi semakin terpacu melihat dua pria bejad yang ada di depannya.
"Sekarang sudah tidak ada yang bisa mengganggu lagi !! Sudah lelah gue !! Ikut sekarang dan layani gue !!" ujar Heru.
"Cuih !! Tidak sudi !! Lebih baik mati dari pada harus melakukan hal konyol macam itu !!" ucap Zizi sambil terus mundur.
"Hahahaaa !! Kau belum merasakan kenikmatan yang hakiki. Jadi kau berkata seperti itu. Ya kan Her ?? Hahaha"
"Hahahaaa... Benar benar benar !! Pak Darmaji kan sudah berpengalaman... Gimana kalau kita nanti main bertiga saja pak ?? Hahaha seru kan pak ?? Hahahah"
"Hahahaha boleh boleh boleh"
"Ayolah Ziziii..." rayu Heru.
Suara motor dan cahaya lampu dari motor itu pun membuat kaget Heru.
"Bima ?"
"Lu apa-apaan sih Her !! Lepasin Zizi !!" teriak Bima dari kejauhan.
"Heh Bim !! Bukan urusan lu !! Gue mau ngapain ini anak. Kan dia bukan pacar lu !"
"Her gue ga mau ada kekerasan dalam hal ini" ucap Bima.
Heru kaget saat Bima bisa memasuki lingkar yang di buat oleh Darmaji.
"Hah !! Ko bisa ?"
Bima segera meraih tangan Zizi, tapi di tarik kembali oleh Heru. Dan akhirnya terjadilah perkelahian di antara mereka.
"Lu chat Bima juga Sof ?" tanya Rifki.
"Ya iyalah. Cuma Bima yang bisa ngalahin Heru"
"Terus kita gimana ?? Tali apa sih ini ?" tanya Rifki.
Terlihat Mayang sedang mendekat ke arah Darmaji. Darmaji pun kaget, Mayang langsung menyerangnya.
HIIIIAAAKKKKK
__ADS_1
"Lah ?? Ko Mayang di sana ??" tanya Rifki heran.
"Lah iya ya ??"
Mereka hanya melongo melihat Mayang.
"Sudah ku bilang jangan pernah ganggu teman-temanku lagi !!" ucap Mayang sambil terus menyerang Darmaji.
"Aku ga takut sama ancaman murahanmu itu !!" jawab Darmaji.
"(Tersenyum tipis) mau mati rupanya kau !!" gertak Mayang sambil mencekik Darmaji.
"kkkkk kurang ajar kau ya !!" ucap Darmaji sambil berbalik menyerang Mayang.
"Mayang !!"
Doni sontak berteriak saat melihat kekasihnya di cekik Darmaji.
"Bismillahirrohmanirrohiim.... Ki !! Satukan kekuatan untuk bisa melepas tali ini !! Pacar gue dalam bahaya !!"
"Iya Don"
Mereka pun sama-sama memejamkan mata dan berdo'a dalam hati. Sedangkan Sofia ikut-ikut merem saja.
Tak lama tali itu pun lepas. Tapi di sana mereka sudah di kepung oleh pasukannya Darmaji.
"Olahraga malam kita Don !"
"Ini terlalu banyak ! Ga ada waktu buat nolongin Mayang !"
PIIIIIIMMMMMM...
Suara klakson motor itu mengagetkan mereka yang sedang berkonsentrasi. Ternyata itu adalah Zidan dan Mega.
"Zidan ??"
Mega pun turun dari motor itu. Pasukan Darmaji pun mulai menyerang mereka. Sedangkan Mega dan Sofia minggir sejenak sambil berfikir cara menyelamatkan Zizi dan Mayang.
"Ngapain aja kalian dari tadi ko belum menyelamatkan Zizi ??" tanya Zidam sambil melawan yang lain.
"Bacot lu !! Gua aja baru bisa lepas dari ikatan tali ko !!" jawab Doni.
"Oalah ! Gitu aja ko"
"Gitu aja pala lu soak !! Tali punya Darmaji lu tau kan ?? Makin bergerak makin kenceng tuh tali !! Gitu aja gitu aja !! Kalau ngomong yang bener dong lu !!"
"Doni ! Zidan !! Bisa diem kagak !! Mulutnya di kunci dulu !!"
Di sisi lain Mayang terjatuh dan makin di hajar parah sama Darmaji. Darmaji makin geram pada tingkah Mayang yang sekarang makin berani terhadapnya.
"Percuma !! Ga bakal bisa ngalahin aku !!" ujar Darmaji.
Mayang hanya menatapnya dalam-dalam.
DUAKKK !!
Darmaji di tendang Doni.
"Berani lu sentuh Mayang lagi !! Nyawa lu melayang !!" ancam Doni.
"Hahahahaa !! Ancaman t4i !! Ga takut gua !! Sini maju !! Hiiiaaakkkk !!"
Darmaji pun mulai mengerahkan kemampuannya untuk melawan Doni.
SRUUUTTTTT....
Doni sedikit terpental saat Darmaji mengeluarkan ajiannya. Mayang yang melihat itu tak tinggal diam. Ia segera membantu Doni melawan Darmaji.
"May !! Minggir aja deh !!" pinta Doni.
__ADS_1
"Ga Don !! Gue ada dendam sama dia !! Gue mau ngebalas rasa sakit hati gue !! Hiiiaaakkkkk !!"
"Mayang awas !!"
Darmaji mulai mengeluarkan khodamnya. Doni pun tak mau kalah, ia segera memanggil khodamnya. Tak di duga Mayang ternyata punya ilmu ajian rawarontek juga.
Mereka segera menyerang Darmaji. Namun Mayang terluka cukup parah. Sedangkan Doni makin geram saja.
"Kuranga ajaaaaaaaar !! Bersiaplah kau Darmajiiiii !!!!!!" teriak Doni.
Di sisi lain Heru dapat mengalahkan Bima. Bima pun babak belur di buatnya.
"Masih mau sok jago lu Bim ???"
Bima tak mampu menjawabnya. Kini Heru bertambah kuat saja, padahal dalam skill bertarung Bima yang biasanya mampu mengalahkan Heru. Kini ia tergolek lemas di tanah.
Setelah Rifki dan Zidan mampu mengalahkan antek-antenya Darmaji, Rifki pun berlari membantu Doni, sedangkan Zidan mencoba membantu Zizi.
"Sudah cukup kak !! Lihatlah di belakangmu ! Banyak darah yang tertumpahkan percuma. Hanya karna kau punya sedikit rasa dendam terhadap Zizi." ucap Zidan sembari mengambil kayu yang ada di tangan Zizi.
"Siapa lagi lu !!"
"Ga penting siapa aku, aku hanya memberi peringatan agar stop ! Jangan berlanjut lagi"
"Kalau gue lanjut lu mau apa ??"
"Mau melumpuhkan kaki dan tangan kakak"
"Hahahaaa, kalau bisa silahkan saja !!"
Baru saja Heru mengucap, Zidan langsung menekuk tangan Heru dengan kekuatannya. Zidan tak menyentuhnya secara langsung.
AAAAGH !!
Heru pun tetap maju hendak melawan walau tangan satunya sudah di buat menekuk ke belakang oleh Zidan.
"Anak setan kau !!!" pekik Heru.
Zidan segera melumpuhkan kaki Heru, dan Heru pun terjatuh. Tapi tiba-tiba Zidan terseret ke area Doni dan Rifki. Aksesoris yang melekat pada tubuh mereka membuatnya tak bisa berbuat apapun saat Darmaji mulai menggunakan ajiannya.
"AAAAARRRRGGHHH !! Kurang ajar kau Darmajiii !!" teriak Doni.
Mereka bertiga di buat tak berdaya dan Darmaji mulai mengambil ilmu-ilmu itu untuk bersiap melawan Zizi.
"Hahahahaaa !! Anak-anak yang malang"
"Hahaha !! Bagus Darmaji ! Sekarang tinggal eksekusi yang satu ini !!" teriak Heru sambil menunjuk ke arah Zizi.
Tiba-tiba Sofia dan Mega pun datang menyerang mereka dengan polosnya. Heru yang sedari tadi sudah tersulut emosi pun langsung menghajar mereka berdua.
DUUUAAKKK
"Aaahhh ! Mama sakiiit.. Hiks hiks" rintih Mega.
"Her cukup Her !! Gue mohon" pinta Sofia.
"Lu anak sial*n !! Gue benci ama lu !! Gara-gara adanya mama lu dan mamanya Bima !! Mama gue jadi menderita batin !!"
"Her !! Jangan bawa masalah kayak gini di sini !!"
"Kenapa ? Malu lu ?!! Gue ga mau nyakitin lu ! Sekarang lu minggir !!"
"Nggak !!"
"Aarrrgghh !!"
Heru meninju Sofia dan Sofia pun pingsan.
"Sof !!!!"
__ADS_1