
"Kayaknya ini pertanda buruk deh" ucap Zizi setelah melihat kejadian yang baru di alaminya.
"Jadi ini alasannya kenapa kost itu melarang agar tidak menyanyikan lagu jawa di sana, ada hal buruk yang pasti terjadi jika di langgar, wah seru nih" ucap Mega dalam hati.
Mega pun mencari alasan agar rencananya tetap berjalan tanpa hambatan.
"Mungkin hanya kebetulan aja zi, jangan gitu dong" ucap Mega.
"Ini serem tau ga ?" ucap Rita.
"Ok ok, aku harap ini hanya suatu kebetulan saja, semoga kedepannya tidak terjadi apa-apa" kata Zizi.
***
Sepulang sekolah Zizi, Doni dan Rifki berkunjung ke rumahnya Mayang. Sesampainya di sana sayang sekali, Mayang sedang tak ingin bertemu dengan siapapun.
Dan merekapun akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Di pertigaan jalan mereka harus berpisah karena beda arah jalan pulang.
Ketika hampir sampai di kost, Zizi merasa seperti ada yang dari tadi mengikutinya secara diam-diam. Zizi berhenti sebentar untuk memantau suasana.
Ia tak melihat ada siapapun disana selain dirinya sendiri. Benar-benar sepi. Padahal baru jam 4 sore. Kemudian Zizi buru-buru membuka pintu gerbang dan segera menutupnya kembali.
Ia pun segera masuk sambil terus berbalik badan melihat ke jalan. Saat di rasa sudah aman, ia pun menaiki tangga untuk menuju kamarnya. Di tengah perjalanan di tangga lantai dua ia melihat ada foto yang tergeletak jatuh di sana.
"Foto siapa ini ? Cantik-cantik sekali, ehh ini ko mirip ya sama bu Lulu (pemilik kost)" ucap Zizi sambil memperhatikan foto itu.
Tiba-tiba bu Lulu datang dan mendekat.
"Ehh Zizi, baru pulang Zi ?" tanya Bu Lulu.
"Iya bu, oh iya, ini foto punya ibu kah ?" ucap Zizi sambil memberikan foto itu.
Bu Lulu pun mengambil dan melihat foto itu.
"Oh iya, jatuh ya ? Tadi ibu abis beres-beres di gudang lantai empat" kata bu Lulu.
"Hehe, itu foto ibu pas SMA ya bu ?" tanya Zizi.
"Iya, ini foto bareng sama teman ibu, namanya Aya" jawab bu Lulu.
"Yang pake bandana merah namanya Aya ? Waah cantik ya bu ?" puji Zizi.
"Iya, cantik banget dia dulu, selain cantik dia juga pandai seperti Zizi" kata bu Lulu.
"Ah ibu bisa saja, saya biasa saja ko bu" ucap Zizi merendah diri.
"Aya dulu juga suka sekali main teka-teki, ibu sering kalah, soalnya teka-tekinya itu lumayan susah"
"Waah, sepertinya seru sekali"
"Iya Zi, hampir tiap hari kita bermain teka-teki"
"Kok rasanya saya jadi ikut bahagia ya bu, hehe"
"Kita dulu sekolah SMA di sekolahan kamu juga loh"
"Masa sih bu ?? Waah pantas saja, yang kost di sini kebanyakan juga anak SMA sana ya bu ?"
"Iya, ibu alumni SMA sana, makanya harga kost di sini ibu buat supaya pas di kantong para pelajar" tutur bu Lulu.
"Ibu baik hati sekali" ucap Zizi.
"Karna dulu ibu pas SMA juga indekost, harganya mahal-mahal, sempet punya cita-cita supaya bisa menciptakan kost yang nyaman tapi dengan harga yang relatif murah" kata bu Lulu.
"Oh gitu ya bu ? Oh iya teman ibu selama ibu punya kost di sini pasti bangga dong ?"
Bu Lulu terdiam sejenak, kemudian menatap foto itu sebentar lalu memasukkannya ke dalam saku gamisnya.
"Semoga saja bangga" ucapnya mulai terlihat lesu.
"Semoga saja ??? Apa ibu sudah lama tak mendengar kabar dari temannya ibu itu ?" tanya Zizi.
"(Tersenyum) tidak"
__ADS_1
Kini gantian Zizi yang terdiam.
"Maaf bu, kalau saya ada salah-salah kata" ucap Zizi.
"Iya, ga apa-apa ko, sudah sana, mandi, ganti baju abis itu makan, sepertinya teman-teman di lantai atas sudah selesai masak"
"Waah, enak nih, tinggal makan, ha ha ha"
"Ya sudah sana, jangan lupa belajar"
"Baik bu, terima kasih, saya naik dulu ya ?" ucap Zizi.
Bu Lulu menganggukan kepala dan tersenyum, kemudian ia terlihat turun ke lantai dasar.
***
Malam hari saat Zizi sedang menatap layar laptop dan makan cemilan ia dapat telpon dari Mega.
"Lagi ngapin Zi ?" ucap Mega lewat via suara.
"Lagi santai" ucapnya sambil mengunyah cemilan.
"Makan apaan sih lu ? Di telen dulu, baru jawab !!"
"Hehe, sorry sorry, lagi ngemil"
"Entar gendut lu kebanyakan ngemil"
"Nggak lah, ada apa nih malem-malem nelpon ?"
"Ya mau di ajarin nyanyi lah"
"Oalah, iya aku lupa, sorry sorry"
"Ya udah buruan"
"Lagunya yang mana ya ?? Hehe"
"Zizi !!!!"
"Cangkriman ya Zi ?"
"Waah, belum aku cari liriknya, gimana kalau Lingsir wengi aja dulu" ucap Zizi.
"Apa aja yang penting lu mampus !!" ucap Mega dalam hati.
Zizi mulai menyiapkan suara untuk mencoba nyanyi.
"Ekheemm.. Lingsir, lingsir wengiiiiiii"
Tiba-tiba saja ada angin yang kuat dan semua jendela di kost itu pun terbuka lebar.
GLUTAAKKK
Mega melotot mendengar suara nyanyian Zizi.
"Gila, suaranya bikin merinding" ucap Mega dalam hati.
"Sorry sorry, aku tutup jendela dulu ya ? Ini tiba-tiba jendelanya ngebuka sendiri" ucap Zizi.
"Waaah gawat, jangan-jangan udah di mulai" ucap Mega dalam hati.
"Ok, saya ulangi lagi ya ? Lingsir wengiiiii, sepi durung bisa nendraaa, kagodha mring wewayang, ngerindhu ati"
Mega menarik nafas, melihat sekeliling ia mengambil bantal guling untuk di peluk dan menarik selimutnya.
"Segitu dulu, sekarang coba Mega latihan" ucap Zizi.
Mega kaget.
"Hah ??!!"
"Gantian, coba Mega latihan" Zizi mengulangi ucapannya.
__ADS_1
"Haduh, gimana ini ??" tanya Mega dalam hati.
Kemudian ia pun berpura-pura kehilangan sinyal.
"Halo Zi, Zizi, haloo"
"Iya Mega ??"
"Halo ?? Ko ga ada suaranya"
Zizi pun bingung.
"Apa ga ada sinyal di sana ??" ucap Zizi.
Zizi pun mematikan panggilan itu, kemudian menelponnya kembali.
"Halo Mega ?"
"Iya Zi, sorry ya ? Koneksi jaringanku lagi ga bagus" alasan Mega.
"Ok, ga apa-apa ko"
"Tadi kamu ngomong apa ya ??" tanya Mega.
"Tadinya mau nyuruh gantian nyanyi, biar Mega sekalian latihan"
"Oalah, gitu ya ? Gimana kalau lagu yang lain dulu, itu nadanya terlalu tinggi, hehe" ucap Mega.
"Emmm... Ok, coba cangkriman ya ?" tanya Zizi.
"Aku nyari lirik cangkriman ko ga ada Zi ?" tanya Mega.
"Kalau nyari jangan nyari cangkrimannya, tapi dulu lagunya"
"Loh ?? Emang judul lagunya apa ??" tanya Mega.
"Judulnya itu 'nyata kowe wasis'. itu yang di cari" ucap Zizi.
"Nyata kowe wasis ?? Artinya apa ?" tanya Mega.
"Apabila benar-benar kamu pintar" jawab Zizi.
"Terus kenapa di kertas itu tulisannya Cangkriman ?" tanya Mega.
"Cangkriman itu artinya teka-teki atau tebak-tebakan" jawab Zizi.
"Oh gitu, coba deh aku mau dengerin" pinta Mega.
"Ok, dengerin ya ? Nanti gantian" ucap Zizi.
"Siiip"
"Nyata kowe wasis sis, segitu dulu deh" kata Zizi.
"haha, gampang itu Zi, Nyata kowe wasis sis"
Ketika Mega sedang mengucapkan kalimat itu, suaranya bergema di udara ruang kamar Zizi. Seolah-olah suara itu memang berasal dari ruangan itu sendiri.
Suara itu pun tak mirip dengan suara Mega yang sedikit cempreng. Ini suaranya lebih lembut.
"Zi, kamu masih di situ, gimana nadanya ? Naik turunnya udah bener belum ?" tanya Mega.
Zizi pun kaget.
"Ehh !!! Iya Mega, kita coba sekali lagi ya ?" ucap Zizi karena penasaran dengan suara itu.
"Nyata kowe wasis sis"
Kali ini Zizi mendengar ada dua suara, satu cempreng satu lembut. Zizi menarik nafas.
"Ok kita tambah liriknya, Nyata kowe wasis sis, badheken sing gelis lis lis lis" ucap Zizi.
"Ok, ekhem... Nyata kowe wasis sis, badheken sing gelis lis lis lis"
__ADS_1
Zizi menarik nafas lagi, menaruh hpnya dan sedikit memundurkan badannya.
"Kenapa tiap Mega nyanyi suaranya ada dua ? Apa hpku rusak ?? Atau telingaku lagi ga bener ?? Suara lembut siapa yang ku dengar ? Sedangkan suara Mega itu sedikit cempreng, apa dia lagi merekamnya terus di kasih suara yang lebih lembut ? Supaya neneknya suka ?"