
***
GLUTAKK
Sebuah botol parfum terjatuh dari atas meja. Aludra terbangun dari tidur lelapnya karena kaget mendengar bunyi itu.
"Ada tikus kah ?" tanya Aludra dalam hati saat melihat botol parfum itu tergeletak di lantai.
Di lihatnya jam dinding di kamarnya. Menunjukkan pukul 03 : 09 WIB. Kemudian Aludra menarik selimutnya kembali. Ia pun kembali tertidur. Tapi tiba-tiba dia mendengar lagi suara benda jatuh.
KLETEEKK
Suara lipstik terjatuh dari meja itu membuat Aludra penasaran. Dia pun membuka matanya dan melihat sekeliling.
"Kok bisa ?"
Ia pun bangkit dari tempat tidur dan mencoba mengambil lipstik itu.
"Siapa yang malam-malam iseng ?"
Lalu Aludra menaruh lipstik itu kembali ke tempatnya, dan mengambil botol parfum yang tadi terjatuh juga. saat ia mengambil botol parfum itu sekilas ia melihat ada sesuatu di kolong tempat tidurnya. Aludra pun mencoba memeriksanya. Tapi setelah diperiksa tidak ada apa-apa di sana.
Kemudian ia pun kembali ke tempat tidurnya. Tiba-tiba selimutnya seperti ada yang menarik. Bahkan tarikan itu semakin kuat. Aludra pun melepaskan selimut itu dan segera berdiri.
"Astaghfirullahal adzim"
Seketika semua benda yang ada terjatuh ke lantai semuanya. Sontak saja Aludra kaget dan panik. Ia segera berlari ke arah pintu. Tapi tiba-tiba pintu itu terkunci dengan sendirinya.
KLEKK KLEEKK KLEEEKKK !!
"Bukaaaaa !!"
KLEEKKK KLEEKK KLEEKK !!
Tiba-tiba kakinya di tarik oleh sesosok yang tak terlihat.
AAAAAAA
Aludra mencoba mencari sesuatu untuk pegangan, namun ia tak menemukan apa-apa.
BLLEEGG !!
Ia di jedotkan ke tembok kamar itu.
ADUUH !!
Nafas Aludra mulai tak beraturan. Ia mencoba menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tak ada siapapun yang ia jumpai. Ia mencoba membalikkan badannya agar ia bisa bangun dan berdiri.
Tiba-tiba semua barang-barang yang ada di bagian atas terjatuh semua dan sebagian menimpa Aludra. Ia menutup telinga dan matanya. Ingin sekali rasanya berteriak, namun tertahan di hati.
***
Pandangan Zizi masih tertuju pada rerumputan yang di lewati para makhluk-makhluk itu sambil membawa Darmaji. Setelah itu ada rombongan bayi-bayi mungil berjalan menuju arah yang sama. Sambil menangis mereka terus berjalan.
"Hiks hiks hiks... Eaaaaa eaaa"
Bayi-bayi itu masih sangat kecil, ada yang tangannya hilang, ada yang kaki hilang, ada yang penuh darah, ada juga yang penuh luka karena terkena benda tajam akibat aborsi.
__ADS_1
Zizi menutup mulutnya agar tak bersuara, ia pun tak kuasa membendung air matanya melihat bayi-bayi mungil tak berdosa itu di hilangkan nyawanya dengan paksa oleh Darmaji.
"Zizi" panggil Bima.
Tapi Zizi masih tak mendengarkan panggilan itu. Entah karena hanyut oleh suasana atau memang ia sengaja di perlihatkan para sosok-sosok itu.
Sofia dan Bima sendiri heran melihat Zizi yang sedang mengeluarkan air mata tapi mereka tak tau apa penyebabnya.
Setelah para rombongan bocil itu lenyap dari pandangan ia melihat sosok harimau putih itu sedang memandang ke arahnya. Zizi segera mengelap sisa air matanya.
"Harimau putih ?" ucapnya dalam hati.
Lalu Zizi melihat di perut harimau itu ada sebercak bekas darah, sama persis seperti yang ada di bercak baju punya pria tampan yang mirip Alwi Assegaf.
"Jangan-jangan ????"
***
Rifki memasuki ruang ICU dimana Mega berbaring. Ia memperhatikan sekeliling ruangan itu. Terlihat pula mamanya Mega beberapa kali mengelap air matanya karena tak kuasa melihat anaknya yang terus saja memuntahkan darah walaupun ia terbilang dalam keadaan pingsan.
Terdengar dengan jelas suara dari elektrokardiograf di dekat Mega. Terpasang pula selang di hidungnya dan selang infus yang masih terlihat lancar menetes.
"Mega ?? Ini gue Rifki. Gue ada di sini buat lu, lu yang semangat ya ? Cepat sembuh" ucap Rifki sambil mengelus rambut Mega.
Tiba-tiba saja asap hitam kembali mengelilingi Mega. Rifki menoleh, lalu asap itu terbagi menjadi 4 bagian.
"Kanda pat ??"
"Beraninya kau memasuki ruangan ini tanpa seizin kami !!"
"Aku hanya ingin melihat keadaannya saja" jawab Rifki.
"Kalian curang ! Tanpa adanya persetujuan dulu dari pihak yang bersangkutan, apakah kalian tak kasihan dengan Mega ?" tanya Rifki.
"Apa kau juga punya rasa kasihan terhadapnya ?"
Rifki terdiam sejenak.
"Dia yang selalu mencuri pandang denganmu, menghabiskan waktunya hanya untuk berhayal denganmu, selalu overthingking saat kau dengan yang lain. Terutama Zilvana"
"Maaf (menundukkan kepalanya) aku baru menyadarinya"
"Hahahahaa, sudah terlambat"
Rifki mengangkat kembali kepalanya.
"Apa maksudmj sudah terlambat ??"
"Hari ini kami akan menjemputnya !"
"Tidak !!"
"Tekad kami sudah kuat ! Jangan berani kau menghalau kami !!"
"Aku tidak akan rela kalian mengambilnya !"
"Kami hanya tak mau jikalau Mega selalu bersedih hati lalu melakukan hal-hal di luar kendali hanya untuk mendapatkan sebuah perhatian dari seorang Rifki !"
__ADS_1
"Aku minta maaf, aku janji kali ini aku akan menjaganya dengan baik. Beri aku kesempatan !!"
"Tidak"
Rifki menjatuhkan lututnya seraya memohon kepada para kanda pat itu.
"Aku mohon, beri aku kesempatan"
"Tidak !"
"Kalau begitu, tukarlah saja nyawanya dengan nyawaku !"
"Semua sudah terlambat ! Sekarang minggirlah"
"Tidak !!"
Kanda pat itu menarik Rifki dengan paksa lalu melemparnya sejauh mungkin.
GUBRAKKK !!
"Aduuuh, pinggangku !"
Ia di lempar ke ruangan lain dan menabrak sebuah meja di sana. Alhasil sebuah botolpun terjatuh lalu menggelinding.
Orang-orang di sana tak mengetahui kalau di sana ada Rifki. Karena Rifki hanya sukmanya saja yang sedang berkeliaran. Sedangkan tubuhnya masih bersandar di kursi di samping Zidan.
"Ada gempa ya ? Ko mejanya bisa goyang sekuat itu ? botolnya juga bisa jatuh ?" ucapnya sambil mengambil botol minum itu.
Rifki hanya meringis.
"Maaf ya pak ? Ga sengaja ? Semoga istrinya cepat sembuh ?" ucap Rifki walau tak bisa di dengar oleh bapak itu.
Rifki segera berlari kembali menuju ruangan Mega. Di sana di melihat kalau para kanda pat itu berusaha membuat Mega agar segera meninggal. Rifki langsung menarik tangan itu satu per satu.
"Hentikan !!"
"Kau lagi !!"
Para kanda pat itu pun segera mengeroyok Rifki. Rifki berusaha untuk tetap stabil karena ia hanya sendirian. Sesekali matanya tak fokus karena banyak arwah yang berlalu lalang di sana.
"Huuufh !! Fokus fokus !!"
"Toloooong, hiks... Hiks... Sakiiit" rintih salah satu arwah yang tiba-tiba muncul di tengah perkelahian itu.
Setelah arwah itu pergi mereka pun melanjutkannya kembali season yang tadi sempat terjeda.
Tiba-tiba para kanda pat itu bersatu dan semakin kuat. Rifki pun di buat jungkir balik menghadapi mereka.
SRIIIIITTTTTTT
Berkali-kali Rifki terdorong ke belakang. Untung saja kakinya bisa terhalang tembok. Sesampainya di tembok Rifki pun di jedot-jedotkan ke tembok.
Di luar ruangan, Zidan yang mengetahui kalau Rifki sedang dalam keadaan darurat, ia.pun mulai memejamkan matanya dan mencoba memasuki ruangan itu juga.
Terlihat sukmanya Mega sedang di ikat dengan rantai yang begitu besar dan panjang. Lehernya seperti tertusuk sebuah benda tajam. Ia berdiri tak jauh dari raganya Mega.
Mega menoleh ke arah Zidan dan berharap agar Zidan mau melepaskannya dari belenggu rantai yang begitu menyiksanya.
__ADS_1
"Zidaaaaan toloooong" rintih Mega dengan wajah yang begitu memelas.