
"Saya minta maaf karena sudah tidak bisa lagi menjaga Zizi"
"Kenapa kamu mau menyetujui perjanjian itu ??!!"
"Saya tau anda kecewa, saya minta maaf, karena awalnya saya fikir akan satu lawan satu, tapi ternyata lawanku banyak, dia memanggil semua anak buahnya, saya berhasil mengalahkan anak buahnya walaupun saya sudah penuh dengan luka, di saat saya sudah mulai kehilangan energi, dia datang menyerang dengan kekuatan penuh"
"Astaghfirullah hal adziiim, lalu bagaimana dengan anakku ??" ucapnya sambil membuang Putung rokoknya.
"Banyak hal terjadi pada Zizi, ada yang mengajarkannya menjadi dewasa saat ia bertemu dengan masalah, ada yang makin membuat rumit masalah, banyak juga masalah yang mampu ia selesaikan dengan baik. Sayangnya ada seseorang yang sangat sangat sangat menginginkan jiwanya"
Papa menaikan kedua alisnya dan mendengarkan dengan seksama.
"Tugas saya tak hanya melawan para jin atau setan yang datang dengan tujuan tidak baik, tapi saya juga berusaha menghapus sebuah takdir"
"Menghapus sebuah takdir ??"
"Lawannya Zizi bukanlah sembarangan, ia memang mempunyai titik lemah, namun ia sangatlah cerdas, Kanaya namanya"
"Kanaya ??"
"Ia berhasil menghasut seseorang untuk bekerja sama dengannya, melenyapkan Zizi"
"Melenyapkan ?"
"Di sini, peran saya ganda, dan itu tidak mudah, sedangkan tugas Mbah Singadita ia hanya benar-benar melindungi Zizi dari serangan-serangan yang tak terduga. Sekali lagi saya minta maaf, semoga Zizi selalu dalam lindungan Allah SWT"
"Apa yang harus aku lakukan ??"
"Berusaha dan berdoa, sebenarnya saya di beri waktu 100 hari untuk melawannya, namun gugur sebelum waktu yang ditentukan"
"100 hari ??"
"Saya harap dengan sisa waktunya, Zizi masih bisa menjaga dirinya sendiri dan selalu di lindungi Allah, saya pamit pergi"
Rasanya tak kuasa ia menahan air matanya. Ia tau, Zizi sudah banyak menjamah makhluk di luar sana, sehingga kalau satu khodamnya pulang kemungkinan besar para makhluk itu akan mendatanginya untuk membalaskan dendamnya.
"Berarti mimpi itu nyata ?? siapa yang ada di balik semua ini ??"
Khodam itupun menghilang. Kemudian papa duduk kembali sambil merenung.
"Aku harus menemui seseorang"
***
Di sekolah.
"Sof, ko gue tiba-tiba ke inget Bu Lulu ya ?"
"Minta di do'ain kali"
"Bukan gitu, kematiannya itu kan janggal ya ? bahkan polisi saja tak menemukan sidik jadi si pembunuh"
"Kan Kanaya udah meninggoy, ga mungkin bisa ada sidik jarinya lah"
"Gue penasaran, sebenarnya seperti apa kejadian waktu itu"
"Emang lu ga bisa flashback ??"
"Harusnya sih bisa, kan arwahnya sudah bebas dari belenggu Darmaji"
"Coba aja di flashback, siapa tau ada titik terang"
"Nanti aja deh, minta bantuan Rifki atau Doni"
"Zi, kayaknya Doni beneran suka deh sama lu" ucap Sofia.
"Suka sama gue ??"
__ADS_1
"Iyaa, dari cara dia PDKT sama lu, cara becandanya dia ke elu, terus kemarin, minjemin sepatunya buat elu..."
"Emm... tadinya gue pikir juga gitu, tapi... masa iya sih ?? ga mungkin ah ! jangan buat gue GR"
Tiba-tiba datang Doni ke dalam kelas.
"Eh, itu Doni"
Zizi langsung berdiri dan menghampirinya.
"Don, gue mau mengembalikan sepatu lu"
"(Tersenyum) udah ketemu sepatunya ??"
"Belum"
"Lha terus ??"
"Untungnya gue punya dua sepatu"
"Oh gitu..."
Disela perbincangan mereka, tiba-tiba Rifki datang dan menarik tangan Zizi.
"Jangan dekat-dekat sama dia !"
Zizi pun kaget dan heran. Sedangkan Doni memilih untuk pergi ke tempat duduknya.
"Elu kenapa sih Ki ??"
"Gue bilang lu ga usah deketin dia !"
"Ya beritahu gue alasannya apa ??"
Rifki terdiam.
Zizi dan Rifki pun menoleh ke arahnya. Kemudian Zizi menoleh ke arah Rifki.
"Bukan soal itu Zi"
"Ga lucu tau ga Ki ?"
Zizi pun pergi meninggalkan Rifki.
"Zi ! dengerin gue dulu"
Zizi tak mendengarkan Rifki dan ia pun pergi. Langkah kakinya menuju ke arah toilet. Ia masuk dan membasuh mukanya. Tiba-tiba Santi mendatanginya.
"Kak Santi ?"
"Kenapa sih lu suka tebar pesona ??"
"Maksud kakak apa ??"
"Gue benci sama lu tau ga !"
Zizi menunduk.
"Gara-gara kedatangan lu kesini, pacar gue berubah ! dan apa-apa selalu membandingkan gue sama elu !! muak gue dengernya !!"
Zizi terdiam.
"Lu tau apa tujuan gue pindah ke kost itu ?? karena gue pengin selalu tau apa aktivitas lu !! dan gue pengen tau, apa keburukan lu, biar gue bisa bilang ke pacar gue yang song*Ng itu kalau lu juga punya kelemahan !"
"Jadi, karena itu juga, kakak mencari tau semua hal tentangku ??"
"Iya, dan senang sekali bisa bertemu dengan orang yang bisa di percaya dan tau banyak hal tentang lu"
__ADS_1
"Lalu ? apa mau kakak ???"
Santi makin mendekat ke arah Zizi. Ia pun mengeluarkan sesuatu dari saku rok-nya.
DEGGG !!
"Kak Santi mau apa !!"
Langsung saja Santi mencekik Zizi dan mengancamnya dengan pisau kecilnya.
"Gue mau lu cepat-cepat pergi ke neraka !" ucap Santi sambil mendekatkan pisau itu ke leher Zizi.
Dengan sekuat tenaga Zizi mencoba melepaskan diri. Ia pun mendorong tubuh Santi dan pisau itupun terlempar.
KLINTIINGGGG
Santi panik dan segera menarik rambut Zizi.
"Aaah !!"
Zizi mencoba melepaskan tangan Santi, namun Santi malah semakin kuat menarik rambutnya. Zizi terus berusaha melepaskan diri. Zizi mencoba mencakar tangan Santi sekuat tenaga. Alhasil Santi kaget dan melepaskannya hingga Zizi terdorong dan terbentur meja wastafel.
"Auh !! haduh sakiiit, periiiih...." rintih Santi.
Sementara Zizi ia tak mampu berkata-kata lagi karena benturan itu. Di saat itu juga ia di perlihatkan kejadian kematian Aludra.
Kepalanya terasa berputar-putar. Ia mencoba menahannya sambil terus memperhatikan kejadian demi kejadian.
Santi yang melihat Zizi hanya diam sambil memegangi kepalanya langsung kabur melarikan diri. Ia berlari menuju ruang UKS untuk mengobati lukanya.
Sementara di tempat lain Sofia dan Rifki sedang mencari Zizi yang sedari tadi tak kunjung masuk kelas.
"Elu juga sih ! ngapain juga cemburu ga jelas !! ilang kan Zizi" oceh Sofia.
"Diem lu ! dari tadi ngoceeeeeh mulu ! kaya burung lagi ikutan kontes !"
"Gue itu khawatir sama Zizi !"
Saat mereka sedang berdebat tak jelas, mereka melihat Santi yang tengah berlarian kecil menuju UKS.
"Yuk tanya dia, siapa tau tadi dia lihat Zizi" ucap Rifki.
"Ehh remote AC !! Lu tau ga kalau kak Santi itu ga suka sama Zizi"
"Hah !!!"
Tiba-tiba mereka satu pemikiran, dan langsung berlari lurus menuju toilet. Sesampainya di sana mereka mendapati Zizi yang sedang di bantu berdiri oleh Doni.
"Zizi !! Zizi kenapa Don ???" teriak Sofia.
"Gue ga tau, gue baru kesini"
"Ternyata lu ikut nyari juga" tanya Sofia.
Mereka pun segera membawa Zizi Ke UKS. Di sana Zizi masih saja memegangi kepalanya. Di sana juga masih ada Santi. Lalu Doni menarik Santi keluar.
"Au ! au ! au sakit !! bisa pelan-pelan ga ! ini tangan gue lagi terluka !!" teriak Santi.
"Diem lu !! lu apain Zizi ??" tanya Doni.
"Emmm... emang Zizi kenapa ?? "
"Emang Zizi kenapa ?? Halah !! pura-pura ga tau !! sekali lagi gue tanya !! lu apain dia !!!"
"Uhh !! galak sekaleee"
"Gue bisa laporin lu ke guru BK ! atau bahkan ke kepala sekolah sekalian kalau lu ga ngomong sekarang, lu apain dia ?!!"
__ADS_1