Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Mau makan melati


__ADS_3

***


Di rumah Bima.


"Ya udah deh, lu mendingan istirahat aja di rumah, gue ga usah kuliah dulu, gue mau jagain lu" kata Heru sambil menuntun Bima ke kamar.


"Mana betah gue di rumah terus"


"Udah ! Gua temenein ko, lu mau apa gue beliin"


"Hahaha berasa jadi boss gua"


"Lu mau makan apa ??" tanya Heru sambil melepas sepatu.


"Melati"


"Melati ??" tanya Heru kaget.


Bima menoleh ke arah Heru.


"Melati apaan kak ?" tanya Bima bingung.


"Tadi lu bilang lu mau makan melati" jawab Heru


"Lah ??? orang dari tadi gua diem. Emang lu nanya apaan ?"


"Gua nanya lu mau makan apa ? Lu jawab makan melati kan ?"


"nggak ko"


"Terus ? Tadi siapa dong yang jawab ?"


"Ya mana gue tau"


Tiba-tiba hp Heru berdering.


"Siapa ?" tanya Bima.


"Deca"


"Ya udah sana !! Lu pasti udah janji kan tadi mau jemput dia ke kampus"


"Lu sendirian di rumah ga apa-apa ?"


"Lu kenapa sih ? Tumben perhatian banget sama gue ? Karna gue sakit, bentar lagi mati, ntar ga ada yang gangguin lu lagi pas lu lagi pacaran ?? ga ada yang nemenin lu mabok ? Ga ada yang usil minta di kasih cewek buat temenin gue di kamar ?? Hahahaa"


Heru terdiam.


Walaupun mereka beda ibu tapi mereka tak memperdulikan hal itu, Heru justru sangat menyayangi adiknya ini. Bahkan mereka malah ga peduli dengan orangtua mereka. Mau ibunya cerai atau ayahnya main cewek, mereka berdua ga peduli. Karna mereka seperti itu juga di karenakan kurangnya kasih sayang dan didikan dari orangtua mereka.


Mereka di beri rumah sendiri. Fasilitas dan semua keperluan juga di tanggung orangtua mereka. Jadi mereka bebas mau melakukan apa saja. Tanpa pantauan dan aturan serta larangan. Itulah mengapa mereka menjadi anak yang nakal, mabuk, dan main cewek juga seperti ayahnya.


Tak sedikit Bima dan Heru mempermainkan wanita. Bahkan kebanyakan dari mereka juga sudah hamil. Ada yang aborsi. Ada yang bunuh diri. Ada juga yang minum obat supaya bayinya mati.


Pergaulan mereka terlalu bebas. Rasanya ga ada yang peduli dengan masa depan mereka. Orangtuanya hanya memberikan fasilitas dan pendidikan normal saja tanpa di imbangi dengan pendidikan agama yang cukup. Orangtua mereka hanya mementingkan kerja dan urusan mereka sendiri-sendiri.


"Ya udah, gue pergi bentar, jemput Deca, bawa ke sini aja, sekalian panggil temen-temen buat minum di sini, biar lu ga kesepian"


"Ok" jawab Bima sambil menggut-manggut.


Heru pun beranjak pergi. Bima berjalan menuju kamarnya.


"Sepi sekali ya ternyata kalau bolos sekolah, tiduran di kamar ah" ucapnya sambil membuka pintu kamarnya.


CETEKK


"Gelap sekali kamarku" ucapnya sambil memandangi sekitar tanpa penerangan.


Tiba-tiba matanya terbelalak saat ia melihat ada sosok hitam di pojokan dengan rambut yang panjang sedang menatap ke arahnya.


"Uh !! Apa itu ?" ucapnya sambil menyalakan lampu.


Tapi saat ia menyalakan lampu sosok itu tak nampak lagi.


"Kurang ciu gue kayaknya, ko mata gue aneh ya ? Masa iya siang-siang ada hantu, tapi...."


Ia mematikan lampunya kembali. Dan sosok itu pun terlihat lagi. Bima pun kaget dan segera menyalakan lampu itu lagi.


"Huuufh ! Apa itu ya ?"

__ADS_1


Tanpa Bima sadari sebenarnya sosok itu masih ada di pojok kamarnya dan sedang menatapnya. Mengawasinya setiap gerak-gerik yang di lakukan Bima.


DEEPP !!


"Lah lah laaah !!! Ko lampunya mati ! Kaaaaaaakk !!!!"


***


Di sekolahan.


Anak-anak yang kerasukan sedang mencoba di obati oleh pak ustad di bantu dengan yang lain. Pak Agung juga turut serta mendampingi mereka.


"Huahahahaaa Agung, kamu tau siapa aku ??" tanya salah satu siswa yang kesurupan.


Pak Agung terdiam.


"Aguuung, hahaha" panggilnya dengan suara yang meledek dan di akhiri dengan tawa.


"Astaghfirullahal adziim, siapapun kamu, saya mohon keluar dari tubuh anak ini" ucap Agung.


"Ga mau ! Hahahaa" ucapnya manja.


Pak Agung menoleh ke pak ustad yang ada di sampingnya.


"Bagaimana ini pak ?" tanya Agung.


"Assalamu'alaikum mbak ? Kalau boleh tau mbak ini siapa ya ? Kenapa datang kemari ?" tanya pak Ustad kepada salah satu siswa itu.


"Aku. Aku penghuni sekolahan ini, hahahaa, kamu tau kaaaan ???? Hahahaa, dan kamu pak ustad !! Aku ga takut sama kamu, hahahaha"


"Audzubillahiminasyaitonirrojiiim"


"Hiks hiks, jangan begitu dong, hiks hiks"


"Oh begitu tipuanmu ?" tanya pak ustad itu.


"Huahahahaa, aku minta ayam hitam dan kopi hitam, serta bunga tujuh rupa !!"


"Kami tidak akan melayani setan ataupun jin, karena itu perbuatan menyekutukan Allah"


"Kurang ajar !!!" ucapnya sambil mencekik ustad itu.


"Tenang tenang tenang !! Sabar. Emm... Pak ustad ini gimana ??"


Sedangkan ustad itu tak mampu menjawab pertanyaan Agung karena masih dalam cengkraman makhluk itu.


"Jangan minta sesajen ! Mintalah yang lain. kalau aku sanggup akan aku kabulkan untukmu" ucap Agung.


"Benarkah ??" tanya siswa itu.


"i i insya Allah"


Ia melepaskan cengkraman itu dari leher pak ustad. Dan mulai mendekati Agung.


"Aku hanya minta di temani oleh kamu selamanya"


DEGGG !!


***


Di ruang kelas 11 IPA 2.


"Mega, gambar apa di tangan lu ?" tanya Nia.


"Oh ini (menunjukan telapak tangannya) emmm... Itu"


"Kayak simbolnya naruto ?" kata Rita.


"Wah bener banget ! Simbolnya naruto, hehe" jawab Mega agak sedikit gugup.


"Sejak kapan kamu suka sama naruto ?" tanya Nia.


"Sejaaaak ???? Kapan ya ? Hehe, pokoknya udah lama" jawab Mega.


"Tapi ko mirip huruf Qof (hijaiyah) ?" tanya Rita.


"Oh, salah ya ? Hehe agak lupa sama simbolnya" alasan Mega.


"Lu beneran suka sama naruto ?"

__ADS_1


"Ya, ya iya lah"


"Istrinya naruto siapa namanya ?"


"Emang naruto udah nikah ?" kata Mega kaget.


"Lah ?????"


"Ko gue ga di undang, hehe"


"Aneh lu !"


"Istrinya naruto meimei ya ?" jawab Mega sambil garuk-garuk kepala.


Sontak saja Rita dan Nia tertawa.


"Sejak kapan meimei jadi orang jepang ? Hahahaa"


"Hehe, becanda ko" jawab Mega.


"Jurusnya naruto apa coba ??" tanya Rita.


"Kameha-meha kan ya ??" jawab Mega.


"Hahahahaaa"


"Langsung ancur musuhnya dan tempat perkelahiannya, hahaha"


"Hehe, istrinya naruto ya hinata lah, dan jurusnya itu seribu bayangan kan ?" jawab Mega.


Rita langsung menoleh ke arah Nia.


"Kirain beneran ga tau"


"Ya tau lah, kan gue penggemarnya, masa ga tau" jawab Mega.


Rita dan Nia garuk-garuk kepala.


"Untuk tadi nyari di google ga ketahuan mereka" ucap Mega dalam hati.


"Tapi itu simbolnya kayak agak beda ya Ta ?"


"Dikit"


"Mungkin karena tadi gue gambarnya buru-buru"


Tiba-tiba bell pun berbunyi, saatnya ganti pelajaran. Walaupun jam pertama ga ada yang ngajar karena ada sedikit gangguan.


"Baik anak-anak, buka halaman 124 di situ ada tugas untuk emmenceritakan seorang tokoh idola, pasti kalian punya idola kaaan ?" tanya seorang guru.


"Punya buuuu"


DEGGG


"Ini ko mirip dengan yang ada di dalam mimpiku waktu itu ?? Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa, jangan sampai mimpiku jadi kenyataan" ucap Zizi dalam hati.


Zizi merasa dejavu dengan kejadian yang sedang ia alami, rasanya kepalanya berputar-putar mendengar kalimat yang sama itu terulang kembali.


"Baik lah, silahkan Mega maju kedepan" ucap guru itu.


"Baik bu" jawab Mega.


Zizi langsung menatap ke arah Mega yang ternyata di belakangnya ada sosok yang tengah membawa pisau dan hendak di tusukkannya kepada Mega.


"Jangaaaaan !!!" teriak Zizi.


Sontak saja semua yang ada di sana menoleh ke arah Zizi.


"Ada apa Zilvana ?" tanya guru itu.


"S s sa saya dulu aja bu yang maju ke depan" jawab Zizi gugup.


"Apaan sih lu ? Kan gue dulu yang di panggil" kata Mega.


Zizi menatap ke arahnya. Tapi sebenarnya ia sedang menatap ke arah makhluk yang ada di belakangnya Mega. Dan kini tatapan makhluk itu tertuju pada Zizi.


Zizi menundukan kepala, ia tak mau menatap ke arah makhluk itu. Zizi takut ia terbawa ke alam makhluk itu. Tapi tiba-tiba saja makhluk itu berlari dan mendekati Zizi.


AAAAAAAAA

__ADS_1


__ADS_2