
Zizi terus saja memasuki dunia itu tanpa ia sadari. Justru ambisinya makin kuat dalam melawan Kanaya. Entah dapat energi dari mana ia justru semakin kuat di dunia itu.
CRAAATTTT...
Darah mulai keluar dari mulut Kanaya saat tendangan Zizi mengenai dadanya.
"Ukhuukk !!"
Zizi mengambil nafas sebentar saat ia melihat Kanaya mulai melemah. Kemudian Kanaya menyerang Zizi kembali hingga tak sadar mereka pun kembali lagi ke tempat semula.
BRUUGGG !!
Kanaya terpental ke tembok saat Zizi melayangkan sebuah mantra kepadanya.
AAAAAGGHHH !!!
Zizi membalikkan telapak tangannya dan sebuah pisau mulai melayang mendekati Zizi dari tangan Kanaya.
Zizi tersenyum tipis. Doni dan Rifki pun menoleh ke arahnya. Satu langkah lagi Kanaya bakalan musnah.
Zizi masih memegang pisau itu. Tapi ia belum juga menancapkannya ke Kanaya. Ia melantunkan sebuah kalimat yang di takuti Kanaya.
AAAAAAAAAAA
Teriakan Kanaya membuat seisi rumah itu bergetar, bahkan membuat beberapa perkakas pecah dan terjatuh. Burung-burung yang sedang tidur pun terbangun dan segera pergi terbang entah kemana. Semua antek-antek Kanaya pun lenyap tak tersisa.
BREEGGG !!
Bagaikan baju jatuh dari sebuah tali jemuran. Kanaya tak mampu lagi berdiri melawan. Zizi terlihat sangat ngos-ngosan.
Tiba-tiba datanglah Zidan melempar sebuah kertas ke Zizi.
"Zi !! Baca ini, dan aku akan menyiapkan kotaknya"
Zizi menoleh dan segera mengambil kertas itu. Zizi menarik nafas dalam-dalam dan mulai membacanya.
AAAAAAAAAAAA
Perlahan namun pasti, kanaya mulai masuk sebuah kotak milik Zidan. Setelah itu Zizi memberikan kertas itu kembali kepada Zidan. Lalu Zidan menempelkannya di kotak tersebut.
Terlihat kotak itu sedikit bergerak-gerak. Mungkin itu Kanaya yang sedang berusaha keluar dari kotak itu.
"Huuufh !! Alhamdulillah"
"Tidak semudah itu !!"
Tiba-tiba Zizi terseret kebelakang saat suara itu muncul. Ada sesuatu yang membuat leher Zizi merasa terikat tali. Zizi berusaha melepaskannya tapi tak bisa.
"Mayang ??"
Ia menoleh ke arah Doni.
"Berikan kotak itu padaku !!" ucap Mayang.
"Tidak !"
DUAAKKK !!
Zidan di tendang oleh Mayang hingga terpental beberapa langkah.
"Auuhh !!"
"Apa-apaan lu May ??" tanya Doni.
"Tak ada urusan denganmu !!"
__ADS_1
Mayang segera mengeluarkan jurus dan menggantung Doni.
"Rawarontek ga akan bisa berbuat apa-apa jikalau dia tak menyentuh tanah !!"
"Turunin gue May !!" ronta Doni.
Rifki bersiap maju tapi ia justru di lilit oleh seekor ular.
"Apa-apaan ini !!"
"Lebih baik kau diam saja Ki !!"
"May lepasin gue !!"
Mayang duduk bersila dan mengeluarkan isi tasnya. Terdapat sesajen dan perlengkapan dukun lainnya. Menaruh lilin di sekitarnya lalu menyalakannya. Yang membuat mereka kaget adalah di sana terdapat foto Zizi.
"Mau ngapain lu May !!"
Mayang tak mempedulikan pertanyaan-pertanyaan itu. Ia fokus menyiapkan semuanya. Sementara Zizi masih terlihat kesakitan dengan lilitan tali yang kasat mata.
Mayang mulai mengeluarkan sebuah boneka yang terikat tali pada lehernya.
"Mayang !! Lu jangan main-main May !!"
"MAR MARTI KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI Mayang Sari KADANG INGSUN KANG LAHIR SADINO BARENG LAN KADANG INGSUN KANG LAHIR SAWENGI BARENG SANG ROJO BARDAH INGSUN INGSUN NGARSO bantulah aku di sini untuk membinaskan mereka semua, tahanlah para khodam-khodam mereka, agar tak mengganggu ketenanganku, aku ingin memberikan sedikit pelajaran pada mereka, HEWAN HEWAN ONO INGSUN"
Lantunan itu membuat Doni, Rifki dan Zidan memejamkan matanya. Sedangkan Zizi masih terlihat kesulitan bernafas karena tali itu masih saja mengikat lehernya.
"Apa yang kamu lakukan May !! Sedangkan Zizi tak ada salah denganmu !!" teriak Zidan.
"Dia telah berani mengalahkan Kanaya"
"Bukankah itu yang kita inginkan ??"
"Tidak !! Kanayalah yang waktu itu menyelamatkanku dari Darmaji ! Sudah saatnya kali ini membalas budinya"
"Itu memang tujuan utamanya. Tapi disini, gue merasa sakit hati karena penolong gue Zizi habisi !!"
Tiba-tiba angin lembut mulai masuk dan membuat lilin di sana semuanya padam. Ruangan itu kini menjadi gelap.
Zidan berusaha merebut boneka yang ada di tangan Mayang. Mayang menepisnya. Lalu terjadilah perkelahian di antara mereka berdua.
"Ini bukan kekuatan Mayang yang sesungguhnya. Seperti ??"
DUUAAKKK !!
Zidan kena tendangan dari Mayang. Beberapa jurus dari Doni pun sudah Mayang kuasai. Doni pun kaget bukan main. Tapi ia tak mampu melepaskan diri dari ikatan itu.
"Ikat anak ini !!" seru Mayang.
Bahkan Zidan tak mampu menerawang apapun di sana.
"Mayang !! Apa-apaan kamu ! Lepasin"
Mayang kembali ke tempat duduknya. Ia mulai mengambil jarum. Mata Doni terbelalak.
"Tidaaaak !!"
AAAAAAA
Zizi menjerit kesakitan saat Mayang menusukkan jarum itu di perut sang boneka. Zizi terjatuh ke lantai sambil memegangi perutnya. Lalu Mayang menusukkannya kembali ke bagian punggung.
AAAAAAA
"Mayang hentikan !!" Teriak Rifki.
__ADS_1
Zidanpun mencoba meloloskan diri tapi ada sesuatu yang menahannya. Itu terlalu berat. Untuk melangkah saja ia tak mampu.
PLAAKKK !!
Mayang menapar boneka itu, alhasil Zizi memegangi pipinya.
"Hiks hiks... Sakiiiit"
PLAAAKKK !!
PLAAAKKK !!
PLAAAKKK !!
Berulang kali Mayang menyiksa Zizi lewat bonekanya.
"Hahahaha...."
"Hentikaaaan Mayang !!" rintih Zizi.
"Kembalikan Kanaya. Akan ku hentikan semua ini"
"Ukhuk ukhuuk !!"
Sudut bibir Zizi mulai berdarah. Mayang melakukan boneka itu sesuka hatinya. Menyiksa dan terus menyiksanya.
Zizi sudah benar-benar lemah di sana. Tak ada tenaga lagi. Zizi pun hanya diam saja. Bahkan Mayang heran saat ia menusuk-nusuk boneka itu tapi tak ada reaksi pada Zizi.
"Apa kau sudah mati ??"
Tak ada jawaban dari Zizi. Mayang pun penasaran dan mencoba mendekat.
"Apa kau sudah mati ??"
Mayang mengulang pertanyaannya. Tapi masih saja tak ada jawaban. Mayang mencoba memegang pundaknya. Dan ia kaget saat Zizi langsung menyerangnya.
HWAAAAAA !!
AAAAAAAA
Boneka itu pun terlempar jauh. Sedangkan Zizi segera menarik kakinya Mayang. Mayang mencoba berontak melepaskan diri. Tapi tarikan Zizi sangatlah kuat.
Rambut acak-acakan. Mulut berdarah. Leher merah dan lututnya pun memar. Penampilan Zizi sungguh mengerikan.
Mayang mencoba meraih sesuatu namun tak ada yang bisa ia raih. Mayang melepaskan sepatunya dan ia pun terbebas dari Zizi.
Dengan nafas yang terengah-engah ia mencoba kabur dari Zizi. Sambil mencoba melepaskan sepatu yang satunya lagi ia berjalan terpincang-pincang.
"Uhh !!" ucapnya sambil melempar sepatunya ke arah Zizi yang masih berjalan mengikutinya.
Mayang pun berhenti. Ia tau, kalau Zizi tanpa khodam tak bisa apa-apa. Mayang pun bersiap untuk melawan Zizi.
Ia mengambil sapu sebagai alat jaga-jaganya. Zizi sudah mulai dekat dengan Mayang. Ia berhenti sejenak untuk mengambil nafas.
HIIIAAKKKK
Mereka pun berkelahi layaknya film-film action. Mayang berhasil mengalahkan Zizi di seri ini. Zizi kena pukul di bagian kakinya.
"Kalau berani ! Tangan kosong May !!" teriak Zizi.
Mayang pun membuang sapunya.
"Lu pikir gue takut ??" ucap Mayang.
Zizi pun bersiap.
__ADS_1
"Salah orang lu May !! Jangan salahkan gue kalau terjadi sesuatu nantinya. Pikirkan baik-baik !!"
"Diam kau !! Perbanyak tindakan ! Kurangi bicaramu !! HIIIAAAKKKKK"