
***
"Ki ! Jam berapa sekarang ??" tanya Zizi.
"(Melihat ke arah jam tangan) jam 9 Zi"
"Siang atau malam ??" tanya Zizi.
"Kayaknya malam deh, soalnya pas kamu kesurupan aja udah jam 10 siang"
"Lah ?? Di sini ko masih terang banget ya ?" tanya Rita.
"Iya, kayak jam 11 siang malah, puanaass" jawab Nia.
"Panjang kalau di jelasin di sini" ucap Zizi.
"Nay !! Udahlah, kembalikan Mega ! Gue cuma mau hapus simbol itu doang ko" ucap Rifki.
"Dia akan jadi pengikutku, hahaha"
"Tidak !! Langkahi dulu mayatku !" ucap Zizi.
"Huahahahaaa, anak kemarin sok keras !" jawab Kanaya.
"Aku akan menyegelmu kembali !! Supaya semua aman lagi !" kata Zizi.
"Berani kau melakukan itu !! Tak ada ampun untuk keluargamu !! dan orang-orang yang kau sayangi !!" ucap kanaya marah.
Raut wajah Kanaya sudah mulai berubah. Ia yang tadinya masih terlihat cantik dan manis kini berubah menjadi sosok yang sangat menyeramkan dan penuh darah.
"Gawat Zi !" teriak Rifki.
Zizi menoleh ke arah Rita dan Nia.
"Mereka gimana Ki ?"
"Bukan cuma mereka ! Tapi kita !!"
"Mau ga mau harus lari Ki !"
Kanaya mulai mendekati mereka. Mereka ambil langkah mundur dan memberi aba-aba agar semuanya lari.
"Aku mau hari ini ada yang mati !! Pisauku haus akan darah manusia, hahaha" ucap Kanaya.
Rita dan Nia benar-benar ketakutan. Zizi menganggukan kepala pertanda saatnya lari. Rita lari duluan karena sudah ga bisa menahan rasa takutnya.
AAAAAAAA
Teriakan Rita membuat yang lain ikut panik dan berhamburan lagi juga. Kanaya mencoba mengejarnya. Lalu ia berhenti dan menoleh ke arah Zidan.
Tanpa di beri tahu Zidan pun mengerti harus melakukan apa. Ia segera berlari mengejar Rifki. Sedangkan Kanaya mengejar Zizi.
TAP TAP TAP
Nafas Zizi mulai terdengar hingga menggema. Rasanya sudah sangat jauh ia berlari dan kini ia mulai merasa cape.
"Huuufh !! (membuang nafas)"
Tiba-tiba kanaya sudah berada di belakangnya, ia membuat Zizi kaget dan akhirnya tersandung lalu jatuh.
"Mau lari kemana lagi Zilvanaaa ???" tanya Kanaya dengan raut muka yang cukup menakutkan dan sambil mengancam Zizi dengan pisau itu.
Mata pisau itu benar-benar sudah berada di depan matanya Zizi persis. Sambil terus menahan nafas yang makin terengah ia mencoba menahan tangan Kanaya agar pisau itu tak mengenai dirinya.
"Nay"
"Kau yang menantangku untuk melangkahi nyawamu bukan ?? Akan ku lakukan itu !!!"
Sekuat tenaga Zizi tetap menahan tangan Kanaya. Kanaya makin kuat saja mendorong pisau itu untuk bisa menancapkannya di mata Zizi.
***
Di tempat lain Rifki berhasil di tangkap Zidan dan terjadilah perkelahian di antara mereka.
"Teman tidak seharusnya begini Zidan !!"
"Kamu menganggapku teman ? Tapi aku tidak !! Selama kamu masih bersama Doni !!"
"Apa salahnya berdamai sama Doni ?"
"Ga akan !!"
Mereka terus saja berkelahi sambil adu mulut. Dan kini Rifki malah di pelintir tangannya oleh Zidan.
"Aww !! Zidan !!"
__ADS_1
Zidan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Seperti sebuah senter, tapi berisikan setrum yang apabila di tempelkan dengan kulit maka itu akan mengakibatkan setruman yang hebat dan mampu membuat orang pingsan.
Tangan satu memelintir tangan Rifki ke belakang dan tangan satunya mengancam Rifki dengan senter itu.
"Mana kekuatan khodammu ?? Sok keras !! Ga usah di pamerkan di depan banyak orang !! Kalau melawanku saja kau kalah !!" ucap Zidan.
Tiba-tiba Rita datang dan menarik kakinya Zidan.
"Lepasin Rifkiiii !!" teriak Rita.
Seketika hilanglah keseimbangan Zidan dan Rifki pun terlepas.
"Ta ! Lari Ta !!!" teriak Rifki.
Merek berdua lari dan Zidan berusaha mengejarnya lagi.
"Ta !! Cari Nia, dampingi Mega !! Pergilah ke arah jarum jam ! Nanti kau akan lihat sebuah pintu ! Keluarlah dari situ !!" teriak Rifki pada Rita sambil terus berlari.
"Iya Ki !!"
Lalu mereka berdua pun terpisah. Rita segera berlari mencari Nia. Sedangkan Rifki terus berlari menghindari Zidan. Sesekali Rifki melihat ke arah belakang. Ia terhenti saat melihat Zidan lari dengan kecepatan yang tak masuk akal.
Rifki geleng-geleng kepala. Terkadang ia melihat Zidan berlari sambil sesekali berubah menjadi butiran debu yang hilang tertiup angin.
"Gila !" ucap Rifki sambil tersenyum.
***
Zizi berhasil melepaskan diri dari Kanaya. Ia pun segera berlari lagi sekuat tenaga. Tapi tiba-tiba entah mengapa ia memasuki ruangan yang gelap.
"Astaghfirullahal adzim dimana ini ?" tanya Zizi.
"Ini bukan duniamu ! Ini duniaku !! Aku bisa merubahnya kapanpun aku mau dan mau seperti apa aku bisa, aku berkuasa, hahaha"
Suara tawa itu benar-benar memenuhi telinga Zizi. Zizi menghentikan langkahnya. Ia mulai berjalan perlahan. Benar. Ini bukan dunia manusia. Percuma saja kalau berlari.
***
Di sisi lain Lulu mendatangi Agung.
TOK TOK TOOKK !!
Kemudian terdengar langkah kaki menuju pintu.
KLEEKK
"Lulu ???"
"Zizi belum pulang" ucap Lulu sambil terengah
"Tenang tenang tenang !! Duduk dulu, ambil nafas"
"Huuufh !!"
"Zizi belum pulang ??" tanya Agung.
"Iya ! Aku khawatir kalau dia kenapa-napa"
"Ga cuma Zizi, ada yang lain juga"
"Maksudmu ??"
"Aku juga dapat kabar dari wali murid, Mega, Rita, Nia, Doni, Rifki dan Zidan juga belum pulang"
"Astaghfirullahal adzim, kemana mereka ?"
"Apa mungkin mereka masih di sekolahan ?"
"Ayo kesana !"
"Apa maksudmu kesana ??" tanya Agung panik.
"Kenapa ? Kamu takut ?"
"Bukan gitu ? Ini udah malam"
"Kenapa kalau udah malam ??"
"Ya, ya...."
"Bilang aja kamu takut !! Biar aku sendiri yang kesana !!" ucap Lulu sambil beranjak pergi.
"Lulu !!!" panggil Agung.
__ADS_1
"Apa lagi ??"
"Jangan sendirian"
"Kenapa emangnya ? Kamu emang ga peduli sama anak-anak itu kan ?"
"Bukan begitu !"
"Lalu apa ?? Kepala sekolah macem apa kamu ?!!"
"Ok ! Ok ! Aku ikut ! Ayo ke sana"
"Yakin mau kesana ? Malem-malem loh ??"
Agung terdiam.
"Wanita memang aneh" ucap Agung dalam hati.
***
Kembali ke alam ghoib.
Rita akhirnya bertemu dengan Nia. Mereka tak sengaja bertabrakan.
"Aduh !!"
"Nia ??"
Mereka pun berpelukan sambil menangis haru. Dan Rita menceritakan apa yang di perintahkan Rifki.
"Ya udah ayo buruan"
"Mega dimana ya ?"
"Lah iya ya ? Dimana ya ? Kita berlari terlalu jauh kah ?"
"Ya udah ayo kita cari ! Tadi kan kita berlari ke arah belakang, sekarang kita ke arah depan saja. Lurus"
"Ok"
"Semoga cepet ketemu, biar kita bisa cepat pulang juga, hiks hiks, aku udah cape"
"Sama, aku juga cape banget, pengin pulaang, hiks hikss"
Mereka segera bergegas. Terus berjalan lurus kedepan. Tak lama mereka menemukan Mega yang masih tergolek pingsan.
"Itu Mega"
"Tapi masih di jaga king kobra"
"Kita coba pelan-pelan, sepertinya king kobra itu sedang tidur"
Saat mereka mendekati Mega, tiba-tiba ada yang mendekat.
"Mariska ???"
Mariska menoleh ke arah mereka.
"Ka ! Tolongin Mega ya ? Bantuin kita biar bisa nolong Mega, kalau ga nanti nyawa Mega dalam bahaya, kamu kan temannya Rifki dan Doni, itu tandanya kamu teman kita juga, ya kan Ta ?" kata Nia.
"Iya bener" jawab Rita.
"Nggak !! Aku bukan teman kalian !" ucap Mariska.
Rita dan Nia pun kaget atas jawaban Mariska.
"Gimana ini ?" tanya Nia.
Rita dan Nia berusaha mendekati Mega yang masih dalam lingkaran king kobra.
"Ngeri banget ularnya Ta, gue takut, pulang aja yuk" kata Nia.
"Terus gimana nyawanya Mega !!" jawab Rita sewot.
"Ko lu nyolot ??" tanya Nia.
"Gue bingung !! Harus ngapain. Hiks hiks. Gue cape... Gue mau pulaaang" ucap Rita sambil menangis
"Mariska, tolong kembalikan Mega ya ? Kita masih mau dia hidup, walaupun dia ngeselin, tapi dia teman kita" bujuk Nia.
"Iya Ka ! Gue udah cape, gue mau pulang" lanjut Rita.
"Langkahi dulu nyawaku !!"
DEGGG !!!
__ADS_1