Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Mayang back to school


__ADS_3

***


Di kost putri


"Selamat pagi Zizi" sapa Tasya.


"Pagi juga kak Tasya, tumben udah rapi jam segini, biasanya berangkatnya siangan kak"


"Iya nih, lagi pengin aja, lagian cuacanya bikin pengin tarik slimut terus, kalau ga siap-siap ntar malah molor lagi, haha"


"Oalah kakak ini"


"Oh iya Zi, tau ga kemarin ada kejadian mengerikan di lapangan depan situ ?"


"Ga tau lah kak, ada apa emangnya ?"


"Ada 3 anak kecil, 1 cewek dan 2 cowok, katanya lagi mainan, awalnya baik-baik aja kan. Main-main kayak anak kecil pada umumnya, lari-lari, kejar-kejaran gitu. Terus mereka itu bisik-bisik, lalu mainan lagi, nah si ceweknya ini ngasih roti ke cowok satunya, abis di kasih roti dia pergi agak menjauh, datanglah si cowok satunya lagi, terus nyium si cewek ini, abis itu dia tuh dipukulin gitu sampai berdarah-darah sama cowok yang di kasih roti tadi. Paniklah semua orang"


"3 anak kecil ??"


"Iya, yang 1 malah sampai pingsan loh di pukul sama dia"


"Yang pingsan cewek ??"


"Betul"


"Mereka sekitar 5-6 tahun ??"


"Betul"


"Nama mereka Erika, Farel dan Gio ?"


"Lah, ko tau Zi ??" kata Tasya kaget.


Zizi terdiam.


"Bukannya itu mimpiku waktu itu ya ? Ko jadi kenyataan ??" tanya Zizi dalam hati.


"Ngeri banget kan ?" tanya Tasya.


"Sekarang keadaan mereka gimana ??" tanya Zizi panik.


"Yang dua sih di rawat di rumah sakit katanya, terus yang mukulin ga tau deh kemana"


"Di introgasi ga sih yang mukulin ini ??"


"Ya di tanyain banyak orang lah"


"Terus apa jawabannya ?"


"Katanya dia cuma main-main"


"Main-main ko sampai emosi gitu ? Sampai mukul beneran"


"Soalnya katanya gara-gara cowok yang satunya tuh nyiumnya juga beneran"


"Waduh"


"Cemburu gitu mungkin"


"Kecil-kecil udah punya jiwa psikopat"


"Waah bener banget, makanya ngeri kan ??"


***


Di sekolah.


Awan masih mendung. Hujan pun masih rintik-rintik. Hari paling malas buat berangkat ke sekolah.


Zizi pun baru sampai di sekolahnya. Ia mengenakan jaket berwarna merah bergaris hitam. Setelah memarkirkan motornya ia berjalan menuju kelas.


Di tengah perjalanannya ia melihat Zidan sedang berjalan sendirian juga di depannya. Kurang lebih jarak mereka 5 orang anak.


Ia bermaksud untuk menyapanya tapi. Tiba-tiba ada Mega yang menyapa Zidan terlebih dahulu. Mereka juga terlihat sangat akrab.


"Pagi Zidan ??" sapa Mega sambil menggandeng tangan Zidan.

__ADS_1


"Pagi Juga Mega"


"Wah, jaket kita samaan, navy" ucap Mega.


"Iya, dingin banget ya ?" tanya Zidan.


"Iya nih, bikin mager"


"Aku kenapa sih ?? Masa cemburu melihat mereka berduaan gitu ?" tanya Zizi dalam hati.


Kemudian ia berbelok arah menuju ke kelasnya. Di sana sayup-sayup ia melihat Mayang sedang berjalan menuju kelas. Zizi langsung berlari ke arahnya.


"Mayang ??? Aaaa seneng banget rasanya bisa lihat kamu datang ke sekolah lagi" ucap Zizi sambil memeluk Mayang.


Tapi sikap Mayang biasa saja. Tak ada respon apapun. Ia masih pendiam seperti awal Zizi kenal. Bahkan kali ini lebih pendiam lagi.


"Ke kelas bareng yuk ??" ajak Zizi.


Mayang tak menjawabnya. Ia hanya berjalan saja. Dari ke jauhan Doni pun melihatnya.


"Ki !! Do'a gue terkabul Ki ! Itu Mayang. Dia masuk sekolah Ki !" kata Doni dengan ekspresi yang sangat bahagia.


"Wah, bener, samperin yuk"


"Mayaaang" teriak Doni.


Mayang dan Zizi pun menghentikan langkah mereka. Kemudian secara bersamaan menoleh ke arah Doni dan Rifki.


"Mayang ? Senang sekali rasanya bisa ketemu kamu lagi" ucap Doni.


Mayang ga ada respon apapun. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya.


"Ko kamu ga pakai jaket ?? Dingin loh ? Nanti kamu sakit, pakai jaket aku ya ?" kata Doni sambil terus mengikuti langkah Mayang.


Mayang masih membisu. Kemudian Doni menghentikan langkahnya. Rifki pun menghampirinya.


"Dia tambah dingin aja Ki !"


"Baru keluar dari freezer kali Don"


"Apaan sih lu"


"Itu Mayang kan ?"


"Iya benar, itu Mayang"


"Sifatnya masih sama, cuek"


"Bukan cuek, tapi pendiam"


"Ssttt ! Diam. Dia lewat"


Ketika Mayang melangkahkan kakinya di pintu masuk ruang kelas seperti ada pantulan sesuatu. Ada seperti gelombang air yang merata ke semua area ruangan.


Mata Doni dan Rifki terbelalak. Memang tidak semua orang bisa melihatnya. Tapi Doni, Rifki dan Zizi mampu merasakan hal itu.


Saat tepat Mayang berapa di pintu masuk tiba-tiba saja lampu ruangan itu padam.


DEEEPP !!


"Yaaah, ko mati lampu ??"


"Iya, kan gelap jadinya"


Zizi langsung menoleh ke arah Doni dan Rifki. Sepertinya ada yang lain di diri Mayang yang saat ini. Mayang duduk dengan santainya di tempat duduknya.


***


"Kenapa kemarin lu ninggalin gue gitu aja" tanya Mega ke Zidan.


"Ga apa-apa ko"


"Ga apa-apa ! Ga apa-apa gimana ?!! lihat apa lu di ruang kelas 12 IPA 1 itu ?? Kenapa lu bilang dia kemana ?? Kemana dia ??"


Zidan menoleh ke arah Mega.


"Ya, kamu lihat apa di ruangan itu ??"

__ADS_1


"Banyak bangetlah, serem tau ga sih ?? Ehh ternyata dalamnya tuh udah ancur ya ? Berantakan gitu ?"


"Ya iyalah, udah berapa puluh tahun ga di huni ?"


"Ternyata yang di bagusin luarnya aja, dan jarak temboknya juga sekitar 30 cm deh dengan jarak tembok aslinya"


"Hemm"


"Apaan hemm doang !! Gua ngomong panjang lebar juga !"


"Teruuusss ??"


"Hiih ! Di sana tuh ada buanyaaaak banget hantu, ya kan ?"


Zidan hanya mengangguk-anggukkan kepala saja.


"Ada hantu yang di bawah papan tulis ? Dia matih ketimpa papan tulis ya ??"


"Masa iya dia mati ketabrak tronton terus jadi hantu papan tulis ! Kan aneh"


"Ya kan gua nanya Zidaaaan !! hiih !! Lu ngeselin banget sih !"


"Ada hantu apa lagi ??"


"Ada yang kepalanya kejepit kursi, ada yang kepalanya kena lampu, ada yang tangannya kejepit jendela"


"Dan kamu lihat ga ?? Ada gadis yang memakai kalung berinisial K ?"


"Nggak"


"Nah, tuh dia ! Kenapa kemarin aku tuh buru-buru pergi ! Nyari dia, dia itu paling berbahaya ! Dia yang menyebabkan hantu-hantu di ruangan itu ada."


"Siapa dia ??"


"Kanaya"


DEGGG !!


"Dia kemana ??" tanya Mega sambil berbisik.


"Aku belum ketemu dia"


"Ko bisa ??"


Raut wajah Mega semakin ketakutan.


"Ga tau lah"


"Ko lu bodo amat gitu sih ? Ga takut ??"


"Nggak"


Mega heran, tapi itulah Zidan.


"Aku punya permainan, sini tanganmu" kata Zidan.


"Apa ?"


"Aku akan gambar sesuatu di telapak tanganmu, nanti kamu akan mendengar jeritan dari anak-anak yang berada di lapangan situ"


"Serius atau becanda nih ??"


"Serius, sini aku mulai ya ?" kata Zidan sambil menggambar sesuatu di telapak tangan Mega.


Tiba-tiba terdengar suara jeritan di lapangan. Ada yang teriak katanya temannya kesurupan.


"Zidan kamu gilaaa !!!" teriak Mega.


"Hahaha, ini seru tau, kamu mau siapa lagi yang kesurupan ?"


Mega menoleh ke arah Zidan.


"Zizi bisa ??"


"Oih, itu kesayangannya aku, jangan dong, yang lain ??"


Mega mencoba menyebutkan namanya dan tiba-tiba saja ada lagi yang kesurupan. Dan mereka berdua tertawa dengan permainan itu. Bahkan mereka sudah membuat lebih dari lima anak yang kesurupan.

__ADS_1


"Siapa lagi selanjutnya ??"


__ADS_2