
"Cieee kompak" ejek Nia.
"Siapa juga yang pacaran" kata Mega.
"sampai lupa ga ngerjain tugas gara-gara ini to ??" ledek Rita.
"Apaan sih kalian ? Nggak ko" jawab Mega.
"Hay cogan (alias cowok ganteng) kenalan dong ?" sapa Rita.
"Aku Zidan"
"Oh namanya Zidan" kata Rita dan Nia kompak.
"Tapi ko ga pernah lihat ya ? Kamu kelas berapa ?" tanya Nia.
"Kelas 11 juga, tapi IPS" jawab Zidan.
"Oh anak IPS" ucap Rita dan Nia.
"Cieee IPA dan IPS, ha ha haa" ledek Nia.
"Apaan sih kalian ? Ga jelas banget deh" kata Mega.
"Kita sambung nanti lagi, aku mau ke kelas dulu ya ?" ucap Zidan.
Saat Mega hendak menjawab tapi Rita dan Nia malah menjawab duluan.
"Iya sayangkuuuu" ucap mereka dengan kompak.
Zidan tersenyum.
"Ih !! Kalian ini malu-maluin banget sih" ucap Mega kesal.
"Ciee yang lagi kasmaran, marah-marah mulu" ledek Rita.
"Kesengsem cogan IPS, ha ha haaa" ledek Nia.
"Aku lagi ada misi sama dia" ucap Mega.
"Missing you, ha ha ha" ledek Nia sambil tos dengan Rita.
"Serius !" ucap Mega meyakinkan mereka.
"Serius ??" tanya mereka berdua.
"Iya"
"Misi apa ?" tanya Nia.
"Secret" jawab Mega.
"Oh gitu ! Udah main rahasia-rahasiaan sama kita" kata Rita.
"Soalnya kalau ngomong ke kalian nanti misi aku dan Zidan jadi berantakan" kata Mega.
"Huh ! Tau gini tadi ga usah gua bikinin tugas" ucap Nia.
"Kalian nulis tugas buat aku, owww maaciww" kata Mega sambil meluk mereka berdua.
"Hiiih ! Sana minggir" ucap Nia sambil sedikit mendorong-dorong Mega.
"Ih ko kalian gitu" ucap Mega.
"Kamu aja udah main rahasia-rahasiaan sama kita"
__ADS_1
"Ya udah ya udah ok ! Gua kasih tau"
"Apa ??"
"Kita akan merencanakan untuk menghancurkan Zizi"
"Menghancurkan Zizi ??"
"Emang itu cogan ga suka sama Zizi ?" tanya Nia.
"Dia penasaran, pelet apa yang di pakai sama Zizi sampai-sampai semua cowok anak IPS itu di buat mabuk kepayang sama Zizi"
"Lu serius ??"
"Kata Zidan begitu, katanya di mading anak IPS saja terpampang jelas lukisan Zizi"
"Lukisan Zizi ada di mading IPS ??"
***
Jam istirahat kedua pun berdentang dan membuat anak-anak langsung lari keluar ruangan. Berhamburan entah kemana.
Tiba-tiba ponselnya Zizi bergetar. Ada panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal.
"Siapa ya ? Angkat ga ya ? Angkat nggak ? Angkat nggak ? Angkat deh, siapa tau penting" ucap Zizi sambil menekan ponselnya.
"Selamat siang dek, kami dari pihak kepolisian ingin menyampaikan bahwa atas nama Darmaji kabur dari Rumah sakit dan sekarang kami nyatakan Darmaji adalah buronan, mohon berhati-hati dek" ucap suara itu.
"Hah ??!! Maksudnya pak ?? Bukannya waktu itu pak Darmaji di nyatakan meninggal dunia ??" tanya Zizi.
"Benar dek, waktu itu kami benar-benar mengalami peristiwa janggal dek saat hendak meng-autopsi pak Darmaji, saat kami periksa di kamar mandi itu kami benar-benar tidak mendeteksi adanya denyut jantung dek, maka dari itu kami menyatakan kalau dia sudah meninggal dunia, tapi pada saat ia sampai di Rumah sakit, saat memasuki ruang autopsi ia tiba-tiba bangun dan mengejutkan semua yang ada di ruangan itu" tutur pak polisi itu dalam via suara.
"Mati suri ??" tanya Zizi.
"Benar dek, maka dari itu, saat para dokter dan yang lain kaget ia melarikan diri entah kemana, karena ia ngilangnya cepet banget dek"
"Katanya ketika baru bangun dari kematiannya, matanya merah menyala dek"
"Khodamnya ??" ucap Zizi dalam hati.
"Baik dek, sekian dulu pemberitahuannya, kami harap adek-adek semua berhati-hati saja"
"Baik pak terima kasih infonya"
"Sama-sama dek, selamat siang"
"Selamat siang pak"
Setelah panggilan itu berakhir Zizi langsung pergi mencari Doni. Karena ia adalah musuh satu-satunya pak Darmaji.
"Nyari kemana ya ?" tanya Zizi bingung sendiri.
Ia mencoba bertanya pada teman-temannya tapi tidak ada yang tau kemana perginya Doni di jam istirahat ke dua ini.
Akhirnya ia pun memutuskan untuk menelponnya saja. Karena Zizi sudah lelah mencari.
"Bisa ke kelas sebentar ga Don ? Bareng Rifki kalau bisa"
"Ok"
Tak lama mereka berdua pun datang.
"Ada apa Zi ?" tanya Rifki.
"Aku rasa aku tau siapa yang membuka segel ruang kelas 12 IPA 1 itu" ucap Zizi.
__ADS_1
"Siapa ??" tanya Doni dan Rifki kompak.
"Pak Aji"
"Pak Aji ??? Bukannya dia udah meninggal ?" tanya Rifki.
"Barusan dari pihak kepolisan telpon" ucap Zizi sambil menceritakan apa yang di katakan oleh polisi tadi.
"Lu masih nuduh gue Don yang membuka segel ? Tuh Darmaji masih idup ! Dan kayaknya kali ini lebih berbahaya" ucap Rifki.
"Nanti kita konfirmasi lagi ke kantor polisi, abis pulang sekolah, biar ga salah faham" ucap Doni.
***
Sepulang sekolah mereka bertiga pun langsung lari ke kantor polisi dan segera menanyakan salah benarnya berita itu.
Polisi itu kaget saat mendengarkan perkataan dari Zizi. Semua yang di ucapkannya benar adanya.
"Memang benar dek, Darmaji bangkit dari kematiannya, dan kabur melarikan diri, tapi kami dari pihak kepolisian belum menghubungi siapapun ! Kalau pun kami akan menghubungi seseorang, sudah pasti tidak menghubungi anak kecil seperti kalian. Malah kami berniat hanya akan memberitahukan informasi ini kepada kepala sekolah kalian saja. Bukan ke anak muridnya" tutur polisi itu.
"Lah ko bisa ?" tanya Rifki.
"Tapi beneran pak, tadi ada yang nelpon mengaku dari pihak kepolisian dan menerangkan semua detail yang terjadi dan memperingati agar kami berhati-hati" ucap Zizi.
"Tapi dari riwayat panggilan kami, kami tidak menghubungi siapapun dari sekolahan adek-adek ini, apalagi kami juga tidak menyimpan nomor ponsel adek-adek ini. Yang kami simpan hanya nomor bapak kepala sekolah saja selaku yang bertanggung jawab atas kasus ini dek" ucap polisi itu memperjelas perkataanya.
Zizi mengambil ponselnya dan ia menunjukan nomor yang tadi siang menelponnya.
"Ini pak"
Pak polisi itu segera mencatat dan melacak keberadaan nomor tersebut. Zizi pun mencoba menghubungi kembali nomor itu.
"Nomor yang kamu tuju sedang tidak aktif"
"Hah ???" ucap Zizi bingung.
Kemudian polisi itu mendapati bahwa nomor itu terakhir aktif di sekitar sekolahan mereka.
DEGGG !!
Mereka bertiga tercengang.
"Ini serius ?"
"Permainan apa ini ?" tanya Doni.
***
Di rumah pak Agung.
Ia sedang duduk santai di depan teras rumahnya. Sambil menikmati secangkir kopi dan di temani roti biskuit serta sebatang rokok.
SRUPUUUTTT
"Ahh, nikmatnyaaa" ucapnya setelah menyeruput kopi panas buatan sang istri tercinta.
"Yen ning tawang ono lintang, cah ayu... Aku ngenteni tekamu... Marang mego ing angkoso, nimas... Sun takokke pawartamu"
DEGGG !!
Ada suara seorang wanita menyanyikan lagu itu. Tidak mungkin istrinya, istrinya orang padang dan tidak bisa bahasa jawa.
Rasanya tak asing ia dengan suara itu. Sepertinya sering ia dengar. Tapi kapan ?
DEGG
__ADS_1
"Bukankah itu suaranya Kanaya ? Dan itu adalah lagu yang biasa aku nyanyikan untuk Kanaya"