Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Siapa yang di sampingku ?


__ADS_3

***


Zizi terbangun dari tidurnya. Entah sejak kapan ia tertidur. Yang ia ingat terakhir kali adalah saat ia berkali-kali di sapa sama Uti.


Zizi duduk, tapi ruangan itu sangatlah gelap. Mungkin karena ia lupa belum menyalakan lampu. Ia mencoba mencari saklar untuk menyalakan lampunya, tapi ga ada.


"Dimana ini ?? haduuh, kenapa kepalaku pusing sekali..."


Kemudian mata Zizi tertuju pada sebuah pisau yang tergeletak di samping seorang wanita yang tengah menangis. Pisau itu berlumuran darah.


Zizi segera menutup mulutnya yang tak sengaja menganga saat melihat hal itu. Ia perlahan berjalan mundur menjauhinya. Namun wanita itu tiba-tiba saja membalikan badannya dan membuat Zizi terkejut.


Belum sempat ia melihat wajah wanita itu Zizi segera bergegas lari untuk bersembunyi. Ia tau kalau ia dalam bahaya. Bisa saja nantinya pisau itu akan melayang ke arahnya.


"Ya Allah, dimana ini ? kenapa semuanya gelap ?? harus berlari dan bersembunyi dimana aku ini ???"


SREKKK SREEEKK SREEEKK


Suara langkah kaki itu membuat jantung Zizi makin berdebar. Pasalnya ia belum menemukan tempat persembunyian yang aman.


KLUNTIIINGGG


Suara pisau itu terjatuh ke lantai. Zizi bahkan enggan untuk melihat ke arahnya atau hanya sekedar mencari tau siapa wanita itu. Ia hanya ingin bersembunyi saja.


"Astaghfirullah, ya Allah, tolong bantu hamba ya Allah"


Zizi mulai teringat tentang pisau itu.


"Kanaya ??? Astaghfirullah hal adziiim, ga mungkin ga mungkin !! dimana aku ini ?"


SREEEKK SREEEKK SREEEKK


"Ya Allah ya Allah ya Allah.... gimana ini ??"


Tiba-tiba saja muncul segerombolan orang yang memakai baju putih dan membawa obor. Zizi langsung saja masuk dalam barisan itu dan segera menjauh dari tempat itu.


Sesekali ia menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa Kanaya tak mengikutinya. Ia terus berjalan sampai pada sebuah persimpangan. Orang-orang itu memisahkan diri dari Zizi.


Zizi heran, namun ia tetap bersyukur karena bisa lolos dari kejaran Kanaya. Orang-orang itu hilang bersama dengan sinar obornya. Zizi mulai bingung harus berjalan ke arah mana. Sampai pada saat ia melihat sebuah pintu.


Perlahan ia mulai mendekat dan mencoba membukanya. Saat pintu itu terbuka ada sinar yang sangat menyilaukan.


"Huuffh !"


Zizi terbangun dari tidurnya. Kali ini ia mendapati dirinya di kamar.


"Alhamdulillah...."


***


"Udah ah, gue balik ke kamar dulu ya ?" ucap Ratih.


"Ntar dong, baru juga jam segini" cegah Raya.


"Gua belom sholat isya"


"Sholat di sini aja"


"Ga ah, udah. Besok lagi. Makasih ya udah di ajarin"


"Ya udah deh, ati-ati lu nanti ada mba Kunti, hahaha"


DEGG !

__ADS_1


Sontak saja Ratih menoleh ke Raya.


"Hahahah, becanda ! ah elu penakut !!" ucap Raya.


Ratih pun pergi dari kamar itu dan segera berlari menuju kamarnya. Saat hendak menutup pintu Raya melihat ada seseorang di meja makan.


"Siapa ? makan malam ko ga ngajak-ngajak ??" gumamnya.


Namun orang itu segera beranjak pergi.


"Eh, malah pergi"


Raya kembali ke pintu itu dan segera menutupnya, tapi...


"Gue tidur di kamar lu ya ?" ucap Ratih yang tiba-tiba muncul di hadapan Raya.


"Elu !! bikin gue jantungan aja !! tadi nggak mau ! sekarang malah mau tidur di sini"


Mereka pun masuk. Entah kenapa Ratih langsung menarik selimut dan segera tidur.


"Aneh banget tuh anak" kata Raya dalam hati.


Raya masih sibuk dengan ponselnya dan masih becanda dengan grup di kelasnya. Tiba-tiba lampu pun padam.


"Alamak !! mati lampu pula !! gelap kan" ucap Raya.


"Makanya cepatan tidur !" kata Ratih dari dalam selimut.


Mau ga mau Raya pun perlahan mulai merebahkan badannya dan memakai selimut di tubuhnya.


"Gelap banget sih" gumam Raya.


Ketika hendak memejamkan mata, tiba-tiba ponselnya berdering dan membuatnya kaget.


"Astaghfirullah hal adziiim ! siapa sih yang gelap-gelap begini nelpon ??"


"Ih, mana sih"


Tiba-tiba ada seorang yang memberikan hp itu pada Raya. Raya pun berterima kasih.


"Makasih"


Tapi, tiba-tiba Raya ingat kalau Ratih masih tidur di sampingnya.


"Lalu siapa yang memberikan ponsel ini ???"


Di tengah rasa takutnya ia pun mencoba melihat ke arah ponselnya. Ia ingin tau siapa yang meneleponnya malam-malam begini.


DEGG !!


"Ga mungkin !"


Raya pun menoleh perlahan ke tempat tidurnya dimana masih terlihat dengan jelas seseorang yang berada di dalam selimut itu.


"Lalu dia siapa ??" ucapnya sambil menutup mulutnya agar tak berteriak.


***


"Selamat pagi Sofia ?" sapa Rifki.


"Eh Rifki"


"Tumben ga sama Zizi ?"

__ADS_1


"Yaelah, nyapa gue cuma modus, padahal mau nanyai Zizi, jahat banget lu !"


"Ya nggak gitu juga"


"Zizi udah jalan ke kelas duluan sama Doni tadi"


"Sama Doni ??"


"Iya. Kenapa ? cemburu ya ? hahaha hayo ngaku"


"Bukan ! bukan cemburu, tapi... tumben aja"


"Emm... iya juga sih, tapi... sebenarnya lu cemburu kaaaaan ???"


"Apaan sih lu ngeledek mulu..."


Tak lama bell pun berbunyi. Semua anak mulai berlarian menuju kelasnya masing-masing. Begitu juga dengan Rifki.


Sesampainya di kelas ia memang mendapati Doni dan Zizi yang tengah asyik bergurau. Setelah melihat kedatangan Rifki, Doni pun pindah tempat duduk dan segera menjauh dari Zizi.


"Seru banget kayaknya" ucap Rifki kepada Zizi.


Zizi tersenyum.


"Iya, tadi Doni cerita lucu banget"


Tapi respon Rifki agak lain.


"Hust !! Rifki cemburu" bisik Sofia.


Zizi menoleh ke arah Rifki. Rifki memalingkan wajahnya. Sedangkan Doni masih terlihat sisa senyuman di bibirnya.


Karena guru tak kunjung datang, Doni pun kembali mendekat ke tempat duduk Zizi. Rifki hanya melirik saja. Mereka mulai ngobrol dan bercerita hal-hal lucu dan konyol bersama Sofia dan teman yang lainnya.


"Don ! lu dari tadi ngobrol sama Zizi tapi ko lu ga berani sih natap matanya Zizi" ucap Sofia.


"Bukankah yang memabukkan itu di larang agama ??" kata Doni.


Sofia dan Zizi saling pandang.


"Memabukkan ??" tanya Sofia.


"Iya, gue ga pengen mabuk karena menatap matanya" ucap Doni.


"AAAAA !!! OMG !! Ternyata lu bisa ngegombal juga Don !!" teriak Sofia.


Sedangkan Zizi hanya tersipu malu.


"Apaan sih Sof ! ga usah teriak-teriak gitu lah" kata Doni.


"Ekhem ekhem ekhem !! yang di gombalin Zizi yang meleyot gue, haduuh meleleh nih hati gue, ahh ! Doni, bisa aja lu buat orang jadi salting"


"Biasa aja Sof"


"Kalau menatap matanya Zizi memabukkan, terus kalau liet senyumnya Zizi apa dong Don ?" tanya Sofia.


"Sofia apaan sih !" bekis Zizi malu-malu.


"Hust !!! lu diem, gue lagi nanya sama Doni. Don, senyumannya Zizi mematikan ga sih ? hahahaa"


"Berasa lagi sakarotul maut Sof kalau liet dia senyum"


"Hahahahaa, berasa mau copot ya jantungnya Don ? hahaha"

__ADS_1


"Iya Sof, nyawanya udah setengah melayang gitu..."


"Kalian berdua ini parah tau ga sih !" ucap Zizi.


__ADS_2