
Dewi masih berdiri di depan cermin itu. Terlihat dengan jelas tingkah dan sikap Tasya sebenarnya. Ia mulai paham dan mengerti.
Kemudian ia terkejut saat mendapati Tasya berada di kamar mandi kamar ibu dan bapaknya Aludra.
Di sana ia tak sendiri, ia bersama Zizi. Tapi Zizi yang bagian merapikan tempat tidur. Terlihat Tasya sedang berdiri memperhatikan ruang kamar mandi itu.
Sesekali ia bercakap namun entah pada siapa. Jika pada Zizi, tapi Zizi terlihat diam saja. Tiba-tiba Tasya di kejutkan oleh beberapa tetes air yang muncul dari atap kamar mandi itu.
Ia berusaha membuka pintu namun pintu itu di halangi oleh sosok hitam. Dewi memperhatikannya betul-betul. Tak lama rombongan Zizi membawanya keluar dari kamar mandi.
"Oh, ini penyebab Tasya pingsan di kamar mandi itu ?? Jadi, sosok itu terus berusaha mencelakai Tasya" ucap Dewi.
Singkat cerita di cermin itu nampak gelap. Mungkin suasana pada malam hari karena lampunya hanya 1 yang meyala dan tak begitu terang.
"Seperti ada yang datang ??" ucap Dewi saat melihat pintu lantai 1 terbuka.
Kemudian datanglah Kiandra. Ia nampak berbincang dengan seseorang, tapi...
"Ngomong sama siapa ya ??"
Lalu kiandra mulai menaiki lantai 2, lantai 3 dan lantai 4. Kemudian turun lagi menuju lantai 1. Tak lama terlihat Zizi juga menurunin lantai 1.
"Zizi ngapain ya ??"
Zizi terlihat bingung di sana. Kemudian ia mendengar suara dari balik bekas kamar Aludra.
Zizi mengambil benda sebagai senjata. Ketika pintu di buka,
BLUUKK !!
"OMG !! Itu bu Kiandra Zi... Kenapa lu pukul ??"
Zizi pun terlihat meminta maaf dan ada obrolan sebentar dari mereka, kemudian Zizi naik lagi ke lantai atas.
Setelah di rasa Zizi sudah memasuki kamar tiba-tiba muncul seorang wanita dari balik bekas kamar Aludra.
"Mbak Mala ???? Ko bisa di situ ?? Kapan datangnya ?? Bukannya dia datang jam 1 siang ?? Dan ini... Jam berapa ???"
Ia segera mencari jam dinding di dalam cermin itu. Dan kaget saat mendapati ternyata itu...
"Jam 1 malam ???"
Dewi terdiam sejenak saat menyaksikan hal itu. Kemudian ia memperhatikannya kembali, seolah-olah sedang memantau dari cctv.
Adegan beralih ke Tasya yang tengah makan seblak kemudian tersedak dan berlari ke kamar mandi.
"Ukhukk !! Ukhuukk !!"
Tasya mulai mulai muntah darah.
"Jadi benar ?? Karena seblak itu Tasya jadi..."
UKHUUK UKHUUKK UKHUUUKK
CRAATTT
AAAAAAAA
Tiba-tiba saja darah itu mengenai wajah Dewi. Ia yang kaget pun segera mundur dan kemudian mulai membasuh darah di wajahnya.
Dengan nafas terengah-engah. Ia mencoba kembali melihat ke arah cermin. Apa yang ia dapati membuatnya kaget.
"Astaghfirullahal adziim !!"
Bayangan yang ada di cermin itu memang bayangan Dewi, tapi raut wajahnya berbeda. Di wajahnya Dewi sama sekali tak tersenyum, namun di cermin itu menampakkan kalau dirinya sedang tersenyum.
__ADS_1
***
Di Rumah sakit.
"Kenapa belum tidur ??" tanya Kiandra sambil mendekati Zizi yang tengah duduk di depan ruang ICU.
Zizi hanya melirik saja.
"Bukankah besok kamu harus sekolah ??"
Zizi masih terdiam.
"Kamu masih marah sama ibu gara-gara hpmu ??"
Zizi memalingkan wajahnya.
"Tidurlah, tak perlu kau fikirkan mereka yang ada di kost. Mereka itu perlu mendapat sedikit pelajaran"
Zizi menoleh ke arah Kiandra.
"Mereka semua anak yang bandel. Tak mendengarkan perintah. Melupakan beberapa aturan dan bahkan saling egois. Nanti pulanglah bersama ibu, Tasya kan sudah ada yang menjaganya (tersenyum)"
Zizi masih diam tanpa suara.
"Kamu tau korban berikutnya siapa ??"
DEGG !!
Sontak saja Zizi langsung menoleh kembali ke arah Kiandra.
"Jangan macem-macem ya bu !!"
"(Terkekeh) Zizii... Jangan terlalu baik sama orang, ga usah terlalu peduli juga sama orang. Ambil pelajaran dari Mayang"
Zizi mulai menatap mata Kiandra. Darimana ia tau soal Mayang ?
Zizi menundukkan kepalanya.
"Lalu kau mau bantu Doni buat mengembalikan Mayang ?? Kalau nantinya Mayang kembali menghianatimu bagaimana ? jangan terlalu baik Zi... saya tau kamu bisa membantu hampir semua orang yang meminta pertolongan padamu. Tapi ? Apa mereka ada buatmu saat kamu susah ?? Kayaknya kamu perlu belajar untuk lebih memilih pertemanan"
Zizi masih termenung di sana. Kemudian Kiandra memakaikan jaketnya di badan Zizi. Zizi menoleh.
"Pakailah, di sini dingin. Nanti kau sakit. Tidurlah. Besok sekolah. Nanti akan ku bangunkan ketika subuh. Masih ada 1 jam lagi, lumayan jika di pakai untuk tidur, kondisi Tasya baik-baik saja ko, kamu tenang saja."
Kemudian Kiandra bangun dan pergi meninggalkan Zizi. Sedangkan Zizi, entah apa yang ia pikirkan. Mungkin ucapan Kiandra ada benarnya juga. Tapi, menolong orang bukankah itu hal yang baik, meskipun pada akhirnya mendapatkan penghianatan.
***
Terlihat suasana kelas yang ricuh karena guru pelajaran tidak datang akibat ada halangan. Zizi terlihat lesu di sana.
"Zizi ! Ke kantin aja yuk ??" ajak Sofia.
"Kantin ??"
"Iya, dari pada ngantuk gini"
"Ya udah, gue ambil uang dulu deh"
Sofia pun bersiap dan Zizi mulai membuka tas untuk mengambil dompet. Namun ia kaget saat ada tangan yang menarik tangannya dari dalam tas. Tangan itu penuh luka goresan.
"Aaaa !!"
"Kenapa Zi ??" tanya Sofia kaget.
Zizi diam sejenak dan memperhatikan sekeliling.
__ADS_1
"Em... Ga apa-apa ko Sof, ke tusuk jarum"
"Oalah, ya udah yuk"
Zizi menarik nafas dan meyakinkan dirinya kalau ini pasti gara-gara ia kecapean saja. Sesampainya di kantin mereka pun memesan baso.
"Katanya Kak Tasya di bawa ke rumah sakit ya Zi ?"
"Iya"
"Sakit apa emang ??"
"Lambung"
"Lah ?? Parah kah ?? cuma lambung ko sampai di bawa ke ruamh sakit ??"
"Ya lumayan, soalnya dia muntah darah terus"
"Oh gitu, orang tuanya sudah tau ?"
"Sudah, maka dari itu gue bisa sekolah"
"Tadinya lu yang jagain ?"
"Iya, sama bu Kiandra"
"Lalu gimana kondisinya ?"
" Katanya sih udah membaik, bahkan hari ini mau di pindah kamar"
"Syukurlah"
Tak lama basonya pun datang. Mereka segera memakannya, tapi lagi-lagi Zizi terkejut saat menyendok basonya. Itu bukan baso, tapi bola mata manusia.
"AAAAAA !!"
Sontak saja baso itu terlempar jauh ke lantai.
"Kenapa Zi ??" tanya Sofia.
"Ada yang ga beres" ucap Zizi.
"Basonya masih panas ya ??"
Zizi menoleh ke arah Sofia lalu tersenyum. Kemudian ia pamit pergi ke toilet.
"Kenapa gue hari ini ?? Banyak sekali kejadian yang membuat gue kaget. Jantungnya senam terus nih" ucapnya di dalam toilet sambil mencuci tangan.
Kemudian ia pun mencuci mukanya sambil sesekali bercermin. Tiba-tiba ia kaget saat melihat bayangan di cermin ada Dewi.
"Astaghfirullahal adzim kak Dewi bikin kaget aja"
Ia hanya tersenyum.
"Kakak baik-baik aja ??"
Ia tak menjawabnya. Lalu ia pergi begitu saja.
"Kenapa wajahnya pucet ??"
Kemudian ia teringat akan perkataan Kiandra pas di rumah sakit.
"Kamu tau korban berikutnya siapa ??"
Ucapan itu tiba-tiba saja menggema di telinganya.
__ADS_1
"Jangan-jangan semalam kak Dewi bercermin ??"