Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Kanaya vs Zizi


__ADS_3

***


Malam ini Zizi berniat tidur sore, tapi sejak maghrib perasaannya sudah gelisah. Suara-suara ga jelas pun selalu membuatnya terjaga dari tidurnya.


TOK TOOK TOOKKK !!


Zizi hanya melirik saja ke arah suara ketukan itu. Di sana ada sesosok wanita berambut panjang memakai gaun putih dengan kuku-kuku yang hitam.


Zizi pura-pura tak melihat dan tak mendengarnya. Tiba-tiba mbah singadita pun muncul.


"Mbah jangan !!" teriak Zizi.


"Bukankah dia sudah mengganggumu ?"


"Iya, tapi aku rasa dia itu suruhan dari seseorang"


"Insting yang bagus Zi"


TAK TOK TAK TOK TAK TOK


Suara jarum jam itu terngiang jelas dan membuat kepala Zizi pusing.


"Di mana ada jam dinding mbah ?"


"Bukan suara jam dinding, melainkan suara hantu itu (menunjuk ke arah dinding)"


Zizi sedikit merinding melihatnya.


"Ini parah mbah, Zizi ga mau jadi indigo, apalagi Zizi mulai terganggu dengan suara-suara bising"


"Ini hanya sementara saja, ketika masalah yang kau hadapi selesai, maka akan tertutup kembali mata batinmu"


"Masalah ? Masalah apa mbah ??"


Tiba-tiba Zizi mendengar suara teriakan dari lantai bawah.


AAAAAAA


Zizi segera berlari turun. Ia pun mendapati bu Lulu berlumuran darah dan kini tergeletak tak bernyawa. Zizi terpaku melihat kejadian itu. Tak ada seorang pun yang berani menyentuhnya.


Lutut Zizi langsung jatuh ke lantai, menandakan rasa tak kuasa lagi melihat keadaan ini.


"Kanayaaaaaaaa !!!!"


Zizi pu menangis sejadi-jadinya di sana. Di ikuti pula isak tangis dari anak-anak lain. Zizi mulai bangun dan mulai memasuki kamar bu Lulu. Di cari Kanaya di sana.


Kanaya terlihat sedang duduk di atas lemari sambil mengayun-ayunkan kakinya. Sesekali ia tertawa cekikikan. Zizi menatap tajam ke arah Kanaya.


"Hahahahaa... Akhirnya dendamku terbalaskan, hahahaaaaa"


"Turun kamu !!"


Kanaya pun turun dan berjalan mendekat ke arah Zizi.


PLAAAKKK !!


Zizi menampar Kanaya. Ia pun mendorong Kanaya hingga jatuh lalu menghajarnya.


"Aaaarrgghh !!! Udah berapa nyawa kau habisi Nay ? Hiks hiks... Udah berapa nyawaaa !! Hiks hiks... Kamu jahat banget Nay ! Hiks hiks"


Anak-anak yang lain pun masuk ke kamar itu dan mendapati Zizi sedang memukuli lantai.


"Zizi...."


Zizi tak mendengarkan itu, ia begitu kecewa pada Kanaya.

__ADS_1


"Sudah ku beri ampun waktu itu, aku kira itu akan membuatmu jera, tapi apa Nay ?? Apa ???!! Hiks hiks..."


"Aku hanya menginginkan kematian Aludra saja"


"Sekarang dia udah mati !! Kamu bahagia ???"


"Hahahahaa... Bahagia sekali aku Zilvana, hahahaa"


BLUUKKK !!


Kanaya di lempari sendal oleh Zizi.


"Kurang ajar !!"


"Siapa yang kurang ajar ??"


"Beraninya kau !! Hiaaaakkkkk !!"


Tapi Kanaya menghilang. Sedangkan anak-anak yang lain melihat Zizi seperti orang gila yang bicara sendiri dan bertingkah aneh.


Tiba-tiba di luar kamar semua anak berteriak saat melihat penampakan Kanaya di sana.


AAAAAAAAAAAAA


Zizi langsung segera keluar. Zizi menatap Kanaya dengan wajah yang begitu marah.


"Beraninya kau Nay !! Bismillahirrohmanirrohim, Kulya i'badiyalladzina asrofu wa alaa angfusihim laatadnatu mirrohmatillah, innallaha yahfidzzuna jamii'a innahu huwal ghofurrurohiim"


"AAAAAAAAAAAAAA !! Keparat kau Zilvana !! Panaaaass !! Kurang ajar kau !! Anak sialan kau Zilvanaaa !! AAAAAA panaaass !!"


"Kau memang pantas mendapatkan itu !! Aku muak lihat tingkahmu Nay !!"


Kanaya terlihat loyo setelah mendengar kalimat itu. Bahkan ia yang tadinya tak menginjakkan kaki di lantai, kini kakinya menempel di lantai.


"Awas kau Zilvana !!"


"Sini maju !!"


Tapi Kanaya ketar-ketir karena mendekati Zizi sama saja seperti mendekat ke arah api. Panas.


Tak lama datanglah para antek-antaknya Kanaya. Anak-anak langsung berlarian pergi ke kamar masing-masing.


JEDEER JEDEERR JEDEERR !!!


Suara pintu-pintu itu membuat Zizi sedikit menutup telinga. Zizi menelan ludahnya. Begitu banyak antek-antek Kanaya yang ada di hadapannya.


"Ok !! Bismillahirrohmanirrohim... Aku siap, sini maju kau !!"


RAAAAWWHHHHH !!!


Zizi pun mencoba melawan mereka satu persatu. Ia belajar bela diri dari melihat kawan-kawannya beraksi.


BRAAKKK !!


Zizi tersurung jatuh. Tiba-tiba ada yang mengulurkan tangannya. Zizi menatapnya.


"Harimau putih ?? Mbah singadita ??"


Pria itu tersenyum lalu bersiap pula melawan antek-anteknya Kanaya. Entah mengapa Zizi merasa damai bila melihat pria yang mirip dengan Alwi Assegaf itu.


Beberapa dari mereka tiba-tiba saja hilang entah kemana dan membuat Zizi heran.


"Kau baik-baik saja Zi ?"


Suara itu mengagetkan Zizi.

__ADS_1


"Doni ?? Rifki ??"


"Percuma melawan Kanaya sendiri, kau akan kalah. Mari sama-sama melawan dia"


"Sapu lidi gagang palem ??"


"Benar Zi, ini untuk mengusir para dedemit yang sering mengganggu tidurmu. Tapi bisa juga di pakai untuk menyambuk para antek-antek Kanaya"


SREEKKK !!


Sapu lidi itu terjatuh di tendang oleh Kanaya.


"Hahaha... Hahahaa.... Hahahaaaa"


Doni menatapnya dengan sinis.


"Kurang ajar kau Nay !! Hiiiaaakkk !!"


Mereka pun berkelahi lagi. Kanaya melawan Doni. Sedangkan yang lain membasmi para anatek-antek itu.


Rifki yang masih belum terlalu pulih dari luka rasa kehilangan Mega pun tersungkur jatuh dan terluka parah akibat cakaran dari para makhluk.


"Rifki !!" teriak Zizi.


Tapi Zizi langsung di terkam oleh sesosok wanita berambut panjang dengan taring yang panjang.


"Eegghh !! Lepasiiiin !!!!"


"Kau begitu manis, apa lagi darahmu, (mengelap air liurnya) aahh ! Rasanya ingin sekali aku menghisapnya"


Zizi memejamkan mata dan membaca sebuah do'a, lalu hilanglah ia. Hantu itu merasa di permainkan oleh Zizi. Segera saja ia mengikuti jejek Zizi.


Zizi yang kini sedang membantu membangunkan Rifki pun di tarik oleh hantu itu. Zizi pun jatuh. Lalu kakinya di seret.


"Ki !! Tolong !!" ucap Zizi sambil mencoba mencari pegangan.


Rifki mencoba menggapai tangan Zizi tapi ia tak mampu karena hantu itu sangat kuat dan cepat menarik kakinya Zizi. Rifki justru malah di cekik oleh salah satu makhluk di sana.


Zizi mencoba melawannya. Memejamkan matanya kembali agar bisa terlepas dari hantu itu.


"Aaagghh !! Sial. Kemana lagi tuh anak ??"


"Aku di belakangmu !!"


PLAAKKK!!


Zizi mencoba memukul hantu itu dengan tongkat baseball namun ia malah memukul tembok. Saat melihat sekeliling Doni sedang di gantung oleh Kanaya. Rifki terbaring lemah di lantai. Harimau putih tak nampak dimana pun.


"Ada apa ini ??" tanya Zizi heran.


"Aku belajar cukup lama untuk menakhlukkan ilmu-ilmu seperti yang mereka miliki Zil, ketika aku bisa mengapa tak ku coba praktikkannya ?? Hahahaa... Kini tugasku hanya tinggal melenyapkanmu !!"


"Lenyapkan saja jika kau bisa !! HIIIAAAKKKK !!"


Zizi mendekati Kanaya sambil membawa alat pukul. Mereka pun terlibat perkelahian cukup sengit.


"Tak akan ku ampuni kau Nay ! Kau telah tega membunuh Aludra ! Bahkan ia sama sekali ga bersalah !! Kau sendiri yang melakukannya ! Kau yang bunuh diri !! Aaarrgghhhh !!!"


"Seandainya kau tak ikut campur !! Sudah ku habisi Aludra dari kemarin-kemarin. kesempatan ini sengaja ku ambil saat kau ada urusan yang lain !!"


"Dasar licik !! Bismillahirrohmanirrohim........"


Zizi dan Kanaya terus saja berkelahi hingga Zizi tak sadar ia masuk portal dunia lain.


"Ziiii !!!" teriak Rifki.

__ADS_1


__ADS_2