
"Itu namanya hantu gambrok"
"Gambrok ??"
"Iya, hantu yang sekalinya udah nempel susah buat di buang"
"Gambrok itu sama aja dengan nempel ya ? Hantu tempel gitu ?"
"Bisa sih, orang jawa bilangnya hantu gambrok, soalnya cara dia berpindah tempat ke orangnya itu ya langsung nge-gambrok gitu, ga jalan, ga ngilang, ga merayap. Kadang ia lebih sering berada di sebuah jembatan yang aliran airnya kecil dan sering mampet karena sampah, bergelantungan ditepian jembatan"
"Hantunya jorok banget"
"Itu memang tempat tinggal termewah. Karena pada dasarnya makhluk halus lebih suka tinggal di tempat pembuangan air"
"Lalu kenapa dia bisa tinggal di sungai ?"
"Dia hantu yang bandel, dia pernah di tugaskan untuk mengganggu setiap orang yang lewat di jembatan, tapi dia pilih-pilih, malah dia lebih suka mengganggu seorang pria hidung belang. Makanya di pindahkan ke sungai deh"
"Hah ??? Genit amat"
"Bisa genit bisa serem juga, dia aja cuma pakai kain yang ia balutkan di badannya saja, dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang mulus dan aduhai itu"
"Matamu loh di jaga matamuuuu !!"
"Hahahaa, dia kayaknya suka sama Bima"
"Ko kalau di lihat-lihat serem ya ?"
"Buat aku sih biasa aja, udah biasa lihat juga ko hantu semacam itu"
"Biasa aja !! Serem tau !"
"Ada yang lebih serem ko dari itu"
"Cara ngilangin hantu itu gimana ?"
"Ya cuma Bima yang bisa, kan itu ulah Bima juga"
"Bikin ulah apa lagi sih ?"
"Kemarin dia tuh di kejar sama Banaspati"
"Banaspati ?"
"Iya, hantu bola api, yang mana punya prinsip kalau orangnya makin takut itulah sumber energinya, makanya terkenalnya tuh makin besar rasa takut makin besar pula apinya"
"Banaspati, lalu apa hubungannya dengan hantu gambrok ??"
"Dia itu panik saat Banaspati itu terus mengejarnya, lalu Bima njebur ke sungai tanpa permisi terlebih dahulu, marahlah hantu itu, jadi hantu itu mengikutinya sampai rumah, bahkan ia ikut dalam setiap kegiatannya Bima, ya dengan cara duduk di pundaknya"
"Sumpah wajahnya ancur gitu, serem banget tau ga sih ??"
"Tapi yang di lihat Bima itu cantik"
"Serius ?"
"Iya lah, kan Bima playboy. Sebenarnya hantu gambrok itu nolongin Bima sih dari Banaspati itu. Banaspati itu pergi saat hantu gambrok itu menampakan diri kepadanya"
"Baik juga hantu gambroknya ?"
"Kita geser sebentar ke arah Zilvana"
Mata Mega mencari sosok Zizi. Dan ketemu.
"Itulah, mengapa aku suka sama Zilvana"
__ADS_1
"(Melongo) siapa yang mengikutinya ? Sebanyak itu kah ?"
"Coba jelasin apa yang kamu lihat ?"
"Dia berjalan dan di iringi oleh banyak makhluk, ada seorang nenek tua yang sangat cantik dan manis senyumnya, ada harimau putih dan beberapa hantu di belakangnya"
"Harimau putih dan nenek itu adalah khodamnya, sedangkan para makhluk itu adalah makhluk yang pernah hampir mencelakai Zilvana tapi di bantai oleh khodamnya. Bahkan sebelum Zilvana mengetahuinya"
"Jadi, ada makhluk yang mau ganggu dia, terus belum sempet ganggu tapi udah di bantai sama khodamnya ? Gitu maksudnya ?"
"Iya, makanya mereka akhirnya jadi pengikut deh"
"Berarti Zizi itu ga pernah sendirian ya ?"
"Seperti yang kamu lihat"
"Dia itu seperti tuan putri yang di kawal oleh para bodyguard-nya"
Zidan tersenyum.
"Coba kamu lihat ke arah sini (memutar badannya Mega)"
"Allahu akbar !!!" jerit Mega ketika melihat ruang kelas 12 IPA 1
"Ehh tunggu !! Dia kemana ??" ucap Zidan kaget saat melihat ruangan itu.
"Zidan gua ga mau lihat ini !!" teriak Mega.
Tapi Zidan sedang mencari sesuatu.
"Zidan lu denger gua ga ?!!"
"Kurang ajar !! Dia kemana ?? Gawat !"
"Apanya yang gawat ??"
"Woi !!! Lu kenapa sih ??" tanya Mega saat melihat Zidan lari terburu-buru.
***
Di kost putri.
PRAANGG
Suara piring terjatuh itu terdengar sangat keras di kamar ibu kost. Ia buru-buru keluar untuk melihatnya dan segera bertanya.
"Ada apa ?? Siapa yang memecahkan piring ??"
Tapi ternyata di sana ga ada anak satu pun yang terlihat. Bahkan semua pintu kamar juga masih tertutup rapat. Dapur masih terlihat bersih mengkilap.
Bu Lulu bingung karena ia baru saja mendengar suara piring terjatuh. Ia segera mengecek ke semua lantai. Sama saja. Sepi.
"Ini anak-anak kemana ya ?"
BLUUGG
Suara benda berat terjatuh. Bu Lulu segera mencarinya. Tapi sama sekali ga ada. Dari ruangan ke ruangan ia telusuri. Bahkan ia sempat mengetuk pintu salah satu kamar. Tapi tak ada jawaban.
Sepatu mereka pun tak terlihat. Tandanya belum ada yang pulang sekolah. Bukankah ini hari sudah sore ?
"Kemana mereka ?? Jam segini belum ada yang pulang satu pun ?"
SIINGG SINGG SINGGG
Suara pisau di asah mulai terdengar. Jantung bu Lulu mulai berdegup kencang.
__ADS_1
"Pisau ??? Siapa yang mengasah ?? Anak-anak itu tidak mungkin bisa ?"
TAP TAP TAAP
Derap langkah kaki mulai terdengar dari lantai atas. Sedangkan bu Lulu sedang berada di lantai 2. Ia mencoba mendengarkan langkah kaki itu sambil menarik nafas.
"Huuufhh !!"
CEKLEKKK !!
Lemes rasanya badan bu Lulu. Matanya mulai di pertajam kembali. Ia mengecek pintu yang terdengar tadi.
"Pintunya aman. Lalu ? Pintu mana yang terkunci ??" ucapnya sambil mendongak ke atas, ke lantai 3 dan 4.
Suasananya begitu hening, membuat bu Lulu mulai sedikit takut. Ia mencoba memanggil satu-satu anak-anak kost-nya.
"Dian ?? Zizi ?? Wulan ???"
Tapi ga ada jawaban. Tiba-tiba saja...
DEEEP DEEP DEEP
Lampunya mulai berkedip-kedip seperti hampir mati. Bu Lulu terdiam dan terpaku.
"Ada apa ini ??"
Tiba-tiba lampu semuanya mati. Bu Lulu menjerit sambil menutup telinganya. Sayup-sayup terdengar suara.
"Happy birthday to you... Happy birthday to you..."
Lagu itu terdengar jelas bersamaan dengan nyalanya lampu di sana. Bu Lulu meneteskan air matanya pertanda haru. Hampir saja ia di buat pingsan oleh anak-anak kost itu.
"Masya Allah, apa ini ? Ulang tahun ibu ya ?" ucap bu Lulu.
"Iya bu, ayo semuanya nyanyi dulu, happy birthday to you... Happy birthday to you..."
"Tiup lilinnya tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekaraaang juga sekaraaang juuugaaa...."
Terdengar riuh kebahagian di sana. Mereka merayakan pesta ulang tahun bu Lulu yang ternyata baru 35 tahun.
Memotong kue, membaginya, buka kado dan happy-happy bersama. Anak-anak itu ternyata sudah mempersiapkan kejutan itu sejak lama. Makanya semua di atur dengan sangat detail sekali supaya ibu kost mereka tidak curiga.
"Terima kasih semua, kalian anak-anak yang baik"
"Sama-sama bu"
"Haduuh !! Ruangannya jadi berantakan !! Ibu ga mau tau, pokoknya besok pagi ibu lihat harus sudah rapi"
"Siap ibu Lulu"
Kemudian bu Lulu pun pergi ke kamar sambil membawa kado dari anak-anak kost itu. Sedangkan anak-anak itu kemudian bersama-sama membereskan ruangan itu.
CEKLEKK
Bu Lulu menutup pintu kamarnya dan berbaring di kamar sesaat setelah meletakan kado.
"Huuufh !! Hampir saja copot jantungku di kerjain mereka"
Tiba-tiba ada yang jatuh menetes di pipi kanan bu Lulu. Ia mengeceknya.
"Apa ini ? (mengusap pipi) darah ??(menciumnya) amis ? Darah baru ?? Dari mana ?? Anak-anak masih mengerjaiku ???"
Kemudian ia mendongak ke atas dan kaget saat melihat sosok yang sedang bergelantungan di langit-langit kamarnya.
"Allahu Akbar !!!"
__ADS_1
Rambutnya menjulur ke bawah menutupi raut wajahnya dan penuh dengan lumuran darah di badannya. Ia membawa sebuah pisau.
"s s s sii siiapa kamu ???"