Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Mata batin terbuka


__ADS_3

***


"Rifkiiiiiiiiii !!!!"


Sontak saja Rifki segera berlari ke arah Doni. Rifki menatap heran ke arahnya. Pasalnya Doni sedang berdiri di atas kasurnya sambil kebingungan.


"Kenapa Don ? Pagi-pagi heboh ??"


"Ini kenapa kasur gua kotor banget gini Ki ? Baju gua juga lagi, ini kenapa Ki ??"


Rifki hanya memandangnya saja. Ia pun tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Doni kemarin. Ia juga tak tau bagaimana cara menjelaskannya pada Doni.


"Gua kenapa Ki ???"


Rifki menyuruhnya untuk mandi dulu dan ganti baju. Lalu menyuruhnya untuk mengganti sprei dan selimutnya.


Setelah semua selesai, sambil berjalan menuju ke sekolahan Rifki pun menceritakan kejadian kemarin pada Doni.


"Nah, itu dia. Seinget gua, gua itu ketemu sama sosok asap yang makin lama makin tinggi itu loh Ki, abis itu gua ga tau lagi gua kenapa. Lah ko bangun tidur sprei gue kotor bangeeettt"


"Ketemu apa ?? Asap ?"


"Iya, apa sih namanya gua lupa"


"Terus ??"


"Ya udah gua ga inget apa-apa lagi"


"Lu pulang-pulang gua tanya diem aja, mana pulang nyeker, baju basah dan kena lumpur, ehh malah langsung tidur ! Gila lu"


"Hah !! Serius lu ??"


***


"Syelamat fagi Zilvana Zilooong ?" sapa Mega.


"Biasa aja kali ngomongnya" tegur Mayang.


"Oi Mayang sari alias gadis yang sudah tak suci lagi ! Diem aja deh. Kalau ga suka mending diem. Gua lebih suka lu jadi anak pendiam tau. Kalem. Alim. Ga bucin"


"Mega !! Jaga ucapannya ya !" ucap Zizi.


"Kenapa ? Ada yang syalah ? Emang bener kan Mayang itu syudah ga syuciiii"


Mayang langsung menatap tajam ke arah Mega. Ia menatap dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Kemudian ia terus saja menatap mata Mega.


Mega mulai salting dan gugup. Mayang mulai berdiri dan mendekati Mega. Ia mendorong Mega hingga ke tembok.


"Ngomong apa tadi ??" tanya Mayang.


Mega hanya diam saja. Teman-temannya hanya bisa memperhatikannya saja. Karena baru kali pertama Mayang berani melawan seseorang.


"Ngomong apa tadi ??"ucap Mayang sambil mencekik Mega dengan keras.


Semua yang ada di sana pun mulai panik.


"May jangan May ! Lepasin May !!!"


Tangan Mega melambai-lambai meminta pertolongan. Mayang pun melepaskan cekikan itu.


UKHUUKK UKHUUKKK


Kemudian Mayang mendorong Mega hingga jatuh.


ADUUUH !!


Mega sudah benar-benar ketakutan. Lalu Mayang mengusap kepala Mega.


"Lain kali hati-hati sama gue !!" ucap Mayang sambil tersenyum.


Mayang pun berdiri dan segera meninggalkan tempat itu. Mega masih saja melongo di sana.


"Mega, lu baik-baik aja ??"


***


"Gue mau belajar ilmu kebatinan !!" ujar Mega.

__ADS_1


Zidan hanya melirik saja.


"Hampir mampus gua tadi gara-gara Meyong !!"


"Jangan nyalahin dia lah. Yang salah kan kamu"


"Kok lu ikut nyalahin gue ?"


Zidan diam.


"Pokoknya gue mau lu jadi guru gue !"


"Kendaliin dulu kanda pat itu !"


"Kendalikan kanda pat ?"


"Iya. Kamu bahkan udah punya 4. Sedangkan Zizi hanya 2. Dan Mayang hanya 1. Masa kamu kalah ?"


"Kendalikan kanda pat ???"


***


"Yang bener aja lu Don ??" tanya Zizi.


"Tanya aja sama Zidan. Kalau nggak, tanya ke Kanaya. Ga sembarangan orang bisa memakai ilmu segel itu. Bahkan Darmaji pun di buat babak belur kan oleh Kanaya ? Segel itu cuma di tiup saja sama Kanaya."


"Kalau ga bisa merebut, berarti kita harus pakai cara halus, deketin dia supaya mau di ajak kompromi sama kita buat melawan Kanaya."


"Kalau saran gue sih gini Zi, coba lu belajar kendalikan Khodam lu ! Supaya lu bisa mengeluarkan dia di saat yang tepat ! Bukan di saat lu udah sekarat !! Ya kan Don ??"


"Tumben pinter Ki"


"Kalau lu bisa ngendaliin khodam-khodam itu, gue yakin lu bisa melawan Kanaya tanpa perlu segel itu."


***


Di kost putri.


"Bagaimana caranya mengendalika khodam ya ?" tanya Zizi di dalam kamarnya.


"Ko suaranya jelas ??"


Tapi ia belum menemukannya. Ia pun mencoba keluar kamar.


"Astaghfirullahal adzim !!"


Zizi kaget saat anak kecil itu sudah berdiri di depan pintu. Sangat cantik dan ia membawa boneka lucu. Rambutnya panjang hitam lurus dan berponi.


"Kamu ngapain di sini ?? Mana mamamu ?"


Anak kecil itu tak menjawabnya. Ia main masuk saja ke kamar Zizi sambil ketawa-ketawa.


"Lah, ko jadi serem ya ? Dek !!"


Zizi pun kemudian ikut masuk kembali ke kamarnya. Tapi anak kecil itu sama sekali ga ada. Ia cari ke semua area kamar, tetap saja ga ada.


"Ga mungkinkan kalau aku halu ??? Jelas-jelas tadi aku lihat di depan pintu ada anak kecil, lalu dia masuk dan ??? Kemana ?"


Zizi melirik ke arah jarum jam.


"22 : 12"


Zizi menarik nafasnya kemudian duduk di atas kasur.


"Apa yang baru saja aku temui ??"


Lalu Zizi pun membuka pintu kembali. Suasana sudah senyap. Ia mencoba menoleh ke kamar-kamar yang lain. Ada 1 kamar yang masih terbuka pintunya. Di sana ia melihat seseorang sedang menunaikan ibadah sholat.


"Kak Tasya sholatnya ko malam banget ? Abis ngapain aja dari tadi ? Pintu ga di tutup lagi, udahlah. Biarin aja, mungkin AC kamarnya mati, masuk ke kamar sendiri lagi aja lah"


Tak lama setelah Zizi masuk kamar ia mendapat telpon dari Tasya.


"Iya kak ?"


"Kayaknya gue lupa nutup pintu kamar gue deh. Bisa minta tolong tutupin ga ? Gue nginep di rumah teman soalnya"


DEGG

__ADS_1


"Lha terus tadi siapa yang lagi sholat ?" tanya Zizi dalam hati.


"Ziii ?? Masih di situ kan ??" panggil Tasya.


"Iya kak iya, saya tutup nanti pintunya"


"Ya udah, makasih Zizi"


Tuut tuut tuuut tuuut


Panggilan itu terputus begitu saja. Zizi masih dalam keadaan sadar ga sadar.


"Kalau Tasya ga ada di kamar ? Terus itu siapa ????? Aduuuh ! Berani nutup pintunya ga ya ?? Serem banget sih. Kemarin aja Slenderman ke sini, terus tadi ada anak kecil masuk kamar, dan ini ??? Tasya ??? Astaghfirullahal adziiim"


"Kenapa takut ???" ucap suara mungil.


Zizi langsung menoleh dan kaget saat melihat anak kecil itu. Anak kecil itu sedang duduk di atas lemarinya sambil memainkan boneka.


"kkkkk kkaaamu ??? Setan ??"


HAHAHAHAA


Zizi nyengir ketakutan.


"Ga usah takut. Tutup saja pintu kamarnya kak Tasya"


Zizi menganggukan kepala. Ia segera menutup pintu kamar Tasya lalu kembali lagi ke kamarnya.


HUUUFH !


"Ini baru permulaan" ujar anak itu.


"Maksudmu permulaan ?"


"Hari ini kakak resmi di buka mata batinnya"


"Siapa yang membuka ? Ga mau aku !"


"Kita yakin kakak kuat ko. Jadi ga usah khawatir"


"Kuat dari mana ?? Takut aku Dek !!"


"Membuka mata batin adalah salah satu cara untuk bisa mengendalika khodam" ucap anak kecil itu.


"Salah satu cara mengendalikan khodam ?"


"Iya, jadi nantinya kakak akan lebih banyak melihat makhluk-mahkluk seperti saya ini kak, bersiap saja, hehe. Karena khodam itu perlu di lihat dari mata batin kak"


"Kamu ngapain di situ ! Turun kamu !"


Ia pun bersiap lompat dari atas lemari. Zizi pun agak panik karena ia takut kalau nanti anak itu terjatuh.


"Tunggu tunggu tungguuu !! Pelan-pelan" ucap Zizi sambil bersiap menangkat anak itu dari bawah. "Ok ! Aku siap ! Ayo lompat"


Tapi anak itu sudah berada di atas kasur dan Zizi tak melihat ia turun.


"Lah ?? Ko udah di situ ?? Kapan turunnya ???"


HAHAHAHAHA


"Namaku Diandra, aku suka tempe goreng"


"Tempe goreng ??"


"Iya, sama seperti mamaku"


"Mamamu ?? Siapa ??"


"Teman kakak"


"Temanku yang suka tempe goreng ?????"


Zizi langsung menatap ke arah anak kecil itu.


"Kamu anaknya ???"


Anak kecil itu hanya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2