
***
"Ki ! Bapak sudah kewalahan, kita ambil jalur pintas saja ! Ambilkan air satu ember Ki !" perintah pak ustad kepada Rifki.
"Baik pak"
Pergilah Rifki mengambil air. Zizi ikut mengaji bersama dengan teman-teman yang lain yang tak kesurupan. Tak lama datang Rifki membawa air satu ember.
"Baik anak-anak, mari kita bacakan surat yasin bersama-sama, tolong yang belum wudhu, pergilah ambil air wudhu terlebih dahulu"
Setelah semuanya siap, ember itu di taruh di tengah-tengah mereka. Mereka membuat lingkaran dan mulailah mereka mengaji.
Ada banyak jeritan di sana. Tapi tidak di pedulikan oleh kelompoknya pak ustad. Mereka fokus baca yasin 7 kali.
Para makhluk itu mulai kepanasan dan terbakar. Setelah ayat itu selesai di bacakan pak ustad menyuruhnya untuk memercikkan air itu kepada seluruh siswa yang kerasukan.
"Baik pak"
"Ingat ! Sholawat dan dzikirmu jangan sampai putus"
"Baik pak"
Rifki dan Zizi serta di bantu anak-anak yang lain mulai bergegas. Satu persatu anak mulai sadarkan diri.
Rita dan Nia pun memanggil-manggil Zizi dan Rifki.
"Ki !! Sini. Itu Mega" teriak Rita.
Zizi dan Rifki pun menoleh ke arah mereka lalu menghampirinya.
"Airnya masihkan ?" tanya Nia.
"Masih" jawab Rifki.
"Oh iya Ki ! Simbol yang ada di tangan Mega" ucap Zizi.
"Simbol apa ?" tanya Rifki.
"Simbol naruto" jawab Rita.
"Huruf qof ??" tanya Rifki.
"Iya, denger-denger simbol itu yang menyebabkan kesurupan masal"
"Sekarang dimana Mega ?"
"Di pojok sana"
Mereka berempat lari menuju Mega. Mega masih terlihat ketakutan dengan kedua tangan sedang menutup telinga dan kedua matanya ia pejamkan sekuat tenaga.
Ketika mereka hendak menghampiri Mega, tiba-tiba datanglah Zidan.
"Eits ! Nanti dulu"
Mega membuka matanya perlahan saat mendengar suara Zidan.
"Zidan ?"
"Gue mohon lu minggir dulu sebentar, gue cuma mau Mega menghapus simbol itu aja ko" ucap Rifki.
"Huuufh ! Kurang seru nanti permainannya Ki"
"Maksud lu ?"
Zidan mengambil sesuatu dari saku bajunya. Ternyata itu adalah benang merah. Ia mengulurya sedikit dan menggigitnya setelah di rasa cukup.
"Benang merah ??"
Lalu Zidan meletakkan benang itu di depan Mega. Berubahlah benang itu menjadi seekor ular yang besar dan mulai mengitari Mega.
Rita dan Nia sontak berteriak dan bersembunyi di belakang Rifki.
"G.G.S"
"Apa G.G.S ??"
__ADS_1
"Ganteng-ganteng serem"
"Gue kira ganteng-ganteng siluman"
"Astaghfirullahal adziiim Zidaaan !!" ucap Rifki dengan nada sedikit kaget.
"Zidan lu apa-apaan ?!! Gue takut !!" teriak Mega.
"Tenanglah Mega, aku ga akan menyakitimu ko, kamu baik-baik ya di situ" rayu Zidan.
"Zidaaan !!!" teriak Mega.
Ular itu melingkari Mega. Karena takut Mega pun pingsan.
"Lepasin Mega !" pinta Zizi.
"Kalau aku ga mau kamu mau apa ??" tanya Zidan.
"Kamu akan berurusan sama aku"
Zidan tersenyum.
"Aku suka gayamu Zilvana"
"Aku lebih tertarik dengan kepribadianmu Zidan" balas Zizi.
Lagi-lagi Zidan tersenyum.
"Aku ga akan berani melawan seorang wanita" ucap Zidan.
"Kenapa tidak ??"
"Tidak layak"
"Lalu ?"
"Kau akan bermain bersama temanku"
"Temanmu ???"
"Astaghfirullahal adzim !!" ucap Rifki kaget.
"Kanaya ???" kata Zizi.
Kanaya tersenyum. Ia masih terlihat sangat cantik seperti dahulu. Memakai seragam yang sama seperti Zizi dan yang lainnya.
"Kamu cantik sekali, kenapa harus takut tersaingi ?" tanya Zizi.
Nia menoleh ke arah Rita sambil melotot.
"Ngapain lu melotot ke arah gue ?" tanya Rita.
"Kayaknya iket rambut gue kekencengan deh Ta." jawab Nia.
PLAKKK !!
Kepala Nia di tabok oleh Rita.
"Gua kirain apaan !! Lagi tegang-tegang malah becanda !" ucap Rita sambil menarik ikat rambut Nia.
"Hehe, serius ko kekencengan talinya" jawab Nia.
***
Di tempat lain, kepala sekolah terpaksa harus membubarkan anak muridnya lebih awal karena ada sedikit halangan.
"Insya Allah besok sudah aman. Bismillah saja, di sini niat kita belajar. Jadi intinya hari ini pulang dulu, tenangkan pikiran kalian, relax, belajar di rumah dulu, banyakin istighfar dan semoga ini kejadian terakhir kesurupan masalnya"
Sumua anak-anak pun beranjak pulang ke rumah masing-masing. Para guru pun tak ketinggalan ikut pulang juga. Mereka ga tau kalau Zizi, Mega, Doni, Rifki, Rita, Nia dan Zidan masih ada di area sekolahan itu.
Karena mereka semua memasuki alam lain jadi tidak terlihat oleh mata manusia biasa. Penjaga sekolahpun sudah memeriksanya terlebih dahulu sebelum ia mengunci pintu gerbangnya.
***
"Yank, lihat ini (menunjukan berita di sosmed), katanya di sekolahannya Bima ada kesurupan masal"
__ADS_1
"Lah ?? Pantes aja Bima ikutan kesurupan" jawab Heru.
"Kan Bima ga sekolah ?"
"Mungkin nyetrum"
"ish ! Kamu ini"
"Bima belum sadar-sadar sih"
"Udah ah ! Gue mau pulang ! Udah sore ini"
"Nunggu Bima sadar, ntar gue anterin"
Sambil nunggu Bima sadar mereka pun beres-beres rumah. Banyak pecahan kaca berserakan akibat Bima membanting botol minuman keras. Tak lama Bima pun sadar. Kepalanya terasa sangat pusing.
"Gue kenapa kak ?"
"Ga apa-apa ko"
"Ko gue tiduran di sofa ?"
"Ya ga apa-apa kan ?"
"Terus tumben banget kalian pada diem kaya gitu ? Biasanya....."
"ssstt !! Udah-udah. Baru bangun jangan banyak pertanyaan. Gue pusing jawabnya. Pindah ke kamar sana. Gue mau anterin Deca pulang"
"Ok"
***
Sampai lah Heru di depan rumah Deca.
"Yakin ga mau mampir ??" tanya Deca.
"Ga ah, kasihan Bima, gue takut dia kenapa-napa"
"Ya udah, hati-hati di jalan"
Heru pun mengegas motornya.
Ditengah perjalanan tiba-tiba motornya mati.
"Lah ? Kenapa ini ?"
Heru pun turun dari motornya dan memeriksanya.
"Waduh ! Bensin habis lagi, mana pom bensin jauh lagi. udah jam 20:15, kira-kira ada angkot lewat ga ya ? daripada harus ndorong motor kan ?"
Tiba-tiba ada angkot lewat. Tanpa pikir panjang Heru pun menaikinya. Karena ia sangat khawatir pada Bima.
"Penumpangnya tidur semua"
Ia pun duduk dengan santainya dan ikut memejamkan mata. Tak lama angkot itu berhenti.
"Sudah sampai ya ? Apa gue tidur terlalu lama ? Kayaknya cepet banget"
Heru pun turun dan mulai membayar. Terlihat pula sopirnya sangat kaku dan diam saja.
"Angkot yang aneh"
Ia pun mulai berjalan menuju rumahnya. Tiba-tiba hpnya bergetar. Heru pun mengambil dan melihatnya.
"Hah ??? Jam 20:20 ?? Masa sih ??? Hp gue eror ?? Masa perjalanan dari rumah Deca ke sini cuma 5 menit ?? Pakai motor aja kalau ga macet 15 menitan, ini naik angkot ko bisa cuma 5 menit ?? Angkot apa yang gue naiki ?" ucap Heru sambil bergidik ngeri.
Ia pun buru-buru masuk rumah.
CEKLEEKKK
"Bim ??" panggil Heru.
Tapi tak ada jawaban dari Bima. Ia pun mulai berjalan menuju kamar Bima. Tak lupa ia juga menyalakan lampu.
__ADS_1
"Lah ?? Ko ada cap telapak kaki basah menuju kamar Bima ?? Kan kamar mandinya ada di dalam ? Apa mungkin Bima mandi di luar ? Bim ??!!!"