Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Menghilang


__ADS_3

"Ya udah Fir, gue pergi dulu, oh iya. Nitip kunci motor ya buat Bima. Nanti dia suruh balik sendiri aja. Gue ada urusan" ucap Heru sambil menyerahkan kunci motornya sama Safira.


"Iya kak, emang sebegitu traumanya ya Bima naik motor sendirian ??"


"Ya mungkin. Maka dari itu satu bulan belakangan ini kan gue cape banget anter jemput Bima"


"Ya udah kalau gitu"


"Oke. Thanx Fir."


Kemudian Heru pun pergi. Safira tersenyum bahagia.


"Semoga lancar" ucapnya sambil tersenyum dan menutup mulutnya.


***


"Akhirnyaaa.... Ketemu juga lu" ucap Mega


"Kenapa ?"


"Susah amat lu di cari, dari kemarin gue cari kagak ada !"


"Ga susah ko, emang nyarinya dimana ??"


"Di semua tempat gua cari, tapi lu kagak ada"


"Ada apaan emangnya ?"


Lalu Mega pun berbisik pada Zidan. Terlihat Zidan sangat kaget.


"Gila kamu ya ??"


"Gimana ?? Mau ga ?"


"Nggak ! Udah cukup waktu itu aku di hajar habis-habisan !"


"Ah ! Zidan mah gitu (cemberut)"


"Nanti malam datang ke rumahku, akan ku tunjukan sama kamu sesuatu, tentang Zizi"


"(Bersemangat) serius ??? Yeeee (bertepuk tangan)".


***


Bell pulang sekolah pun berdering. Zizi mampir ke super market dulu buat beli keperluan.


"Huuufh ! Kalau masalah belanja pokoknya tuh selaluuu aja ada yang mau di beli dadakan, apa lagi kalau udah lihat barang-barang gemoy, hehe" ucapnya sambil mengendarai motornya.


Di tengah perjalanan pulang ia melihat ada sebuah mobil yang seperti mogok. Zizi pun turun dari motornya kemudian menghampirinya.


"Mobilnya kenapa kak ?"


"Ga tau, mogok dek, mana ga tau soal mesin lagi"


Tanpa sepengetahuan Zizi, ia memberi kode kepada temannya. Dan....


***


Zizi mulai perlahan membuka matanya lalu kaget saat kedua tangan dan kakinya sudah di borgol di sebuah kasur.


"Astaghfirullahal adzim !! Dimana ini ?? Ya Allah... Aarrghh tanganku... Ya Allah tolong ya Allah... Hiks hiks... Toloooooong !!!"


GERIIIIT


"Ssstttt !! Diam cantiiik !!"


"Kamu ?? Mau apa kamu ??!!" tanya Zizi panik.


"Cuma mau kenalan aja ko" ucapnya sambil membuka ikat pinggangnya.


Sontak saja Zizi langsung meronta.


"Toloooong !! Kurang ajar kamu !! Mau ngapain kamu !! Hiks hiks !! Lepasiiin akuuuu !!"


"Jangan menangis dong cantik" ucapnya sambil mendekat ke arah Zizi.


Ia mengusap air mata Zizi kemudian mulai mengelus pipinya Zizi.


"Jangan berani-berani sentuh aku !!"


"Uhh ! Galak banget sih kamu... Makin gemes aku sama kamu..."


"Jangan dekat-dekat !! Toloooooong !! Hiks hiks"


Ia mulai membuka bajunya. Kemudian bersiap merayu Zizi. Zizi menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


"Ko gue ada rasa takut ya saat melihat tatapannya, tumben banget gue punya rasa takut sama tatapan cewek ? ahh cuma perasaa gua aja kali ya ? Tapi... Tatapannya emang tajam banget deh... Uhh ! Ga kuat" ucap Heru dalam hati.


"Lepasiiiin !!"


"Apanya yang mau di lepasin sayaang ?? Bagian atas atau bagian bawah dulu ?? Hahahaa... Jangan buru-buru dong, santai"


Zizi terus meronta untuk melepaskan diri, oleh karena itu lengan baju Zizi pun tertarik oleh Heru dan sobek.


"Woow, mulusnyaaaa, aahh... Buat gue makin pengin aja deh..."


"Hiks... Hiks... Jangaaaan ! Tolooong lepasin akuu... Hiks hiks"


Tiba-tiba terdengar bunyi keributan di luar.


DUUAAKKK !!


"Apaan tuh ??"


Ia pun segera memakai baju lagi dan mengecek keluar, meninggalkan Zizi sendiri di kamar.


"Ada apaan sih brisik banget ?!!"


"Ada harimau putih Her ! Itu, gede banget lagi"


DEGGG !!


"Ko bisa ?? Dari mana datangnya ??"


"Ga tau ! Tiba-tiba datang langsung menyerang. Nih gue kena cakar ! Gila kan ??"


Harimau itu menatap Heru. Heru pun ketar ketir.


"Harimau siapa ini ?? Mana lietin gue mulu lagi... Ehh tunggu, ko tatapan matanya mirip ya sama tatapannya Zizi ?" ucap Heru dalam hati.


"Gimana nih ??"


"Lu cari ayam deh ! Siapa tau dia itu kelaparan. Makanya datang kemari. Pancing pakai daging !" seru Heru.


"Ok"


"Gua ke dalam dulu, mau unboxing cewek itu ! Kalian urus saja harimaunya !!"


"Siiip ! Udah sana masuk !!"


"Hiks hiks... Ya Allaaaah... Tolongiin... Ini gimana caranya lepas... Ya Allah tolong"


GERIIIITTTT


DEGGG !!


Jantung Zizi kembali berdegup saat mendengar bunyi pintu itu kembali.


"Ternyata rasanya seperti ini, inilah rasa yang pernah ada di dalam diri Mayang waktu itu, ternyata setakut ini, ya Allah, kenapa aku harus ikut merasakan hal seperti ini, tolong ya Allah toloooong !" ucap Zizi dalam hati


Sayup-sayup ia mendengar sebuah bisikan kalimat.


"Ucapkan tiga kali tanpa bernafas !"


Heru tersenyum saat melihat Zizi masih terbaring di tempat itu. Ia membuka kembali bajunya dan duduk di dekat Zizi.


Ia mendekatkan wajahnya pada Zizi, hendak mencium gadis itu, Zizi memejamkan matanya. Ia sudah sangat dekat dengan Zizi, namun Zizi segera mengucapkan kalimat itu tiga kali tanpa bernafas.


WUSSSSSS


DEGG !!


"Kemana tuh anak ?? Ko ilang ???" ucapnya sambil mencari keberadaan Zizi.


Borgol-borgol itu masih berada di tempatnya, tapi Zizi hilang tak terlihat.


"Anak setan !! Ko bisa dia ngilang ??"


Ia segera bangkit dan bersiap siaga. Siapa tau tiba-tiba Zizi datang dan mencelakainya.


"Pantas saja Bima susah mendapatkannya ! Ternyata dia bukan gadis sembarangan"


Sebenarnya Zizi masih berada di tempat tidur itu, hanya saja Heru tak melihatnya. Kemudian mbah Singadita menampakkan dirinya pada Zizi.


Ia melepaskan borgol itu satu persatu. Membantunya bergegas keluar. Karena Singadita tau ilmu itu hanya bertahan beberapa menit saja. Ia pun membukakan pintu untuk Zizi.


GERIIIITTTT


Heru segera menoleh ke arah pintu itu. Ia tak melihat apa pun. Zizi berjalan mengendap. Saat ia hendak melangkahkan kaki ke pintu itu, tiba-tiba hpnya berdering.


"Mampus gua !!" ucap Zizi sambil tepuk jidat.

__ADS_1


Zizi pun ketahuan oleh Heru. Ia mulai terlihat lagi.


"Mau main-main kamu rupanya ?"


DEGG !


"Ya Allah, gimana ini ?? Kenapa ilmu itu hanya bertahan beberapa menit saja ?" ucap Zizi penuh rasa takut.


Heru pun mendekat dan menarik tangan Zizi.


"Aaa !!! Lepaas !! Sakiiit !! Hiks... Hiks..."


Heru membantingnya ke tempat tidur.


"Aduuuh !! Sakiiit !!"


"Diam lu ya !! Geram gue ama lu !! Udah gue perlakukan pelan-pelan lu malah ngelawan !! Sok-sok,an ngilang lagi !!"


Ia mulai benar-benar tak bisa menahan nafsunya lagi. Ia memegangi kedua tangan Zizi agar ia tak mampu melawannya.


"Tolooooong !!" ucap Zizi seraya menghindar dari keganasan serangan Heru.


DUUAAKKK !!


Heru langsung menoleh dan matanya melotot.


"Hah ?!!!!"


Zizi segera mendorong Heru dan berlari pergi. Heru mencoba mencegahnya namun Harimau itu melempar Heru.


BRRUUKKK


"Aduuuuh !! Daniiii !! Indra !"


Ia mencoba memanggil kawan-kawannya namun tak ada jawaban.


"Kemana mereka ??"


"Mereka sudah pingsan ! Sudah ku hajar" ucap harimau itu.


DEGGG !!


"Kkk kkkaaa kkkaaaamu bisa bicara ??"


Harimau itu tak menjawab pertanyaan Heru. Ia berjalan mendekati Heru. Heru pun mundur-mundur ketakutan. Lalu Harimau itu pun membuat perhitungan kepada Heru.


AAAAAAAAAAAA


Sementara Zizi di luar sedang bingung mencari arah jalan pulang. Lalu datanglah dua buah sepeda motor.


"Zizi !!"


"Sofia ??"


Mereka pun saling berpelukan.


"Kamu ga apa-apa ??" tanya Rifki.


"e... Enggak apa-apa ko"


"Bajumu sobek !! Dimana kak Heru !!"


"Ada di dalam. Darimana kalian tau aku di sini"


"Tadi Doni ga sengaja lihat lu di bopong 3 pemuda, ehh bukannya langsung nolongin dia cuma moto plat mobilnya terus pulang ngasih tau Rifki, untungnya Rifki tau kalau itu mobil yang pernah di pakai Bima. Langsunglah mereka menemuiku."


"Tapi kamu ga apa-apa kan Zi ?"


"Nggak ko, aku baik-baik aja"


"Maaf ya lama ke sininya, tadi udah putus asa banget, mau nyari kemana, terus kepikiran buat lacak nomor hpmu ! alhamdulillahnya ketemu"


"Oh tadi yang nelpon kamu ya Sof ?"


"Iya"


Zizi tepuk jidat.


"Haduuh !!"


Tiba-tiba terdengar teriakan Heru sangat kencang sekali.


AAAAAAAAA


Mereka saling pandang lalu kemudian berlari menuju motor lalu pulang.

__ADS_1


__ADS_2