
***
Mega terus mendekat ke arah Zizi. Langkah Zizi terhenti saat ia telah sampai di ujung tembok. Doni segera berdiri dari kursinya.
Mega mengelus pipi Zizi dengan lembut. Ia juga mengelus kepalanya sambil tersenyum menakutkan.
"Anak baik, terima kasih telah membantuku terbebas dari segel itu" ucapnya sambil memainkan pisaunya di pipi Zizi.
"Bisakah kau keluar dari tubuhnya Mega ?" tanya Zizi.
"Tidak !! Dendam anak ini adalah sumber energi cadanganku, hahahahaa"
"Dendam ??" tanya Zizi.
"Zizi bukan lawanmu Nay !!" ucap Doni.
Mega menoleh ke arah Doni.
"Kau juga bukan lawanku !!" jawabnya.
Doni mencoba mendekati Mega.
"Diam di situ atau anak ini akan mati !!" ucapnya sambil mencekik Zizi.
AAKGG !!
Semua anak di sana berteriak histeris.
"OMG Ziziiii !!"
"Ok ok ! Aku mundur" ucap Doni.
Tapi tiba-tiba Doni di cekik dan di angkat dengan tangan kirinya menggunakan kekuatannya.
Sontak saja Doni berusaha keras melepaskan cekikan itu. Tapi makin keras Doni berusaha makin sakit pula yang ia rasakan.
"Bismillahirrohmannirrohim"
Mega menoleh ke suara itu. Ternyata Rifki sedang duduk bersila dengan khusyu. Tiba-tiba Doni terjatuh dari atas dan Mega pingsan. Zizi pun terbatuk saat cekikan itu terlepas dari lehernya.
UKHUK !!
Doni segera bangkit dan menolong Mega.
"Kemana dia ??" tanya Doni.
Zizi segera menghampiri Doni dan Mega.
"Apa sudah aman ?" tanya Zizi.
"Aku rasa belum ? Tapi setidaknya Mega baik-baik saja, waspada !"
Rifki mengakhiri do'anya. Semua teman-temannya mulai bernafas lega.
Tiba-tiba....
CRUUUKKK !!
Sebuah pisau melayang ke perut gurunya. Anak-anak di sana jadi tambah panik dan berhamburan entah kemana.
AAAAAAA
"Tenang semuanya tenang !!" ucap Doni.
Tapi percuma. Tidak ada yang mendengarnya. Semua berhamburan keluar dan melarikan diri masing-masing.
"Ibuuuu !!!" teriak Zizi sambil berlari menghampiri gurunya.
Suara jeritan dan tangisan jadi satu di ruangan itu. Zizi hanya bisa menundukan kepala.
"YANG PALING KETAKUTAN YANG MATI DULUAN !!"
Kalimat itu tertulis jelas di papan tulis dengam menggunakan darah. Anak-anak yang lain pun ternyata tidak ada yang bisa melarikan diri keluar dari sekolahan itu.
Sedangkan kepala sekolah dan guru yang lain sudah pergi dari jam 4 sore tadi. Semuanya. Penjaga sekolah pun hanya berani di pintu gerbang saja. Tak mau mengecek ke dalam.
__ADS_1
Rifki mendekati gurunya masih setengah sadar.
"Ibu tarik nafas. Yang panjang ya bu ya" ucap Rifki.
Guru itu pun melakukan hal yang di perintahkan Rifki. Rifki dengan perlahan menarik pisau itu dengan tangan kanannya, kemudian langsung menghentikan aliran darah itu dengan cara menutupnya menggunakan tangan kirinya. Sedangkan Zizi terlihat memejamkan mata karena takut melihatnya.
"Hidiiih ! Ki lu apa-apaan ! Serem banget"
Kemudian Rifki menunduk dan diam. Sepertinya sedang melakukan seqsuatu. Tangannya masih menutupi luka gurunya.
"Huuh !! Sudah" ucap Rifki sambil berdiri.
Zizi kaget saat melihat luka yang ada di perut gurunya hilang tanpa bekas, kecuali darah yang menempel di bajunya yang bolong karena tertembus pisau.
"Ki ???"
Guru itu pun heran dan melongo melihat keajaiban yang ada di depan mata. Kemudian mereka berdua berdiri dengan tatapan yang bingung ke arah Rifki.
Rifki tersenyum melihat gurunya masih bisa berdiri lagi.
"Ssst !! Ini rahasia kita" ucap Rifki sambil tersenyum kepada mereka berdua.
"Ibu bisa istirahat sebentar di sana sama Mega" ucap Zizi.
"Sekarang, ibu percayakan semuanya sama saya, Zizi dan Doni, jangan lupa bantuan do'anya. Di perkuat sholawat dan tasbihnya ya bu" kata Rifki.
"Kanaya masih di sekitar sini Ki ! Tapi aku ga bisa mendeteksi dimana keberadaannya" ucap Doni.
"Mega gimana ? Udah siuman ?" tanya Rifki.
"Udah, lagi sama Rita dan Nia, lagi di kasih minum, tapi dia minta melati" jawab Doni.
"Melati ??"
"Iya, ga gue kasih sih, masa iya gue nurutin setan"
"Anak-anak yang lain kemana ?"
"Itu dia ! Yang lagi gue khawatirkan, takutnya mereka kena hipnotis Kanaya, tau sendiri kan ?"
"Gue juga khawatir, karena gue sendiri ga tau Kanaya dimana"
"Siapa Don ??"
Doni tak menjawabnya.
"Ini semua salahku" ucap Zizi.
Doni dan Rifki menoleh ke arahnya.
"Andai saja aku lebih peka dengan sebuah peringatan, mungkin ga akan terjadi seperti ini"
"Ga ko Zi, harusnya gue juga mencegah Mega saat gue tau rencananya" ucap Doni.
"Rencana ?"
"Iya, tadinya niatnya Mega cuma mau buat agar Zizi di hukum di kost-nya karena Mega ga suka kalau dia terus-terusan deket sama Rifki, dan gue juga ga tau kalau ternyata segelnya Kanaya adalah lagu jawa"
Tiba-tiba kaki Doni di seret oleh sesosok makhluk tak kasat mata. Bahkan Rifki pun tak mampu melihatnya. Zizi hanya bisa melihat bayangan hitam saja.
Mega dan yang lain langsung berdiri saat melihat Doni di gantung terbalik tanpa tali. Kemudian datanglah anak-anak yang lain. Tapi pandangan mereka berbeda. Seperti kerasukan.
Mereka berjalan mendekati Zizi dan Rifki. Mega dan yang lain pun kena hiptotis ghoib juga.
"Ki ! Apa ini ki ? Kenapa mereka mendekati kita ?" tanya Zizi.
"Mereka kena hiptotis ghoib Zi !"
Doni pun makin di buat parah. Mulutnya mulai di lakban. Kedua tangannya pun mulai di ikat, kakinya juga di ikat dan masih berada di langit-langit ruang kelas.
Semakin Doni berusaha melepaskan, ikatan itu justru semakin melilit ke seluruh badannya. Tali itu seakan-akan hidup dan terus menggulung ke badannya Doni.
"Kita lawan Zi !!!"
Zizi menoleh ke arah Rifki.
__ADS_1
"Mana tega aku nyakitin mereka !!"
"Daripada nanti malah kamu yang di sakiti mereka"
Zizi menarik nafas.
"Huuuh !! Ok ! Aku siap Ki !!" ucap Zizi sambil melakukan pemanasan ringan.
"Nyata kowe wasis sis, batangan sing gelis lis lis lis, cangkriman telu iki"
"Waah ! Mereka malah nyanyi Zi !"
"Bukan !!!"
"Jelas-jelas mereka nyanyi !!"
"Bukan ki !!!"
"Apa dong ?? Di suruh sambung lagu ?? Mana gue tau lagu jawa !"
"Cangkriman itu sama aja dengan teka-teki"
"Lah ?????"
"Sumpah Ki ! Mereka semua kayak zombie"
"Lu ga liet Doni dah mirip kepompong gitu"
Zizi melihat ke arah Doni.
"Astaghfirullahal adziiim !! Doni kamu jangan banyak gerak !! Talinya hidup !!" teriak Zizi.
Rifki menoleh ke arah Zizi.
"Emang kamu denger nafasnya tali itu ?" tanya Rifki.
"Kenapa emangnya ??"
"Kata kamu talinya hidup"
Zizi garuk-garuk kepala.
"JANGKRIK SUNGUT SLAWE BATANGANE OPO"
"Apa artinya Zi ?? "
"Jangkring sungut slawe batangane opo, jangkrik yang mempunyai antena dua puluh lima itu apa ?"
"Ko tiba-tiba otakku pindah ke 2G ya padahal tadinya 5G loh Zi ??"
"Haduh Ki !!"
"Emang ada ya Zi ? Jangkrik yang antenanya dua puluh lima, setahu gue, cuma dua, kanan dan kiri"
"Nanti Ki !! Gue lagi mikir, kalau kita ga bisa jawab apa yang bakalan kanaya lakukan ?"
CRAAASHHH
Mata Zizi seolah-olah copot saat melihat temannya terpenggal kepalanya.
"Ini jawaban dari pertanyaan lu Zi !!"
Zizi menarik nafas.
"Sebenarnya gue pengin banget lihat wajah asli Kanaya ! Tapi, ok lah, ayo bermain !!"
Tiba-tiba salah satu dari mereka mencekik Zizi. Rifki berusaha menolong tapi di halangi yang lain. Bahkan mereka pun berusaha mencekik Rifki.
"Ki ! Tolong Ki !!!!" teriak Zizi.
Dalam kericuhan itu sekilas Zizi melihat sosok wanita menggunakan pakaian adat memasuki ruangan itu. Ia terlihat sangat cantik.
Ia berjalan mendekati Zizi sambil tersenyum, tapi di tangannya ia membawa sebilah pisau. Tiba-tiba ada suara dari depan pintu.
GUBRAKKK !!!
__ADS_1
Secercah cahaya kecil mulai menyinari mata Zizi. Ia membuka matanya perlahan.
"Dimana aku ???"