
Di tengah perjalanan pulang Zizi dan kawan-kawan melihat motor Zizi yang terparkir di tepian jalan.
"Stop stop stop ! Itu motor gue !"
Mereka pun menghampirinya. Di sana ada seorang kakek tua yang sedang menjaganya.
"Lama sekali kamu meninggalkan motormu" ucapnya.
"Maaf kek, ada urusan, terima kasih sudah menjaganya"
"Ya udah Zi, gua antar Sofia pulang dulu ya ?"
"Ok. Terima kasih banyak ya ??"
"Sama-sama"
"Babay Ziziiii"
"Daaagh Sofia"
"Lu mau gua anterin pulang ga ?" tanya Rifki.
"Ga usah Ki, udah dekat ko, makasih banyak ya ?"
"Ya udah kalau gitu, hati-hati ya ?"
"Iya Ki"
"Gua balik dulu"
Rifki pun putar balik dan pulang. Di sana ternyata kakek itu adalah mbah Singadita. Ketika Rifki sudah tak kelihatan lagi, Zizi tersenyum pada kakek itu.
"Terima kasih banyak"
Mbah Singadita tersenyum lalu pergi dan perlahan menghilang. Zizi pun pulang ke kost.
***
Di rumah Zidan.
Tok tok tok
KLEEKK !
"Susahnya alamat rumah lu di cari"
"Masuk rumah orang tuh pakai salam. Sapa. Senyum ! Bukannya ngomel"
"Hehe... Sorry"
"Kebiasaan !!"
"Ya udah. Ayo kita ulang"
Zidan melengos.
"Ayo kita mulai" ajak Mega.
"Apanya ???"
"Yang tadi siang lu bilang"
Zidan malah rebahan di sofa.
"Lah ?? Ko gitu ? Katanya mau nunjukin sesuatu sama gue tentang Zizi !"
"Mau aja aku bohongi"
Mega terlihat kesal. Ia menarik baju Zidan dan menatapnya.
"Ngomong apa lu ??"
"(Tersenyum tipis) sabar oi !!"
Mega melepaskan Zidan.
"Udah gua bela-belain ke sini malam-malam ! Lu malah kurang ajar"
"Kurang ajar apa coba ??"
Mega tak menjawab.
"Ok ! Ayo ke kamarku"
"Ngapain ??"
Zidan menatap heran ke arah Mega.
"Kamu kira aku mau ngapain ? Jangan aneh-aneh deh pikiranmu Mega"
Sambil mencibir Mega pun mengikuti Zidan ke kamar.
"Kamar lu aneh"
"Apanya yang aneh ??"
"Hiasan dindingnya serem"
"Biasa aja"
"Wow, ternyata lu punya fotonya Zizi"
Zidan diam saja.
__ADS_1
"Masuk kamar lu itu kayak masuk perpus, banyak buku berbaris-baris"
"Sini duduk"
Mega pun duduk di samping Zidan. Zidan mengeluarkan pulpen dan kertas.
"Menurutmu, Zizi itu penakut ga ?"
"Emmmm.... Dikit"
Zidan mulai menggambar ruang kamar Zizi. Mega menoleh heran.
"Darimana lu tau kalau denah kamar Zizi begitu bentuknya ?"
Zidan tak menjawabnya.
"Ayo buktikan, aku mau ngirim sosok hantu ke Zizi"
DEGG
"Serius lu ?"
"Iya, kamu mau yang kayak gimana ? Seberapa seremnya ?"
"Bisakah ? Ada apa aja ?"
"Ya banyak, gederuwo ? Kunti, pocong, hantu tanpa kepala"
"Slenderman"
"Kenapa kepikiran ke situ ?"
"Kan Zizi tinggal di lantai 4, jadi bisa dong kalau Slenderman itu nyampe ke kamar Zizi walaupun ia dari bawah ?"
"Aneh. Kan tinggal aku kirim nanti langsung sampai ke kamar Zizi"
"Hehe, iya juga ya ?"
"Punya otak sering ga di pakai sih"
"Ngomong apa lu ??!"
"Yakin nih mau Slenderman ?"
"Ya pokoknya yang cowok"
"Ok"
"Ok doang ?"
"Ya tinggal aku kirim, dan lihat hasilnya"
"Gila !! Gua nungguin sampai pagi ??"
"Ya nggak lah. Kalau dia lama berarti Zizi ketakutan. Tapi kalau dia baliknya cepat berarti Zizi ga takut"
"Menurutmu Slenderman itu serem ??"
"Semua hantu itu serem !!"
"Nggak ko, ada juga yang cantik"
"Siapa ? Kanaya ? Cantik tapi sadis"
"Bukan Kanaya"
"Terus ??"
"Yang ada di sampingku"
Sontak saja Mega langsung memeluk Zidan.
"AAAAA !! Mana ?????"
"Hahahahaaaa"
Mega menatap ke arah Zidan yang sedang menertawakannya.
"Maksud lu, gue ??????"
Zidan langsung diam.
***
Di kost putri.
Setelah Zizi selesai mandi ia mencoba berbaring di kamarnya sambil membaca buku.
Merasa bosan, lalu ia scroll hp melihat beberapa video, tapi malah membuatnya ngantuk. Ia pun mulai memejamkan matanya perlahan.
TOK TOK TOK
Zizi membuka sedikit matanya, namun berat banget. Ia tetap mencoba melihat ke arah pintu. Terlihat seseorang membuka pintu itu.
Zizi mencoba memperhatikan sebentar. Matanya sudah tak kuat lagi untuk di buka lebar.
"Tadi udah gue kunci ko pintunya" ucap Zizi dalam keadaan sadar ga sadar.
Ia terus mencoba masuk namun anehnya kepala itu malah tembus di atas palang pintu sedangkan badan, kaki dan tangannya berada di balik pintu. Tangan panjangnya mencoba menggapai gagang pintu itu.
"Ahh !! Sudah ya ? gue ngantuk" ucap Zizi.
Ia berfikir kalau apa yang ia lihat hanya ilusi mimpi saja. Karena ia tahu kalau di kost itu ga ada cowok. Apa lagi setinggi itu.
__ADS_1
Zizi melanjutkan tidurnya. Sosok itu masih berada di sana memperhatikan Zizi. Tak lama Zizi mulai ingat sesuatu.
"Hah !! Slenderman ??" ucap Zizi kaget lalu terbangun dari tidurnya.
Ia menoleh ke arah pintu namun sudah tak ada lagi.
"Huuufh !! Cuma mimpi kan ??"
***
Di rumah Zidan.
"Nah, dia balik" ucap Zidan.
"Ko cepet ??"
"Berarti Zizi ga takut"
"Pasti khodamnya yang menjaganya. Ya kan ?"
"Khodamnya udah ganti loh ?"
"Ga peduli gua !! Lu cuma mau nunjukin ke gua kalau Zizi itu ga penakut kayak gua ? Iya ? Sekalipun yang mendatanginya itu Slenderman ? Bisa ga sih lu itu kirim sesuatu yang lebih jago dari khodamnya Zizi !! Biar gua puas ! Gua udah terlalu muak Rifki selalu dekat sama Zizi"
"Kayak ga ada cowok lain aja, ngemis amat sama Rifki"
"Bodo amat !!"
"Dih, sewot"
"Tau ah ! Gua mau pulang !"
"Ga mau nanya tentang Kanda pat yang selalu ngikutin kamu ?"
Mega menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Zidan.
"Mereka ga berbahaya ko buat kamu"
Mega masih mematung di sana.
"Jadi, ga usah takut. Walaupun kemunculan mereka sering membuatmu kaget dan takut"
Mega masih diam di tempat.
"Secara ga langsung mereka juga menjagamu seperti para khodam dan juga sama seperti wanita yang ada di punggung kak Bima"
Mega kemudian melangkah keluar.
"Mau di anterin pulang ?"
Mega menoleh lagi ke arah Zidan. Zidan yang biasanya cuek ko kini mulai ada perhatian sama Mega. Atau jangan-jangan......
***
Di sekolah.
"Selamat pagi Megaaaa" sapa Nia dan Rita.
Mega hanya menganggukkan kepala.
"Tunggu Ta ! Ini Mega yang asli atau bukan ?"
"Weeeh, iya ya ?"
"Bukan !!!"
Nia dan Rita berteriak kecil dan heboh mendengar kata-kata ketus dari mulut Mega. Itu tandanya dia adalah Mega yang asli.
"Kembaran lu kagak lu bawa ke sekolahan kan ?" tanya Rita.
"Gua ga pernah bawa mereka ! Mereka sendiri yang ikut gua secara tiba-tiba"
"Oalah, enak ya punya kembaran buanyaaak. Bisa bagi-bagi tugas. Ada yang di kantin. Di perpus. Di kelas. Diiii..."
"Atap sekolahan !"
"Kasihan, nanti kepanasan"
"Lu mau liet kembaran lu ?" tanya Mega.
"Emang bisa ?"
"Bisa lah"
"Caranya ??"
"Cabut 7 helai rambut dari kepalamu, lalu gunting 7 kuku di jari tangan atau kakimu, kemudian letakan potongan 7 helai rambut dan 7 kuku itu di dalam kain putih, lalu gulung kain itu, kemudian peras jeruk purut sampai habis, tuangkan ke dalam gulungan kain yang berisi 7 helai rambut dan 7 kuku tadi. Simpan gulungan itu di tempat yang tidak di ketahui orang. Ga perlu di kubur, selipkan saja. Tunggu 7 hari deh. Nanti kembaran ghoibmu akan muncul."
"Lu serem banget sih Mega !!"
"Gua baru denger aja udah merinding apa lagi nyoba, bisa pingsan kali"
"Tenang aja, dia ga akan ganggu ko"
"Ngeri Megaaaaa ! Lu ada-ada aja deh"
"Yakin ga mau coba ? Nantinya mereka akan muncul sepintas. Melakukan apa yang kalian kerjakan, atau bahkan melakukan hal yang belum kalian kerjakan"
"Ya kalau ngerjain PR sih ga apa-apa ya Ta ? Kalau ngerjain yang lain ? Hiiih serem"
"Mega emang kadang-kadang gila ya ?"
"Hahahahaa"
__ADS_1
Nia dan Rita malah merasa takut mendengar Mega tertawa.
"Lu yakin ini Mega yang asli ???"