Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Tiga garis warna biru


__ADS_3

Tiba-tiba saja ada pisau melayang ke arah Zizi, untung saja Zizi bisa menghindarinya.


DEGG !!


"Ada apa ini ??" tanya Zizi.


Sedangkan anak kecil itu hilang entah kemana. Zizi mencoba bangun dan memperhatikan sekeliling.


SEETTTTTT


Ada bayangan yang lewat dengan cepat dan menghilang. Nafas Zizi mulai terdengar nyaring di udara. Detak jantungnya seakan terpacu saat sosok itu tiba-tiba muncul dari atas dalam keadaan terbalik.


AAAAAAAAAAA


***


Jam sudah menunjukan pukul 3 dini hari. Namun mata Mega belum juga terpejam. Ia masih memperhatikan 4 sosok yang mirip dengannya. Mereka yang sedang melakukan aktifitas seperti yang Mega lakukan di dalam kamar.


Kali ini Mega benar-benar kepikiran oleh perkataan Zidan tentang pengendalian Kanda pat. Karena sudah cukup waktunya buat Mega bertindak agar para kanda pat bisa di manfaatkan dengan baik.


"Ekhem"


Semua kanda pat itu menoleh ke arah Mega. Mega kicep. Ia bingung harus memulainya dari mana untuk berdiskusi bersama mereka.


Salah satu dari mereka mulai mendekat. Sedangkan yang lain melanjutkan aktivitasnya. Ada yang menyisir rambut, ada yang sedang membaca buku, ada juga yang sedang menonton tv.


"Kami tau apa yang kau inginkan"


DEGG !!


Jantung Mega berdegup karena ia takut kalau saja salah satu dari mereka akan mencelakainya.


"Apa yang ku inginkan ?" tanya Mega.


"Kamu ingin bisa mengendalikan kami bukan ?"


Seketika itu semua kanda pat itu sudah berada tepat di depan wajah Mega. Mega pun kaget.


"Kami tak perlu di kendalikan, jangan terlalu percaya dengan Zidan. Kami bisa pergi kapanpun semau kami. Itu juga tergantung dari kamu sendiri. Perintahmu adalah amanah bagi kami. Karena kamu adalah kami, itu sama saja."


"Maksud kalian, kalian itu sebenarnya bisa pergi dariku tanpa harus aku suruh ??"


"Ya. Walaupun kami pergi tapi kami akan tetap selalu bersamamu"


"Huufh !! Ternyata mudah" ucap Mega.


"Aku, Anggapati. Tidak setuju dengan kalian semua !! bukankah kami kemari karena undanganmu Mega ?? Kau yang selalu berharap kami datang menemuimu dan menjadi temanmu ?? Lalu sekarang kau dengan seenaknya mengusir kami ?!!"


DEGG !!


Anggapati mulai mendekati Mega dengan wajah yang menyeramkan.


DEG DEG ! DEG DEGGG !


Mega mencoba memejamkan mata.


"Kami adalah kamu sendiri Mega !! Kau berani mengusir kami itu tandanya kau mencelakai dirimu sendiri !!"

__ADS_1


"Apa yang harus gue lakukan ?? Bukan ini yang gue mau !! Gue cuma mau kalian itu tunduk pada perintahku saja ! Cuma itu" gumam Mega dalam hati.


BRUUUKKK !!


Tiba-tiba Mega melayang dan menabrak rak buku-bukunya.


"Aduuuhh !! Apa yang terjadi ?"


Ia membuka matanya dan melihat kanda pat itu sedang berkelahi.


"Oh tidak !! Ini bahaya ! Mana hp gue !! Zidan... Tapi.... Ini jam... 3 pagi ?? Haduuuh ! (tepuk jidat) gimana ini ???"


Tiba-tiba kanda pat itu menatap ke arah Mega semuanya. Mega pun tambah panik dan gemetar.


"Stoooop !!! Dengerin gue !! Maksudnya dengerin aku !! Aaaa aku ga ada niatan buat menghilangkan kalian semua ! Tttt tttaaaapi... Tapi... Tapi gue... Maksudnya tapi aku mau kalau kalian jangan berkeliaran kayak gini !! Please ! Aku cuma mau kalian itu nurut sama aku !! Emmmm.... Mmmaaaksudnya aku ga mau kalian malah terancam gara-gara kalian terlalu menonjol di belakangku..."


Mega benar-benar gugup. Sampai-sampai para kanda pat itu kebingungan.


"Kami hanya melindungimu !"


"Aaa aakku tau. Emm... Bolehkah kalian... Maksudnya maukah kalian nurut sama aku ? Aaa aaaku ga akan macam-macam. Aku cuma mau kalian tak kelihatan begini. Kembalilah dahulu ke tempat kalian berasal. Aku senang kalian bisa menjadi temanku. emmmm... Saat ini aku belum membutuhkan bantuan kalian, jadi aku harap kalian istirahat dulu dengan tenang, sampai... Sampai suatu saat jika aku membutuhkan pertolongan, datanglah dan bantu aku. Itu aja ko keinginanku"


Kanda pat itu terdiam. Mereka mengerti apa yang di inginkan Mega. Walaupun Mega ngomongnya bolak-balik ga karuan. Mereka pun berdiskusi. Lalu majulah salah satu dari mereka mendekati Mega.


"Baiklah. Kami akan pergi. Tapi suatu saat kami akan datang lagi untuk menjemputmu !"


DEGG !


"Maksud kalian menjemputku ??"


Mereka tak menjawabnya. Mereka hanya memberi sebuah tanda di bahu kiri Mega. Tanda garis 3 berwarna biru.


***


Semalaman Zizi tak tidur, ia berjaga-jaga karena ada ancaman yang menghantuinya.


"Pisau pisau pisau" gumam Zizi di dalam kelas sambil menahan kantuk di pagi hari.


"Pisau apa Zi ??" tanya Rifki yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan Zizi.


"Huuuh !! Rifki ! Lu bikin kaget aja"


"Wajah lu kenapa ?? Ko pucet gitu ?"


"Gini Ki ! Semalam gua ga tidur ! Tau ga kenapa ?"


"Ya nggak lah"


"Gue di teror sama pisau yang tiba-tiba melayang ke arah gue, huuufh !!"


"Kanaya ??"


"Hah ? Kanaya ??"


"Cuma Kanaya yang membawa pisau, itu senjatanya"


"Lalu apa maksudnya neror gue Ki ?"

__ADS_1


"Ya elu kan yang waktu itu membuat semua tulangnya hancur kan ? Mungkin dia sudah pulih dan mulai membuat rencana menyerangmu"


"Hah ?? Yang bener aja ?"


"Gue udah kan ? Kanaya itu ga ke Saranjana. Tapi masih di area sini"


"Dan lu tau Ki ? Yang parahnya lagi tuh gue sekarang bisa lihat makhluk tak kasat mata !"


"Mata batin lu ke buka ?"


"Kata Diandra iya"


"Diandra ? Anaknya Mayang ?"


"Kamu tau dia ??"


"Sssttt !! Jangan keras-keras."


"Ok ! Tapi gue tersiksa dengan mata batin ini. Gue ga bisa tidur ! Gue di cekik ! Gue bisa lihat banyak makhluk di mana-mana. Di kost, di jalan, di sekolah juga."


"Tenang tenang tenang !! Tarik nafaaas"


"Huuuufh !!"


"Khodam-khodam lu juga berusaha selalu melindungi elu ko, jadi lu tenang aja. Kalau pun ada yang mampu menyerang lu itu tandanya khodam itu kewalahan menanganinya."


"Kewalahan ?"


"Ya, lu tau sendirilah. Karisma yang lu miliki itu banyak menarik perhatian makhluk. Mereka berusaha memperebutkan lu dan ingin lu ikut ke dunia mereka."


"Lalu ? Gua harus gimana ?"


"Dulu waktu gue pertama kali ngebuka mata batin yang gue lakukan pura-pura ga lihat mereka."


"Pura-pura ga lihat mereka ? Gila lu Ki ! Mereka datang dengan tiba-tiba dan ngagetin gue, gimana gue ga teriak ?!"


"Nah, itu PR lu !!"


"Huuufh !!"


"Kita harus punya rencana buat jaga-jaga kalau Kanaya tiba-tiba aja nyerang kita."


"Cuma segel satu-satunya jalan"


"Nah, itu dia susahnya. Di penyegel itu malah berkompromi sama Kanaya"


Tiba-tiba Mayang dan Doni datang.


"Cieee yang lagi berduaan di dalam kelas... Ga ngajak-ngajak" ledek Doni.


Zizi menoleh ke arah Mayang dan kaget saat Diandra berada di punggung Mayang. Mata Zizi melotot ke arah Diandra. Tapi Diandra mengisyaratkan untuk diam.


"Ssssttt ! Mama ga tau ko kalau aku di sini" bisik Diandra.


Zizi menoleh ke arah Rifki dan memberi kode ke arah Mayang. Rifki hanya tersenyum.


"Sudah biasa ko" bisik Rifki pada Zizi.

__ADS_1


"Hah ???"


__ADS_2