Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Nyanyian jawa


__ADS_3

***


Di sekolah.


Banyak anak yang menceritakan keanehan yang terjadi hari ini.


"Serem banget kan ? Masa tadi aku ngaca tapi di kaca ga ada bayanganku ?"


"Serius lu ?"


"Iya, padahal kaca toilet cewek kan gede, masa bayanganku bisa ga ada"


"perlu pake kacamata"


"Ga perlu ! Kalau ga percaya coba saja pergi ke toilet sendirian"


"Ga berani, soalnya aku juga denger dari temanku katanya pas ia masuk di sana ada yang mengetuk-ngetuk pintu WC itu, pas di buka ga ada orang"


Sedangkan yang lain pun mengalami kejadian aneh juga.


"Hah ?? airnya berwarna merah dan bau amis ? "


"Iya, serem banget, ga jadi cuci tangan aku"


"Jadi takut deh kalau ke toilet"


Doni dan Rifki pun mendengar berita itu simpang siur.


"Jangan-jangan segelnya ????"


Para guru pun sudah mulai panik saat mendengar berita-berita itu.


"Ya, cepat atau lambat mereka pasti tau juga"


"Lalu ? Apa yang bapak rencanakan ?"


"Mencari orang pinter lagi, supaya bisa menutup segel itu kembali"


***


Walaupun suasana sudah mulai ga kondusip, tapi belajar mengajar harus tetap di laksanakan. Meskipun sebenarnya para guru pun memiliki rasa was-was yang begitu berat.


"Baik anak-anak, buka halaman 124 di situ ada tugas untuk menceritakan seorang tokoh idola, pastinya kalian juga punya kan ?"


"Punya buuuuu"


"Ok ! Silahkan kalian tulis seperti contoh di situ. Di mulai dari siapa nama idolanya ? Mengapa mengidolakannya ?"


"BTS boleh kan bu ??"


"Huuuuuu"


"Sudah-sudah ! Jangan berisik ! Siapa aja boleh, itu kan hak kalian dalam memilih, bebas lah"


"Yeee"


"Kalau aku mengidolakan ibu"


"Huuuu"


"Ya ga apa-apa dong kan ibu cantik"


"Kalau ibu cantik ko manggilnya ibu ?" tanya guru itu.


"Ya kan ibu dari anak-anakku nanti"


"Huuu mimpi lu ketinggian"

__ADS_1


"Sudah sudah. Silahkan kalian buat rangkuman mengenai idola kalian. Seperti contoh, Aku sangat mengidolakan Black pink, karena titik-titik, dia itu titik-titik dan seterusnya, paham ya ?"


"Paham buuuu"


"Ok. di kerjakan dari sekarang !!"


Mereka pun mulai mengerjakan dengan mulut sedikit berbicara, agak riuh, tapi di biarkan saja oleh gurunya.


Setelah itu satu per satu di antara mereka di suruh maju untuk membacakan karangan mereka. Tiba saatnya Mega yang maju.


"Baik bu"


Ia pun maju dengan percaya diri dan membacakannya dengan lantang.


"Saya sangat mengidolakan prilly Latuconsina, ia adalah aktris yang multitalent, selain pandai dia juga..."


Tiba-tiba Mega terdiam. Bukunyapun terlepas dari tangannya. Ia menunduk. Semua yang ada di sana pun heran.


"Mega ?? Kamu kenapa ?" tanya gurunya.


Rifki menoleh ke arah Doni. Sedangkan Zizi nampak serius memperhatikan Mega.


"Aku menyukainya karna dia sama-sama pandai seperti aku...." lanjut Mega dengan suara yang lirih sambil menunduk.


Yang lain masih terus fokus mendengarkan Mega.


"Itu bukan Mega" ucap Zizi.


Rita dan Nia pun langsung menoleh ke arah Zizi. Doni dan Rifki bersiap siaga.


"Sudah aku duga, Mega emang akhir-akhir ini nampak aneh" kata Nia.


"Tapi aku membencinya saat dia mulai merebut hak kebahagiaanku, Aludra !! Tunggu pembalasanku !!" ucap Mega dengan nada mulai tinggi dan mulai mengangkat kepalanya.


"Aludra ???"


Sorot mata yang merah membuat semuanya kaget dan takut. Terlebih lagi sang guru yang tak jauh darinya. Ia segera bangkit dari duduknya dan mundur agak menjauh dari Mega.


Doni masih diam di tempat duduknya, sedangkan yang lain sudah mulai panik. Rifki heran saat mendengar Mega menyebut nama Doni.


"Kenapa seolah-olah dia sangat membenci Doni ??" tanya Rifki dalam hati.


Zizi pun melihat ada bayangan hitam di sekitar tubuh Mega. Entah darimana tiba-tiba muncul pisau di tangan Mega.


Semua menjerit panik, terlebih lagi guru itu. Walaupun yang di incar Mega adalah Doni, tapi mereka punya rasa was-was juga.


"Siapa yang membuka segelmu ?" tanya Doni.


"Bukan urusanmu !!" jawab Mega.


"Kanaya" panggil Zizi lirih.


Mega segera menoleh ke arah Zizi. Doni memperhatikan bersama Rifki. Sedangkan teman-teman yang lain sudah ngumpul di pojokan.


Mega tersenyum ke arah Zizi. Ia mendekati Zizi sambil berkidung. Zizi mengambil langkah mundur perlahan.


"Nyata kowe wasis sis, batangan sing gelis lis lis lis, cangkriman telu iki, jangkrik sungut slawe batangane opo, pitik ndase telu batangane opo, bapak demang mang klambi abang bang bang bang di suduk mantuk mantuk"


Suaranya benar-benar indah, lembut dan merdu sekali. Pantas saja ia selalu mendapatkan kejuaraan di berbagai perlombaan.


"Jadi suara ini yang pernah ku dengar saat Mega bernyanyi waktu itu" ucap Zizi dalam hati.


"Nyanyian jawa ??" ucap Doni dan Rifki bersamaan.


"Jadi selama ini segelnya Kanaya adalah lagu jawa ??" tanya Zizi.


Rita dan Nia saling memandang kemudian berpelukan. Mereka sadar mereka juga terlibat dalam hal itu.

__ADS_1


"Berarti kost itu ada kaitannya dengan sekolah ini dan Kanaya" ucap Nia kepada Rita.


"Kau yang telah membangkitkanku ! Jadi temanilah aku bermain di permainan ini !! Lalu aku akan mengajakmu bekerja sama untuk membalaskan dendamku kepada Aludra !!" ucap Mega sambil menunjuk ke Zizi dengan menggunakan pisaunya.


Doni dan Rifki kaget saat Mega bilang kalau Zizi lah yang telah membuka segel itu. Guru di sana pun sontak kaget dan tak percaya bahwa siswa barunya yang mengundang kembali makhluk itu.


Guru itu segera memberitahukan kepada guru yang lain agar tetap di dalam kelas dan berdo'a supaya mereka yang ada di kelas 11 IPA 2 selamat dan baik-baik saja.


"Haduuuh mampus !! Mana aku belum nikah lagi, mati aku matiii" ucap guru itu.


Semua murid di sana pun menoleh ke arahnya. Pasalnya itu bukan waktu yang tepat untuk berkeluh sesah. Tapi gurunya malah mengucapkan kalimat itu.


***


Jam sudah menunjukan pukul 4 sore. Di kost putri, bu Lulu sudah menunggu semuanya di lantai 1 untuk membicarakan sesuatu. Semuanya telah berkumpul di ruangan itu, tinggal satu lagi, yaitu Zizi. Bahkan mereka semua pun masih berseragam lengkap, belum ada yang ganti baju ataupun masuk kamar.


"Sekali lagi ibu tanya !! Siapa yang melanggar larangan ibu di sini !!" gertak Lulu.


Semua terdiam ga ada yang menjawab.


"Ga ada yang mau ngaku ??" tanya Lulu lagi.


Mereka masih membisu, karena nyatanya bukan mereka yang melanggarnya.


"Apa kalian tau akibatnya kalau kalian melanggar larangan itu ??? Ibu buat larangan itu supaya kalian semua itu aman ! Supaya kalian semua itu baik-baik saja !!!" tutur Lulu.


Semua masih pada posisinya yang sama, menundukkan kepala.


"Maaf bu, larangan ada banyak, kami pun selalu berusaha menaati peraturan itu. Kami selalu berusaha agar tidak melanggarnya. Kami semua di sini sayang sama ibu, kalau boleh tau larangan mana yang sekiranya membahayakan kami ?"


Lulu terdiam.


"Kami di sini selalu pulang tepat waktu, ga pernah bawa masuk teman cowok kecuali mengantar saja di depan gerbang, kami juga ga pernah keluyuran malam bu"


Lulu memperhatikan mereka dan mulai menghitung anak-anak di sana.


"Siapa yang belum ngumpul ke sini ? Ada yang belum pulang ??" tanya Lulu.


"Zilvana bu"


"Kemana dia ?"


"Masih di sekolahan bu"


"Ada pelajaran tambahan ?"


"Tidak bu, tapi...."


"Tapi apa ??"


"Tapi... Di kelas 11 IPA 2 ada yang kesurupan"


"Astaghfirullahal adziiim !" ucap Lulu lemes.


"Mereka semua jadi sandraan makhluk itu bu"


"Iya bu, sekitar pukul 1 siang tadi kami yang ada di kelas lain di suruh bantu do'a supaya mereka yang ada di kelas 11 IPA 2 baik-baik saja bu"


"Siapa yang kesurupan ?"


"Katanya Mega bu"


"Bukan Zizi kan ?"


"Bukan bu"


Lulu segera mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Kamu ini bagaimana sih !! Ga bisa njaga mereka ! Aku ga akan maafin kamu kalau sampai ada anak-anak yang menjadi korbannya !" ucap Lulu marah-marah dalam telpon itu.


"Bu Lulu nelpon siapa ya ?" bisik anak-anak di sana.


__ADS_2