Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
De javu


__ADS_3

***


Jam makan siang pun tiba. Anak-anak di kost putri pun sudah siap sedia di meja makan lantai 2. Mereka menunggu kedatangan Tasya.


Tak lama Tasya pun datang. Wajahnya makin pucat saja. Zizi pun menghampirinya.


"Sakit apa kata dokter ?"


"Lambung"


Zizi ga percaya. Jika karena sakit lambung ia takan sepucat itu.


"Nanti malam dia akan pulang, ibu yang mengantarnya, besok saya yang akan minta izin ke pihak sekolahan juga" ucap Kiandra.


DEGG


Zizi langsung teringat pesan dari mbah Singadita "Usahakan Tasya jangan jauh-jauh dari kamu".


"Kalau Tasya pulang. Apa yang bakalan terjadi ??" tanya Zizi dalam hati.


"Ayo Tasya, gue anterin ke kamar" ucap Wulan.


"Gue aja yang ngaterin Tasya" kata Zizi.


Kiandra pun menoleh ke arah Zizi dan sedikit memandangnya dengan tatapan yang agak mencurigakan.


"Nanti abis nganter Tasya kamu langsung turun ya ? Biarin Tasya istrahat dulu" ucap Kiandra.


Zizi diam saja dan mulai menuntun Tasya ke arah lift.


"Terakhir kakak makan apa ? Sebelum sakit ??" tanya Zizi.


"Gue... (Terdiam)"


"Kenapa kak ??"


TINGG


Mereka pun sampai di lantai 4, kemudian Zizi mengantarkannya ke kamar.


"Kakak yakin mau pulang ?? Kalau hanya sakit lambung 1 sampai 2 hari istrahat cukup kan kak ?"


"Sebenarnya juga gue ga pengin pulang. Tapi kata bu Kiandra, kalau ga di rawat dengan baik ya ga bakalan sembuh."


"Kan cuma lambung kak ?"


"Sebenarnya...."


"Ga usah pulang. Gue yang akan merawat kakak di sini. Gue izin ga masuk sekolah besok"


"Jangan Zi"


"Udah udah !! Kakak diem. Kakak tidur saja"


Kemudian Zizi menyelimuti Tasya. Mematikan AC ruang kamarnya dan menyalakan lampu tidur. Sementara Tasya mulai memejamkan matanya.


Zizi tak keluar dari kamar itu. Ia menjaga Tasya sambil memperhatikannya.


"Ada yang ga beres"


"Ukhuukkk !!"


Tasya terbatuk. Ia pun bangun dan lari ke kamar mandi. Terdengar ia muntah beberapa kali.


TOK TOK TOOKK


"Kak Tasya baik-baik aja ??" tanya Zizi dari balik pintu kamar mandi.


Tak ada jawaban. Ia hanya mendengar Tasya terbatuk-batuk terus menerus. Tak lama Kiandra pun masuk ke kamar Tasya.


"Mana Tasya ??"

__ADS_1


"Di kamar mandi bu, muntah"


"Ya sudah. Kamu keluar, biar ibu yang urus"


Zizi menatap ke arah Kiandra. Lalu ia pun keluar kamar dengan terpaksa. Ia tak mau Kiandra mencurigainya.


Saat Zizi keluar kamar ia tak sengaja menabrak pembantu itu yang tengah membawa air putih hangat.


"Auh panaaass..." ucap Zizi yang terkena air itu sedikit.


"Maaf"


"Ehh maaf mbak... Saya ga sengaja"


"Iya ga apa-apa"


"Mbaaaak !! Mana airnya" teriak Kiandra dari dalam.


Pembantu itu pun masuk dan menutup pintu kamar Tasya. Zizi hanya bisa menunggu dengan cemas.


"Darimana Bu Kiandra tau kalau Tasya itu butuh air hangat ?"


Muncullah mbah Singadita di samping Zizi.


"Mbah ? Ini gimana ???"


"Perhatikan saja, aku sedang menghalau beberapa tindakan kejahatan yang lain. Yang tak nampak oleh mata"


"Kejahatan ?? Kejahatan apa mbah ?? Mereka berdua jahat ??"


Tak ada jawaban dari khodam itu.


"Air apa itu mbah ??"


"Obat"


"Hah ?? Mbah ini malah becanda"


"Maksudnya apa sih mbaaah, Zizi ga mudeng ??"


Tak lama Kiandra dan pembantu itu pun keluar. Suara batuk dari Tasya sudah reda. Zizi pura-pura sibuk dengan ponselnya di meja makan.


Setelah itu mereka turun begitu saja. Zizi pun masih tenang dan santai memandangi layar ponselnya.


TINGG


Suara lift lantai 4 terbuka. Ternyata itu Wulan yang datang. Ia pun menghampiri Zizi.


"Gimana keadaan Tasya Zi ??"


"Masih sama, tapi batuknya sudah reda. Mungkin dia tidur"


"Memangnya lu ga nemenin dia di kamar ?"


"Nggak. Tadi kan ada bu Kiandra"


"Sebenarnya gue agak curiga sama pembantu itu"


DEG


Zizi berhenti menscroll hpnya. Ia menoleh ke arah Wulan.


"Maksud Wulan ???"


"Tadi pas di rumah sakit dia bilang, semalam dia di kasih seblak sama pembantu itu"


"Seblak ?"


"Iya, dan anehnya katanya di antar sampai ke kamarnya. Ke sini. Katanya tinggal dia doang yang belum makan. Makanya di anterin"


"Ko gue ga di kasih ya ?"

__ADS_1


"Nah itu dia, gue semalam juga ga di kasih seblak. Gue juga tadi nanya sama yang lain, ga ada yang makan seblak"


"Wah parah ini mah. Tapi kenapa bu Kiandra diam saja. Dan... Kayaknya malah ada kong kali kong sama pembantu itu"


"Ya udah deh, gue turun dulu, gue cuma mau ngasih tau itu ko"


Wulan pun turun. Tak lama ada suara lift naik lagi ke lantai 4.


TINGG


Zizi menoleh ke arahnya.


"Wulan ??" tanya Zizi heran.


"Gimana keadaan Tasya Zi ??"


Zizi hanya diam saja. Itu pertanyaan yang sama dengan yang tadi ia dengar.


"Memangnya lu ga nemenin dia di kamar ?"


Zizi hanya memandang ke arah wajahnya saja.


"Sebenarnya gue agak curiga sama pembantu itu"


Otak Zizi mulai lemot.


"Ko de javu gini ya ??" tanya Zizi dalam hati.


"Tadi pas di rumah sakit dia bilang, semalam dia di kasih seblak sama pembantu itu"


Zizi mencoba memejamkan matanya dan perlahan membukanya kembali. Tapi Wulan masih ada di sana.


"Dan anehnya katanya di antar sampai ke kamarnya. Ke sini. Katanya tinggal dia doang yang belum makan. Makanya di anterin"


Bola mata Zizi ia putar-putarkan ke atas ke bawah dan ke samping. Tapi tetap Wulan masih ada di hadapannya. Ia masih membicarakan hal yang sama.


"Ya udah deh, gue turun dulu, gue cuma mau ngasih tau itu ko"


Zizi memperhatikan ia pergi menuju lift dan lift itu benar-benar turun. Zizi pun menghela nafas.


"Huufh !!"


Ia menscroll hpnya kembali. Lalu ada suara pintu lift terbuka kembali.


TINGG


Sedikit menahan amarah, Zizi pun menoleh. Ya. Masih sama. Wulan.


"Gimana keadaan Tasya Zi ??"


Kepala Zizi rasanya udah mau pecah. Berulang kali ia mendengar pernyataan yang sama. Kali ini Zizi hanya diam saja. Tapi Wulan masih mengutarakan hal yang sama, yaitu mengenai Tasya yang di beri seblak oleh pembantu baru itu.


"Ya udah deh, gue turun dulu, gue cuma mau ngasih tau itu ko"


Darah Zizi rasanya sudah naik. Sekali lagi ia memperhatikan Wulan turun dengan lift itu. Dan kali ini ia menaruh hpnya dan memilih fokus memperhatikan lift.


TIINGG


"Aaaarrrhhh !! Cukup !!" teriak Zizi.


Sambil sedikit terengah-engah ia melihat ke arah lift yang kosong. Sepi tak ada siapa pun. Beberapa menit Zizi diam mematung di sana.


Setelah di rasa cukup, Zizi mengambil hpnya dan masuk kedalam kamarnya. Sambil ngedumel sendiri.


"Gimana keadaan Tasya Zi (meniru suara tadi dengan bibir yang dimaju-majukan) tau ahh !! Sampai apal gua dialognya !! Tapi ko bisa ya ??? Aaaahh ! Bikin emosi aja, jadi gerah kan gue ? Mandi deh. Abis mandi nanti nemenin Tasya"


Zizi pun bergegas ke kamar mandi. Setelah itu ia sholat dan buru-buru ke kamar Tasya. Tapi, pintu kamar Tasya terbuka.


"Kak ?? Kakak di mana ??" ucap Zizi sembari memasuki ruang kamar Tasya.


Zizi mencoba mencarinya namun tak ada.

__ADS_1


"Kemana Tasya ??"


__ADS_2