
***
Pagi ini seperti biasanya, Zizi berangkat lebih awal dari teman-temannya. Kemudian selang beberapa menit Mega pun datang.
"Selamat pagi Zilvana ziya" Sapa Mega dengan senyum manisnya dan lambaian tangannya.
"Pagi juga Mega Indah Tri Utami " jawab Zizi.
"Zi, bisa bantuin aku ga ?" ucap Mega.
"Bantuin apa ? PR ? Ga ada PR hari ini" kata Zizi.
"Bukan PR" kata Mega.
"Lalu ??" tanya Zizi.
"Gini, nenek aku kan mau ulang tahun, terus aku tuh bingung mau ngasih kado apa" ucap Mega.
"Nenek kamu yang waktu itu jatuh di kamar mandi itu ya ?" tanya Zizi.
"Iya"
"Ya kasih kado yang dia sukai lah, misal orangtua biasanya suka merajut"
"Dia itu orang jawa, seneeeng banget sama lagu-lagu jawa"
"Lagu-lagu jawa ??" tanya Zizi.
"Iya, kayak Lingsir wengi, kinanthi, cangkriman dan lain-lainlah pokoknya"
"ya udah kamu nyanyiin itu aja buat nenek kamu" ucap Zizi.
"Nah itu dia, aku ga bisa"
"Di youtube ada tutorialnya kayaknya, ada pemandunya"
"Udah aku coba, tapi tuh ga bisa, nada-nadanya tuh fals semua di aku"
"Terus ?"
"Gimana kalau kamu aja yang ngajarin aku ?" tanya Mega.
"Waah, aku juga ga bisa" ucap Zizi.
"Ayolah zi, kalau aku harus bayar buat les dan nyari guru tuh makan waktu, kamu aja ya ?? please ?" rayu Mega.
"Gimana ya ?? waktu SD sing bisa, cuma kan udah lama ga aku asah" kata Zizi.
"please, ajari aku ya ??" rengek Mega.
Tiba-tiba Rita dan Nia datang.
"Ajarin apa Zi ??" tanya Nia.
"Mega minta di ajarin nyanyi jawa buat ulang tahun neneknya" jawab Zizi.
DEGG !!
Rita dan Nia saling pandang memandang. Sedangkan Mega terus ber-akting meyakinkan Zizi.
"Ya kalau Zizi bisa kenapa nggak" celetuk Rita.
"Kita lanjutin nanti aja ya ? Setelah pulang sekolah gimana ?" tanya Zizi.
***
Jam istirahat pun berbunyi. Mega mengajak Rita dan Nia untuk berdiskusi masalah mereka.
"Kalau di suruh ke kost-an Zizi aku ga mau ! Nggak mau ! Titik !!" tegas Mega.
"Demi kelancaran rencana kita" ucap Rita.
"Nggak !! Gua trauma ke sana ! Ga mau !!" jawab Mega bersikeras.
"Terus maunya gimana ?" tanya Nia.
"Lewat telpon aja" jawab Mega.
"Ga niat banget sih lu ?"
" Lu berdua ga tau seseram apa sih kost-an itu !" kata Mega.
"Kita bertiga ! Hantu ga akan berani kalau kita rame-rame" ucap Nia.
"Serius lu ??" tanya Mega.
__ADS_1
"hehe, mungkin"
"Kalian ingat ga ? Pas waktu itu aku pernah bilang kalau aku pulang dadakan dari kost-an Zizi itu karna nenek aku jatuh di kamar mandi ?" ucap Mega.
"Iya inget"
"Malam harinya tuh di kamar mandi aku ada suara KEDEBUGG KLOTHAKK, aku tengok dong, pas itu aku lagi ngerjain di kamar, sambil memangku laptop, aku taruh itu laptop dan aku berjalan menuju kamar mandi, menurut kalian itu apa ? Ada apa di kamar mandi itu ?" tanya Mega.
"Ada apa ?" tanya Rita penasaran.
"Pas aku buka pintu kamar mandi, ada nenek-nenek yang jatuh di kamar mandi itu, lututnya berdarah dan memar di kakinya serta pergelangan tangan juga lecet"
Rita dan Nia saling pandang lalu menatap ke arah Mega.
"Aku kaget dong, aku teriak dan langsung lari menuju tempat tidur, langsung aku ngumpet di dalam selimut, sayup-sayup ku dengar suara, 'tolongin nenek, nenek jatuh di kamar mandi' (menutup wajahnya dengan ke dua tangan) uhh serem banget kalau ke inget wajah nenek itu"
Wajah Nia dan Rita di penuhi tanda tanya. " Ko bisa ??"
"Pertanyaannya itu, nenek itu datang dari mana ?" tanya Nia.
"Maka dari itu, aku tuh ga mau lagi datang ke kost-an itu. Kapok !!"
"Lha terus lu tadi bilang kalau nenek lu ulang tahun ?? Kalau dia beneran datang pas di hari ulang tahunnya gimana ??" tanya Nia.
"Sebenarnya nenek aku tuh udah meninggal" ucap Mega.
Rita dan Nia pun kaget.
***
Hari ini Zizi ke kantin bareng sofia.
"Kamu serius pengin sekolah di German ?" tanya Zizi.
"Iya, soalnya sekolahannya tuh keren banget gitu kan, jadi kaya terpesona gitu" jawab Sofia.
"Iya sih, emang keren"
Saat mereka sedang ngobrol tiba-tiba ada yang memberikan bunga untuk Zizi.
"Dengan kak Zilvana Ziya ya ?" tanya anak yang sedang memegang setangkai bunga.
"Iya, ada apa ya ?"
"Dari siapa ??" tanya Zizi.
"Dari penggemar rahasianya kakak"
"Penggemar rahasiaku ?" tanya Zizi.
"Iya kak Zilvana, dia dari anak IPS" jawabnya.
"Bunga warna kuning artinya melambangkan persahabatan kan ?" ucap sofia.
"Benar kak"
"Kamu di suruh sama dia mau aja ?" tanya Zizi.
"Iya kak, soalnya dia anak kelas 12, saya ga berani melawan, selain itu jujur saya juga pengin banget ketemu sama kak Zilvana Ziya, ternyata cantik banget kak"
"oalaah, kamu anak IPS juga ?" tanya Zizi.
"Iya kak, saya kelas 10 IPS"
"Oh kelas 10 ?" ucap Zizi.
"Iya kak, anak IPS banyak loh yang suka sama Zilvana"
"Panggil saja Zizi"
"Lebih suka manggil kak Zil"
"(tersenyum) oh gitu"
"iya kak"
"Kamu sudah makan belum ? Sini makan sama aku" ucap Zizi.
Anak itu tersipu malu.
"Tidak usah kak, katanya nanti saya mau di traktir sama dia"
"Kalau boleh tau, yang ngasih bunga ini namanya siapa ?" tanya Zizi.
"Ga boleh di sebutkan kak"
__ADS_1
"(Menarik nafas) ya udah, makasih ya ?" ucap Zizi.
"Iya kak, sama-sama, saya boleh pergi ?" tanya anak itu.
"ya boleh dong" ucap Zizi.
"Padahal masih pengin lihat kakak, hehe"
Zizi pun tersenyum. Walau sebenarnya dia sedang berfikir siapa yang ngasih bunga itu. Kenapa namanya mesti di rahasiakan.
"Kenapa ga pindah aja ke IPA" ucap Zizi.
"Lebih suka di IPS kak, selain ga banyak mikir hitung-hitungan kami anak IPS juga takut dengan ruang kelas 12 IPA 1"
"Oalah kenapa takut ? Udah pernah lihat hantunya emangnya ?" tanya Zizi.
"sudah"
Zizi dan Sofia saling memandang.
"Kapan ?"
"Hari ini, itu ada di samping kak Zil, haha" ucapnya sambil lari pergi meninggalkan mereka.
Zizi ikut tertawa.
"Huuu ! Sembarangan !!! Cantik-cantik gini di bilang hantu 12 IPA 1 !!" ucap Sofia sambil menggerutu.
***
"Nanti kita ke kost kamu Zi" ucap Nia.
"Mau nemenin Mega latihan nyanyi" sambung Rita.
"Waah, aku mau ke rumah Mayang dulu, mau nengokin dia, kasihan, sudah seminggu lebih belum masuk sekolah juga" ucap Zizi.
"Oh gitu" ucap Mega lesu, walau sebenarnya dalam hatinya mengucap "Yess !!"
"Sorry ya ? Gimana kalau aku latihnya lewat telpon seluler aja ?" tanya Zizi.
"Ya udah ga apa-apa ko, nanti sementara lewat Hp dulu, besok-besok baru deh kalau kamu ada waktu kita main ke sana. Ya ga gaess ?? Hehe" ucap Mega sambil menggoyang-goyangkan badan Rita dan Nia yang sedang deduk di kursi menghadap Zizi.
"Ok, kita cari lagunya dulu yang mau di nyanyiin" ucap Zizi.
"Lingsir wengi" ucap Nia.
"Serem banget deh" jawab Mega.
"Kan kayaknya nadanya gampang, ya kan Zi ?" tanya Nia.
"Waah, kurang tau juga ya ? Ada lagu lain ?" tanya Zizi.
"Kinanthi ?" celetuk Rita.
"Bapak pucung, sinom, asmaradana?"
"Gimana kalau kita random aja ? Buat gulungan terus nulis lagu yang mau di nyanyiin, abis itu kita kocok-kocok kayak arisan, yang jatuh itu yang kita nyanyikan" kata Zizi.
"Siiiaaapppp" Mega dan yang lain kompak menjawab.
Mereka pun mulai menulis judul lagu yang akan di nyanyikan di sobekan kertas. Satu orang satu judul lagu, jadi total ada 4 gulungan kertas.
Setelah semuanya selesai mereka pun mulai mengumpulkannya di tangan Zizi dan mulai ia kocok. Jatuhlah satu gulungan.
"Coba buka" ucap Rita.
"Aku harap bukan Lingsir wengi" kata Mega.
"CANGKRIMAN ???"
Semua saling pandang.
"Siapa yang nulis ??" tanya Zizi.
Tapi ketiga anak itu tidak ada yang mengakuinya. Bahkan Zizi sendiri tak merasa menulis tulisan itu.
"Ok, kita ulang aja ya ? Itu di pegang aja dulu" ucap Zizi.
Ia pun mulai mengocoknya lagi, tapi yang keluar justru tulisan yang sama, bahkan hingga tiga kali berturut-turut.
Akhirnya Zizi membuka semua kertas itu. Dan ternyata semua tulisannya berjudul CANGKRIMAN. Zizi dan yang lain langsung mundur menjauh.
"Ko bisa ? Aneh banget"
"Bukankah kita berempat ? Lalu kenapa gulungan itu ada lima ??"
__ADS_1