Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Mie ayam


__ADS_3

_______ SEKILAS INFO ________________


BOLEH DI SKIP. BACANYA MULAI DARI BINTANG 3 (***) SAJA JUGA BOLEH KO


________________________________________


Taukah kamu ? Dunia ghoib atau alam sebelah itu tidak pernah gelap. Terang terus. Mungkin Allah sengaja ga menciptakan malam untuk mereka karena mereka ga butuh istirahat. Dan yang paling penting adalah karena makhluk ghoib itu tidak bisa membuat lampu. Hehe.


Kalaupun bisa nanti siapa yang bakalan jaga PLN ghoib ?? Genderuwo ? Pocong ? Ah mereka sibuk menakut-nakuti orang. Mbak kunti ? Dia sedang asyik mengayun-ayunkan kakinya, di atas pohon. Atau bisa jadi di atas lemarimu. Kadang lebih suka bersemayam di tempat gelap, misalnya bawah tempat tidurmu.


Di antara mereka memang ada yang bisa membuat penerangan, misalnya Banaspati. Tapi dunia ghoib itu kan luas. Nanti Banaspati kehabisan bahan bakar gimana ?


Dan kalau kamu memasuki dunia ghoib, kamu ga akan merasakan apa-apa bila berpijak di sana, selain ketika kamu menginjak air.


Walaupun di dunia manusia kamu sebenarnya sedang mendaki lereng, tapi kalau dalam dunia ghoib itu sama sekali ga terjal ga tinggi ataupun miring, tapi lurus rata dengan tanah.


Di sana ga ada namanya tanjakan, semuanya terlihat rata seperti padang pasir. Dan di dunia manusia pohon beringin itu hanya segitu besarnya dan ga ada pohon beringin sebesar dua rumah kan ? Mungkin ya kalau ada sebesar rumah saja kan ? Tapi jika kamu memasuki area dalam pohon beringin itu, beeeegh ! Seluas samudra. Sepanjang mata memandang luasnya. Katanya tapi. Hehe


_________________________________________


***


"Kamu nanya kenapa aku takut tersaingi ? Bukan takut tersaingi, tapi aku benci bila ada yang lebih hebat dariku" ucap Kanaya.


"Bukankah di atas langit masih ada langit ?" tanya Zizi.


"Memang benar, tapi pernah ga kamu berfikir ketika orangtuamu menuntut kamu harus selalu menjadi nomor satu. Tapi kamu lengah sedikit kamu tersalip oleh orang lain ?" tutur Kanaya.


"Tunggu tunggu ! Kamu yang membuat cerita ini menjadi berputar ? Maksudku memutar balikkan fakta ?"


"Apa maksudmu ?"


"Jika kejadiannya kamu yang terbunuh, si pembunuh itulah yang seharusnya menang. Aludra. Bukankah dia sainganmu ? Atau sebenarnya kamu yang berniat membunuhnya ?"


Kanaya mendekat.


"(Tersenyum) kamu memang pandai Zilvana"


"(Menoleh ke arah Kanaya) apa maksudnya ?"


"Rumor yang berkembang itu salah. Maka dari itu, Aludra ga di penjarakan. Walaupun ia di nyatakan membunuh, tapi ia harus menanggung untuk tidak di terima sekolah manapun setelah kejadian itu."


"Kamu dan Aludra itu sahabat, kenapa harus punya rasa iri ? Bukankah kalian saling menyemangati dalam hal prestasi ? Kenapa hanya karena suaranya lebih indah darimu kau tega menghabisinya ?"


"Iya. Harusnya dia yang mati !! Bukan aku" ucap Kanaya mulai meninggikan nada karena emosi mengingat masa lalu.


"Dia ga salah. Yang salah adalah ambisimu Nay !" ucap Zizi.


"Beraninya kau menyalahkanku !!" gertak Kanaya sambil melotot ke arah Zizi.


"Aku hanya membela yang benar" jawab Zizi.


"Oh, kamu lebih memilih Aludra daripada aku ??" tanya Kanaya.


"Tentu, Aludra ga salah ko, walaupun aku belum mengenalnya, belum pernah melihatnya dan ga tau dimana rumahnya, tapi kalau melihat kias balik dari kisahmu, aku tau Aludra ga salah" jawab Zizi.


"Lalu mengapa dia ketakutan tatkala aku datang ??" tanya Kanaya lagi.


Zizi terdiam.


"Itu karena, setiap kedatanganmu akan menimbulkan kerusuhan" jawab Rifki.


CRIIINGG

__ADS_1


Pisau itu tiba-tiba muncul di tangan Kanaya. Zizi dan Rifki bersiap siaga. Rita dan Nia menelan ludah melihat pisau Kanaya yang tajam dan masih penuh darah.


"Kedatanganku memang untuk membuat kerusuhan !!! Aku ga akan tenang sebelum Aludra ikut mati bersamaku !!!"



"Ki ! Dia sengaja mengulur waktu, ini bahaya untuk Mega, dia pingsan di dunia lain, kalau dalam waktu 24 jam ga bangun, bisa terbawa arwahnya oleh para siluman-siluman dan makhluk tak kasat mata lainnya." ucap Zizi.


"Iya Zi, gue juga tadinya mikir ke situ, tapi gimana caranya agar bisa membawa Mega keluar dari alam ini ?" tanya Rifki.


"Dimana Doni ??" tanya Zizi.


"Lah iya ya ? Tuh anak kemana ???"


***


Di kost putri.


Bu Lulu dengan cemasnya menunggu kepulangan Zizi. Ia khawatir karena mendengar kabar kalau di sekolahan ada kesurupan masal dan Zizi ikut kesurupan juga. Lulu tau, jika Zizi kesurupannya menari itu pertanda bahwa Kanaya ada di balik itu semua.


"Jam berapa ini ? Kenapa Zizi belum pulang ?" tanya Lulu.


"Maaf bu, jangan-jangan..."


"Jangan-jangan apa ?"


"Zizi di culik makhluk ghoib itu ?"


DEGG !!


"Astaghfirullahal adziiim"


"Soalnya pas kumpul di aula sekolah saya juga ga melihat Zizi bu"


Lulu makin terlihat khawatir. Dan ia segera berlari ke kamar mengambil tas dan buru-buru pergi.


"Mau nyari Zizi, kalau Zizi pulang duluan, kabari ibu !" jawab Lulu sambil berlari menuju garasi mobilnya.


Semua anak-anak di sana hanya bisa memperhatikan Lulu yang terlihat sangat buru-buru.


"Katanya gara-gara simbol di tangannya Mega ya ?" tanya Maya.


"Simbol apaan sih emangnya ?" kata Tasya.


"Semacam simbolnya naruto, tapi lebih mirip huruf qof" jawab Diana.


"Jahat banget dia ya ?" Kata Tasya.


"Iya, awas aja tuh anak besok !!" ucap Maya.


***


Di rumah Bima.


TOK TOK TOOKK


"Bim ?? Lu di dalem ?" ucap Heru di depan pintu kamar Bima.


CEKLEKK


Heru langsung kaget. Tiba-tiba pintu rumahnya terbuka. Heru memperhatikannya sambil berpegangan gagang pintu kamar Bima.


Muncullah bayangan dari balik pintu itu. Mata Heru mulai membulatkan matanya dan jantungnya berdegup kencang. Tapi ternyata yang datang adalah Bima.

__ADS_1


"Bima ???"


"Eh, lu udah pulang"


"(Menarik nafas lega) gua kira siapa ? Ternyata elu, bikin deg degan aja"


"Hehe"


"Darimana lu ?"


"Beli mie ayam (menunjukan sebuah bungkusan plastik hitam)"


"Beli mie ayam ? Dimana ?"


"Di pertigaan situ"


"Ko tadi gue ga liet ??"


"Ah masa sih ??"


"Ya serius lah, kan gue pulang abis nganterin Deca"


"Oh"


Kemudian Heru yang masih agak sedikit merinding dan heran mulai berjalan mendekati Bima yang sedang membuka bungkusan plastik itu.


"Ambil mangkok dulu ah" kata Bima sambil melenggang pergi.


Heru duduk di depan plastik itu.


"Seenak apa sih mie ayamnya ? Sampai-sampai Bima yang ga doyan mie ayam bisa suka ??"


Tak lama Bima pun datang. Ia menuangkan mie ayam itu ke dalam mangkuknya. Alangkah terkejutnya saat Heru melihat itu.


"Bim !! Le ngeprank gua ?!!" ucap Heru panik.


"Ngeprank apaan kak ?" tanya Bima dengan polosnya.


"Itu... Itu mie ayamnya ??" ucap Heru terbata sambil menunjuk-nunjuk ke arah mangkuk.


"Lu mau juga ??" tawar Bima.


Heru menutup mulutnya yang sedari tadi sedikit menganga karena syok.


"Lu yakin itu mie ayam ??" tanya Heru.


"Ya yakinlah" jawab Bima sambil mengaduk-aduk mie itu.


Heru bergidik ngeri saat melihat adiknya makin ga waras.


"Lu kenapa Her ??"


Heru tak mampu menjawab pertanyaan Bima. Ia terpaku saat melihat Bima mulai memasukan mie itu ke dalam mulutnya. Ia memejamkan matanya dan tak ingin melihat kejadian itu.


"Her !! Heru !!!!"


Heru menundukan kepalanya sambil memegangi jidatnya.


"Her lu sakit ??" tanya Bima.


"Nggak ko Bim" jawab Heru lemes.


"Lemes amat lu ? Belum di kiss ya sama Deca ?"

__ADS_1


Heru tak menjawab dan masih menundukan kepalanya. Dadanya terasa sesak rasanya. Air mata mulai menetes perlahan.


"Gue lemes karena liet lu makan cacing satu mangkuk Bim" ucap Heru dalam hati.


__ADS_2