
"Ini semua gara-gara lu !!" ucap Heru pada Bima.
"Lah ko gara-gara gue ? Salah gue apa ?" tanya Bima dengan polosnya.
Sambil menahan emosinya Heru pun pergi dan lebih memilih tak menjelaskan apa-apa pada Bima.
"Woi !! Lu mau kemana ??!!" seru Bima saat melihat Heru pergi.
***
PIM PIM PIIIIM
Suara klakson motor Heru membuat Deca kaget. Ia yang masih dalam selimut pun menengok ke jendela dan membukanya sedikit.
"Haru ???"
Heru menoleh ke arah jendela itu dan ia pun turun dari motornya lalu mendekat.
"Lu ngapain pagi-pagi udah ke sini lagi ?" tanya Deca.
"Ke sini lagi ? Maksud lu ??"
"Ya kesini lagi, lu baru aja pulang jam 4 tadi, gue masih ngantuk ! Kuliah kan siang"
"Gue pulang jam 4 pagi dari mana ??" tanya Heru bingung.
"Ya dari sinilah. Pikun"
"Eh tunggu tunggu ! Lu ga pake baju ??" tanya Heru saat melihat Deca masih menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Gue belum mandi"
"Lu abis ngapain emangnya ???" selidik Heru.
"Ya ngapain nanya ? Lu sendiri tau jawabannya"
"Maksud lu ??"
Deca menatap Heru.
"Lu bener-bener lupa apa gimana sih ? Aneh banget ?" tanya Deca.
"Lupa apa maksud lu ?"
Deca menutup jendelanya. Heru pun lari menuju kamarnya. Di sana Deca malah rebahan di kasur.
"Gue tanya ama lu !! Abis ngapain lu semalam ??!!" gertak Heru.
Deca menoleh ke arah Heru.
"Ya ngapain coba kalau berduaan di kamar" jawab Deca dengan santainya.
Heru pun langsung emosi.
"Oh bagus ya !! Sama siapa lu ??"
"Lah ko nanya sama siapa ?? Ya sama lu lah"
"(Tersenyum sinis) pembohong"
"Apa maksud lu pembohong ??"
"Udahlah. Kita putus aja !!"
"Heru !! Tunggu !"
"Apa lagi ??"
"Lu mutusin gue ? Gue salah apa ??"
"Ya mikirlah ! Lu udah berani tidur sama cowok lain !! Lu pikir gue ga sakit hati ? buktinya udah jelas !! Lu sekarang aja masih ga pake baju kan ??"
Deca heran.
"Lu nuduh gue tidur sama cowok lain ?? Helloowww yang semalam tidur ama gue itu elu !! elu yang awalnya bilang kasihan sama Bima mau jagaain Bima, ehh tau-tau jam 11 malam datang kesini, dan kita melakukan itu, sampai jam 3 pagi !! Jam 4 baru lu pulang !! Lu lupa ??? Hah !! Lu lupa ??!!! Makanya gue masih ngantuk ! Gara-gara melayani nafsunya elu !!"
Heru terdiam. Lalu ia duduk di kasur itu.
"Semalam motor gue kehabisan bensin di tengah jalan, dan gue pulang naik angkot"
"Terus ? Lu ke sini lagi jam 11 kan ?"
"(Terdiam sejenak) nggak ! Gue nemenin Bima makan mie ayam" ucap Heru lemes.
Deca jadi makin heran.
"Lu serius Her ??" tanya Deca sedikit khawatir.
__ADS_1
Heru hanya menganggukkan kepala.
"Terus yang semalaman tidur ama gue ampe jam 3 pagi siapa Her ? Itu elu kan Her ?? Jam 11 malem ketok-ketok jendela dan lu masuknya juga lewat jendela, itu elu kan Her ??" ucap Deca sambil ketakutan.
***
Sampailah Bima di sekolahannya.
"Pemandangannya agak lain nih sekolahan, apa karena kemarin gua ga masuk kali ya ? Kayaknya cuma sehari deh gua bolosnya" ucap Bima sambil memarkirkan motornya.
Lalu datanglah kawan-kawannya yang terlihat bahagia melihat kedatangan Bima.
"Woi !! Boss kita datang nih, kemana aja lu kemarin ?" tanya Ridwan.
"Di rumah aja ko"
"Eh, tunggu ! Ko lu pucet gitu sih ? Lu sakit ?" tanya Luky.
"Nggak ko"
"Sumpah muka lu serem banget gitu, kayak mayat tau ga, hahahaa" ledek kevin.
"Apaan sih kalian !"
"Sorry sorry ! Abisnya muka lu pucet banget, kita anterin ke kantin yuk"
"HAYUUUUKKK !!"
"Nggak nggak nggak !! Gua lagi males makan"
"Pantesan pucet" celetuk Ridwan.
"Ini ko sekolahannya kayak ada yang beda ya ?" tanya Bima.
"Elu kemarin ga berangkat sih, ada kejadian seru banget" kata Ridwan.
"Menegangkan" lanjut Kevin.
"Menyeramkan" sambung Luky.
"Apaan sih kalian !! Yang jelas dong !!" bentak Bima.
"Kemarin ada kesurupan masal"
"Oalah, pantesan sekarang ada lagu-lagu religi dan suara orang ngaji"
"Bahkan sampai sekarang, Zizi, Doni, Rifki dan Zidan belum ketemu"
"Hah ??? Ko bisa ?"
"Katanya sih mereka di bawa oleh hantu penunggu ruang kelas 12 IPA 1 itu"
"Serem"
"Kalau bukan gara-gara Mega pastinya hantu itu juga ga akan muncullah. Dasar edan tuh anak"
Baru saja di perbincangkan Mega pun terlihat melintas di gerbang bersama dua sahabatnya.
"Panjang umur dia !"
"Samperin yuk !!"
"Ga usah !! Kan mereka mau lewat sini juga" seru Bima.
Mereka pun menunggu Mega di sana sambil terus memperhatikannya.
"Ehh Mega sekarang tambah glowing aja, pakai apa sih ?" tanya Nia.
"Gue tau" jawab Rita.
"Apa ?"
"Pakai Bayclin, hahahaa iya kan Mega ??"
Mega hanya tersenyum tipis.
"Huuu !! Gue jitak juga lu !!"
"Lu juga glowing ko, pasti lu pakai sabun itu ya ? Emm....."
"Apa coba ?? " jawab Nia.
"Ekonomi !!"
PLAAKKK!!
Sebuah buku melayang di kepala Rita.
__ADS_1
"Aww !! Sakiit Niaaaa !!" ucap Rita sambil meringis.
"Ya lagian lu malah becanda"
"Ga apa-apalah. Biar hari ini bahagiaaa"
"Ehh, gue juga tau ko, lu glowing pakai apaan" kata Nia.
"Coba tebak !"
"Sunlight !! Hahahha ya kaaan ?? Ya kaan ??" ledek Nia.
"Scarlett !! Bukan sunlight !!"
"Hih ! Apaan orang gua lihat di rumah lu ada sunlight ko"
"Tapi itu buat cuci piring !! Bukan buat muka gueee Niaaa !! Hiih !!"
"Hahahahaaaa"
Tak sengaja Nia pun menabrak kakak kelas. Karena ia berjalan sambil becanda dan ketawa-tawa.
"Ehh ! Sorry kak sorry" ucap Nia.
"Kamu Mega kan ??" tanya Tasya.
"Kenapa ?" jawab Mega singkat.
"Aku teman kost-nya Zizi"
"Iya kak, pernah lihat ko, ada apa ?"
"Kamu tau ga ! Kalau Zizi sampai sekarang belum pulang ??"
Mega terdiam.
"Lain kali ! Kalau mau main-main itu lihat tempat ! Lihat kondisi !!"
"Maaf kak"
"Emang kata maaf kamu bisa membuat Zizi balik sekarang ??"
Mega terdiam lagi.
"Kak ! Mega ga salah sepenuhnya ko ! Ada Zidan juga ! Dia yang malah melukis simbol itu di tangannya Mega" ucap Nia.
"Diem lu !! Dia yang berbuat dia juga dong yang harus berani bertanggung jawab !!"
Bima yang sedari tadi memperhatikan Mega merasa ada yang aneh di diri Mega. Kayak ada asap hitam yang mengikuti Mega sejak Mega melangkahkan kaki dari pintu gerbang itu.
"Kenapa lu diem aja !! Bisa ga tanggung jawab ??!!" bentak Tasya.
Mega masih diam saja. Salah satu teman Tasya berbisik pada Tasya. Kemudian Tasya memandang ke arah telapak tangannya Mega.
"Mega !" panggil Nia sambil menepuk pundak Mega.
Mega langsung menoleh ke arah Nia dengan sorot mata tajam dan merah.
AAAAAA
Nia berteriak sambil berlari pergi meninggalkan mereka semua. Lalu Mega menoleh ke arah Tasya dan menatapnya dalam-dalam.
"Wah, gawat !!" ucap Mega.
"Simbolnya masih sih !! Ini mah bahaya !! Cabut aja yuk !!!" ucap temannya Tasya sambil berjalan menjauhi Mega.
Rita menoleh arah Mega. Sambil memiringkan kepalanya. Mega pun menoleh. Sontak saja Rita kaget dan berteriak.
AAAAAA
Bima dan yang lainnya pun kaget dan segera bangkit dari tempat duduknya. Ketika Rita melewati mereka Bima pun bertanya.
"Ada apa ???"
"Mega kesurupan lagi" ucap Rita sambil terus berlari.
Semuanya saling pandang dan bersiap siaga. Mega masih berdiri di jalan itu dan tatapan matanya kosong dengan sorot mata merah dan tajam.
Semua anak mulai berkumpul melihat Mega. Nia dan Rita pun ikut berkumpul tapi memilih bersembunyi. Terlihat Mega mengangkat tangan kanannya ke atas sambil menunjuk ke arah rooftop. Kemudian ia mulai menurunkan telunjuknya dengan cepat dan....
BRUGGG !!!
AAAAAAAAAAAA
Semua anak yang menyaksikan itu berteriak ketakutan saat melihat salah satu siswi jatuh dari rooftop itu ke lantai dasar dengan kondisi hancur penuh darah.
Darah yang mengalir itu berwarna merah terang yang sangat segar, kini mulai mengalir ke sekitar area di sana. Tapi tak lama darah itu pun mulai hilang. Seperti ada yang menghisapnya.
__ADS_1
"Lah ?? Darahnya ko ilang ??"