Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Berapa usianya ?


__ADS_3

***


Di sekolahan.


"Baik anak-anak, di BAB kali ini temanya adalah tentang Aku dan 20 tahun mendatang. Apa sih cita-cita kalian ??"


"Jadi istrinya tehyung bu"


"Hahahaaaa"


"Becanda aja kalian ini"


"Menjadi pemain sepak bola internasional bu"


"Aamiin. Mudah-mudahan bisa ya ?"


"Aamiin"


"Ngomongin bola, gimana nih kemarin jagoan-jagoan kalian menang ga ??"


"Menang dong buuu..."


"Pasti semuanya jadi mengidolakan Messi ya ??"


"Ga ko bu, Ronaldo tetap di hati"


"Bagus deh, jangan karena dia gagal terus di kucilkan. Jangan gitu ya ??"


"Iya buu..."


"Selain Messi dan Ronaldo ada bintang lapangan hijau yang lain kan ?? Siapa lagi sih mereka ? Coba ibu tanya satu-satu, saipul dulu deh"


Sontak semua anak pun tertawa.


"Kenapa tertawa ??"


"Bu, mana ada saipul tau tentang sejarah sepak bola, yang dia tau itu harga cabe 1kg, harga beras dan sembako lainnya"


"Loh ?? Kenapa ? Saipul anaknya toko sembako kah ?"


"Bukan bu, dia tuh ga suka sepak bola"


"Oalaaah, kenapa ga suka ? Itu kan salah satu jenis olahraga"


"Ga apa-apa bu, ga suka aja, cape ngejar-ngejar bola"


"Hahahaa"


"Ya udah, ngejarnya yang pasti-pasti aja ya Pul ?"


"Hahahaaa"


"Ok ! Kembali ke tema. Aku dan 20 tahun mendatang, sebagai anak indigo Doni, apa pandanganmu mengenai sekolah ini di 20 tahun mendatang ??"


Semua bisu dan tertuju ke arah Doni. Doni menarik nafas.


"Banyak perkembangan yang terjadi di sekolah ini di 20 tahun mendatang. Fasilitas makin memadai. Siswa siswi banyak yang berprestasi dan sekolah ini menjadi sekolah nomor 1 yang di minati, tapi"


"Tapi ???"


"Tapi... Sebelum semua itu terjadi, akan ada banyak pengorbanan. Dan... Semoga saya hanya salah prediksi untuk tahun ini"


"Ibu tau, (menarik nafas) tahun ini, banyak sekali kita kehilangan orang terkasih kita, kepala sekolah, dan anak-anak yang lain. Bahkan bukan cuma di tahun ini, tahun sebelumnya juga pernah terjadi. Ibu harap ramalan soal Kanaya sudah tidak ada lagi"


Doni terdiam. Suasana pun hening.


"Masih bu, kita sudah berusaha mati-matian menghentikan Kanaya, tapi belum ada hasil yang memuaskan. Masih ada perasaan was-was. Sepertinya kita ga akan pernah bisa menghentikan Kanaya, meskipun saat ini, kami sudah menyegelnya. Aman untuk beberapa waktu. Tapi menurut pandangan saya ada seseorang yang masih berkomunikasi dengan Kanaya"


DEGG !!


"Huuufh !!"


KRIIIINGGGG

__ADS_1


Bell pulang sekolah pun berdering.


"Baiklah anak-anak. Kita sambung di pertemuan mendatang. Janga lupa presentasikan karya kalian di depan sini ya ? Temanya Aku dan 20 tahun mendatang"


"Baik buuuuu...."


Semua anak pun mulai pergi meninggalkan kelas mereka masing-masing. Di perjalanan Zizi tak sengaja melihat Doni berbelok arah ke jalan rumahnya Mayang.


"Bukannya itu arah jalan ke rumah Mayang ya ? Doni mau ngapain ya ?? Ikutin deh"


Diam-diam Zizi pun mengikuti Doni dari belakang. Tapi Zizi kehilangan jejak.


"Dimana Doni ??"


"Kenapa nyariin gue ??"


DEGG !!


Sontak saja Zizi kaget karena suara Doni tiba-tiba muncul di tengah keheningan siang itu. Zizi pun dengan perlahan menoleh ke belakang.


"Emm... Maaf Don. Gueee...."


"Mencurigai gue ?? Kenapa harus curiga ???"


Zizi pun terdiam.


"Sini gue tunjukin" ucap Doni sambil menarik tangan Zizi.


Zizi hanya pasrah saat tangannya di tarik. Ia hanya mengikuti kemana Doni melangkah.


"Lihat itu !!" ucap Doni sambil menunjuk ke arah Mayang.


"Mayang ???"


Zizi menoleh ke wajah Doni.


"Gue berhasil mengeluarkannya dari portal itu. Tapi...."


"Tapi... Gue ga bisa mengembalikka kewarasannya"


Zizi memandang dalam ke arah Mayang. Mayang yang kini hanya terdiam, pandangannya kosong. Penampilannya tak bisa di katakan layak. Mata Zizi pun mulai berkaca-kaca.


"Gue tau, gue pernah ada rasa kesal terhadap Mayang, apa lagi saat gue tau, dia bersekongkol dengan Kanaya. Mencoba melukai gue, tapi... Melihat kondisi lu kayak gini, gue bisa apa ?? Hiks hiks... Orang yang masuk dunia ghoib, kalau imannya lemah ia akan di ambil alih, walaupun ia bisa kembali lagi ke dunia kita, tapi separuh ingatannya sudah hilang"


Doni diam mematung.


"Gue benci ama Rifki !! Kenapa dia ga bisa jagain Mayang !! Hiks... Kenapa ?? Hikss... Hiksss.... Kenapa !!"


"Don ! Rifki bukannya ga mau jagain Mayang. Banyak anak yang harus ia jaga ! Lu ga bisa nyalahin Rifki terus !!"


"Hiks.. Hiks... Gue harus gimana Zi !! Harus apa gue ?? Ga tega gue lihat Mayang dalam kondisi setengah gila kayak gini, huufh !!"


"Do'a... Tiada yang ga mungkin di dunia ini ! Do'a adalah salah satu senjata paling ampuh. Bahkan lebih ampuh dari takdir. Do'a bisa mengubah takdir Don"


***


Di kost putri malam hari.


Zizi dan Tasya sedang berbincang di meja makan.


"Zi, gue masih kepikiran rambut yang ada di kamarnya ibu dan bapak deh"


"Kenapa lagi kak ?"


"Itu rambunyaa....."


"Mba kunti ?"


"Huustt !! Jangan keras-keras"


"Ya rambut siapa lagi coba ?"


"Gue juga mikirnya gitu, sejarah dari kost ini tuh gimana sih ??"

__ADS_1


"Gue ga tau kak Tasyaaaa"


"Hiih !! Bukannya lu itu indigo ya ?"


"Bukan ko"


"Lalu ??"


"Hanya lebih mirip ke.... Apa ya ?? Em... Mata batin"


"Beda ya dengan indigo"


"Beda lah"


"Ok ! Rambut mba kunti itu sudah sepanjang itu, tandanya ???"


"Dia udah bukan remaja lagi"


"Maksudnya ??"


"Dunia ghoib itu lebih lambat waktunya daripada di dunia kita kaya gini. Katanya untuk memanjangkan 1 cm saja memeperlukan waktu 10 tahun di dunia kita. kalau ga salah."


"Busyeet ! Lama amat Zi, numbuhin rambut 1 cm 10 tahun di dunia ini ?? Jadi yang ada di kamar ibu bapak itu umurnya ????"


"Sudah ratusan tahun"


Seketika Tasya pun menelan ludah saking tak percayanya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Ratusan tahun ? Itu tandanya sebelum ada rumah ini dia sudah di sini ?? Iya Zi ??"


"Gue ga tau Kak Tasyaaaa, bahkan gue belum pernah lihat seperti apa wujudnya"


"Lu mau di lihatin ??"


"Kagak sih, cumaaa...."


"Lu lama-lama serem tau ga Zi"


Tiba-tiba pintu lift terbuka dengan sendirinya.


DEGGG !!


Ga ada siapapun. Zizi yang melihat Tasya ketakutan pun mulai punya ide iseng.


"Selamat malam" ucap Zizi pada sosok tak kelihatan di depan pintu lift.


Sontak saja itu membuat bulu kuduk Tasya merinding.


"Mari makan ??" ucap Zizi kembali.


Mata Tasya benar-benar melotot saat mendengar ucapan Zizi yang satu ini.


"Mari makan ?? Lu gila Zi !! Setan lu tawarin !!"


"Hahahaaaa"


"Kenapa ketawa ?? Lucu ?? Lu keterlaluan tau ga Zi !! Lu seneng liat gue panik kayak gini ?? Lu seneng !!"


Zizi pun terdiam.


"Kak ! Sorry"


Tasya pun pergi meninggalkan Zizi. Ia masuk ke kamar dan mengunci pintunya.


CEKLIKKK


DEGG !!


"Kuncinya ???"


Ia baru ingat kalau ia pernah menyimpan sebuah kunci di saku baju seragamnya. Zizi pun segera lari ke kamar untuk mengeceknya. Di carinya kunci itu. Dan akhirnya ketemu.


"Kalau kak Tasya masih megang kunci pintunya sendiri ? Lalu ??? Ini kunci pintu kamar siapa ???"

__ADS_1


__ADS_2