Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Pintu masuk dua alam


__ADS_3

***


"Aku mengicarmu sejak dari awal kamu kesini, karismamu mampu memikat semua makhluk, bukan cuma bisa menarik perhatian manusia biasa saja, tapi para makhluk halus pun ikut tertarik saat melihat pesonamu" ucap Kanaya.


"Apa yang membuat kalian tertarik ? Bukankah aku biasa saja, sama dengan manusia yang lainnya ?"


"Tidak ! Darahmu hangat, sehingga para makhluk ghoib itu menyukainya"


"Darah hangat ??"


"Ya, kamu juga lahir di hari kamis wage, dimana orang itu akan selalu bermimpi aneh terlebih dahulu sebelum kejadian nyata itu terjadi, sehingga selalu merasa dejavu"


"Iya benar, aku selalu mimpi hal-hal yang pada akhirnya menjadi kenyataan"


"Maka dari itu, aku sangat ingin sekali memilikimu !! Menjadikanmu teman untuk bersama-sama membunuh Aludra !!"


"Itu tidak baik ! Berteman boleh. Tapi untuk hal kejahatan aku tidak mau"


"(Tersenyum sinis) semua pilihan ada di tanganmu ! Bagaimana dengan teman-temanmu ? Mereka pun dalam bahaya bukan ?"


"Astaghfirullahal adzim ! Mega ?"


Seketika Zizi teringat bahwa Mega belum sadarkan diri. Ia menoleh ke arah Kanaya kemudian berlari menuju Mega. Kanaya pun mengejarnya.


***


"Ta !! Jangan takut ! Itu bukan ular sungguhan ko ! Itu hanya benang merah !" teriak Doni yang tiba-tiba muncul.


Rita dan Nia pun saling memandang.


"Benar, itu hanyalah benang merah" ucap mereka berdua kompak.


Merekapun mulai mendekat tanpa rasa takut. Tapi Mariska menghalangi. Ia merubah tempat yang di pijak Rita dan Nia menjadi sebuah jembatan kayu yang hampir roboh dan bergoyang-goyang bila di injak.


"OMG ! Gimana ini ??"


Doni segera melempar sesuatu ke arah Mariska, agar perhatian Mariska tidak tertuju pada mereka berdua. Ternyata itu adalah anaconda.


Mariska memandang sinis ke arah Doni. Ia mendekati Doni dan tak mempedulikan anaconda itu. Ia berlari kencang kemudian menghilang.


Doni mencari-cari dimana keberadaan Mariska. Ia tetap waspada karena Mariska bisa menyerangnya kapan saja.


Tiba-tiba kakinya Doni di tarik dan Doni di putar-putar di udara. Sedangkan Rita dan Nia masih panik karena jembatan itu makin rapuh saja.


Setelah di rasa cukup memutarkan Doni lalu Mariska melempar Doni ke arah jembatan itu. Alhasil jembatannya pun roboh. Rita dan Nia pun bergelantungan di tepian jurang.


"Aww !! Uh, hebat juga sekarang kamu Ka !" ucap Doni memuji Mariska.


Mariska masih saja menatapnya dengan tatapan yang sinis. Doni mencoba membantu menyelamatkan Rita dan Nia yang sebenarnya mereka berada di tempat yang datar dan tidak ada jurang sama sekali.


"Don ! Tolongin Don ! Gue mau jatoooh !" teriak Rita histeris.


Doni tersenyum geli.


"Hiks hiks Dooon !!! gue mau pulaaang !! Ga mau di siniiii !!!" sambung Nia.


"Jurangnya dalem banget gilaaaaa"


"Gelap juga, hiks hiks"


Doni hanya bisa membuang nafas saat melihat kepanikan mereka. Lalu datanglah Zizi sambil berlari menuju Mega.


"Don ! Buka pintunya Don !! Nyawa Mega dalam bahaya !!" teriak Zizi yang masih dalam kejaran Kanaya.


Sontak Donipun kaget dan menoleh ke arah Zizi. Doni segera menepuk bahu ke dua anak itu yang masih terhipnotis Mariska. Rita dan Nia pun sadar.


"Lah ?? mana jembatannya ??"

__ADS_1


"Mana jurangnya ?"


"Ko bisa ada di sini ???"


"Ayo bangun !! tolongin Mega !!" ucap Doni sambil berlari ke arah Mega.


Mereka berdua pun ikut berlari ke arah pintu itu menyusul Doni. Mariska mencoba menghentikan itu tapi anaconda itu menarik Mariska dan melilitnya.


"Lepasiiiiin !!!!"


Zizi masih terus berlari untuk bisa membantu mereka menyelamatkan Mega. Namun tiba-tiba Zizi tersandung dan jatuh.


DUAKKK !!


AUHHH


Doni menoleh ke arah Zizi. Di belakang Zizi Kanaya sudah siap membunuhnya. Doni yang sudah mendapatkan Mega dan hendak menuju pintu pun akhirnya mengurungkan niatnya dan berlari ke arah Zizi.


"Ziziiii !!!!" teriak Doni.


DUAAKKK !!!


Kanaya di tendang oleh Rifki dan ia terpental lumayan jauh.


"Kurang ajar !!" ucap Kanaya kesal.


DUUUAKKK !!


Kali ini giliran Rifki yang di tendang Zidan.


"Aduuh !!" rintih Rifki.


HIIIIAAAKKK !!


Zidan dan Rifki kembali berkelahi. Sementara Kanaya mulai bangkit. Zizi menoleh ke arah Doni yang ternyata malah meninggalkan Mega.


PLAAAKKK !!


Zizi di hajar Kanaya dan di angkat tubuhnya menggunakan kekuatannya.


"Ziii !!!" teriak Doni.


"Pintunya Doon !! Cepat tolongin Mega !!" ucap Zizi sambil sesekali menelan ludah karena ia juga di cekik Kanaya.


Doni menoleh ke arah pintu itu, dan melihat pintunya mulai tertutup sedikit demi sedikit.


"Cepat Doniiiii !!!!" teriak Zizi lagi.


Doni bingung harus memilih yang mana. Antara menyelamatkan Zizi atau menolong Mega. Akhirnya ia berlari ke arah Mega dan di bantu oleh Rita dan Nia berlari ke arah pintu itu.


Sementara di sekolahan sudah banyak orang-orang berkumpul untuk mencari anak-anak itu. Banyak siswa yang ikut serta dalam pencarian.


TENG TENG TEEENG


"Zilvanaaaa"


"Megaa !!"


TING TINGG TIIINGGG


"Rifki !! Kamu dimana ??"


"Doni !"


TUNG TUNG TUUNGGG


"Zidaaaaan !! Lu dimanaaa"

__ADS_1


TEKK TEKK TEKK TEKKK


Suara gaduh itu mulai memecahkan kesunyian malam. Ada yang bawa piring, gelas, dan apapun yang mereka punya pun di bawa untuk di pukul-pukul di sana.


"Kita cari kemana lagi pak ??" tanya Lulu.


"Sementara kita cari di sekitar sekolahan saja dulu, di harap jangan ada yang memisahkan diri dari rombongan, tetap selalu bersama" ucap Agung.


TONG TONG TOONG TOONGGG


"Ziziiiii"


Suara-suara itu pun terdengar jelas di alam ghoib itu. Panggilan-panggilan mereka juga terdengar ke telinga masing-masing anak.


"Ada yang nyariin kita Don ??" kata Rita dengan raut wajah penuh harapan.


Doni yang sedang keberatan menggedong Mega pun hanya menganggukan kepala sambil sesekali membuang nafas.


"Huuufh !! Ayo semangat ! Sebentar lagi kita sampai di pintu itu" ucap Doni.


Ketika mereka hendak sampai dan tinggal beberapa langkah lagi tiba-tiba di sana ada banyak ular kobra yang menghalangi jalan menuju pintu itu. Alhasil Rita dan Nia pun panik.


"Jangan panik !! Please ! Jangan panik !!" tegas Doni.


"Jangan panik pala lu botak !!! Woi lihat ga sih ? Kobra itu kobra !!! Lu kira apaan ? Suruh jangan panik !!" ucap Rita.


"Gue tau itu kobra ! Tapi kita harus lewatin itu supaya bisa menyelamatkan Mega ! Lihat pintunya ! Tinggal dikit lagi tertutup !!"


"Lu nyuruh lewatin kobra ?? Lu kira itu karet ??"



"Itu hanya halusinasi kita aja yang terlalu berlebihan ! Please santaiii... Tenangkan diri kita" tegas Doni.


"Ok ! Santai, santaaiiii" ucap Nia sambil jalan mundur.


Doni yang melihat Nia mulai mundur pun geram.


"Lu jangan mundur !! Maju ke depan ! Pintunya ada di depan !! Lu mau balik lagi ke belakang ???" teriak Doni.


"Gue tau pintunya ada di depan !! Tapi kobra itu juga ada di depan Don !! Mikir ga sih lu ?!!" bentak Nia.


Doni menurunkan Mega.


"Gue udah cape lari-lari dari sana ke sini !! Sambil bawa Mega ! Dan sekarang udah sampai di depan pintu lu mau balik lagi ke belakang ?? Perjuangan gue ga lu hargain itu namanya !!!"


"Stoop !! Udah deh ga usah debat terus !!" lerai Rita.


"Mega dan lu (menunjuk ke arah Nia) juga lu (menunjuk ke arah Rita) ga bisa kalau di sini selama lebih dari 24 jam !! Mega bisa kehilangan nyawa ! Dan kalian bisa-bisa ga akan di bolehin pulang sama dia ! (menunjuk ke Kanaya)"


Rita dan Nia terdiam. Ular-ular itu mulai mendekat dan mulai melingkari mereka.


"Ta !! Gimana ini ??" ucap Nia sambil memeluk Rita.


"Bismillahirrohmanirrohiim......."


Doni membaca sebuah ayat dan kemudian menghentakan tangannya ke tanah, seketika ular-ular itu pun terpental. Rita dan Nia melongo.


Ketika Doni hendak mengangkat tubuh Mega tiba-tiba ada ular yang menarik Doni dengan ekornya lalu melilitnya.


"Ughh !! Lepasiiiin !!"


"Hahahahaaaa"


"Cepat bawa Mega keluar !! Pintunya mulai tertutup !! Cepaaaat !!" teriak Doni.


Rita dan Nia pun bergotongan menyeret Mega menuju pintu itu. Pintunya tiap menit mulai bergerak menutup. Rita dan Nia berusaha keras untuk secepatnya sampai.

__ADS_1


"Ayo Ta !! Cepaat !!"


__ADS_2