Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Siapa dia sebenarnya ?


__ADS_3

***


"Menurut gue ko bu Kiandra lebih terkesan mistis ya daripada bu Lulu, iya ga sih ?" tanya Wulan.


"Emmm... Lebih modern aja sih kalau kata gue" jawab Tania.


"Mistisnya dimana ? Dia fashionable ko"


"Masih muda ya katanya ?"


"Beda 7 tahun sama bu Lulu katanya"


"Berarti sekitar 28 atau 29 tahun ya ??"


"Bisa jadi"


"Bu Lulu 35 tahun ko belum nikah ya waktu itu ?"


"Masih memiliki rasa trauma sama Kanaya"


"Ya kan kasihan, sampai meninggal belum pernah mencicipi pernikahan"


"Lalu anak-anak yang tiap musim liburan tiba datang ke sini itu siapa ? Manggilnya mami kan ??"


"Itu anak angkatnya, ambil dari yayasan"


"Oh gitu, kirain anaknya bu Lulu"


"Anaknya 2 kan ya ? Terus sekarang gimana nasib mereka ?"


"Kurang tau juga"


"Sudah sudah sudah !! Ga usah membahas hal itu terus, bahas yang lain saja"


Mereka pun hening sejenak.


"Minggu besok masih tetap harus bersih-bersih, tugas kita makin banyak, anak-anaknya tinggal 8 doang soalnya" ucap Diana.


"Em... Gue boleh ganti posisi beres-beresnya ga sih ?" tanya Tasya.


"Lah ? Mau ganti apa ? Lu udah enak, bagian kamarnya bu Lulu sama kamarnya ibu bapak"


"Nah itu dia"


"Kenapa ? Lu takut ??"


Tasya terdiam.


"Kalau penakut pergi aja dari sini ! Sono pindah kost !! Yang ga di suruh buat beres-beres !!"


"Udah udah ! Kak Tasya nanti gue temenin deh" ucap Zizi.


"Serius Zi ?"


"Iya, tapi kakak juga bantuin gue lap kaca ya ?"


Tasya menganggukkan kepala sambil tersenyum bahagia.


***


"Zi, gue masih ga berani kalau di suruh beresin kasur"


"Kenapa kak ?"


"Takut ada rambut yang panjangnya melebihi kasur itu sendiri"


"Hah ???"


"Serius Zi, ini kasur ukuran 200 x 200, dan rambut yang pernah gue temuin di atas kasur itu panjangnya melebihi kasurnya."


"Elu serius kak ??"


"Ngapain gue bohong"


"Bukannya lu bilang yang ada di kamar ini tuh sosok makhluk yang hitam besar di atas lemari ?"


"Gue sendiri bingung Zi. Karena rambut yang pernah gue temuin itu sama sekali ga cocok dengan makhluk yang ada di atas lemari malam itu"


"Berarti makhluknya ga cuma satu kak"

__ADS_1


DEGG


Sontak saja Tasya langsung mendekat ke arah Zizi.


"(Menarik nafas) gue bersihin kamar mandi aja deh kalau gitu Zi"


"Ya udah deh, bismillah aja kak"


GERIIITTT


Tasya mulai membuka pintu kamar mandi dan menyalakan lampunya, ia pun segera menyiapkan alat-alat yang akan ia pakai.


Sesekali ia melihat-lihat sekeliling, ia takut kalau ada yang mencurigakan di sana.


"Zi... Lu masih di situ ??" panggil Tasya dari dalam kamar mandi.


"Masih kak, tenang saja"


Setelah mendengar jawaban dari Zizi, Tasya merasa sedikit tenang, ia pun melanjutkan aktifitasnya kembali.


Tiba-tiba ada air menetes dari atas ke tangan Tasya.


"Air ?? Air apa ini ??"


Ia pun mendongak ke atas. Lama kelamaan warna air itu berubah menjadi hitam. Mata Tasya terbelalak seketika. Ia pun segera menepi ke arah pintu.


JEGLEGGG JEGLEEGG


"Ziii !! Buka pintunyaaa !!"


Air itu masih saja terus menetes. Kini terlihat jelas tetesan-tetesan berwarna hitam itu di lantai kamar mandi yang berwarna putih.


DERR DERR DEERR !!


"Ziziii... Buka pintunya tolongiiin gue !! Ziiii !!"


JEGLEGG JEGGLEEGG JEGLEEEGGG


"Ziziiiii !!! Bukaaaaaa !!"


Penglihatan Tasya pun mulai redup dan ia tak sadarkan diri.


***


"Sudah bangun ?" tanya Wulan.


Tasya masih kelihatan ketakutan. Lalu datanglah Kiandra.


"Mana yang pingsan ??"


Mereka menoleh ke arah Tasya semua. Kiandra pun menghampirinya.


"Sorry sorry... Tadi aku masih di luar, ada urusan. Gimana keadaannya ? ada yang terluka ? Apanya yang sakit ??"


Semua anak di sana hanya diam membisu. Ternyata Kiandra teramat cemas melihat keadaan Tasya. Begitu besar perhatiannya.


"Mau di bawa ke rumah sakit ??"


Tasya menggelengkan kepalanya.


"Emm... Maaf Zizi, bisa minta tolong ambilkan minum buat Tasya ?"


"Baik bu"


Zizi pun pergi mengambil air minum. Terlihat Kiandra mengecek suhu tubuh Tasya. Tasya masih diam saja.


"Pucet sekali kamu ? Apa belum makan ??" tanya Kiandra kembali.


Zizi pun datang membawakan segelas air minum.


"Ini bu" ucap Zizi sambil memberikan gelas itu kepada Kiandra dengan posisi agak berlutut.


Kiandra pun menggapai gelas itu. Tak sengaja jari kiandra pun bersentuhan dengan jari tangan Zizi.


Seketika tubuh Zizi seperti tersengat listrik dan ia samar-samar mendengar suara gamelan.


"Terima kasih Zi" ucap Kiandra.


Kemudian Kiandra memberikan minuman itu kepada Tasya. Tasya pun meminunnya. Melihat Zizi dalam keadaan kosong pandangan, Kiandra pun menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Zizi"


"Ehh, iya bu, maaf"


"Jangan melamun"


Zizi pun heran dengan kejadian ini.


"Siapa sebenarnya Kiandra ini ? Kenapa wajahnya tak asing di mataku ??" tanya Zizi dalam hati.


"Ya sudah, mungkin kalian kecapean, istirahat dulu deh, mulai besok biar saya carikan pembantu saja di rumah ini, jadi kalian ga perlu repot-repot lagi buat bersih-bersih rumah ini"


"Waah, serius bu ??"


"(Tersenyum) iya, nanti sekalian cari tukang masak, biar kalian lebih fokus ke belajar saja"


"Ya ampuun, ibu baik banget"


"Ya sudah, silakan istrahat. Zizi bisa bantuin Tasya naik ke atas kan ? "


"Bisa ko bu"


"Ya udah, pakai lift saja biar cepat dan mudah"


Zizi pun mulai membantu Tasya berdiri dan merangkul menuju lift. Kiandra juga terlihat membantu menekankan tombolnya.


Setelah sampai di lantai 4, Zizi merebahkan badan Tasya ke kasurnya.


"Selamat istirahat ya kak"


"Zi, jangan pergi dulu" ucap Tasya lirih.


Zizi pun duduk di pinggiran kasur di samping Tasya.


"Ada apa kak ??"


"Temani gue dulu bentar, gue mau cerita ?"


"Cerita apa kak ??"


"Soal kejadian tadi di kamar mandi"


"Kakak terpelesetkah ??"


"Nggak"


"Lalu ??"


"Air yang ada di kamar mandi itu berwarna hitam"


"Kakak ngaco deh. Mana ada ?"


"Gue serius Zi ! "


Zizi terdiam.


"Gue tadi udah berusaha pergi dari situ, tapi ga bisa, pintunya terkunci. Gue gedor-gedor lu ga denger ??"


"Ga ada tuh suara ketukan atau gedoran dari dalam kamar mandi, yang ada tuh, pas gue sama yang lain udah selesai kerja, kakak nih ga keluar-keluar dari kamar mandi, akhirnya kita sepakat buat ngecek, pintu kamar mandi juga ga di kunci ko kak, makanya pas kita buka pintu, lihat kakak pingsan. Ya udah kita rame-rame nggotong kakak deh ke sofa"


"Ga di kunci ??? Jelas-jelas gue buka pintunya tuh susah banget loh Zi"


"Mungkin kakak terlalu takut dengan suasana di sana, jadi kakak halusinasi bahwa ada kejadian ga mengenakkan di sana"


"Halu ?? Zi !! Ga mungkin gue halu di kamar mandi, gue yakin ada yang ga beres di kamar itu"


"Kak, setelah kakak masuk ke kamar mandi tuh kakak udah diam aja di sana"


"Pas gue panggil elu ?? Dan lu jawab kan ?"


"Manggil gue ?? Ga ada kak"


"Gue manggil elu loh Zi, buat mastiin kalau lu masih di sana. Dan lu jawab katanya tenang aja gue masih di sini. Iya kan ??"


"Beneran kak, pas kakak masuk ke kamar mandi kita ga ada komunikasi sama sekali"


DEGGG


"Terus gue ngomong sama siapa ??"

__ADS_1


Zizi terdiam. Pikirannya bahkan masih tertuju pada suara gamelan yang baru saja ia dengar saat menyentuh jari tangan Kiandra.


"Gue ceritain ke Tasya ga ya ? Tapi takutnya malah jadi gimana-gimana, Tasya nanti malah tambah parno, huuufhh ! Diam aja deh. Kita lihat saja, kalau ada gerak gerik yang mencurigakan barulah beraksi" ucap Zizi dalam hati.


__ADS_2