Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Mega kenapa ?


__ADS_3

Suara gamelan itu benar-benar enak sekali di dengar di telinga. Rasanya nikmat bila sebagai lagu penghantar tidur.


"Ini hadiah dari pohon beringin kali ya ? Uhh nikmat rasanya" ucap Zizi.


Ia pun makin hanyut dalam alunan gamelan itu. Tiba-tiba ada yang masuk ke kamarnya dan mengajaknya untuk melihat ke arah bawah. Ia menarik tangannya Zizi ke balkon lantai 4.


Musik gamelan itu masih terdengar dengan jelas. Zizi heran ketika melihat di sana sudah banyak orang.


"Lihat di bawah Zi, itu (menunjuk ke arah 2 wanita yang mengenakan gaun berwarna hijau pupus) lihat dia, cantik sekali" Kata anak yang menarik tangannya tadi dengan raut wajah sangat bahagia.


Zizi pun mendongak ke bawah dan benar saja, di sana ada 2 wanita sedang berjalan memasuki kost itu tapi lewat samping garasi mobil. Cara berjalannya pun sangat anggun.


Zizi memastikan kembali bahwa yang ia lihat itu benar adanya. 1 wanita dengan rambut terurai berada di depan dan 1 wanita yang pakai gelung konde ada tepat di belakangnya.


Mereka berdua berjalan mengikuti alunan nada gamelan itu. Lemah gemulai, anggun dan santun. Tiba-tiba Zizi sadar, bahwa ternyata yang melihat 2 wanita itu tidak ada yang menempel tanah, alias mereka menyaksikannya itu di atas genteng rumah.


"Lah ???" ucap Zizi kaget.


Semua mata mereka benar-benar tertuju pada 2 wanita itu. Benar-benar ramai tempat itu, semua menyaksikannya di atas genteng rumah dan ada juga yang di atas pohon. Tidak ada yang menyaksikannya di bawah atau di jalanan langsung, tidak ada. Yang ada di bawah hanya 2 wanita itu saja.


Sedangkan Zizi baru ingat bahwa yang mengajaknya itu sama sekali tak ia kenali. Berasa loading pikirannya Zizi saat itu.


Zizi kembali melihat ke arah 2 wanita itu, tapi sayang wanita yang rambutnya terurai melihat Zizi. Sontak temannya tadi menarik Zizi untuk segera bersembunyi.


"Sembunyii !!!"


Zizi hanya mengikutinya saja sambil terus berfikir "ini ada apa ?? Apa yang sebenarnya terjadi ?"


***


Pagi pun datang menjelang, Zizi tak sempat sarapan ia langsung buru-buru ke sekolahan untuk mengerjakan tugasnya. Tapi di depan pintu gerbang ia bertemu dengan seseorang.


"Selamat pagi Zilvana" ucapnya.


DEG !


Mata Zizi seolah-olah dapat asupan vitamin C yang menyegarkan dan memulihkan pandangannya.


"Waah, pagi-pagi dapat moodbooster" ucap Zizi dalam hati.


Zizi tersenyum dan menjawabnya.


"Pagi juga Zidan"


"Kayaknya buru-buru banget ?"


"Oh, iya itu. Emm... Buku tugas saya kemarin ketinggalan, jadi belum sempat saya kerjakan. Dan hari ini harusnya di kumpulkan, makanya aku buru-buru mau kerjakan dulu sebelum ada bell"


"Oh gitu, ya udah sana, selamat mengerjakan, semangat ya ?"


Zizi salting dong di kasih semangat sama Zidan.


"Iya. Saya duluan ya"


"Ok"


Zizi pun sedikit berlari ke arah kelasnya. Kemudian datanglah Mega.


"Zizi doang yang di sapa, gua kagak ?"


"Ehh, ada Mega"


"Ehh ada Mega, pura-pura ga liet kan lu ?"


"Haha, serius ga liet"


"Ya lu nglietnya Zizi mulu sih !"


"Wuih, ngambek. Oh iya PR dari aku udah di kerjakan belum ?"

__ADS_1


"Yang mana ?"


"Kanda pat"


"Oh itu. Udah dong"


"Coba, aku mau denger. Apa itu kanda pat ?"


"Saudara yang tak terlihat yang menemani kita dari lahir sampai mati"


"Lalu ?"


"Mereka itu terdiri dari darah, ari-ari, ketuban dan lemak atau plasenta"


"Bagus ! Jadi itu yang di jelaskan Zizi ke kamu ?"


"Ko tau kalau Zizi yang ngejelasin ?"


"Soalnya itu ajaran umat Hindu atau di bilang kanda pat butha. Dari Bali"


"Serius lu ??"


"Ya serius lah"


"Ko Zizi bisa tau ?"


"Kalau dia ga tau, sekarang dia ga ada di sekolahan ini"


"Ehh tunggu ! Aq itu penasaran sama yang namanya Anggapati dan kawan-kawannya"


"Terus ??"


"Wujud mereka itu seperti apa sebenarnya ?"


"Mau lihat ?"


"Serem ga ?"


"Oh, berarti ga serem dong, mau deh"


***


Jam istirahat pun berbunyi. Sudah pasti banyak anak yang mendatangi kantin. Mega dan kawan-kawannya juga sudah nongkrong di sana. Tiba-tiba...


"Ehh !! Kalian berdua minggir ! Jangan duduk di situ, itu buat duduk yang terspesial. Sana kalian cari tempat duduk yang lain aja" ucap Mega.


"Lah ? biasanya juga kita bertiga"


"Mulai hari ini nggak !"


"Buat Zidan maksud lu ?" tanya Nia.


"Bu kan !"


"Lalu ??"


"Buat saudara-saudara gue dong, udah sana kalian minggir ! " usir Mega.


Mereka berdua pun bingung.


"Emang lu punya saudara ?" tanya Rita.


"Bukannya adik lu baru umur 2 tahun ya ?" tanya Nia.


"Sssttt ! Kalian ini brisik deh ! gue mau makan sama saudara-saudara gue"


Rita dan Nia sedikit kesal ke Mega. Mereka pun mencari tempat duduk yang lain. Bahkan ada anak lain yang mau duduk di tempatnya pun di usir juga sama Mega.


"Minggir !! Ini buat yang spesial. Kalian cari tempat lain aja !!" ucap Mega.

__ADS_1


"Udah penuh semua"


"Bodo amat ! Noh di bawah pohon luas noh !!"


"Edan lu !!"


Rita dan Nia cengengesan melihat tingkah laku Mega.


"Emang sejak kenal sama Zidan dia tuh jadi aneh tau ga" ucap Nia.


"Betul"


Mereka memperhatikan tingkah Mega lagi yang ketika makan ngobrol sendirian. Rita dan Nia pun saling memandang.


"Waras ga sih tuh anak ??"


"Kayaknya otaknya kejedot pager deh"


Selesai makan Mega pun beranjak pergi. Rita dan Nia pun menghampiri.


"Ko ga di habisin nasinya ?" tanya Nia ke Mega.


"Itu untuk saudara-saudara gue, nanti mereka yang akan makan dan menghabiskannya" jawab Mega.


Rita dan Nia bener-bener syok mendengar jawaban nyeleneh Mega.


"Emang beneran kejedot tembok dia"


Kejadian itu pun berlanjut ke jam istrahat kedua. Lagi-lagi Mega bertingkah aneh seperti tadi. Kali ini Rita dan Nia udah ga terlalu kepo lagi. Mereka hanya memperhatikan dari jauh.


***


Bell pulang sekolah pun berbunyi. Mega berjalan dengan santainya tanpa mempedulikan kedua sahabatnya lagi. Di tengah perjalanan ia bertemu Zidan.


"Wuih, happy banget kayaknya ?" tanya Zidan.


"Lumayan, tadi udah aq praktekkin apa yang kamu ajarin, palingan ya tinggal satu doang sih yang belum"


"Ga apa-apa, pelan-pelan aja"


"Sebenarnya ada rasa takut sih"


"Sini, aku perlihatkan sesuatu sama kamu"


"Perlihatkan apa ?"


Zidan mengusapkan tangannya ke wajah Mega. Mega memejamkan matanya sekejap. Kemudian ia membukanya dan kaget saat melihat apa yang ada di depan pandangannya.


"Zidan ?? Itu apa ?"


"Itu makhluk halus yang ada di sekitar sekolahan, apa yang kamu lihat ?"


"Makhluk hitam gede banget, air liurnya netes-netes, sorot matanya merah, ia bahkan lebih tinggi dari gedung sekolahan"


"(Tersenyum) coba lihat ke arah Bima"


Mega menoleh ke arah Bima yang sedang berjalan bersama dengan rombongannya sambil merayu para cewek-cewek.


Dengan ekspresi yang begitu tercengang dan kaget Mega bertanya sambil bergetar tubuhnya.


"Itu apa Zidan ??"


"Apa yang kamu lihat ??"


"Sesosok makhluk yang ada di pundaknya Bima, perempuan berambut panjang dan basah kuyup"


"Itu hantu penunggu sungai"


"Hantu penunggu sungai ? Ko bisa ada di pundaknya Bima ? Ga beratkah Bima ?"

__ADS_1


"Ya nggak lah, itu kan makhluk halus, palingan ya cuma ngeganggu Bima aja selama Bima ga minta maaf atas perbuatannya"


"Bima melakukan kesalahan apa di sungai ??"


__ADS_2