
"Kenapa kamu di sini ??" tanya Zizi pada anak kecil itu.
"Kata mama, aku di suruh lari yang jauh sebelum papaku menemukanku"
"Kenapa kamu takut pada ayahmu ?"
"Kakak tau ritual satanik ??"
"Astaghfirullahal adziim... Papamu melakukan ritual itu ?"
Diandra menganggukkan kepala.
"Kenapa mamamu diam saja ?"
"Mama mana berani"
"Kamu anak keberapanya Mayang ?"
"Pertama"
"Jadi semua adik-adikmu jadi korban ??"
"Tentu saja"
"Gila Darmaji"
"Banyak korban juga sebenarnya selain mama Mayang"
"Oh ya ??"
"Tapi mereka di bunuh setelah ritual selesai"
"Gila. Lalu kenapa Mayang membiarkanmu pergi ? Berarti Mayang sudah pernah melihatmu ?"
"Ketika aku di aborsi dan hendak di jadikan tumbal atas ritual itu, mama Mayang menggantinya dengan yang lain, walaupun proses aborsi itu telah menghilangkan nyawaku, tapi mama bilang mama minta maaf dan aku di suruh pergi yang jauh sebelum papa tau. Setelah itu mama menguburku di dekat rumahnya."
"Pantas saja Mayang sering diam di dalam kelas. Itu karena ia sedang menahan sakitnya rasa di dalam perut setelah aborsi ?"
"Betul. Aku belum cukup kuat untuk melawan papa"
"Apa yang bisa menghentikan ritual itu ? Ada cara ?"
"Aku tak tau. Ritual satanik tidak di lakukan setiap hari, jadi aku kurang memahami akan hal ini"
"Satanik, dengan simbol bintang dan tanda merah di tengah ??"
"Ya"
"Aksesoris itu masih di pakai oleh Rifki, Doni dan Zidan. Apakah berbahaya ??"
"Tidak. Tapi papa bisa mengambil ilmunya kapanpun yang ia mau"
"Hah ????? Bagaimana cara melepaskannya ??"
"Hanya papa yang tau"
***
"Gue punya kenalan anak SMA dia tuh cantik, tapi susah di dapatkan" ujar Heru.
"Susahnya ??"
"Susahnya karena dia tuh punya jin penjaga."
"Khodam ??"
"Iya"
"Apa khodamnya ?"
"Harimau putih"
"Busyet"
"Kalau khodamnya dari leluhur itu susah"
"Lu ada kenalan ga ? Yang punya ilmu-ilmu kayak gitu ??"
"Ga ada"
"Serius dong ! Gila banget tau ga Khodamnya itu, gue di hajar sampai babak belur tau ga ?"
"Emang lu ngapain tuh anak ?"
"Ya cuma biasa aja, mau icip-icip"
__ADS_1
"Hahahahaa"
"Adik-adik lu kan SMA juga, kenapa ga manfaatin aja mereka berdua"
"Kalau Bima sih gue udah males sekarang"
"Kenapa ?"
"Suka aneh, ngomong sendiri. Cengengesan sendiri."
"Ga di bawa ke Rumah Sakit Jiwa aja ?"
"Males ahh."
"Gimana kalau Sofia aja yang lu manfaatin ?"
"Sofia ???"
***
Di tempat lain Nia ternyata sedang memikirkan perkataan Mega tentang kembaran ghoib. Ia penasaran dengan kembaran ghoibnya sendiri.
"Apa gua coba aja kali ya ? Tapi takuuut.... Eh kan katanya ga berbahaya, coba ah"
Ia pun mulai bersiap untuk melakukan hal itu. Ia mencoba mencabut rambutnya satu persatu.
"Haduuuh !! sakiiiit, baru 1 kurang 6"
Lalu ia mencabutnya lagi walaupun berulang kali merasakan sakit.
"Huufh !! 7 helai rambut. Sekarang tinggal kuku. Kaki atau tangan ya ??? Tangan aja deh deh yang gampang"
Ia pun menaruh 7 helai rambut itu di sebuah lipatan kertas. Kemudian pergi mencari gunting kuku.
"Ahh !! Dapat juga, yeeeey"
Ia mulai menggunting kukunya satu persatu. Kemudian mengumpulkannya dan di satukan dengan 7 helai rambut tadi.
"Xixixi... Sekarang cari kain putih dan jeruk purut."
Ia pun mulai mengobrak abrik lemarinya mencari kain berwarna putih. Yang ia temukan hanya seragam lamanya saja.
"Ga apa-apa deh. Yang penting putih kan ??"
kemudian ia mencari gunting dan mulai menggunting kain itu.
Lampu di kamar mulai berkedip-kedip.
"Lah lah laah ! Ko gini lampunya ? Ssstt ! Jangan mati dulu, gue belum selesai ini, bentar lagi ko"
Setelah lampu normal kembali ia melanjutkan menggunting kain itu.
"Naaah ! Jadi juga. Sekarang ambil jeruk dulu di kulkas"
Ia pun melenggang keluar kamar menuju kulkas dapur.
KRETEEKK KREETEEK KREETEEEKKK
"Suara apa ya di atas dapur ini ??"
Ia mencoba memeriksanya. Dan.....
WOOOAAARRRR
AAAAAAAA
Nia pun kaget dan terjatuh. Kucing itu melompat dan melarikan diri.
"Kucing sialan !! Ngagetin aja lu !! Jantung gue sampe copot !"
Ia pun mulai bangun dan membersihkan debu-debu yang menempel pada baju.
"Hiih !! Dasar kucing ga sekolah !! Masuk rumah orang ga bilang-bilang !! Kayak maling lu !!"
Setelah di rasa sudah cukup bersih. Ia pun melanjutkan kembali untuk mengambil jeruk purut itu. Kemudian ia kembali lagi ke kamar.
Saat hendak menutup pintu kamar, samar-samar ia melihat orang lewat depan pintu itu. Nia membuka kembali pintunya dan memastikan kalau yang ia lihat itu salah.
"Huufh !! Salah kan ? Mata gue kurang lihat cogan kayaknya ini, jadi ngehalu berasa lihat hantu, xixixi"
Ia menutup kembali pintu itu dan melanjutkannya lagi aktivitasnya yang sedikit tertunda.
"Peras jeruk purut, lalu siramkan ke bungkusan putih yang berisikan 7 helai rambut dan 7 potongan kuku, ok ! Sudah beres. Kemudian simpan. Simpan dimana ya ??"
Saat hendak menyimpan bungkusan itu ia merasa merinding.
__ADS_1
"Padahal baru mau di simpan. Ko udah merinding duluan ya ? Apalagi kalau sampai 7 hari. Brrrr ! Jadi ga ya ?? Ko ragu"
Ia duduk kembali ke kursi dan berfikir sejenak.
"Kalau pun mau gue simpen. Simpen dimana ? Nanti takut ketahuan mama, kan mama suka beresin kamar gue. hmmmmm gimana ya ??"
Saat sedang berfikir ia menoleh ke arah rak sepatu.
"Wah. Di simpan di dalam sepatu aja kali ya ? Kan mama ga mungkin lihat kalau ada di dalamnya. Ok deh."
Ia pun menyimpannya di dalam sepatunya. Setelah ia berhasil menyimpannya tiba-tiba saja lampunya mati.
AAAAAAAAAA
"Mamaaaaa !!"
***
Zizi sedang tertidur di kamarnya. Lalu datanglah sosok hitam besar berbulu dan ia segera mencekik Zizi sekuat tenaganya.
"Tooo ttttt tttoooollllooonng !! Ekkkhhhh !!" teriak Zizi.
Tapi sosok itu terus saja mencekiknya dengan tatapan yang sangat marah. Tiba-tiba saja hp Zizi bergetar pertanda alarmnya berbunyi. Jam menunjukkan pukul 02.00.
UKHUK UKHUUK !!
Zizi terbangun dari tidurnya saat ia tersedak.
"Huufh ! Huufh ! Huufh !! Cuma mimpi"
Ia segera menyalakan AC-nya kembali. Badannya basah kuyup oleh keringat.
"Mimpi apa gue ini ?? Huufh !"
Ia kaget saat ia menoleh ke pojok dinding kamarnya.
"Astaghfirullahal adzim !!"
Ia segera berlari menyalakan lampu. Tapi saat lampu menyala sosok itu tak ada.
"Kalau itu cuma mimpi kenapa dia masih di sini ?? Apa salahku ?"
Zizi mencoba menoleh ke arah lain. Siapa tau ia masih bisa melihat sosok itu di kamarnya. Tapi sepi. Tak ada apapun yang ia jumpai. Ia pun kembali merebahkan badannya.
"Huuufh !!"
Zizi menarik nafas panjang kemudian perlahan membuangnya. Lalu di saat suasana begitu hening ia mendengar ada suara yang memanggilnya.
"Ziiii !!!"
Zizi mencoba diam dan mendengarkannya sekali lagi. Mana tau itu beneran panggilan dari manusia. Tapi tunggu dan di tunggu suara itu tak terdengar lagi.
"Astaghfirullahal adzim..."
Ia mencoba memejamkan matanya dan mencoba menenangkan diri.
"Kakak"
Bisik lirih di telinga Zizi itu membuat Zizi kaget bukan main.
"Ya Allah Dek ! Jantung kakak mau copot !"
"Hahahaha"
"Huufh !! Udah ah ! Kakak masih ngantuk. Mau tidur lagi"
"Aku mau main kak"
"Besok aja ya ?"
Diandra terdiam. Zizi mulai menguap-nguap dan matanya nampak sangat berat.
"Kuku kaki kakak ko panjang-panjang, aku gunting ya ?"
Zizi sudah tak terlalu mendengarkan ocehan Diandra. Ia benar-benar masih ngantuk. Yang ia dengar hanya nyanyian anak kecil yang sedang berlarian sendirian. Tiba-tiba....
"Aduuuuuh !!!"
Zizi terbangun dari tidurnya saat ia merasakan jempol kakinya terasa sakit. Ia pun memeriksanya.
"Dek ! Ko berdarah ?"
"Hahahaa, aku potong pakai gunting kuku kak"
"Hah ?????"
__ADS_1
Zizi hanya bisa melongo melihat tingkah Diandra.
"Haduuuh, sakit banget lagi, ini gimana caranya gue pakai kaos kaki dan sepatu ??"