Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Aku datang


__ADS_3

"Hallo, Zizi kamu masih di situ ??" ucap Mega lewat ponselnya.


Tapi tidak ada jawaban apapun dari Zizi.


KREKEEEETTT


Suara pintu terbuka mulai terdengar oleh Mega. Ia makin bersembunyi di balik selimut.


"Zizi !! Haloo" ucap Mega dengan nada penuh gemetaran.


KLEEKKK


DEGG !!


"Mampuus !! suara apa itu ?" ucap Mega di dalam persembunyiannya dengan wajah penuh ketakutan yang hebat.


TOK TOK TOK !!


Mega mencoba menutup mulutnya agar tidak bersuara. Dengan nafas yang mulai terdengar cepat ia berusaha untuk tetap bersembunyi dengan badan tertekuk di antara bantal dan masih memeluk guling.


Tut tuut tuuuttttt


Suara ponsel itu terputus dengan panggilan Zizi.


"Kenapa gua yang di hantuiiiiin ???!!"


***


"Hallo Mega ?? kamu udah tidur ??" ucap Zizi dalam panggilan itu.


Sementara panggilan milik Mega terputus sejak tadi. Tapi di panggilan milik Zizi masih ada riwayat terhubung walaupun tidak ada sahutan apapun dari Mega.


"Mega kemana sih ini ??"


TAK TOK TAK TOK TAK TOK


Tiba-tiba terdengar dengan jelas siara detak jarum jam. Padahal di kamar Zizi sama sekali tidak ada jam dinding atau jam yang lain selain jam di hpnya.


TAK TOK TAK TOK TAK TOK


Suara itu semakin keras dan memenuhi telinga Zizi. Zizi tengak tengok kanan kiri atas bawah, mencari sumber suara. Siapa tau ada yang iseng sengaja menaruh jam di kamarnya.


TAK TOK TAK TOK TAK TOK


Suara itu terus saja berbunyi berulang-ulang. Zizi meninggalkan ponselnya di meja dan ia segera naik ke atas kasurnya. Dari dulu ia paling takut dengan suara detak jarum jam.


Zizi segera mengambil selimut dan langsung bersembunyi di dalamnya. Menutup kedua telinganya dengan bantal dan memejamkan matanya agar halusinasi itu segera pergi.


TAK TOK TAK TOK TAK TOK


***


"Ah paling sebel gua kalau di suruh meringkas materi tapi di tulis di buku" keluh Rifki.


"WELCOME TO MOBILE LEGENDS"


"Ealah Don ! Ko lu malah main Mobile Legends ?? Ga meringkas ?" tanya Rifki.


"Ntar aja, lu meringkas aja dulu, nanti gue tinggal salin punya lu" ucap Doni sambil menatap layar ponselnya.


"Enak banget lu !! Ga, gua ga mau ngasih buku gue ke lu" kata Rifki.


Tiba-tiba datanglah angin yang begitu dingin. Hingga membuat bulu kuduk merinding.


"Wuuih, angin malam ini dingin banget ya Don ?" tanya Rifki.

__ADS_1


Tapi Doni sedang asyik push-rank, jadi ga ngejawab ucapan Rifki.


"AKU DATANG"


Kalimat itu muncul di chat permainan mobile legends-nya Doni dari musuhnya di permainan itu. Awalnya Doni mengabaikanya. Tapi tulisan itu mencul lagi.


"AKU DATANG DONI"


"Lah, ko tau namaku ? Kan nama akunnya bukan Doni ? Yang lain juga biasanya ga manggil Doni ? Apa jangan-jangan ini Rifki ?" pikir Doni sambil terus nge-push.


"AAAAAAAAAAAAAA"


Sontak hp Doni langsung jatuh ke atas kasur.


"Perasaan aku ga ngaktifin voice chat ??" ucap Doni bingung.


GLUDAGGG


Suara itu ada di dalam lemari. Ternyata lemari itu terbuka sedikit.


"Ki !!" panggil Doni.


Tapi Rifki ga ada dan ga ada jawaban darinya.


"Kemana tuh anak ??" tanya Doni bingung karena tiba-tiba saja Rifki menghilang.


Ia mengambil kembali ponselnya sambil tengak tengok ke semua sisi. Ia pun sedikit mengintip ke arah lemari.


"Ga usah iseng deh Ki !! Gua ga takut !" ucap Doni sambil melanjutkan permainannya.


Tapi di sana benar-benar hening. Biasanya terdengar satu atau dua motor lewat pun kali ini tidak terdengar. Doni terdiam sejenak. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan mencoba mencari Rifki.


"HRWAAAAAAAAA"


"Apa itu ??"


***


Allahu akbar Allahu akbar


Suara adzan subuh berkumandang. Bu Lulu bangun dan ia mengambil handuk kemudian pergi ke kamar mandi.


Alangkah terkejutnya ia saat melihat tulisan dengan darah menempel di kaca lemari kamar mandi.


LULU


Begitulah tulisan itu berbunyi. Bu Lulu kemudian mengambil lap dan membasahi lap tersebut, kemudian ia lap tulisan itu. Tapi tulisan itu malah berganti.


AKU DATANG


Bu Lulu pun kaget bukan main.


"Siapa yang iseng sepagi ini ?" ucapnya dalam hati.


***


Di sekolah.


"Mega !" panggil seseorang di depan pintu gerbang sekolahan.


Mega bingung karena ia sama sekali tak mengenali anak itu. Berbadan tinggi kurang lebih 165 cm. Berkacamata bulat dan berwajah manis mirip Lavicky Nicholas.


"Lu manggil gua ??" tanya Mega.


"Iya Mega Indah Tri Utami alias MITU" ucapnya.

__ADS_1


"Kok lu tau nama gua ?" tanya Mega.


"Kenalin nama saya Muhammad Zidan dari IPS" Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Oh anak IPS" kata Mega sambil melipat tangannya tak mau bersalaman dengannya.


"Iya, anak IPS dan penggemar beratnya Zilvana Ziya"


"Oh penggemar beratnya Zizi ya ??"


"Iya, sejak pertama kali melihat Zizi memasuki sekolahan ini aku dan teman-teman IPS lainnya tuh naksir berat sama dia"


"Kenapa ngomongnya ke gua ?"


"Ga beranilah ngomong langsung ke orangnya, takut di tolak"


"ha ha haa"


"Udah pernah ke madingnya IPS belum ?? Di sana banyak terpampang lukisan wajah Zilvana loh, ada puisi tentangnya juga, pokoknya banyak deh yang berkaitan sama Zilvana"


"Mading ??"


"iya, lain kali coba deh main ke IPS, kami anak IPS ramah-ramah ko, ga judes kayak anak IPA"


"Ok, lain kali aku coba lihat deh madingnya, ehh emang cewek-cewek IPS ga pada marah tuh ? Soalnya yang di pasang di madingnya kan cewek IPA ?"


"Marah ya bodo amat ! Yang penting kita suka"


"Waah, ga menghargai mereka dong"


"Menghargai ko, cuma kita lebih mentingin keindahan pandangan mata, jadinya tiap lewat mading ada yang buat kita tersenyum dan bersemangat"


"Ha ha haaa"


"Aku pengiiin banget nembak Zilvana"


Mega langsung menoleh ke arahnya.


"Ha ha ha Zizi ga mungkin suka sama cowok modelan kayak lu gitu ! Cupu tau !" ucap Mega.


"Aku ga berharap Zilvana suka balik ke aku, atau mau terima cintaku ko"


"Teruuuuusssss ????"


"Yang penting pengin ungkapin isi hati aja"


"Nanti sakit hati, nangeeesss"


"Ga lah, aku tuh beneran penasaran sama dia, kenapa hampir semua cowok IPS itu terpesona sama Zilvana"


"Aku juga heran, padahal yang lebih cantik dari dia kan banyak"


"Aku mau nawarin kerja sama ke kamu, mau ga ??" tanya Zidan.


"Kerja sama ?? Kerja sama apa ?"


"Kerja sama buat cari tau siapa Zilvana sebenarnya dan mengapa ia mampu membuat banyak hati terpikat ?"


Mega terdiam sejenak. Karena Rifki juga dekat banget sama Zizi, padahal baru kenal belum lama. Terus guru-guru juga sepertinya segan sama dia.


"Aku juga penasaran sih sebenarnya" ucap Mega.


"Ya udah, ayo kita kerja sama untuk mencari tau lebih dalam tentang Zilvana" ucap Zidan.


"Terima ga ya ?" ucap Mega dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2