
***
Di dalam kelas Mega terlihat diam saja. Rita dan Nia pun menghampirinya.
"Lu kenapa ?"
"Ga apa-apa ko"
Jelas-jelas raut wajah Mega terlihat pucat. Tapi Mega memilih untuk diam.
"Mega, kanda pat itu masih mengikutimu ?" tanya Nia.
"Masih, kenapa ?"
"Mereka berbahaya ga sih ?"
"Gue ga tau, gue belum nanya sama Zidan"
"Kenapa harus nanya ke Zidan ? Kenapa ga nanya aja ke Zizi ??"
"Soalnya Zidan yang membuat kanda pat itu hadir dalam dunia nyata gue"
"Ya udah ayo cari dia"
"Dia tuh kalau di cari pasti ga ada"
"Waah, parah"
"Satu bulan ini, lebih tepatnya setelah kejadian tragis waktu itu gue sama sekali belum pernah lihat si Zidan lagi"
"Waduh. Jangan-jangan dia pindah sekolah ??"
"Ga deh kayaknya"
"Ga usah berteman sama Zidan lagi deh. Mending sama Zizi aja. Dia itu keren banget pas bacain do'a apa itu ????"
"Iftitah ??"
PLAK
"Aduuuh ko di tabok !"
"Ya lagian jawaban lu nyeleneh"
"Ya apaaan ???"
"Do'a pengusir Kanaya itu loh !! Hiiih ! Ngeseliiin"
"Yang Qul.... Qul... Qulhu... apa sih ??"
"Qulhuallahu ahad"
"Itu mah Yasin"
"Yasin ???? Ayat kursi !"
"Pala lu ayat kursi !! Al ikhlas !"
"Tapi kayak bukan Al ikhlas ya ?"
"Ya emang bukan"
"Qulhu apa sih ?? ko lupa ya ?"
"Gue sih cuma hafal akhirannya aja, lailahaillallah muhammadurrosulallah"
"Itu sih gue juga masih ingat"
"Ko gue jadi mikir, kalau gue punya ilmu itu kayaknya seru ya ?"
"Ehh Mega !! Waktu itu aja pas lu punya rencana buat Zizi kita semua malah dalam bahaya !! Ehhhhh ini malah mau ngrebut ilmunya Zizi, ngadi-ngadi lu !"
"Iya lu Mega ! Apa-apaan sih"
Tapi Mega malah tersenyum. Seolah-olah ia merencanakan sesuatu. Kemudian ia bergegas keluar kelas.
__ADS_1
"Oi mau kemana !!"
"Nyari Zidaaan !!" teriak Mega sambil berlari.
***
Di kost putri.
"Tadi naruh buku matematika di mana ya ??" tanya Zizi pada diri sendiri.
Ia pun mencoba mencarinya. Di kolong tempat tidur.
BAAAA !!
"Nggak ada"
Ia mencari lagi di semua tempat tapi ga ketemu. Ketika ia melintas di depan cermin kayak ada yang lain dari bayangannya tadi.
"Tadi.... gue rasa gue ga menghadap ke cermin deh, cuma sekedar lewat, tapi ko tadi di cermin kayak ada bayangan gue yang lagi ngaca ya ? (terdiam sejenak) ahh mungkin gue salah liet kali"
Ia pun melanjutkan mencari bukunya kembali. Tiba-tiba dari arah jendela seperti ada yang sedang mengawasinya.
"Siapa ya ??? Kan ini tempatnya tinggi, masa iya ada orang memperhatikan gue dari jendela, ahh mungkin hanya perasaanku saja"
Ketika ia membalikkan badan.......
AAAAAAAAAAAA
"Apaan sih Zi ?? Ini gue Tasya !"
"Huuufh !! Kirain hantu"
"Masa sang penangkhluk Kanaya takut sama hantu ?"
"Huufh !! Jantung gue dag dig dug Kak"
"Ya abisnya tadi gue udah ketuk pintu tapi ga di jawab. Pintu juga ngebuka. Ya udah gue masuk aja. Ehh elu malah kaget"
"Hehe"
"Apaan sih kak, nggak ko"
"Halah, bohooong"
"Ah udah ah !! Kakak kesini mau apa ??"
"Mau minjem pulpen, lupa, tadi pas pulang sekolah ga sekalian beli"
"Oalaah, cuma mau minjem pulpen aja bikin jantungku mau copot"
***
Malam makin larut, suasana malam ini sunyi tanpa bintang, anginpun saling bersahutan. Daun-daun menari di iringi musik klasik para jangkrik.
Aludra tengah bersiap untuk tidur. Setelah menggosok gigi dan mencuci muka ia pun memakai krim malam.
"Tumben malam ini begitu dingin" ucapnya seraya mengelus-elus pipinya menggunakan krim.
Setelah selesai ia pun berbaring di tempat tidurnya. Mengecek hp sebentar kemudian menaruhnya di meja. Ia pun memiringkan badannya ke arah kanan.
Tiba-tiba ia terbangun. Ia merasa ada yang memeluk dirinya dari arah belakang. Aludra segera menyalakan lampunya dan bersiap siaga. Mengambil pentungan baseball yang berada tak jauh dari sana.
"Siapa di sana ??"
Tapi tak ada siapa pun. Aludra mencoba melihat ke arah bawah tempat tidur. Dengan perlahan ia menurunkan badannya, dan...
BAAAAA !!
"Huuufh ! Tak ada siapa pun. Tapi....."
***
KRIIIIIINGGGGG
Alarm di kamar Zizi berdering nyaring. Zizi langsung melihat ke arah jarum jamnya.
__ADS_1
"Uhh... Jam 7 kurang 5 menit"
Ia menaruhnya kembali jam itu. Kemudian tersadar.
"Hah !! Gua kesiangan !!"
Ia segera bangkit dan berlari ke kamar mandi. Tak lama ia pun keluar dan segera ganti baju seragam sekolahnya.
"Uuuhhh !! Gara-gara mbok Tasma pergi gue jadi sering kesiangan !! Lebih-lebih lagi udah jarang banget sholat tahajjud... Aduuuh mboook !! Balik lagi dong, biar ada yang bangunin Zizi lagi... " ucap Zizi sambil menata buku dan memasukkannya ke dalam tas.
Kemudian ia segera berlari turun ke bawah. Di garasi hanya tinggal motornya saja. Motor yang lain udah pada pergi semua.
"Sabar, sabar, sabaar !! Jangan buru-buru.... Tapi ini udah siang... Haduuuuh !!"
Ia segera menyalakan motornya dan pergi sekolah. Untung saja pintu gerbang belum di tutup.
"Huuufh !! 1 menit lagi pintu gerbang udah di tutup. Untuuuung saja. Huufh !!"
Setelah memarkirkan motor ia segera berlari ke arah kelas. Tapi ia tak sengaja menabrak seseorang di sana.
BRRUUKK !!
"Maaf maaf maaaf kak" ucap Zizi
"Kalau jalan liet.....(terpesona saat melihat Zizi) liet dong"
"Maaf kak"
"Oh. Iya ga apa-apa ko, kamu ada yang sakit ? Terluka ??"
"Emmm... Ga ada kak... Saya ke kelas dulu ya kak, sekali lagi saya minta Maaf"
Zizi segera berlari kembali. Pria itu masih memandang ke arah Zizi. Lalu ada seseorang menghampirinya.
"Ekhem ! Ga usah segitunya kali"
Ia menoleh ke arah suara itu kemudian tersenyum.
"Namanya Zilvana Ziya"
"Zilvana Ziya ??"
"Iya, anak kelas 11 IPA 2"
"Kayak pernah denger"
"Harusnya sih pernah. Karena Bima pasti pernah curhat tentang dia. Sebelum Bima insaf tapi"
"Oh iya iya pernah. Wow. Ga nyangka bisa ketemu dia secara langsung"
"Cantik ya ?"
"Perfect"
"Dulu Bima naksir berat sama Zizi"
"Sekarang kayaknya masih, cuma kan dia udah alim banget sekarang hahahaa, gara-gara di temukan pingsan di tepi sungai pertigaan sana dia jadi oleng. Kayak pak kyai kerjaannya. Ceramaaah mulu. Bosen gua dengernya"
"Sekarang ga bisa pacaran di rumah lagi dong ?"
"Ya masih, tapi ngumpet-ngumpet. Apalagi sih Sofia. Beeeeehhh... Ngeselin banget tuh dajjal !! Sering main ke rumah, ngajarin Bima ngaji, ahh ! Pokoknya brisik."
"Kenapa Kak Heru nggak ikut ngaji juga ??"
"Heh Safira !! Dosa gue udah terlalu banyak, jadi kalau tobat ga mungkin di terima sama Tuhan"
"Halaaah udah lah. Gua mau masuk" ucap Safira sambil melenggang pergi.
"Fir ! Punya nomornya Zizi ga ?"
Safira menoleh ke arah Heru. Lalu tersenyum dan balik lagi. Ia punya sedikit rencana buat Bima.
"Ok ! Gua atur deh kalau gitu" ucap Heru
Safira pun tersenyum.
__ADS_1
"Sakit hati gue masih membekas Zi di sini, sorry ya kalau gue lakuin ini"