
***
Setelah kejadian itu Rifki, Doni dan Zizi menjadi sangat terkenal di sekolahan itu. Banyak anak yang mengidolakan mereka.
Setiap mereka lewat pasti ada yang minta foto, dan banyak juga yang memuji mereka. Bahkan mereka pun mampu mengalahkan ketenaran Bima.
"ih gemeesh banget tau ga sih kalau lihat Rifki, jadi meleleh tau ga hatiku" ucap salah satu siswi yang mengidolakan Rifki.
"Ramah banget juga tau ga sih Rifki itu, sopan pula, uhh jadi makin sayang deh" ucap teman yang satunya.
Mega dan teman-temannya pun lewat di depan mereka.
"Emang hatimu terbuat dari es ya ? sampai meleleh pas Rifki lewat depan lu ?" tanya Mega.
"Bisa jadi, hehe" jawabnya.
"Kalau hatimu terbuat dari es, berarti Rifki matahari dong, yang bisa melelehkan es" kata Mega.
"Ahh, ga peduli pokoknya, mau Rifki matahari atau lilin sekalipun ia tetap bersinar di hatiku" ucap siswi tadi.
"oalah, mbucin" kata Rita.
"Ngapain sih mengidolakan mereka, mending BTS" ucap Mega.
"BTS skip dulu lah, ada yang lebih menggoda"
"Hidiiih, menggoda ? lu kira apaan ??" tanya Zizi.
"Kalau aku sih lebih mengidolakan Doni, dia itu lebih cool, ga banyak omong tapi tindakannya sat set sat set" ucap Rita.
"Bener banget, cool abiiis" Nia menambahkan.
"Apaan sih lu berdua ?" tanya Mega.
"Ya ikut-ikutan yang lagi trand dong, mengidolakan mereka bertiga, 'The Hero in school' ya kan ??" ucap Nia.
"The hero in school ?? ha haa haaa, lebay amat deh ! " kata Mega.
"Lu sirik kaaaan ?? Zizi banyak pengemar, lu nggak, Rifki banyak yang naksir, saingan lu jadi banyak, ha ha haa" ucap Rita.
"Apaan sih kalian ?? aneh tau ga" ucap Mega.
***
Sepekan sudah setelah kejadian minggu kemarin. Kini perbincangan soal pak Aji pun mulai surut.
Walaupun demikian, namun sekolah tetap melarang siswa siswinya untuk berisik saat melewati ruang kelas 12 IPA 1 dan usahakan untuk tetap menunduk serta sopan santun.
Terlihat Rifki, Doni dan Zizi sedang asyik menikmati makanan di kantin sekolahan.
"Tenang, nanti aku suapin, ga usah khawatir" ucap Rifki pada Zizi.
"Ha ha haa, udah bisa ko" kata Zizi.
"Halah, mana coba, aku mau lihat" ledek Rifki.
"Hiiih !! kamu ini ga percaya, lihat nih" kata Zizi sambil menusukan garpu ke bakso yang ada di depannya.
"Wuuuih, udah bisa anak mama sekarang" ledek Rifki lagi.
"Bisa dong, aku juga udah bisa goreng tempe, ha haa" ucap Zizi.
"Serius ?? wuiduiih" kata Rifki.
__ADS_1
Doni masih terdiam sambil terus memakan bakso itu dengan lahap. Sedangkan Rifki dan Zizi nampak asyik becanda dan bergurau.
"Waah ! tiga pahlawan kita lagi asyik makan bakso nih" ucap Bima yang tiba-tiba datang membawa rombongannya.
Doni menghentikan makannya, menaruh garpu dan sendoknya, kemudian melipat kedua tangannya di atas meja.
"Hay cantik, nanti sore kita jalan yuk ?" ajak Bima kepada Zizi.
"Nggak !" jawab Rifki.
"Loh ?? ko lu yang jawab ? gua kan ga ngajak lu, gua ngajak Zizi ko" kata Bima sambil mengedipkan satu mata kepada Zizi.
Zizi tersenyum.
"Aku sebagai teman yang baik buat Zizi ga ngizinin kamu ngajak dia jalan" kata Rifki.
"Woooooiii !! (bersorak sorai bareng rombongannya) kalau emang lu teman yang baik, harusnya lu biarin dong Zizi bahagia" kata Bima.
"Bahagia ?? Zizi jalan sama lu, lu bilang bahagia ?? yang ada nyesel ntar gua !" jawab Rifki.
"udahlah, ga usak sok keras !! coba aja tanya Zizi, mau ga jalan sama gue ??" kata Bima.
Rifki terdiam. Dari tatapannya sepertinya Zizi juga suka sama Bima.
"Kapan-kapan saja ya kak, aku masih ada banyak tugas" ucap Zizi menolaknya dengan sopan.
Rifki tersenyum.
"Oh gitu ya ? aku tunggu loh, kapan-kapannya ?" kata Bima.
"Iya kak" jawab Zizi.
"Ok sayang, kalau gitu boleh dong minta nomornya ?" kata Bima.
"Gua minta nomor telponnya Zizi, bukan minta nomor sepatunya !!" kata Bima.
"Ehh sorry, ga bilang sih, ha ha haa" ucap Rifki.
"Mending lu diem ! gua lagi ngajak ngomong sama Zizi" perintah Bima.
"ini kak" kata Zizi sambil memberikan nomor telponnya ke Bima.
Rifki kaget, ia pun menoleh ke arah Zizi, ternyata Zizi beneran ngasih nomor itu ke Bima.
"Terima kasih sayang" ucap Bima sambil tersenyum pada Zizi.
"Sama-sama kak Bima" jawab Zizi sambil membalas senyuman Bima.
Setelah itu rombongan itu pun beranjak pergi. Rifki nampak tak suka pada tingkah Zizi.
"Kamu tau Bima kan Zi ?" tanya Rifki.
"Kenapa Ki ??" Zizi bertanya balik.
"Ahh !!" keluh Rifki.
"Yang penting waspada" ucap Doni sembari mengambil es teh manis dan meminumnya.
"Nanti kita kunjungi pak Aji yuk ?" kata Zizi.
Doni tersedak.
"Pelan-pelan Don !" kata Rifki.
__ADS_1
"Gimana gua ga kaget ! omongan lu nyeleneh tau ga Zi !" kata Doni.
"Kasihan tau ga sih pak Aji itu ? ga ada yang jenguk dia di penjara" ucap Zizi.
"Lu aja, gua nggak" jawab Doni.
"Iya juga sih, kayaknya aku juga perlu minta maaf ke pak Aji, orang tua kayak gitu gua hajar dengan sekuat tenaga, mungkin dia masih merasakan memar di badannya" ucap Rifki.
"Dia emang pantas mendapatkan itu !" ucap Doni makin kesal.
"Ayo lah Don, aku tau kamu marah gara-gara dia telah merusak Mayang, tapi setidaknya kita yang masih menyandang status manusia sudah sewajarnyalah meminta maaf" kata Zizi.
"Dia yang salah kenapa gua yang minta maaf ?" tanya Doni.
"Siapa tau dia sudah bertaubat" celetuk Zizi.
"Gua ga ikut" jawab Doni singkat.
"Yaaah, ga seru kalau nggak ada kamu" rayu Rifki.
Doni menatap matanya Rifki yang sedang mencoba merayu Doni.
"ok" kata Doni.
"yeeeey" teriak Rifki dan Zizi kompak.
***
Sepulang sekolah mereka bertiga pun langsung menuju ke tempat dimana Darmaji di penjara. Ehh kini mereka jadi tambah akur ya ? hehe
Mereka mulai terlihat memasuki ruangan itu dan bertanya kepada penjaga.
"Oh atas Darmaji ya ? barusan di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan autopsi" kata penjaga itu.
"Autopsi ??" Rifki dan Zizi kaget.
"Iya, tadi pagi dia di temukan telah meninggal dunia di kamar mandi" ucapnya.
"Lah ko bisa ? bunuh diri ya pak ??" tanya Rifki.
"Nah itu dia yang janggal, makanya di bawa ke rumah sakit untuk di autopsi, soalnya di lehernya terdapat sayatan benda tajam, tapi pas di periksa di area kamar mandi tidak terdapat benda apapun" jelas pak penjaga.
"Ko aneh ??" tanya Zizi.
"Bahkan seluruh ruangan penjara sudah kami geledah tapi tak menemukan adanya benda tajam di setiap jeruji itu"
"Bagaimana bapak bisa tau kalau di kamar mandi itu pak Aji sudah meninggal ?" tanya Rifki.
"Awalnya kami tak mengetahuinya, tapi setelah ada darah keluar dari kamar mandi itu kami panik, karena kamar mandi itu di kunci dari dalam" ucapnya.
"Berarti pas bapak membuka pintu itu, posisi masih terkunci dari dalam ya pak ?" tanya Rifki.
"Benar dek, kalau dia di bunuh harusnya kunci itu ada di luar, bukan di dalam"
"ko aneh ya ? ada rekaman cctv ga sih pak ?" tanya Zizi.
"Ada dek, tapi di cctv hanya memperlihatkan saat pak Darmaji memasuki kamar mandi saja dek, selebihnya ia tak terlihat dan tidak ada orang lain yang memasuki kamar mandi itu dek"
"Pak Aji memasuki kamar mandinya berarti tadi pagi ya pak ?" tanya Zizi.
"Tidak dek, di cctv di perlihatkan pak Darmaji memasuki kamar mandi paa malam hari dek"
"Kenapa selepas itu tidak ada yang memasuki kamar mandi itu ? apa yang lain tidak mandi ?" tanya Zizi.
__ADS_1
"Ruang kamar mandi ada banyak dek, mungkin karena tertutup ya di kira masih di pakai orang kali dek, jadi ga ada yang mengetuk atau mengecek kamar mandi itu dek, mereka cari tempat lain. Baru setelah ada darah keluar dari kamar mandi itu kami tau, ada seseorang di dalam kamar mandi itu yang ternyata dari semalam sudah meninggal dunia"