
***
"Aku janji aku akan selalu ada buat kamu" ucap seorang anak lelaki di tepian sungai.
"Ah ! Palingan kalau nanti lulus SD kamu pindah kan ?"
"Pindah ke hatimu, hahaha"
"Apaan sih" ucapnya dengan muka memerah.
"Mandi di sana yuk ! Kayaknya seger deh"
"Ayoook !"
Mereka mulai berlarian kecil menuju arah dengan aliran air yang cukup deras.
BYUURRRR
Suara tawa bahagia mereka pun di saksikan oleh para ibu-ibu yang sedang menanam padi di sawah. Kebetulan sungai itu dekat dengan persawahan warga.
"Kita naik ke tebing itu yuk ! Nanti lompat dari sana, kayaknya seru deh" ajak anak lelaki itu.
"Nggak ah takuut"
"Tenang aja, kan ada aku"
Mereka pun mulai menelusuri tebing dengan baju yang basah kuyup. Sesekali anak lelaki itu mengulurkan tangannya untuk membantu gadis kecil itu naik ke tempat yang lebih tinggi.
"Aku duluan ya ?? 1 2 3"
Ia pun melompat ke dalam air itu.
BYUURRRR !!
Kemudian ia berteriak agar gadis kecil itu segera lompat. Dengan rasa sedikit takut gadis itu pun melompat.
BYUUURRRR
"Hahahaa ! Seru kan ? Ayo lagi"
Mereka pun mulai berlarian kecil dan mendaki tebing itu lagi. Seperti semula, anak lelaki itu melompat duluan.
BYUUURRRR
Gadis itu menunggu kemunculan anak itu, tapi ia tak muncul ke permukaan.
"Aimaaaaaan !!" teriak gadis itu.
Beberapa petani menoleh ke arah sungai itu dan ikut menanti kemunculan anak yang di sebut dengan nama Aiman.
Tiba-tiba anak lelaki itu pun muncul dengan tawa yang begitu riang.
"Hahahaaaa ! Kamu khawatiiir ya ?? Hahahhaa... Ayo sekarang kamu lompat !"
Gadis itu bernafas lega saat melihatnya sudah muncul ke permukaan air. Ia sedikit kesal rupanya.
"Jangan buat aku cemas !! Aku ga suka" teriak gadis itu.
"Hahahaa... Ayo lompat !!"
Saat hendak melompat gadis itu melihat ada sesosok hitam yang muncul dari dalam air. Ia berdiri di belakang Aiman.
Tak nampat rupa dan tak terlalu jelas bentuknya. Ia berwujud seperti air yang keruh. Gadis itu tak jadi melompat. Ia terus saja memperhatikan makhluk itu.
"Ayo lompat !!"
Kemudian makhluk itu pun menyelam kembali ke dalam air.
"Kenapa ?? Kamu kedinginan ya ??" teriak Aiman.
"Ayo pulang saja, aku takut" jawab gadis itu.
__ADS_1
"Ada apa ??" tanya Aiman sambil mendeka ke arah gadis itu.
"Ga apa-apa, ayo pulang" ucapnya sambil terus menuruni tebing.
"Aku mau lompat sekali lagi ya ?? Abis itu pulang"
"Jangaaan !!"
"Ah ! Ga apa-apa, kamu tunggu saja di situ. Di atas batu besar itu saja ! Sambil berjemur biar bajumu tak terlalu basah nanti pas pulang"
"Tidak !! Ayo pulang !!" ucapnya sambil menarik tangan Aiman.
"Sekali lagi aja ko ! Aku janji, please"
Gadis itu terdiam. Lalu melepaskan tangan Aiman.
"Yeee... Makasih" ucap Aiman sambil berlari menuju tebing.
"Heeeey !! Lihat aku ! Aku bisa lompat indah dari sini"
Tiba-tiba sosok itu muncul kembali di belakang Aiman. Sontak saja ia segera berlari. Namun, sosok itu sudah terlebih dahulu mendorong Aiman ke air itu.
"Ehh, kenapa ini ?"ucap Aiman yang tiba-tiba kaget saat ada yang mendorongnya.
"Aimaaaaaaaan !!"
BYUUUUURRR
Sosok itu pun mulai menjatuhkan diri ke sungai itu bersamaan dengan jatuhnya Aiman.
"Aiman !!"
Gadis itu menunggu kemunculannya namun Aiman tak kunjung muncul ke permukaan. Matanya mulai berkaca-kaca.
Tak kuasa ia menahan air matanya, kemudian pecahlah sudah tangisannya. Semua petani di sana pun segera mendekatinya.
"Ada apa ??"
"Hiks... Hiks... Aimaaan ! Aiman bu, Aiman pak"
"Tidak bu, hiks hiks... Tolongin Aiman. Dia di dalam air, ga bisa mencul kepermukaan lagi, hiks hiks..."
Para petani itu pun heran. Kemudian beberapa petani mencoba menyusuri sungai itu. Menyelam dan mencarinya ke dasar sungai.
Gadis itu masih terus menangis. Hingga akhirnya pencarian di tindak lanjuti lebih oleh para petugas TIM SAR dan kawan-kawannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 00 : 13. Namun Aiman belum juga di temukan. Gadis itu pun tak bisa tidur. Ia merengek ke ayahnya agar bisa ikit melihat pencarian di sungai.
Awalnya ayahnya menolak, namun akhirnya hati ayahnya luluh juga saat melihat raut wajah anaknya yang sudah sangat pucat karena terus menangisi sahabatnya.
"Baiklah, ayo ikut"
Tak lama mereka berduapun sampai di sana. Gadis itu menyusuri tepian sungai dengan penerangan senter yang di bawa ayahnya.
"Maaf pak, kenapa malam-malam membawa anak kecil kemari ? Pulanglah, biar kami yang akan mencari nak Aiman" ucap salah satu petugas di sana.
"Dia menangis terus, dan minta di antar ke sini untuk ikut mencari"
Tiba-tiba, gadis itu mendengar ada yang minta tolong.
"Tolooong, tolong aku, aku di sini, di dekat batu besar yang terbelah"
Gadis itu mengambil paksa senter ayahnya dan mengarahkannya ke batu besar yang terbelah.
"Aiman !!!"
Sontak saja semua petugas dan orang yang ada di sana pun kaget dan menoleh ke arah itu. Mereka segera berlari ke sana dan mengambilnya.
"Innalillahi wainnaillaihi rojiun"
Air mata gadis itu tiba-tiba menetes saat mendengar kalimat itu. Itu tandanya Aiman telah tiada.
__ADS_1
"Aimaaaaan !! Hiks hiks... Aimaaan bangun Aiaman !! Ayo bangun !!"
"Sabar sayang ! Aiman sudah tenang di alam sana !"
"Nggak !! Nggak mungkin !! Barusan dia minta tolong !! dia masih hiduup !! Hiks hiks"
Lalu ayahnya menggendong paksa anak itu. Para petugas pun segera membungkusnya dan segera membawanya ke rumah Aiman.
"Turunkan aku !! Aiman masih hidup !! Turunkaaaan !! Aimaaaaan !!"
Zizi terbangun dari tidurnya.
"Huuufh !! Huuufh !! Huuufhh !! Aiman"
DUUUAAKKK !! BRUUKK !!
Suara pintu kamar roboh itu membuat Zizi kaget.
"Zidan ??"
Lalu ia menoleh lagi ke samping.
"Doni ?? Kalian ???"
"Bangun juga lu akhirnya." ucap Doni.
Darmaji yang tadinya terjatuh di atas daun pintu itu segera bangkit dan mulai menghajar mereka lagi.
"Don ! Mana Rifki ?" tanya Zizi.
"Dia ada di ruang tamu !! Kakinya luka kena paku"
"Hah ! Ko bisa ??"
Saat hendak berdiri kepala Zizi terasa sangat pusing.
"Kalian kenapa di sini ? Tau dari mana ??"
Sambil sesekali menghajar Darmaji, Doni menyahuti pertanyaan Zizi.
"Mana bisa kita biarin lu berdua menghadapin dajjal yang satu ini. Kita berempat aja belum tentu menang, apa lagi cuma berdua !"
Tiba-tiba Rifki datang.
"Mana lu kresek jambu kristal !! Gue udah sembuh ! Gue mau balas dendam sekarang ama lu" ucap Rifki.
"Ki" panggil Zizi.
Rifki pun segera menoleh.
"Dia belum sempat di apa-apain sama Darmaji kan Don ??"
"Dasar bocah tengik !! Baru aku mau mulai permainan kalian sudah mengaganggu saja !!" kata Darmaji.
"Oh tidak bisa !! Kami ga ganggu, hanya menyelamatkan beberapa bibit terbaik untuk negri saja ko" jawab Zidan.
"Syukurlah kalau Zizi belum sempat di apa-apakan sama si kresek jambu kristal itu"
"Banyak bac*t kalian ! Hiiaaakkkk"
Darmaji menghentakkan tangannya ke lantai dan alhasil semua pun terjatuh.
"Aaauuh !!"
PRAAAAANG
Sebuah kendi terjatuh dari atas meja. Lalu mencullah asap. Semua yang berada di sana pun kaget saat asap-asap itu membentuk sebuah raga.
"Mega ??" ucap Zidan.
"Bu Lulu ?" kata Zizi.
__ADS_1
"Mariska ??" ucap Rifki.
"Oh, gue paham sekarang ! Berani-beraninya ya lu menculik mereka !! Dimana kau taruh separuh jiwanya Mayang ??!!! Dimana !!" teriak Doni.