Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Darmaji berulah lagi


__ADS_3

Keesokkan harinya semua persiapan acara sudah beres dan ketika acara di mulai sekitar pukul 10 pagi para anggota pun sedikit bernafas lega.


"Untung gercep !" ucap Rama.


"Laporan keuangan ada di siapa ya ?" tanya Margareta atau biasa di panggil Tata selaku ketua panitia.


"Ada di Doni" jawab Randy.


Margareta pun segera mencari Doni. Doni yang sedang duduk di dekat perpus pun kaget melihat Margareta.


"Ini dia yang asli atau Kanaya ya ?" tanya Doni dalam hati.


"Don ! Mau minta laporan keuangan"


Doni memberikan laporan itu tanpa ada sepatah katapun. Ia hanya memandang Margareta tanpa berkedip. Margareta pun pergi sambil sesekali melihat catatan-catatan itu.


Setelah kejadian itu Doni jadi makin giat mengasah ilmu-ilmunya. Ia rela melakukan apapun asalkan ilmunya bisa mengalahkan Kanaya. Bahkan ia menomor duakan sekolahnya dan lebih fokus pada ajian-ajiannya. Sampai pada suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan Rifki. Doni pun mengajaknya bekerja sama untuk membrantas Kanaya.


Awalnya Rifki menolak, tapi akhirnya ia mau mengikuti Doni. Walaupun saat itu Rifki benar-benar tak pernah menunjukkan keahliannya. Bahkan ia tak pernah cerita ke Doni kalau ia mempunyai khodam.


_________*_______________*_______________


"Oh jadi gara-gara kata-katamu yang pedas itu Kanaya ga suka ?" tanya Mayang.


"Ya, begitulah"


"Pantesan jomblo, hahaha"


"Udah nggak ko"


***


Rifki menemui Sofia seorang diri, tanpa Doni. Karena Rifki tau, Doni pasti sedang bersama Mayang.


"Ko sendirian Ki ? Mana Doni ??" tanya Sofia.


"Udah ga ada waktu buat njemput Doni. Daripada gua pergi ke rumah Mayang, mending ke sini langsung lah."


"Setidaknya kabari Doni"


"Udah gua telpon udah gua chat, kagak ada balesan !"


"Gue juga udah kasih tau yg lain juga ko"


"Ok"


"Terus kita mau nyari Zizi kemana ??"


Rifki terdiam sejenak sambil memejamkan matanya. Kemudian menyuruh Sofia untuk naik ke motornya dan langsung menge-gas motornya.


"Sorry ya Ki ? Gara-gara gue jadi kayak ginj ? Harusnya gue ga percaya gitu aja sama Heru" teriak Sofia di atas motor yang sedang melaju kencang.


"Santai aja Sof, bukan salah lu ko. Yang terpenting sekarang itu kita harus buru-buru nemuin Zizi"


***

__ADS_1


"Tolooooong !! Lepasiiiin ihh !!" teriak Zizi.


"Bagus ! Akhirnya datang juga kau Darmaji" ucap Heru.


"Tentu saja, aku ga akan melewatkan kesempatan jika itu ada urusannya dengan gadis ini !"


"Bagus ! Bawa dia pergi dulu !! Aman kan dia !! Gue mau ngehabisi cowok yang sok ikut campur ini !!"


"Lepasiiiin !!! Aarrghh"


"Diam kau !!"


"Ingat ya ! Kau adalah seorang buronan polisi !! Ga pantas kau ada di sini !!" ucap Zizi pada Darmaji.


"Halaah !! Diam kau !! Sini ikut aku !!"


Zizi pun di tarik paksa. Sedangkan pria itu masih tertunduk lemah sambil memegangi luka yang tertusuk. Zizi meronta dan segera melepaskan diri, lalu berlari menghampiri pria itu.


"Ayo bangun !!" ucap Zizi sambil mengulurkan tangannya.


Pria itu menatap manis ke arah Zizi sembari tersenyum. Tapi Darmaji segera menyusul dan menarik tangan Zizi kembali. Bahkan Darmaji juga menarik rambut Zizi.


"Sini kau !!!" ucap Darmaji sambil menarik rambut Zizi.


"Aduuuuhhh !! arrrggh !! Sakiiiit !"


Sorot mata Zizi mulai berubah. Ia terus saja menatap ke arah Darmaji. Ia pun mulai melangkah maju mendekati Darmaji tanpa rasa takut lagi.


Melihat keberanian Zizi, pria itu pun bangkit lagi dan mencoba melawan Heru kembali. Tiba-tiba pasukan Darmaji pun datang. Mereka semua membawa benda-benda tajam. Darmaji pun bernafas lega.


Darmaji segera bergerak ke arah Heru dan pasukannya mengatur strategi. Pria itu pun mendekat ke arah Zizi. Pria itu tersenyum.


"Ga usah senyum-senyum lu !! Lukamu itu parah !!" ucap Zizi.


"Mana ?? Ini ?? (menunjukan lukanya)"


Zizi hanya melirik saja. Terlihat pria itu hanya mengusapnya lalu dengan sendirinya luka itu pun tertutup rapat. Hanya ada sisa darah saja di baju putihnya. Zizi menoleh heran. Tapi sudah tidak ada waktu untuk bertanya "siapa sebenarnya dia ini ?"


Para pasukan Darmaji mulai mengepung mereka berdua. Zizi pun bersiap walau ia tak punya skill bertarung. Pria itu menepuk pundaknya.


"Ayo kita lawan !!" ucapnya sembari tersenyum pada Zizi.


HHHHIIIIIAAAKKKKKK


Perkelahian pun di mulai, walau lawan mereka lebih banyak tapi pria itu selalu berusaha melindungi Zizi yang bahkan menendang satu orang pun ia tak bisa.


"Perlu berlatih bela diri Zi" ucap pria itu sambil menarik tangan Zizi dan berusaha menghindari lawan yang hendak menyerang Zizi.


***


"Ya ampun !! Rifki nelpon ternyata May !" ucap Doni kaget saat melihat ke arah ponselnya.


"Ada pemberitahuan juga dari Sofia"


Mereka segera membacanya dan bergegas pergi menuju lokasi. Tapi setelah sampai di sana Sofia ga ada. Mayang pun menelpon Sofia menanyakan keberadaannya.

__ADS_1


"Gue lagi di ajak muter-muter nyari Zizi nih sama Rifki ! Belum ketemuuu" teriak Sofia lewat via suara.


Tiba-tiba Doni segera menyalakan motornya dan mengajak Mayang pergi.


"Darmaji"


Mayang kaget saat Doni mengucap nama pria tua itu.


***


Karena lawan yang begitu banyak akhirnya pria itu sedikit kewalahan dalam melindungi Zizi. Walaupun pasukan Darmaji sudah banyak yang tumbang olehnya.


Zizi pun di tarik oleh Darmaji. Sedangkan Heru maju untuk ikut menghabisi pria itu.


"Masih mau ikut campur kau !" pekik Heru sambil meninju pipinya.


Darahpun mulai keluar dari mulut pria itu. Yang lain ikut memegangi tangan pria itu sedangkan Heru asyik meninjunya tanpa ampun.


"Tidaaaaaakkkk !! Hentikaan !! Heru please hentikaaaan !! Hiks hiks... Aku mohoon.. Hiks hiks..." teriak Zizi.


Pria itu terlihat loyo dan tak berdaya. Tiba-tiba Zizi mendengar suara yang terus saja berkata "Ayo lawan !! Jangan takut ! Jangan menangis"


Zizi terdiam. Melihat Darmaji yang sedang menikmati pemandangan di depannya, yaitu melihat pria itu lemah tak berdaya, Zizi pun membaca mantranya. Ia menarik nafas dalam-dalam dan segera melantunkan sebuah bacaan.


"Bismillahirrohmanirrohim....."


CRIIINGGG


Hilanglah Zizi dari pandangan. Darmaji menoleh ke kanan dan ke kiri tapi ia tak melihatnya. Zizi tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia tau ilmu ini hanya bertahan beberapa menit saja. Jadi ia segera mencari kayu atau alat untuk membela diri.


"Her !! Gadis itu ilang !" teriak Darmaji.


Heru menoleh ke arah Darmaji dan ternyata Zizi sudah berada tepat di belakangnya. Zizi segera memukul Darmaji dengan sekuat tenaganya.


"AAAAAAGH !!"


Dengan gemetar ia mengulanginya lagi. Karena ia baru kali ini melakukan tindakan kekerasan terhadap seseorang. Heru menatapnya lalu tersenyum.


"Ini cewek yang gue cari !! Kuat !! Hebat !! Berani" ucapnya sambil mendekat ke arah Zizi.


Zizi makin gemetaran. Padahal ia sudah mempunyai senjata di tangannya, tapi itu malah membuatnya takut. Ia takut kalau saja ia akan melukai orang-orang di sana.


"Jangan maju !! Jangan mendekat !!" teriak Zizi.


Tapi Heru terus saja mendekat. Sedangkan Darmaji mulai terlihat bangun dan mulai berdiri.


"Ziziii !!!" teriak Rifki.


Zizi menoleh dan matanya berbinar saat melihat kedatangan teman-temannya.


"Rifki !!"


Ketika hendak mendekati Zizi mereka semua terpental oleh sebuah mantra yang di buat Darmaji.


AAAAAGH !!

__ADS_1


"Hahahahahahaaaaa"


__ADS_2